
"Kamu semakin kelewatan saja, apa kamu mau menuduh ku menghilangkan barang bukti mu..!?"
ucap Roland sambil mempelototi Henry.
"Di sini ada Sarah rekan mu, juga ada tanda terima barang bukti yang terinci.."
"Kamu seperti polisi yang masih baru aja, apa perlu aku mengirim mu pergi, untuk di tatar ulang di akademi kepolisian..?!"
tanya Roland emosi.
"Terserah bapak, bapak atasan ku."
"Aku bukan tidak percaya dengan bapak, aku tidak percaya kepada dua orang ini.."
"Terutama dia, dia hadir di TKP, ada kemungkinan dia adalah saudaranya John.."
ucap Henry sambil menunjuk Wajah Lu Sun secara terang terangan.
Wajah Roland semakin merah dan dia hampir berteriak memaki anak buahnya, yang sangat kurang ajar dan arogan ini..
Bila bukan karena Henry ini adalah menantu atasan nya, sudah lama orang ini dia kirim ke departemen polisi penjaga pantai.
Lu Sun yang dari tadi diam, kini dia berjalan menghampiri Henry, tanpa terlihat dia melakukan apapun.
Tahu tahu pistol yang tersimpan disarung pistol, yang terikat di bawah ketiak Henry.
Kini sudah pindah ketangan Lu Sun.
Henry tentu sangat terkejut, secara reflek dia bergerak mundur, dan berteriak
"kau mau apa..?!"
Lu Sun tersenyum sambil memainkan pistol Henry di depan wajahnya yang pucat.
"Pak pistol mu saja tidak sanggup kamu jaga, kamu pikir bila aku tidak menghargai hukum di negara ini."
"Kamu bisa sesuka hati membawa dan menahan John di sini.."
"Ku beritahukan pada mu, jadi orang percaya diri boleh, arogan jangan.."
"Di atas langit masih ada langit.."
ucap Lu Sun sambil tersenyum dan terus memainkan dan mengamati pistol Henry yang tidak terkunci.
Setiap saat pistol tersebut bisa meletus, baik Roland maupun Robert Lam.
Wajah mereka berdua sedikit pucat.
Saat pistol itu ujungnya terkadang terarah ke mereka.
Begitupula dengan Henry, dia juga rada panik saat pistol itu moncongnya berbalik kearahnya.
Hanya Sarah yang berdiri tenang di tempat, dia yakin Lu Sun tidak punya maksud jahat.
Bila mau dia tidak perlu repot-repot datang kemari bersama pengacara.
__ADS_1
Sarah yang sama seperti Giok Lan, blasteran, dia langsung membantu menerjemahkan semua kata-kata Lu Sun.
Lu Sun sambil tersenyum santai berkata
"Kurasa pistol mu ini juga sudah tua, perlu ganti baru agar di lapangan bisa bertugas dengan baik..."
Sehabis berkata, pistol itu di pencet pencet oleh Lu Sun seperti orang sedang membentuk kue.
Tak lama kemudian pistol itu, Lu Sun letakkan di atas meja Roland.
Semua orang terkejut melihat hasil karya Lu Sun, pistol itu kini dibentuk menjadi sebuah bakpao, tergeletak begitu saja diatas meja Roland.
Lu Sun dengan santai kembali ketempat duduknya dan berkata,
"Pak Roland maaf telah merusak aset negara, tapi pak Roland jangan khawatir."
"Pak Henry boleh datang ke toko senjata keluarga Gunman, yang di manapun terserah."
"Pilihlah sepucuk pistol nya sendiri, sesuai selera aku jamin gratis.."
"Katakan saja tagihannya masukkan ke bon nona Sandra Gunman.."
ucap Lu Sun santai.
Baik Henry maupun Roland sama sama menelan ludah mereka sendiri dengan kompak, saat melihat dan mendengar ucapan Lu Sun yang di sampaikan lewat Sarah.
Roland mengambil pistol bakpao di meja, melemparnya kearah Henry dan berkata,
"Lihat ulah mu, bawa sana pistol mu tinggalkan ruangan ini, sebelum aku benar-benar marah.."
Setelah Henry pergi Roland pun berkata kepada Lu Sun.
"Maaf tuan anak buah ku yang satu itu memang sangat sulit di atur."
Setelah mendengar terjemahan dari Sarah, Lu Sun sambil tersenyum berkata,
"Tidak apa-apa pak, lebih baik sekarang kita periksa apa saja bukti yang memberatkan ipar ku itu.."
"Nona Sarah, maaf boleh mohon bantu jelaskan ke kami sebentar.."
ucap Lu Sun sambil melihat kearah Sarah.
Sarah tidak menanggapi permintaan Lu Sun, sebaliknya dia menatap kearah atasannya menunggu persetujuan.
Lu San tidak tersinggung, malah dia suka dan kagum dengan sikap yang Sarah tunjukkan.
Sangat mirip dengan beberapa bawahan kepercayaan nya dulu.
cerdas berani dan setia.
Bila di jaman dulu, Lu Sun tanpa ragu akan merekrutnya, seperti ibu kandung Wu Song, Dian Sin Lan almarhum yang gugur dalam tugas.
Setelah mendapat anggukan persetujuan dari atasannya, Sarah baru mulai mengeluarkan satu persatu barang bukti dan bercerita.
"Ini bukti pertama adalah rekaman CCTV pertengkaran John dan tuan Clooney, sehari sebelum insiden kecelakaan terjadi."
__ADS_1
Sarah memutar video rekaman tersebut, di sana memang terlihat John dan paman Clooney sedang terlibat pembicaraan serius.
Kemudian Paman Clooney terlihat marah' marah kepada John yang menundukkan kepalanya tanpa berkomentar apapun.
Hingga akhirnya rekaman menjadi gelap dan terputus.
Setelah rekaman pertama selesai, Sarah pun berkata,
"Ini adalah rekaman kedua bukti CCTV, di mana John sedang menyerahkan sejumlah uang kepada supir tuan Clooney."
Sarah lalu mulai menayangkan rekaman CCTV di mana terlihat John dan seorang pria bertubuh kecil berseragam biru .
Sedang ngobrol serius, sesaat kemudian terlihat John memberikan sebuah amplop tebal kepada pria bertubuh kecil tersebut.
Setelah John pergi, pria bertubuh kecil itu mengeluarkan isi amplop dan memeriksanya, ternyata saat di keluarkan oleh pria bertubuh kecil itu.
Amplop itu berisi 3 ikat uang pecahan 100 dolar.
"Bila dilihat dari tayangan ini, lokasi tempat transaksi ini adalah tangga darurat.."
"Sedangkan bila di lihat dari jam nya, kejadian ini adalah hari yang sama dengan tayangan sebelumnya."
"Cuma bedanya tayangan sebelumnya terjadi pada jam 9 pagi, sedangkan tayangan ini terjadi jam 5 sore."
ucap Sarah memberi penjelasan.
"Selanjutnya ini bukti ketiga, ini adalah tayang CCTV di halaman parkir."
ucap Sarah sambil membuka rekaman CCTV ketiga.
Di mana di rekaman tersebut terlihat, orang berseragam yang bertubuh kecil itu, sedang berjongkok memeriksa kolong mobil.
Lalu juga membuka kap mesin mobil.
Beberapa saat kemudian dia pun meninggalkan tempat tersebut.
rekaman pun selesai.
Sarah kembali menjelaskan.
"Dari tanggal dan jam yang tertera di rekaman ini. ini adalah kejadian 1 jam sebelum tuan Clooney meninggalkan kantor menggunakan kendaraan tersebut."
"Kendaraan yang di gunakan oleh tuan Clooney, di saat kecelakaan terjadi sama persis dengan nomor kendaraan di rekaman ini.."
ucap Sarah sambil memutar ulang rekaman dan menunjuk plat mobil yang sedikit di dekatkan.
"Dan pria di dalam rekaman ini, dan pria yang menerima uang dari John di bukti sebelumnya adalah orang yang sama."
"Kami sudah melakukan pengecekan dan pencocokan data ke personalia perusahaan.."
"Hasilnya pekerjaan orang ini, adalah supir pribadi tuan Clooney."
"Kini supir ini sudah kami tahan, dan ini adalah rekaman pengakuan supir tersebut."
"Dia juga sudah memberikan pengakuan, bahwa dia lah pelaku yang menjalankan perintah dari John.."
__ADS_1