KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
BERBICARA 4 MATA DENGAN PAK MA


__ADS_3

Setelah mendapatkan informasi dari Guru Ciu Li Ting dan kepala sekolah Ma.


Polisi dengan di temani, guru Ciu dan kepala sekolah Ma, melakukan penyisiran, menangkap satu persatu ke 10 orang pelaku, pelecehan terhadap siswi siswi malang, yang di paksa dan di cekokoki dengan minuman keras.


Bahkan hingga kini pun, ke 5 siswi itu masih di rawat dan di jaga oleh teman teman mereka, di ruang unit kesehatan sekolah.


Tanpa ada perlawanan berarti kesepuluh siswa tersebut akhirnya di ringkus polisi, bersama guru Ken ke 10 murid itu dengan tangan di borgol di naikkan ke mobil polisi.


Salah satu polisi tersebut pergi ke kantin menemui pak Wong atasan mereka, memberikan laporan lisan hasil kerja mereka.


Setelah mendengar cerita dari bawahannya, Pak Wong menoleh kearah Lu Sun dan berkata.


Tuan Lu, terimakasih banyak atas kopinya."


"Senang bisa bertemu anda di sini, sebenarnya saya masih ingin ngobrol banyak, tapi tugas menanti, jadi maaf saya terpaksa pamit dan permisi dulu.."


Lu Sun tersenyum dan menepuk pundak pak Wong sambil berkata,


"Jangan sungkan pak Wong, ngobrol bisa di lanjutkan lain waktu."


"Tugas paling penting, saya sendiri juga masih ada tugas sama seperti pak Wong.."


"Mari saya antar kedepan.."


ucap Lu Sun sopan.


Lu Sun memberi kode pada pemilik kantin agar semua tagihan di masukkan ke tagihannya.


Di kantin Lu Sun sudah memberikan uang DP cukup besar, sehingga setiap dia ataupun ketiga anaknya kemari.


Mereka tidak perlu bayar, bila DP Lu Sun habis, baru pemilik kantin akan memberitahu Lu Sun lewat chat di HP nya.


Lu Sun menjadikan gajinya di sekolah sebagai DP, sehingga jumlahnya cukup besar, dan selama dia mengajar selama 3 bulan lebih di sini.


DP nya belum pernah sampai habis, yang paling sering menggunakan fasilitas kantin cuma San er, karena dia sering datang membawa teman teman wanitanya kemari untuk makan minum gratis.


Sedangkan Dan er dia hanya sesekali saja ke kantin ditemani Afei, itupun mereka berdua cuma ambil satu atau dua batang coklat saja.


Afei sendiri tidak pernah jajan, dia selalu memilih bangun pagi-pagi, sarapan daging lele putih sebelum pergi kesekolah, saat siang pulang kerumah dia baru makan dengan puas masakan mama Xue Yen yang sangat di gemari nya.


Setelah mengantar pak Wong dan para polisi pergi dari sekolah, pak Ma yang berdiri di samping Lu Sun pun berkata.

__ADS_1


"Guru Lu mari ikut dengan ku, ada hal yang ingin aku bicarakan dengan Anda di kantor."


Lu Sun mengangguk, lalu dia berjalan mengikuti Pak Ma menuju ruang kantornya.


Guru Ciu yang juga berdiri sana, menghela nafas kecewa.


Karena tadinya dia berharap setelah para polisi pergi, dia ingin mengajak Lu Sun ke kantin makan sambil ngobrol.


Sebagai ucapan terima kasih atas pertolongan yang Lu Sun berikan padanya.


Tapi kini rencananya semua jadi berantakan karena Lu Sun keburu di bawa pak Ma pergi ke kantornya.


Dia juga tidak tahu pembicaraan mereka berapa lama, saat mereka selesai bicara, jam istirahat apa masih ada atau sudah habis.


Bila sudah habis, otomatis semua rencana nya terpaksa di batalkan.


Karena setelah jam istirahat usai, mereka masing-masing ada kelas yang harus di ajar.


Sedangkan setelah jam pelajaran usai, menurut informasi yang dia dapatkan dari guru Lin.


Lu Sun setiap habis ngajar di jam terakhir sebelum pulang, dia tidak pernah kembali lagi ke ruang guru, melainkan langsung pulang dan menunggu anak anaknya di parkiran sana.


Guru Ciu sedikit terkejut melihat Lu Sun tersenyum padanya, dia buru-buru menundukkan kepalanya kebawah tidak berani menatap Lu Sun.


Seluruh wajahnya merah hingga menjalar ke daun telinga nya yang juga ikut menjadi merah.


Melihat sikap Guru Ciu, di satu sisi Lu Sun merasa hatinya sangat nyaman, perasaan kehilangan Ying Ying seakan-akan terobati dengan kehadiran guru Ciu yang sangat mirip dengannya.


Ada godaan untuk selalu berdekatan dengan gadis itu, dan ingin mengenalnya lebih dekat.


Tapi di sisi lain hati kecilnya, mengingatkan dirinya agar tidak terlena.


Karena bagaimanapun guru Ciu tetap ada guru Ciu, dia bukan Ying Ying istrinya yang telah meninggal..


Dan dia masih memiliki tanggung jawab terhadap kepercayaan Xue Yen dan Giok Lan padanya, dia tidak boleh mengecewakan dan menyia nyiakan pengorbanan dan rasa cinta mereka yang begitu besar pada dirinya.


Xue Yen bahkan rela mati, mengikutinya reinkarnasi ke jaman ini.


Sedangkan Giok Lan dari seorang Dewi yang berkedudukan tinggi sebagai putri kaisar langit.


Rela ikut dengan nya, bahkan mengorbankan seluruh kesaktiannya demi menyelamatkan nyawanya.

__ADS_1


Dan kini rela diam dirumah merawat anak-anak.


Saat Ying Ying pergi bila gak ada Giok Lan entah jadi apa putra nya San er.


Pemikiran dan pertimbangan hal hal inilah, yang membatasi Lu Sun, untuk bergerak mendekati Guru Ciu.


Setiba di dalam ruangan kepala sekolah, Lu Sun di persilahkan duduk di depan Pak Ma.


Mereka duduk berhadapan, pak Ma berkata.


"Guru Lu kompetisi beladiri antar sekolah di seluruh daratan China akan di selenggarakan bulan depan di kota kita."


"Dari berbagai penjuru dan pelosok akan mengirimkan murid andalan sekolah mereka untuk ikut bertanding."


"Pertandingan ini secara garis besar terbagi dua yaitu jurus dan tarung."


"Jurus terdiri dari tangan kosong dan bersenjata, di sini yang di tunjukkan adalah keindahan seni dari setiap jurus yang di pertandingkan, baik dengan tangan kosong maupun senjata."


"Jurus tangan kosong di bagi lagi jadi jurus Utara, Selatan dan Tai Chi.."


"Jurus bersenjata di bagi 4 yaitu jurus golok jurus pedang, jurus Toya, jurus tombak."


"Sedangkan pada nomor bertarung terbagi dari kelas 48 kg, 52 kg, 56 kg, 60 kg, 75 dan 100 kg.


Di sana petarung akan bertarung satu lawan satu selama 3 babak dengan durasi waktu setiap babak adalah 2 menit.


Dengan waktu istirahat satu menit."


"Selama ini yang kita ikuti, hanya pada nomor tarung atau Sanda ( menghindar dan memukul)."


"Sisanya nomor lain kita tidak pernah ikuti."


"Sekarang dengan di tangkapnya guru Ken dan 10 murid andalan yang akan mengikuti pertandingan itu."


"Kira kira menurut pak Lu, apa yang harus kita lakukan..?"


tanya pak Ma serius sambil menatap Lu Sun.


Lu Sun tersenyum dan berkata,


"Menurut pak Ma apa yang harus kita lakukan ?"

__ADS_1


__ADS_2