
Lalu Ming Dao meninggalkan ruangan tersebut menuju ruangannya sendiri.
Dia menuju kesebuah lemari pendingin mengeluarkan sebuah tabung kaca kecil dari tempatnya.
Lalu dia mengambil isi tabung kaca itu dengan sebuah jarum lalu disuntikkan ketubuhnya.
Tubuhnya seketika berkontraksi mengalami kejang hebat, beberapa saat kemudian dia perlahan-lahan pulih kembali ke normal.
Setelah merapikan kembali satu set botol kaca dikembalikan ke dalam lemari pendingin.
Ming Dao Kemudian keluar dari ruangan tersebut menuju tempat lain.
Sesaat kemudian Ming Dao muncul di sebuah tempat tertutup mirip arena canggih.
Ming Dao melompat ringan masuk kedalam sebuah arena .
Pertama Ming Dao di hadapkan dengan virtual berbagai macam binatang buas, tapi dia mampu mengalahkan berbagai binatang itu hingga menghilang.
Walaupun perkelahian itu sifatnya virtual, tapi sebenarnya tidak ada bedanya dengan asli.
Bila saat berhadapan dengan hewan buas virtual seseorang terkena serangan hewan buas itu.
Maka luka yang akan di alami orang itu adalah nyata, tidak virtual seperti game.
Setelah mengalahkan berbagai hewan buas, kini Ming Dao di hadapkan dengan bertarung melawan virtual Jack.
Ming Dao terlihat saling serang dengan virtual Jack seperti perkelahian sungguhan.
Arena di lindungi daya redam kekuatan tinggi setara nuklir, sehingga arena tidak mengalami kerusakan sama sekali, saat Ming Dao dan virtual Jack saling melepaskan pukulan.
Ming Dao terlihat dapat mengimbangi Jack malah berhasil mengungguli dan mengalahkannya.
Jack kemudian berubah menjadi mahluk bersayap berwarna hijau.
Ming Dao melawan mahluk itu, Ming Dao awalnya kuwalahan, tapi setelah dia minum tiga botol kaca, yang di simpan dalam saku dipinggangnya .
Setelah berteriak histeris, kekuatan Ming Dao meningkat drastis dia mulai bisa mengimbangi mahluk itu akhirnya mengalahkannya.
Kini Ming Dao mulai berhadapan dengan virtual Lu Sun, Ming Dao terlihat bisa mengimbangi semua kemampuan Lu Sun.
__ADS_1
Hingga Lu Sun mulai mengerahkan jurus jari pemusnah, Ming Dao terlihat mulai kerepotan.
Akhirnya dia menghentikan pertarungan tersebut dengan memberikan kode kearah operator, lalu dia terlihat keluar dari dalam arena, bayangan virtual Lu Sun yang menjadi lawan Ming Dao pun lenyap tak berbekas.
Ming Dao setelah keluar dari dalam arena dia berdecak kesal sambil menggelengkan kepalanya dengan sangat tidak puas.
Setelah bertegur sapa dengan para operator secara basa-basi, Ming Dao pun pergi mandi membersihkan badannya yang penuh keringat.
Lu Sun yang tidak pernah lepas mengikuti.dan mengamati semua gerak-gerik Ming Dao kini sangat terkejut.
Lu Sun tidak habis pikir bagaimana Ming Dao bisa memiliki bayangan virtual Jack monster hijau dan dirinya, lengkap dengan semua kekuatan dan jurus-jurus mereka.
Dan bagaimana Ming Dao bisa mengetahui begitu detil ilmu-ilmu yang mereka gunakan.
Hingga bisa membuat bayangan virtual yang memiliki kekuatan sama persis dengan aslinya.
Bahkan dengan melihat langsung sekalipun, mustahil Ming Dao bisa menirunya, hal ini menjadi tanda tanya besar dalam benak Lu Sun.
Lu Sun sedikit bersyukur, dia tidak gegabah langsung menyerang Ming Dao, bila dia lakukan ada kemungkinan Ming Dao bisa melarikan diri.
Dan meningkatkan kekuatan dan kemampuan nya hingga mencapai tahap yang sulit di bayangkan.
Lu Sun kini berpikir dia harus merusak hasil riset para ahli yang mengerikan itu, selain itu dia harus mengambil semua serum kekuatan Ming Dao dan menukarnya.
Lu Sun yang masih dalam bentuk seekor lalat buah yang halus, hinggap di sebuah meja yang letaknya tidak begitu jauh dari para ahli riset itu.
Sehingga Lu Sun bisa melihat dan mendengar dengan jelas semua percakapan mereka.
Lu Sun harus menungguhasil penelitian mereka disana dengan penuh kesabaran
Meski harus menghabiskan Chi yang cukup banyak, tapi Lu Sun tidak punya pilihan lain.
Melalui penantian panjang selama dua hari, akhirnya para peneliti sambil tertawa gembira berkata,
"Akhirnya kita berhasil menyelesaikan nya juga, ini benar-benar penelitian yang sangat sulit dan memakan waktu yang tidak sedikit."
Beberapa peneliti lain mengangguk menyetujuinya, salah satu peneliti yang berkepala botak berkata,
"Malam ini juga kita mesti pergi bersenang-senang merayakan keberhasilan kita.."
__ADS_1
Setelah berunding sejenak kelima orang peneliti itu pun pergi meninggalkan ruangan tersebut,
Sebelum pergi mereka menyimpan hasil riset mereka dengan rapi di dalam sebuah lemari pendingin yang di kunci dengan sandi.
Melihat mereka semua pergi, Lu Sun baru keluar dari persembunyiannya dan mulai melaksanakan semua rencananya.
Lu Sun tanpa kesulitan berhasil membuka lemari pendingin menggunakan sandi, yang dia lihat saat para peneliti itu mengunci lemari Tersebut.
Dengan tanpa kesulitan berarti akhirnya Lu Sun berhasil mencuri hasil riset dan mengganti serum yang berwarna kehitaman itu dengan air kopi.
Sekilas tidak terlihat perbedaannya, Lu Sun selain mencuri serum nya, dia juga merusak semua data di komputer dengan menghapus data-datanyanya.
Semua data manual juga di bakar Lu Sun dengan tenaga api abadi, hingga menjadi abu.
Setelah mendapatkan hasil penelitian, Lu Sun mampir keruangan Ming Dao, di lemari pendingin, Lu Sun membuang semua serum kekuatan Ming Dao yang berwarna kuning sedikit bening
Lu Sun sambil tersenyum nakal dia mengisi semua botol kaca itu dengan cairan air seninya, yang sekilas terlihat sangat mirip dengan cairan serum kekuatan, yang sudah di buang olehnya tadi.
Setelah menyimpan semua botol serum yang tertutup rapat kedalam lemari pendingin.
Lu Sun pun meninggalkan tempat riset rahasia Ming Dao dalam bentuk seekor lalat kecil.
Setelah keluar dari gua Lu Sun baru terbang dengan Jin Tou Yun langsung menuju kediaman Ming Dao.
Lu Sun tiba di kediaman Ming Dao tengah malam, di mana seluruh penghuni rumah itu sedang tidur pulas termasuk Ming Dao sendiri.
Masih tersisa satu binatang kesayangan Ming Dao yang masih hidup, yaitu seekor burung kakak tua yang berbulu warna-warni.
Lu Sun melepaskan totokan jarak jauh yang membuat burung yang sedang tertidur itu, sebelum sempat terjaga dan berteriak membangunkan Ming Dao.
Langsung jatuh terkulai tak bergerak dengan kaki tergantung diatas kepala di bawah.
Burung itu kakinya terikat rantai kecil, yang tersambung dengan kayu tempat burung itu bertengger.
Lu Sun memasukkan nya kedalam sebuah kantung hitam.
Kemudian burung tersebut dia tenggelam kan kedalam Aquarium bekas Ikan Arwana Ming Dao, yang telah tewas duluan.
Lu Sun menindih kantung hitam dengan sepotong besi barbel, yang dia dapatkan dari ruang fitnes Ming Dao.
__ADS_1
Lu Sun melepaskan totokan burung itu, membiarkan dia meronta-ronta dalam kantung hingga akhirnya tak bergerak lagi.
.