KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
PERPISAHAN


__ADS_3

Lu Sun terbelalak tak percaya menatap siapa sosok yang membangunkannya.


Lu Sun mengucek-ngucek matanya sendiri, kemudian kembali melihatnya.


Sosok itu tetap tidak berubah, dia sedang tersenyum manis menatap Lu Sun dan berkata,


"Sun ke ke..."


Lu Sun menatap kearah peti didepan nya, kini peti tersebut kosong tidak ada siapapun di sana.


"Ying Ying kamu kah itu.. apa aku sedang bermimpi.?"


tanya Lu Sun terheran-heran.


Gadis itu tertawa sambil menutupi mulutnya dengan punggung tangan dan berkata,


"Sun ke ke..ini aku Ying Ying mu, tapi waktu ku tidak banyak lagi.."


"Aku sengaja datang untuk berpamit dengan mu.."


Tidak menunggu ucapan Ying Ying selesai,


Lu Sun langsung berdiri menarik gadis yang berdiri di hadapan nya kedalam pelukannya.


Sosok itu adalah Ying Ying Istrinya, Lu Sun meski bingung dan tidak mengerti tapi dia tetap memeluknya dengan erat.


Seolah-olah takut bila terlepas, Ying Ying akan kembali pergi meninggalkan dirinya.


"Sun ke ke tenanglah aku di sini tidak akan kemana-mana.. sebelum batas waktu ku habis, aku akan terus menemani mu.."


ucap Ying Ying sambil tersenyum bahagia dan membalas pelukan Lu Sun.


Mendengar ucapan Ying Ying, Lu Sun langsung menggendong Ying Ying kedalam pelukannya.


Membawanya duduk di pangkuan nya, sambil memeluknya dengan mesra.


Lu Sun kemudian memberikan ciuman mesra penuh kerinduan meluapkan semua emosi dan kerinduan nya.


Ying Ying tentu tidak menolak nya, dia membalas ciuman suaminya sambil tersenyum bahagia.


Setelah merasakan nafas Ying Ying mulai memburu Lu Sun perlahan-lahan melepaskan ciumannya.


Lu Sun kini menatap Ying Ying dan berkata,


"Ying Ying sebenarnya apa yang terjadi ?"


"Sun ke ke ini cuma bagian roh ku yang terperangkap dalam kalung mata biru pemberian mu.."

__ADS_1


"Karena airmata mu yang membasahi permata biru itu, roh ku yang terperangkap di sana pun terlepas.."


"Tapi waktu ku tidak banyak, anggap saja ini perjumpaan terakhir kita sebelum kita benar-benar berpisah untuk selamanya."


"Jadi maksud mu setelah waktunya tiba, kamu tetap akan pergi dari ku.."


tanya Lu Sun dengan sedikit kecewa.


Ying Ying menatap Lu Sun dan menganggukkan kepalanya.


"Sun ke ke jangan bersedih dan kecewa, kita harus mensyukurinya, setidaknya kita masih di beri kesempatan untuk bertemu dan berbicara untuk yang terakhir kalinya."


Lu Sun tersenyum pahit dan menganggukkan kepalanya.


"Kamu benar sayang aku juga bukan tidak mengerti akan Lahir Tua Sakit dan mati."


"Semua ini adalah takdir, bertemu dan berpisah setelah takdir jodoh kita habis ini semua adalah siklus kehidupan.."


"Tapi itu semua adalah teori, pada prakteknya akan sangat tidak mudah menjalaninya.."


"Kenangan di antara kita begitu banyak, bagaimana bisa bilang lupa langsung lupa.."


"Jujur saja aku masih belum bisa menerima kenyataan bahwa kini aku harus hidup tanpa mu.."


"Sun ke ke jangan seperti ini..Ying Ying jadi sedih..hu..hu..hu..hu.."


Lu Sun membelai kepala Ying Ying dengan lembut, dia sendiri tidak kuasa menahan cucuran air mata nya sendiri.


Setelah menangis beberapa saat, Ying Ying sudah kembali menenangkan diri.


Dia kini mundur menatap Lu Sun dengan serius dan berkata,


"Sun ke ke kamu harus tegar menjalankan semua, kamu masih punya tugas dan tanggung jawab terhadap anak-anak juga terhadap Xue Yen dan Giok Lan.."


"Ingat mereka juga sangat mencintai mu, sama seperti aku mencintai mu.."


"Hiduplah dengan baik dan bahagia, dengan demikian aku baru bisa pergi dengan tenang."


"Berjanjilah padaku Sun ke ke akan hidup dengan bahagia bersama mereka.."


Lu Sun menganggukkan kepalanya, dia sudah tidak bisa berkata-kata, karena tenggorokannya tercekat oleh sedu sedannya yang tertahan.


"Sun ke ke sampai jumpa, waktu ku telah tiba."


"Ingat hidup lah dengan bahagia, jangan terjebak dalam kebencian dendam penyesalan dan rasa bersalah..."


"Sun ke ke harus bahagia..."

__ADS_1


"Sini aku bisikkan suatu rahasia pada mu.."


ucap Ying Ying kemudian mendekatkan bibirnya ditelinga Lu Sun.


Perlahan-lahan mulai dari bagian kaki dan terus menjalar keatas sampai akhirnya perlahan lahan tersisa bagian bibir yang sedang berbisik ditelinga Lu Sun.


Lalu semuanya sirna menjadi butiran cahaya yang terbang membumbung ke angkasa kemudian lenyap tak berbekas.


Lu Sun memejamkan matanya, membiarkan airmata mengalir di kedua sudut matanya.


Mulutnya menyunggingkan sebuah senyum misteri, penuh harapan dan semangat hidup baru.


Saat Lu Sun membuka kembali matanya, dia mendapatkan dirinya, ternyata tertelungkup ketiduran di atas penutup peti kaca Ying Ying.


Ying Ying terlihat masih terbaring tak bergerak di sana dengan sepasang mata terpejam seperti sedang tertidur pulas tanpa beban.


Lu Sun tersenyum lembut menatap Ying Ying kini dia merasa hatinya menjadi jauh lebih ringan, dan mulai bisa menerima kenyataan.


Setelah menatap Ying Ying beberapa saat, Lu Sun kemudian membuka penutup kaca yang bisa di buka tutup otomatis dengan sebuah tombol kecil di sudut kanan bawah peti.


Bila tombol ditekan kaca akan terbuka otomatis, Setelah kaca terbuka, Lu Sun mengulurkan tangannya mengambil kalung berbatu permata biru yang menghiasi leher Ying Ying.


Lu Sun menyimpan kalung tersebut kedalam gelangnya, baru menutup kembali peti penutup kaca otomatis tersebut.


Lu Sun membungkuk mencium kaca penutup di bagian bibir Ying Ying, kemudian berkata,


"Selamat tinggal sayang, pergilah dengan tenang..aku berjanji akan penuhi permintaan terakhir mu.."


Setelah itu Lu Sun berjalan meninggalkan taman rahasia, dia kembali ke kamarnya sendiri.


Malam itu juga dia membereskan semua barang peninggalan Ying Ying di masukkan kedalam dua buah tas berangkat berangkat yang biasa Ying Ying gunakan.


Setelah semuanya rapi, kini di kamar Lu Sun dan Ying Ying hanya tersisa beberapa foto kenangan Ying Ying.


Mulai dari dia gadis hingga foto-foto pernikahan nya yang masih di biarkan oleh Lu Sun tergantung rapi di tempatnya.


Lu Sun menatap foto-foto itu sambil menghela nafas panjang dan berkata,


"Sayang... biarlah kalian tetap di sini menemani ku, melewati malam malam selanjutnya yang sepi dan dingin hingga waktu ku tiba.."


Lu Sun menghapus dua butir airmata nya yang kembali runtuh, setelah mengeraskan hati nya sambil mengigit bibirnya.


Lu Sun kemudian berjalan keluar dari kamar sambil menenteng dua buah tas besar.


Lu Sun berjalan menuju halaman samping yang di penuhi oleh bunga bunga cantik yang bermekaran indah.


Di bawah cahaya bulan yang gemilang bunga bunga berwarna kuning dan wangi, saat tertimpa cahaya bulan terlihat semakin cantik indah mempesona.

__ADS_1


__ADS_2