
Presiden Xi dan Paman Mao saling pandang, mereka merasa sangat tidak enak hati.
Lu Sun sudah diam-diam banyak sekali berjasa buat negara, terakhir ini kasus Chu Di dan Genk golok hitam.
Data yang Lu Sun berikan memberikan kontribusi yang sangat besar, sehingga pamor pemerintah di bawah pimpinan presiden Xi meningkatkan tinggi.
Presiden Xi dan biro Rahasia banyak mendapatkan apreasiasi baik dari nasional maupun Dunia internasional.
Belum lagi pengembalian beberapa barang antik langka, yang merupakan pusaka negara.
Untuk semua barang itu Lu Sun hanya menerima ganti rugi tanpa memberikan harga, padahal bila di lelang dipasaran barang itu pasti harganya sangat tinggi.
Apalagi kondisi barang antik itu sangat mulus tidak seperti barang langka lainnya, yang terkadang sudah rusak di makan usia, karena terpendam di dalam tanah.
"Tuan Sun kami benar-benar merasa malu bila tidak membantu apa-apa dalam kasus ini."
ucap presiden Xi tidak enak hati.
Lu Sun tersenyum dan berkata,
"Pak presiden jangan sungkan, Paman Mao kan akan membantu ku mencari bukti untuk kebebasan ku."
"Ku rasa itu juga sudah lebih dari cukup, kini pun aku akan menambah 1 permintaan lagi, tolong bantu antar kedua istri ku ini kembali kerumah dengan aman."
"Aku akan sangat berterimakasih untuk itu."
Presiden Xi menghela nafas panjang dan berkata,
"Itu mana bisa disebut permintaan, itu sudah seharusnya kami lakukan."
"Tapi kami tidak akan menolak lagi, mari kita keluar dari tempat ini."
ucap presiden Xi dengan perasaan sangat tidak enak hati.
Lu Sun tersenyum dan mengangguk,
"Paman Mao bawa saya seperti tahanan yang berhasil kamu amankan, kemudian serahkan ke pihak berwenang."
ucap Lu Sun sambil memakai kembali borgol yang diletakkan diatas lantai tadi.
Presiden Xi dan Paman Mao kembali saling pandang dengan terkejut, melihat Lu Sun mengenakan borgol seperti orang mengenakan gelang saja, sesuka hati di pasang sesuka hati di lepas.
Tak lama kemudian terlihat mereka berlima keluar dari reruntuhan tembok, Paman Mao menggiring Lu Sun yang berjalan dengan kepala tertunduk.
Ying Ying dan Giok Lan berjalan mendampinginya.
__ADS_1
Presiden Xi berjalan paling depan, langsung menghampiri direktur operasional bandara Nanjing dan kepala kepolisian bandara.
Presiden Xi membisikkan sesuatu kepada mereka berdua , Kemudian meminta paman Mao menyerahkan Lu Sun kepada mereka.
Lalu Giok Lan dan Ying Ying maju memeluk Lu Sun sebentar, lalu mereka berdua pun ikut dengan rombongan presiden Xi dan Paman Mao meninggalkan bandara.
Adalah Lu Sun hari itu juga langsung di kirim ke penjara Nanjing dengan di kawal ketat oleh pasukan Anti teror.
Lu Sun naik di dalam sebuah mobil mini bus, menuju penjara Nanjing, sebagai penjara sementara, sambil menunggu keputusan sidang yang akan di gelar secepatnya.
Dia terlihat duduk dengan tenang tanpa beban, adalah para regu anti teror itu yang ketar-ketir.
Mereka sudah melihat bagaimana nasib kawan mereka merasakan pil pahit dari Lu Sun.
Mereka semua berharap dan berdoa agar Lu Sun tidak berontak, bila itu terjadi mereka jelas tidak mampu menghentikan tahanan di hadapan mereka ini.
Sekilas mereka sudah mendengar cerita dari rekan mereka yang mengalami cedera saat berusaha menahan Lu Sun.
Meski sangat tidak masuk akal cerita mereka, tapi mereka semua percaya, teman mereka tidak mungkin berbohong.
Mereka semua hanya heran presiden Xi dan Paman Mao bisa dengan mudah menahannya.
Begitu pula saat di bandar tertangkap tangan bagaimana petugas itu bisa menahannya.
Tapi semua keheranan ini, seumur hidup pun mereka tidak akan pernah bisa menemukan jawabannya.
Lu Sun hanya tersenyum dalam hati melihat ketegangan para pasukan Anti teror yang mengawalnya menuju penjara.
Lu Sun menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi, mengalihkan pandangannya keluar jendela mobil.
Lu Sun memperhatikan awan putih yang berarak di langit biru yang cerah.
Melihat yang Lu Sun lakukan Pasukan pengawal itu sedikit bisa bernafas lega, tapi mereka tidak berani mengendorkan kewaspadaan merek sedikitpun.
Sebelum mereka tiba ditempat tujuan, mereka tetap merasa seperti duduk diatas tungku api yang panas.
Setelah menempuh perjalanan 1 jam lebih akhirnya mereka tiba d tempat yang mereka tuju.
Yaitu sebuah penjara yang di jaga dengan sangat ketat, setelah melewati beberapa pos pemeriksaan, akhirnya mobil mereka berhenti di sebuah lapangan luas yang berada di balik tembok penjara yang tinggi mencapai 10 meter,
Seluruh puncak tembok dipasangi kawat berdiri yang melingkar-lingkar di atas tembok.
Disetiap sudut tembok berdiri sebuah pos jaga yang tinggi, di sana terlihat beberapa petugas yang sedang berjaga sambil memegang senapan Laras panjang, lengkap dengan teropong seperti yang di gunakan oleh para sniper.
Pintu mobil terbuka dari luar, Lu Sun turun dari mobil dengan tangan dan kaki di pasangi borgol dia dibawa oleh pasukan Anti teror untuk diserahkan ke pihak petugas penjaga penjara.
__ADS_1
Setelah menyerahkan Lu Sun kepada petugas sipir penjara, para pasukan Anti teror pun bergegas naik ke mobil mereka dan langsung meninggalkan penjara.
Mereka kini baru bisa sepenuh hati bernafas lega dan melepaskan penutup wajah mereka.
Dan bercakap-cakap bersama rekan mereka dengan santai.
Oleh petugas penjaga penjara borgol di kaki Lu Sun di lepaskan.
Kemudian dia di berikan seperangkat pakaian penjara berwarna oranye, handuk mandi.
Petugas membacakan peraturan penjara untuk Lu Sun ketahui, setelah itu dia berkata.
"Indentitas mu saat ini 9999 apa kamu mengerti.?"
Lu Sun menganggukkan kepalanya.
"Mulai saat ini nama mu adalah 9999, ingat itu baik-baik, mengerti.?"
Lu Sun kembali mengangguk.
Beberapa petugas menggiring Lu Sun menuju sebuah kamar mandi umum.
"Lepaskan seluruh pakaian mu dan berdirilah di sana."
ucap petugas sipir penjara tegas.
Lu Sun menurutinya tanpa banyak bicara, dia maju berdiri dengan tubuh t*lanjang bulat.
Petugas mengambil sebuah selang pemadam kebakaran, kemudian menyalakan airnya dan menyemprotkan nya kearah Lu Sun.
Mereka semua tertawa gembira mempermainkan Lu Sun dengan semprotan air yang sangat kencang.
Lu Sun diam saja dia tidak ingin melawan mereka.
Beberapa waktu kemudian Lu Sun terlihat sudah mengenakan pakaian oranye, yang berupa setelan langsung, di mana atas bawah menyatu mirip pakaian pemadam kebakaran.
Lu Sun diantar oleh beberapa petugas sipir menuju suatu ruangan tahanan, di mana,
disana terlihat berbagai penjahat kriminal sedang berkumpul.
Mereka di biarkan bebas berkeliaran di ruangan luas itu tanpa penjagaan.
Ruangan luas tersebut di bagian depan di batasi jeruji besi tebal dua lapis.
Di bagian belakangnya di batasi oleh kamar penjara yang berderet deret terdiri dari 3 lantai.
__ADS_1