KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
MENYERANG KEDIAMAN MING DAO


__ADS_3

Peter Ho dan Kakek Huang menuruti perintah Lu Sun.


Mereka dengan buru-buru melepaskan semua binatang percobaan yang di kurung, di dalam kandang besi.


Setelah itu mereka berdua langsung lari menyelamatkan diri meninggalkan laboratorium.


Lu Sun dan pemuda itu masih terlibat adu tenaga saling tekan.


Tidak ada yang bersedia menarik kekuatannya, menarik kekuatan sama dengan bunuh diri.


Karena tenaga yang membalik akan menjadi dua kali lipat.


Lu Sun menambah tenaganya memberikan dorongan sehingga Cahaya putih mendorong golok biru mundur kebelakang.


Tapi pemuda itu mengigit bibir nya, wajahnya sedikit pucat dan penuh keringat.


Sambil berteriak keras, dia mendorong Golok sinar birunya dengan lebih kuat lagi.


"Arghhh...!!!"


teriak pemuda itu.


Gua mulai runtuh karena tekanan dahsyat kedua tenaga raksasa itu.


Di luar gua laboratorium Peter Ho dan Kakek Huang menatap dengan cemas tebing yang meluruk kebawah.


Berubah menjadi gundukan bukit kecil, tidak lagi terlihat ada tebing dan gua, setelah terdengar gemuruh dahsyat ditempat tersebut.


Batu pasir dan debu beterbangan kemana-mana, saat tebing tersebut runtuh.


Baik Lu Sun maupun pemuda itu tertimbun di dalam gua yang kini sudah tertutup sama sekali.


Saat keadaan kembali tenang di mana kabut debu juga sudah bersih terbawa angin.


Di lokasi hanya terlihat gundukan batu yang membentuk bukit kecil.


Peter Ho dan Kakek Huang menatap dengan bingung tidak tahu bagaimana menolong bos mereka yang terkubur di bawah sana.


Saat mereka sedang kebingungan, tiba-tiba bukit tersebut bergetar hebat.


Dua sosok manusia melayang keluar menjebol tumpukan batu, mereka terlihat masih saling serang sambil melayang di udara.


Yang satu melepaskan cahaya biru yang membentuk golok, yang satu lagi menyerang dengan seberkas sinar putih.


Tapi bila di perhatikan dari dekat pemuda itu terdesak hebat seperti kehabisan tenaga.


Tiba-tiba dia mengeluarkan tiga tabung berwarna kuning meminumnya.


Cahaya biru memancar di matanya,. wajahnya tersenyum dingin.


Cahaya Golok biru membesar menekan cahaya putih yang perlahan-lahan terus bergerak mundur.

__ADS_1


Dengan sebuah teriakan dahsyat cahaya biru akhirnya meluncur cepat membelah cahaya putih mendekat kearah Lu Sun.


Kini Lu Sun yang mengerutkan alisnya, dia kini yang berbalik terdesak.


Tubuhnya mulai terdorong mundur oleh desakan cahaya biru yang sangat kuat.


Lu Sun terpaksa merapal jurus kedua jari penembus langit.


Seberkas cahaya yang berukuran lebih besar turun dari langit terserap masuk kedalam tubuh Lu Sun.


Lalu meluncur cepat melesat menghantam kearah pemuda itu, kini golok sinar biru hancur berantakan.


Cahaya putih berkilauan meluncur dahsyat kearah pemuda yang terlihat sedikit pucat itu.


Dia buru-buru merapal kan jurus yang terprogram dalam pikirannya.


49 batang pedang tujuh warna berputar-putar di belakang nya, lalu muncul sesosok manusia berkepala botak, brewokan dengan sepasang mata melotot besar dan menggunakan kalung tasbih besar-besar.


Dia mendorongkan kedua tapak raksasanya kedepan seolah-olah mendorong ke 49 batang pedang itu melesat kedepan menyebut cahaya putih yang di Lesatkan oleh jari Lu Sun.


Ke 49 pedang meluncur berputar-putar kemudian menyatu jadi satu, dan terus meluncur deras kedepan seperti sebuah cahaya pelangi.


Kembali terjadi benturan keras di udara, Saling dorong.


Melihat musuh nya kembali sanggup menahan jurus kedua nya,.Lu Sun kini merapalkan serangan ketiga.


Terjadi perubahan cuaca drastis saat jurus ketiga dirapalkan oleh Lu Sun.


Hujan es mulai berjatuhan dari langit, angin berhembus kencang, tanah berguncang hebat dan merekah membentuk Jurang jurang kecil


Lu Sun rambutnya yang putih panjang berkibar kibar tertiup angin.


Seberkas cahaya keemasan turun dari langit masuk ketubuhnya.


Saat tangannya menunjuk kedepan, cahaya emas menyilaukan mata melesat kearah pemuda itu.


Pedang pelangi yang terbentur cahaya emas tersebut langsung hancur dan sirna.


Cahaya keemasan tersebut melesat dengan cepat menghancurkan apa pun yang menghalangi pergerakan nya.


Sosok raksasa kepala botak brewokan maju kedepan menghadang cahaya tersebut dengan sinar biru yang dilepaskan dari tangannya.


Sebuah sinar biru yang membentuk sebuah cangkang kura-kura raksasa menjadi perisai untuk menahan cahaya mas tersebut.


Setelah terjadi ledakan dahsyat akibat benturan dua kekuatan dahsyat.


Yang menimbulkan suara memekakkan telinga.


Cahaya emas sempat tertahan oleh perisai cangkang kura-kura itu.


Tapi hanya sesaat saja,.sesaat kemudian cangkang biru mengeluarkan cahaya emas di mana-mana.

__ADS_1


Dari garis garis cangkang mulai tembus cahaya emas menyilaukan, tak lama kemudian cangkang raksasa itu pun retak retak.


Kemudian meledak hancur berkeping-keping, cahaya emas langsung meluncur deras melewati sosok raksasa yang langsung hancur tak berbekas.


Cahaya emas tidak terhentikan menembus tubuh pemuda itu yang berdiri mematung terbelalak tak percaya.


Terjadi retakan di seluruh tubuhnya, bias sinar emas muncul di setiap retakan tersebut.


Tubuh pemuda itu kemudian meledak menjadi serpihan kecil berserakan dimana-mana.


Cahaya emas masih meluncur menghantam apapun yang ada di belakang Pemuda itu.


Pohon bukit batu apapun yang dilewati cahaya emas berdaya perusak besar itu, akan langsung sirna di gulung cahaya tersebut.


Apapun yang di lewati oleh cahaya tersebut akan meledak sirna tanpa bekas.


Lu Sun bisa melepaskan nya, tapi tidak bisa mencegah dan menariknya kembali.


Gunung Qi Xia yang indah kini mengalami kerusakan parah seperti di cukur oleh mesin cukur.


Untungnya mereka ada di tempat yang tinggi, sehingga cahaya tersebut meluncur menembus kearah langit.


Yang menimbulkan atmosfer bumi terbuka menimbulkan sebuah lubang hitam.


Tapi keadaan itu tidak berlangsung lama, atmosfer kembali menutup memunculkan langit bercahaya kebiruan kembali.


Lu Sun menghela nafas lega, sejenak dia menjatuhkan diri nya duduk bersila memulihkan tenaganya.


Lu Sun kehilangan cukup banyak tenaga menghadapi monster tiruan black panther tersebut.


Tapi dia cukup lega akhirnya berhasil melenyapkan fasilitas rahasia Ming Dao.


Lu Sun menghabiskan beberapa jam untuk memulihkan kondisi nya.


Setelah pulih, mereka bertiga langsung meluncur ke arah Kediaman Ching Ming Dao.


Berhubung tidak ada laporan dari Viktor, Lu Sun langsung meluncur kerumah Ming Dao.


Lu Sun yakin bedebah itu pasti sedang ada di kediaman nya saat ini.


Begitu tiba di kediaman Ching Ming Dao, Lu Sun langsung menabrak pagar besi rumah mewah tersebut hingga terpental.


Lalu melindas melewati nya begitu saja, beberapa satpam penjaga yang terkejut dan keluar dari pos.


Langsung menembakkan senjata mereka kearah mobil Lu Sun.


Lu Sun memundurkan mobilnya kearah mereka hingga menabrak pos jaga mereka.


Beberapa satpam itu untuk menghindari tabrakan mobil Lu Sun mereka berlompatan menghindar.


Peter Ho dan Kakek Huang langsung melepaskan tembakan balasan kearah mereka.

__ADS_1


__ADS_2