KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
PENYELAMAT MISTERIUS


__ADS_3

Satu-satunya yang masih membuatnya kesulitan adalah ilmu jari pemusnah Lu Sun.


Tapi setelah dia minum ramuan baru, harusnya tidak akan ada kesulitan baginya dalam menghadapi Lu Sun.


Meski nanti Lu Sun menggunakan jari pemusnah sekalipun, dia bisa menggunakan jurus yang sama mengimbanginya.


Ming Dao meraba sakunya, dia mengeluarkan 3 botol kining dan dua botol hitam, dia langsung menegaknya hingga habis, kemudian tabung kaca dia banting kelantai hingga pecah berantakan.


Wajah Ming Dao sedikit aneh saat cairan kuning yang berbau aneh dan sepet masuk kedalam mulutnya.


Tubuhnya sampai sedikit menggigil, mirip orang habis makan buah kedondong muda yang super asem.


Setelah agak tenang, dengan wajah geram dia langsung meraung, dan melesat kerah Lu Sun dengan kedua kepalan tangannya, sekuat tenaga menghantam kearah kepala dan perut lut Sun.


Lu Sun Tersenyum tenang dia menggunakan ilmu langkah ajaib menghindar sambil membalik membalas dengan salah satu jurus cakar naga meradang menangkis kedua serangan itu sekaligus menyerang balik.


Sepasang cakar Lu sun menghantam wajah dan dada Ming Dao hingga terpental cukup jauh dan terjatuh berguling-guling di atas aspal yang keras.


Ming Dao merasa kepalanya sanat pusing serasa berputar-putar, matanya sedikit berkunang-kunang dia melihat Lu Sun berubah menjadi 5 orang.


Dia menggeleng-gelengkan kepalanya dan kembali menatap kedepan, baru Lu Sun kembali kebentuk semula,


Di sana hanya ada Lu Sun yang berdiri seorang diri, sedang menatapnya dengan dingin.


Tiba-tiba Ming Dao memegang dadanya yang terasa sesak dan nyeri, setelah batuk-batuk kecil.


Akhirnya dia memuntahkan beberapa teguk darah segar dari dalam mulutnya.


Baru dia merasa rasa nyeri di dadanya sedikit demi sedikit agak berkurang.


"Hei kenapa duduk di situ,? apa cuma segini kemampuan mu ?"


"Masa secepat itu roboh, tidak ada ilmu lain lagi apa ?"


ucap Lu Sun sambil menertawakan Ming Dao.


"Jangan bilang kamu datang kesini untuk duduk mengemis di sana..?"


tanya Lu Sun sambil tersenyum lebar.


"Tutup mulut busuk mu...!!"


teriak Ming Dao marah sambil memukul lantai dengan kedua tangannya.


Lalu dia kembali menerjang kearah Lu Sun dengan kedua telapak tangan terbuka, Tapi serangannya menemui tempat kosong.


Kedua lengannya dicengkeram oleh Lu Sun kemudian di tarik dan di lemparkan kearah mobilnya yang sudah ringsek.


Setelah menabrak mobilnya sendiri, tubuh Ming Dao baru terhenti di sana.


Ming Dao merasa punggungnya sakit luar biasa seperti ada tulang punggungnya yang patah.Dengan susah payah bersandarkan mobil perlahan-lahan Ming Dao berdiri


Ming Dao kembali mengeluarkan 5 tabung kuning tersisa dan dua botol hitam terakhir, kemudian dia menegaknya.

__ADS_1


"Jangan di....habiskan...!!!"


teriak Lu Sun pura-pura perhatian..


Ming Dao menyeringgai dan berkata,


"Kenapa mulai takut Ya. ?"


"Kalau takut cepat gelinding dari sini, tinggalkan saja 3 gadis cantik itu untukku.."


"Atau kamu harus rasakan pembalasan ku hari ini juga, dan aku tidak akan pernah mengampuni mu..lagi.."


Lu Sun pura-pura menguap dan berkata,


"Aku bukan takut, aku hanya takut kamu minum terlalu banyak air kuning ku, nanti jadi ngelantur.."


"Terbukti kan kamu mulai ngelantur sekarang.."


"Kamu mulai berhalunasi.."


ucap Lu Sun sambil tertawa


Wajah Ming Dao berubah dia menatap Lu Sun dengan tajam dan berkata,


"Apa maksud mu !? bangsat !!"


Lu Sun menggeleng-gelengkan kepalanya dan berkata,


"Kamu harusnya lebih ngerti dari ku, buat apa bertanya ulang..."


ucap Lu Sun Tersenyum nakal.


Ming Dao langsung kebayang, semua serum yang di minumnya, dia menutupi mulutnya yang ingin muntah.


Tapi tidak kuat, akhirnya dia membungkukkan badannya kesamping, di sana dia menguras seluruh isi perutnya yang berbau menjijikkan...


"Hoekkk...! Hoeekk...! Uowekkkk ..!!"


"Uhukk...! Uhukkk...! Hoeekkkkkk....!!"


Ketiga istri Lu Sun menatap tidak mengerti kearah Ming Dao yang tiba-tiba muntah-muntah.


Sebelum mereka sempat bertanya ke Lu Sun, terdengar suara Ming Dao yang agak serak berkata,


"Kamu bajing....."


Hoeekkk...! Hoeekkk...! Hoeekkkkkk...!!"


Tapi sebelum sempat menyelesaikan makian nya dia kembali muntah-muntah.


Lu Sun hanya menatap Ming Dao sambil tersenyum dan berkata,


"Kamu sudah cukup belum berulah di sana ? kalau sudah kemarilah kita teruskan.."

__ADS_1


"Atau kalau tidak sanggup meneruskannya, kamu boleh menggelinding dari sini, sekarang juga."


"Kamu....kamu ..kepa..."


"Hoeekkk...! Hoeekkk...! Hoeekkkkkk...!!"


Belum selesai ucapan nya Ming Dao kembali muntah-muntah.


Ming Dao akhirnya terduduk lemas tidak jauh dari muntahannya, dia terlihat lemas.


Tapi tetap melotot kearah Lu Sun dengan penuh kebencian.


Lu Sun Tersenyum dingin menatap kearah Ming Dao dan berkata,


"Hari ini aku akan membuat mu membayar hutang mu satu persatu..!"


Lu Sun berjalan pelan mendekati Ming Dao dengan menebarkan aura yang penuh nafsu membunuh.


Sambil melangkah pelan Lu Sun berkata,


"Pertama kamu menggunakan kedua tangan dan lidah mu yang kotor, menggangu Xue Xue, aku akan memotongnya sebagai bayaran hutang.."


"Kedua kamu membunuh Ling Mei teman ku tanpa perasaan, maka kamu akan bayar dengan hati mu.."


ucap Lu Sun sambil tersenyum sadis.


Wajah Ming Dao menjadi pucat mendengar ancaman Lu Sun, dengan suara gagap dia berkata,


"Kamu...kamu...curang...kamu tidak kstaria...kamu memenangkan ku dengan cara licik...!!"


"Sampai matipun aku tidak bisa menerimanya...!!"


"Terima atau tidak itu urusan mu bukan urusan ku.."


jawab Lu Sun melangkah setindak demi setindak penuh ancaman.


"Aku bukan ksatria maupun pendekar atau pun pangeran kuda putih dalam dongeng sebelum tidur, aku hanya seorang prajurit yang selalu hidup di medan perang, dalam perang itu sendiri namanya siasat."


"Tidak ada yang bisa di sesalkan selain kebodohan mu sendiri, yang terlalu memandang rendah musuh mu.."


"Sekarang kamu harus rasakan akibatnya...!!"


ucap Lu Sun sambil menebaskan tangannya kearah pergelangan tangan Ming Dao.


Ming Dao yang telah kehabisan tenaga hanya bisa terbelalak tak berdaya, melihat seberkas sinar putih transparan melesat kearah pergelangan.tangannya.


Sebelum berkas sinar putih berhasil menyentuh Ming Dao, seberkas sinar biru tiba-tiba muncul menahan dan mementalkan serangan yang Lu Sun lancarkan.


Lu Sun terdorong mundur dua langkah kebelakang, karena tidak siap dan tidak menyangka ada yang bisa menahan serangannya Tersebut.


Lu Sun menatap tajam kearah datangnya asal cahaya biru yang berhasil menahan serangannya dan mendorong diri mundur kebelakang.


Meski dia tidak sedang dalam keadaan siap, tapi dia harus akui orang yang berhasil menangkis serangan tersebut tentu bukan sembarang orang.

__ADS_1


"Tahan serangan mu teman...!"


Orangnya belum terlihat, tapi suaranya sudah sampai suara itu datang nya dari atas langit.


__ADS_2