
Melihat kedua tendangan yang datang sudah sangat dekat Lu Sun yang tidak memiliki ilmu Cing Kang Pu Huai Ce Sen ( Kekebalan Tubuh Baja Emas )
Seperti milik Lu Fan dan guru Sun, Lu Sun terpaksa menangkap pergelangan kaki gadis itu.
Dan mencengkram nya dengan erat seperti Capitan baja, ini Lu Sun lakukan agar gadis itu tidak terus memberikan tendangan berbahaya.
Lu Sun akan kerepotan dengan kedua kaki tertahan dan mulai terseret kebawah air, dia harus melayani tendangan-tendangan berbahaya dari gadis itu.
Bila baju perisai pelindung Dewa Mataharinya belum rusak dia tidak akan repot-repot melakukan hal ini.
Gadis itu sangat terkejut, Lu Sun menangkap kedua kakinya, dengan sekuat tenaga dia meronta-ronta berusaha melepaskan diri.
Di samping terkejut dia juga panik dan malu, wajahnya menjadi merah karena malu dan marah yang bercampur aduk.
"Kau...bajingannn....! cepat lepaskan kaki ku...!"
teriak gadis itu.
"Byuurrr....!"
Lu Sun kini jatuh terlentang terseret kebawah danau, Lu Sun juga sangat terkejut.
Dia tidak bisa menjawab, teriakan gadis itu karena mulutnya harus tertutup rapat menjaga udara yang ada di paru-paru nya.
Agar bisa bertahan didalam air tanpa bernafas.
Lagipula didalam air bicara pun tidak akan ada suara yang bisa keluar dari mulutnya.
Melihat Lu Sun kini sudah terjatuh kedalam danau gadis itu tersenyum girang.
Dengan sekuat tenaga dia meronta melepaskan diri, tapi dia sangat terkejut.
Meski tercebur Lu Sun tidak sedikitpun mengendorkan cengkraman nya,
Semakin dia meronta cengkraman itu semakin kuat.
Akibat dia terus meronta, ditambah lagi saat ini dia berada didalam air.
Sepasang kakinya yang terbuka lebar karena terus meronta, sedangkan bagian perut kebawah hanya tertutup rumput rambat yang begitu berada di dalam air.
Rumput itu akan mengambang melayang-layang bergerak gerak sendiri, hal ini membuat bagian Rahasia pribadi miliknya kini terbuka lebar tanpa penutup.
Sepasang mata Lu Sun terbuka lebar melihat pemandangan yang terpampang jelas di hadapannya.
__ADS_1
Tongkatnya langsung bereaksi meronta-ronta, untungnya Lu Sun kini mengenakan celana , sehingga tidak terlihat jelas.
Tapi celana di bagian itunya menggembung besar.
Dan gadis itu kebetulan melihat nya,
Diapun mengumpat dan mempelototi Lu Sun dengan sangat marah, tapi tidak ada suara yang keluar.
Yang ada hanya gelembung udara yang keluar dari mulutnya.
Karena mereka sedang berada didalam air, gadis itu akhirnya berhenti mengumpat dengan sepasang mata melotot penuh kemarahan.
Dia menggunakan satu tangan, menutup bagian pribadinya.
Satu tangan lagi digunakan untuk mencolok mata Lu Sun dengan dua jari terbuka.
Tapi Lu Sun bisa menghindarinya dengan mudah, dengan menggerak-gerakkan kepalanya kekiri dan Kenan menghindar.
Si gadis itu menjadi semakin repot saat menyadari sekarang bukan hanya bagian bawah yang terbuka, bagian atas yang tertutup rambut kini pun ikut terbuka.
Dengan wajah semakin meriah, sambil mengigit bibir menahan malu.
Dia kini menggunakan rambutnya untuk mencekik leher Lu Sun agar tidak bisa bergerak-gerak menghindar.
Lu Sun sangat terkejut, kini dia jadi sadar pepatah lama benar, semakin cantik wanita, dia akan semakin berbahaya.
Kini terbukti Lu Sun yang perkasa kini berada dalam situasi terdesak hebat.
Sudah berada di bawah air harus mengatur nafas, sekarang lehernya malah tercekik, sehingga sulit bernafas.
Jangan-jangan cerita waktu kecil yang sering dia dengar dari Kakek Tan tentang Hantu Air yang berambut panjang, yang sering menarik orang yang sedang mandi di sungai maupun danau, inilah Wujudnya.
Memikirkan hal itu Lu Sun menjadi bergidik sendiri, bulu romanya langsung meremang.
Meski berhasil mencekik t Lu Sun bukan berarti dia berhasil mencolok mata Lu Sun.
Ketika jarinya hampir sampai ketempat yang dituju, tiba-tiba tubuhnya terdorong mundur menjauh.
Tangan yang hampir mencapai posisinya, kini mundur menjauh, akibat Lu Sun mendorong kedua kakinya mundur menjauhinya.
Bukan hanya itu saja, ketika dia berusaha menekuk tubuhnya untuk maju.
Lu Sun kembali mendorongnya mundur menjauh, kedua tangan Lu Sun yang sedang mencengkram erat kakinya kini bisa memanjang secara aneh.
__ADS_1
Kini bahkan dia harus melepaskan cengkeraman rambutnya dari leher Lu Sun, bila tidak ingin rambutnya terbetot putus copot dari kepalanya.
Kini Lu Sun sedang tersenyum mengejek menatapnya sambil menjulurkan lidah meledeknya.
Melihat hal itu mau meledak rasanya dadanya menahan amarah yang membludak.
Gadis itu tiba-tiba menggunakan kedua tangannya dengan sekuat tenaga membacok kearah kedua pergelangan tangan Lu Sun yang sedang mencengkram erat kakinya.
Tapi dengan licik Lu Sun menarik kaki gadis itu, untuk menahan serangan tangannya sendiri.
Gadis itu terpaksa menarik kembali serangannya, karena dia tidak mau memotong atau melukai kaki nya sendiri.
Kini dia hanya bisa memandang Lu Sun dengan sepasang mata melotot marah tapi tidak berdaya.
Terjadi keanehan pada Lu Sun harusnya terus ditarik ke dasar danau, kini semakin lama Lu Sun malah semakin naik keatas permukaan danau.
Hal ini terjadi karena bukan cuma lengannya bisa memanjang tapi kakinya pun bisa memanjang sesuka hati.
Ini semua berkat keajaiban Wu Xiang Sen Kung miliknya.
Melihat hal itu gadis itu tentu tidak akan tinggal diam, dia tidak akan membiarkan kepala Lu Sun muncul kepermukaan.
Bila itu terjadi maka Lu Sun akan bisa mengambil nafas di permukaan air, bila itu terjadi maka sia-sialah semua pengorbanan nya.
Hingga seluruh bagian sensitif tubuhnya menjadi konsumsi gratis buat mata Lu Sun yang jalang.
Gadis itu sudah bertekad, kalau tidak bisa membunuh Lu Sun lebih baik dia mati saja.
Dia tidak rela dirinya dihina seperti ini oleh Lu Sun, belum pernah seumur hidup, dia yang sudah berusia ribuan tahun, harus menerima penghinaan dan pelecehan seperti ini.
Gadis itu kini menambah rumput rambat dan pilar air yang menahan pergerakan tubuh Lu Sun.
Kini hampir seluruh tubuh Lu Sun terlilit pilar air dari tumbuhan rambat.
Semua itu memaksa menarik Lu Sun ke bawah, bahkan kepalanya pun tertutup tanaman rambat dan menariknya ke bawah mencegah dia memanjangkan lehernya keatas.
Gadis itu kini dapat bernafas lega perlahan-lahan tubuh Lu Sun mulai di tarik kesasar danau yang dalam dan gelap.
Lu Sun terlihat tidak berdaya lagi, hanya terus tertarik melayang kebawah.
Semua usaha dan rontaan nya sia-sia, tapi meskipun dalam posisi terjepit, kedua tangan Lu Sun yang kuat seperti Capitan baja.
Tidak pernah terlihat kendor mencengkram kedua pergelangan kaki gadis itu, kelihatannya Capitan itu akan seperti capit kepiting.
__ADS_1