KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
KAKEK MISTERIUS


__ADS_3

Melihat hal itu Lu Sun juga melepaskan sebuah bola es berwarna putih kebiruan menyambut serangan dari pria itu.


"Banggg..!"


Benturan dahsyat meledak diudara membuat area disekitar tempat pertempuran seperti sedang di Landa gempa yang cukup dahsyat.


Ada beberapa batu alam tumbang menimbulkan suatu bunyi hiruk pikuk, dengan tanah batu pasir debu berhamburan memenuhi area sekitar Pertempuran.


Adu serangan jarak jauh terus terjadi, pria itu melayang di udara mengelilingi Lu Sun, sambil terus menerus melepaskan bola api dari atas kebawah mengepung pergerakan Lu Sun.


Tapi Lu Sun tetap bersikap tenang, dia berdiri kokoh di atas tanah dengan sepasang kaki terpentang lebar.


Dari sepasang telapak tangannya terus tercipta bola es untuk menyambut serangan bola Api yang terarah Kediri nya.


Benturan dahsyat terus terjadi dan meledak di udara.


Melihat serangan tapak bola api tidak berhasil menahlukkan Lu Sun.


Pria itu kini menyerang dengan semburan tenaga api biru yang keluar dari kedua telapak tangannya .


Semburan api itu bergerak dengan cepat menerjang kearah Lu Sun.


Tapi pergerakan nya terhenti di udara, lagi-lagi Lu Sun kini menahannya dengan semburan Tapak es abadi berwarna biru.


Dorong mendorong adu kekuatan pun terjadi antara es dan api yang saling mendorong dan menekan.


Kekuatan Lu Sun dan pria itu hanya berselisih sedikit, perlahan es terus bergerak maju menekan energi api biru, yang sedikit demi sedikit mulai bergerak mundur terdorong oleh kekuatan es.


Pria itu tiba-tiba berteriak keras,


"Hyaaat...!!"


Es yang sedang bergerak menekan energi api yang terus mundur tiba-tiba hancur berantakan.


Karena pria itu kini melepaskan energi petir yang sangat dahsyat, menghantam kearah Lu Sun.


Lu Sun sangat terkejut, tapi Qian Kun Ta Lo Ih Sin Fa bergerak otomatis, dia berhasil memindahkan arus petir itu dibelokkan kearah lain.


Pria itu berdecak kesal,


"Haiichhh ya...!!"


Kemudian dia kembali berteriak dengan keras,


"Hyaat...! Hyaatt...! Hyaatt.!!"

__ADS_1


Mulai dari petir berwarna putih biru dan lembayung bergerak menyambar-nyambar kearah Lu Sun.


Tapi Lu Sun selalu berhasil mengembalikan serangan petir itu dengan Qian Kun Ta Lo Ih Sin Fa miliknya.


Pria itu menjadi sangat kesal , kini dia merubah cara menyerangnya, bukan dengan melepaskan Sambaran petir, yang selalu berhasil Lu Sun alihkan.


Tapi kini dia merubahnya menjadi cambuk petir, yang menyambar kearah Lu Sun menimbulkan suara ledakan dahsyat.


Lu Sun pun mulai kesal, bedebah ini semakin lama semakin berbahaya.


Lu Sun teringat akan elemen tanah yang bisa meredam kekuatan petir, meski dia tidak bisa mengendalikan elemen tanah.


Tapi dengan jurus kang Lung You Hui yang melepaskan naga yang terbentuk dari tanah dia masih bisa.


Maka Lu Sun sambil menghindari cambuk petir dengan langkah ajaib, dia mulai mengumpulkan energi tanah untuk di bentuk menjadi Naga tanah yang di lesatkan kearah lawannya.


Benar saja sesuai dugaan Lu Sun, kedua naga tanah ciptaannya berhasil meredam cambuk petir.


Dan terus melaju menghantam dada dan punggung pria itu hingga terpental belasan meter.


Lu Sun tidak tinggal diam, dia segera menyusulnya dengan bertempur mengendarai 6 Naga.


6 ekor naga tanah raksasa' bergerak menyusul menghantam pria itu dari 6 arah, baik tenaga petir maupun semburan api dari mulutnya.


"Baammm...!!"


Asap debu pasir tanah dan batu berhamburan ke mana-mana, saat mereda.


Samar-samar terlihat pria itu kini jatuh berlutut dengan kaki sebelah dan menopang tubuhnya dengan tangan sebelah.


Dia terlihat terbatuk-batuk dan memuntahkan darah segar dari mulutnya.


Lu Sun tidak mau buang waktu lagi, meski kabut debu, belum hilang dia meluncur memberikan serangan Naga menabrak pembatas dan naga mengibaskan ekor.


Kedua serangan ini dia bentuk dengan energi tanah, sambil mempersiapkan tapak es abadi untuk memberikan serangan susulan terakhir.


Serangan Naga menabrak pembatas, membuat pria itu terpental menyemburkan darah dari mulutnya,


Serangan kedua Naga mengibaskan ekor, adalah sebuah tendangan putar yang menyapu wajah nya, membuat pria itu menyemburkan sebagian besar giginya yang tanggal.


Serangan ketiga adalah serangan susulan terakhir, yang menghantam tubuhnya yang sedang terlentang dengan Tapak es abadi.


Sehingga tubuh yang terlentang itu kini menjadi patung es..


Untuk mencegah terjadinya hal tak terduga Lu Sun melayangkan cakar naga meradang.

__ADS_1


Yang membuat patung es yang tergeletak di lantai hancur berkeping-keping.


Lu Sun sengaja tidak mau mengampuni musuh telengas dan berkemampuan tinggi itu, agar kelak tidak akan menimbulkan masalah bagi dirinya dan orang lain, bila suatu hari orang seperti itu muncul di dunianya.


Lu Sun yang selama beberapa hari ini terus melakukan pertarungan tanpa henti.


Mengambil kesempatan ini, dia duduk bermeditasi dengan posisi terbalik untuk memulihkan kekuatan nya.


Setelah menghabiskan waktu hampir setengah harian, Lu Sun akhirnya membuka sepasang matanya yang bersinar berkilauan.


Mirip dua bintang yang sedang bersinar di kegelapan malam.


Lu Sun melihat suasana disekitarnya gelap gulita, dia hanya merasakan angin dingin berhembus menerpa tubuhnya.


Lu kini membaringkan tubuhnya tidur di atas tanah, saat ini dia tidak mungkin melanjutkan penelusurannya dalam kondisi gelap gulita.


Hanya di bantu dengan sinar bintang di langit, itu tidak cukup, bahkan bila ada bulan sekalipun Lu Sun tidak akan mau ambil resiko, bergerak di malam hari.


Lu Sun berbaring santa berbantalkan kedua lengannya, menunggu fajar tiba.


Begitu matahari mulai terbit Lu Sun langsung melanjutkan perjalanan nya.


Dia bergerak meninggalkan tanah tandus dan akhirnya dia tiba di sebuah tebing yang tinggi menjulang hingga menembus awan.


Di bawah tebing terdapat sebuah kolam kecil berair jernih dengan lapisan dasarnya terdiri dari batu-batu putih.


Di bagian belakang kolam tepat di bawah tebing yang agak cekung kedalam.


Terlihat seorang kakek berambut putih keperakan, sepasang alis jenggot dan kumis nya semua juga berwarna putih.


Kakek itu duduk bersila dengan sepasang mata terpejam, tapi bibirnya selalu menyunggingkan senyum lembut.


Di pangkuannya terlibat sebatang kebutan yang tergeletak di sana.


Selain itu kakek yang berpakaian putih polos itu , tidak terlihat memiliki apapun lagi .


"Anak muda, apa yang membuat mu bersusah payah datang ketempat ini ?"


ucap Kakek itu dengan suara penuh kesabaran, perlahan-lahan sepasang matanya terbuka menatap Lu Sun.


Sinar matanya sangat tenang dan teduh, seperti sebuah kolam yang berair tenang, tapi sangat dalam.


Sehingga tidak terlihat dasarnya sama sekali.


Tatapan mata seperti ini mengingatkan Lu Sun akan tatapan mata Dewi Kwan Im, Sang Buddha dan Pria misterius yang membantunya menggendalikan Pedang Naga Siluman Semesta milik menantunya Wu Song.

__ADS_1


__ADS_2