
Lu Sun menunggu hingga dia dari tangga eskalator keempat, melompat ketangga eskalator ke tiga.
Baru dia melepaskan energi pedang tanpa wujud melukai urat kaki dekat pergelangan kaki nya.
Begitu energi pedang tanpa wujud dilepaskan oleh Lu Sun urat besar di dekat tumit penjahat itu langsung putus.
Saat melayang diudara penjahat itu hanya merasa perih di pergelangan kakinya, tapi dia belum sadar urat kaki didekat tumit telah putus.
Ini semua karena serangan Lu Sun yang sangat cepat dan tajam, sehingga penjahat itu tidak merasakan kesakitan di bagian yang terpotong.
Penjahat itu baru merasakan kesakitan yang luar biasa, di saat dia mendarat di pegangan tangan tangga eskalator.
"Ahrrghh..!!"
teriak penjahat itu kaget saat merasa sakit yang luar biasa di dekat tumitnya.
Penjahat tersebut terpeleset, kehilangan keseimbangan dan kemampuan untuk berlompatan.
Tubuhnya tergelincir jatuh kelantai dasar langsung menimpa etalase kaca di lantai dasar.
Sehingga pecah berantakan mengejutkan pegawai yang sedang menjaga etalase tersebut.
Pegawai toko reflek melompat mundur menjauh.
Pencuri itu tergeletak pingsan dengan kepala dan wajah penuh darah karena tergores pecahan kaca etalase.
Melihat kesudahan dari kejar mengejar tersebut, Lu Sun tersenyum dingin menatap panjahat tersebut.
Kemudian dia meninggal kan lokasi tersebut, yang kini mulai ramai orang berdatangan.
Beberapa satpam di lantai dasar juga sudah bergerak menghampiri penjahat yang terkapar tidak bergerak di atas puing-puing etalase yang hancur berantakan.
Perhiasan perak yang di pajang di dalam etalase kaca tersebut kini berserakan di lantai ada di mana-mana.
Beberapa pegawai toko sibuk memunguti barang dagangan mereka yang kecil-kecil dan berserakan di lantai.
Lu Sun kembali duduk di hadapan putranya yang sedang asyik makan es krim.
"Udah selesai kerjaannya ayah ?"
tanya Lu San polos.
Lu Sun menganggukkan kepalanya dan berkata,
"Sudah nak, kamu makan saja dengan santai, setelah ini ayah akan mengajak mu ke wahana main anak-anak di lantai atas.."
"Asyikkk...! horee...!"
teriak Lu San kegirangan sambil bertepuk tangan.
"Ayah hebat hore...! ayah berjanjilah, ayah harus sering-sering temanin aku jalan-jalan ya ayah."
ucap Lu San dengan gembira sambil menatap ayahnya penuh permohonan.
Lu Sun tersenyum dan berkata,
__ADS_1
"Tentu San er, ayah akan selalu temani kamu jalan-jalan.."
Lu Sun mengulurkan tangannya membelai rambut putranya yang halus dengan lembut.
Lu Sun bergumam dalam hati saat melihat wajah anaknya yang selalu akan mengingatkan dirinya akan wajah Ying Ying yang polos dan lugu yang telah berkorban begitu banyak buat dirinya.
"Hutang ku pada kalian ibu dan anak sampai mati pun aku tidak bisa melunasinya.."
Dengan penuh haru Lu Sun membungkuk mencium pipi anak nya.
"Ayah geli..hi..hi..hi.. !"
ucap Lu San sambil tertawa.
"Ayah kenapa dengan mata ayah..?"
ucap Lu San saat melihat mata Lu Sun sedikit berair.
"Tidak apa-apa nak, mata ayah kelilipan, kemasukan debu.."
ucap Lu Sun beralasan.
"Tempat ini begitu bersih ternyata masih ada
debunya ya ayah..?"
tanya Lu San polos
Lu Sun tersenyum canggung dan berkata,
Lu San mengangguk patuh, dia pun kembali makan es krim di dalam mangkuknya.
Sesaat kemudian dia berkata,
"Ayah San er sudah gak mau lagi.."
Lu Sun melirik kearah kedua pengasuhnya dan berkata,
"Kalian berdua bisa bantu San er habiskan es krimnya ?"
Mereka berdua saling pandang kemudian mengangguk.
"Baiklah kalau begitu kalian bantu habiskan setelah itu susul kami di wahana main anak ya.."
Kedua pengasuh tersebut mengangguk patuh.
Lu Sun menggandeng tangan anaknya berjalan menuju tangga eskalator.
Untuk sampai ketempat wahana main anak.
Lu Sun dan anaknya perlu naik ke lantai paling atas, menggunakan eskalator.
Semua wahana main anak,.di kumpulkan jadi satu di lantai ini.
Lu Sun menemani anaknya bermain satu persatu semua wahana yang tersedia di sana.
__ADS_1
Saat selesai bermain dari wahana tersebut, kedua pengasuh Lu Sun tangannya sampai penuh menggendong hadiah boneka, permen caklat , Snack kecil-kecil, itu belum terhitung beberapa kantung kupon yang bisa di tukarkan berbagai macam hadiah.
Lu Sun belum mau menukarnya, karena repot membawanya bila dia tukarkan sekarang.
Mereka berempat pergi ke basement untuk menyimpan barang-barang bawaan mereka ke mobil.
Baru menuju lantai 3 di mana ketiga istri dan nenek Lu Sun sedang menikmati pelayanan dan perawatan dari salon yang mereka kunjungi.
"Ayah kita ketempat lain aja yuk, San er gak suka kesana, disana sangat membosankan.."
"Di sana sangat membosankan ayah, tapi tidak tahu kenapa ibu paling suka kesana.."
"Setiap ke mall ibu pasti selalu mampir kesana, makanya San er daripada ikut ibu ke mall San er lebih suka main dirumah saja."
ucap Lu San polos.
Lu Sun berjongkok di depan anaknya dan berkata,
"Ibu dulu sangat sulit ketika mengandung mu, Ibu harus cari uang sambil rawat ayah yang sakit dengan perut besar.."
"Kini ibu bisa senang di sini sebentar, kita harus memakluminya."
"San er anak baik ayah, mau kan dengarkan ayah.."
"Kalau San er jadi anak baik, nanti sore dirumah ayah akan temani San er berenang gimana ?"
San er cepat-cepat mengangguk dan berkata,
"Asyik bisa main air sama ayah sore nanti, hore..hore...!"
Lu Sun langsung menggendong anaknya yang sedang melompat kegirangan itu.
Lu Sun melangkah masuk kedalam Salon, mencari kursi tempat duduk untuk tamu kemudian dia melangkah kesana sambil menggendong Lu San.
Lu Sun menurunkan anaknya duduk di sofa ruang tunggu, ditemani kedua pengasuh yang duduk disebelahnya.
"San er kamu buka saja mainan yang kamu beli tadi bermainlah dengan kakak di sini."
"Ayah mau lihat ibu ke lantai dua bentar ya ?"
Lu San mengangguk patuh, dengan senang hati dia mulai membuka bungkusan mainan nya, mengeluarkan mainannya satu persatu dan mulai larut dalam kesibukannya sendiri.
Lu Sun yang melihat di lantai bawah tidak terlihat ada Ying Ying Xue Yen Giok Lan dan nenek.
Diapun naik ke lantai dua, di sana Lu Sun melihat cuma Ying Ying yang sedang di keringkan rambut nya, kelihatannya sebentar lagi selesai, yang lainnya tidak terlihat.
Lu Sun berjalan menghampiri Ying Ying dan berkata,
"Sayang yang lain di mana ? kok kamu sendirian di sini.?"
"Ooh mereka sedang di rawat di lantai 3 aku malas ikut jadi cuma creambath aja di sini.."
"Ini bentar lagi selesai, San er di mana ? kalian sudah bosan nunggu ya ?"
"San er sedang main mainan barunya di bawah."
__ADS_1