
Benua Bawah, Kekaisaran Bawah, Kerajaan Atas, Kota Zong, di atas Arena Pertarungan Kerajaan Atas.
Para peserta masih bertempur di atas Arena Pertarungan, banyak sekali peserta yang gugur di atas Arena dan banyak juga yang keluar untuk menyerah atau terluka.
Saat ini, pertandingan sudah berlangsung 1 jam penuh dan masih menyisakan 50 peserta di atas Arena Pertarungan.
Para penonton masih setia untuk melihat jenius muda lainnya yang di kenalnya, mereka masih menyaksikan pertempuran antara Su Jin dan Yu Kong, menurut mereka itu adalah pertandingan yang menarik dan mereka seimbang hingga saat ini.
Su Jin dan Yu Kong sekarang berjarak 3 meter dan saling berhadapan, "Yu Kong, kau sungguh kuat". Kata Su Jin yang menghilangkan Tenaga Dalamnya.
"Kau juga, Su Jin". Balas Yu Kong yang melakukan hal yang sama.
"Sepertinya ini bukan waktunya untuk kita bertarung, masih banyak peserta yang lemah di antara kita, bagaimana jika kita lanjutkan di babak selanjutnya?". Su Jin menjelaskan jika pertarungan ini bukanlah pertarungan mereka yang sesungguhnya, memang benar karena mereka belum menunjukkan kemampuan yang sebenarnya.
"Baiklah jika itu mau mu, Su Jin. Kita kurangi para peserta yang lemah dahulu hingga mencapai 10 peserta, lalu kita lanjutkan pertempuran ini di babak selanjutnya!!". Tegas Yu Kong, lalu dia beranjak pergi untuk berburu peserta lain yang lemah.
Di sisi lain Su Jin juga melakukan hal yang sama, dia pergi ke sisi yang berlawanan dari Yu kong, dia ingin mengurangi jumlah peserta saat ini.
"Haah..... Sepertinya aku juga harus turun tangan, ini sudah sejam lebih, dan aku lapar". Gumam Qin Liang saat dia melihat Su Jin dan Yu Kong mengurangi peserta yang tersisa.
Di sisi lain Wu Shen masih berdiam diri di pojokan Arena Pertarungan, sejak dia mengalahkan Jin Bersaudara tak ada yang berani mengusiknya.
Wu Shen juga tak banyak bergerak, dia hanya duduk santai sambil memejamkan matanya, dia malah asik ngobrol dengan ke 7 Hewan Mitologi Kuno yang ada di dalam dirinya.
Para penonton dan Wakil dari Sekte, Clan dan Perguruan heran dengan perlakuan yang di perankan oleh Wu Shen saat ini, mereka merasa jika Wu Shen tertidur saat di Arena Pertarungan ketika masih ada yang bertarung di sekitarnya, ini adalah kejadian yang langka dan menarik.
Di dalam alam bawah sadar Wu Shen.
"Apa kau tidak bertarung, anak muda?". Tanya Qin Long sang Naga Emas.
"Aku agak capek tadi meminjam kekuatanmu Ketua Long, terima kasih telah meminjamkan kekuatanmu tadi, jika tidak pasti aku bakal mengeluarkan kemampuan asliku". Jawab Wu Shen singkat.
"Itu tak masalah, selagi kau adalah Tuan ku. Aku siap untuk meminjamkan kekuatanku kapan saja, dan dimana pun itu". Balas Qin Long dengan sungguh sungguh.
"Itu benar Shen Kecil, kami siap untuk melayani mu kapan dan di manapun, serta jika kau butuh bantuan kami juga bisa membantumu semampu kami". Sahut Sun Wukong Sang Raja Kera dengan membawa Tongkat Emasnya.
"Begitu ya, hmm.... jika aku menggunakan kekuatan Ketua Long terus menerus, aku yakin akan mengundang kecurigaan para peserta dan banyak orang bahwa aku lebih kuat dari mereka, apa lebih baik aku menggunakan Ilmu Seni Tongkat?". Wu Shen mulai berargumen, dia tak ingin menjadi terlalu di perhatikan banyak orang.
"Apa kau tau, Ilmu Seni Tongkat??". Tanya Si Kera.
"Ketua Kong, tanpa dirimu sadari. Aku memiliki banyak kitab kuno yang di berikan dari Kakek Tian padaku, dan itu ada di dalam otakku saat ini. Di lain itu, aku memiliki ingatan yang jelas dan kuat, jadi aku masih sedikit paham mengenai Kitab Kuno dengan judul Ilmu Seni Tongkat". Jawab Wu Shen.
"Kalau begitu, apa kau ingin menggunakan Tongkat Emas ku?". Tanya Si Kera lagi.
"Tidak, aku akan menggunakan Elemen Tanah saja yang kuat". Jawab Wu Shen dengan singkat.
"Baiklah kalau itu mau mu, bergeraklah nak. Kau sedang ada di pertempuran, seharusnya kau tak di sini dengan santai meninggalkan tubuh aslimu di dunia nyata". Si Kera merasa khawatir dengan tubuh asli dari Wu Shen, karena jika dia ingin ke alam bawah sadarnya dia harus berdiam diri dan tak sadarkan diri.
Wu Shen mendengarkan apa yang di katakan oleh Si Kera, walaupun dia masih bisa melihat di ruang alam bawah sadarnya karena ada seperti layar monitor untuk melihat kejadian yang ada di sekitar tubuh aslinya, namun Wu Shen memilih untuk sadarkan diri dia juga sudah lelah karena menunggu.
Wu Shen ingin mengakhiri pertempuran ini, dia juga berpikir seperti Qin Liang yang lelah dan lapar karena menunggu terlalu lama.
Kembali ke Arena Pertarungan.
Wu Shen sudah sadar dan dia bangun dari tempat duduknya, dia menggerakkan tangannya seakan ingin melakukan sesuatu.
"Elemen Tanah: Tongkat Tanah!".
Wu Shen menjulurkan tangan kanannya dan dari bawah, tanah berkumpul ke tangan Wu Shen membentuk sebuah benda seperti tongkat.
Setelah 5 detik kemudian, Tongkat dengan warna coklat tanah sepanjang 1,5 meter dan memiliki lebar sekitar 10 cm penuh, muncul di tangannya.
"Elemen Petir: Lapisan Petir!!".
__ADS_1
Tak hanya itu, Wu Shen juga melapisi Tongkat Tanahnya dengan Elemen Petir nya, sehingga Tongkat tersebut menjadi lebih kokoh dan kuat karena adanya warna merah dari kilatan petir itu.
"Sepertinya sudah siap, baiklah aku akan maju menggunakan kekuatan fisik dahulu sebelum menghabis ratakan mereka". Sambil melihat ke arah peserta di hadapannya, Wu Shen yakin dengan kekuatan fisiknya dan tak menggunakan Ilmu Seni Tongkat nya.
Dari sisi Wu Shen dan Qin Liang terpaut sangat jauh jaraknya, karena memang Arena Pertarungan ini di desain dengan sangat luas dan lebar.
Jadi karena masih banyaknya peserta yang ada, Wu Shen tak bisa melihat pertempuran yang terjadi di arah sebaliknya, dia fokus berhadapan dengan musuh di depannya.
Di sisi Qin Liang.
"Elemen Tanah: Golem Tanah!!".
Qin Liang memiliki tubuh yang kekar, di tambah zirah hitam nya yang melambangkan kemisteriusan kekuatannya, dia memiliki Elemen Tanah yang sangat kuat dan tebal.
Qin Liang membangun Golem Tanahnya dalam beberapa detik saja, terlihat raksasa dengan tinggi 3 meter di depan nya.
Itu adalah Golem Tanah yang kokoh dan mungkin sulit untuk di hancurkan, tak hanya 1. Qin Liang membuat 5 Golem Tanah dengan ukuran yang sama, dia juga menambahkan sedikit Tenaga Dalamnya ke Golem nya agar bertambah lebih kuat lagi.
Setelah itu, Qin Liang mengarahkan ke 5 Golem nya untuk menyerang para peserta di depannya.
Peserta yang sedang bertarung di kejutkan dengan kedatangan 5 Golem yang menyerang mereka, "Apa ini? Siapa yang membuat Golem di sini?". Banyak peserta yang bertanya tentang datangnya 5 Golem itu.
"Sial, Golem ini sangat tebal!!". Seru peserta yang lain.
"Kita harus mengalahkan yang pembuatnya terlebih dahulu, jika pemilik Golem ini di kalahkan kemungkinan Golem nya juga akan hancur". Para peserta di sekitarnya memiliki 1 pemikiran, yaitu untuk mengalahkan si pembuat Golem.
"Itu dia!! Dia yang membuat Golem ini!". Kata peserta yang melihat Qin Liang membuat Golem Tanah sebelumnya.
Para peserta yang lain akhirnya melihat Qin Liang, mereka menyerang Qin Liang dengan kemampuan utama mereka.
Di sisi lain Qin Liang hanya tersenyum karena ini sudah dalam rencananya, "Datanglah sini, aku akan menyambut kalian". Kata Qin Liang sembari meremehkan para peserta sekitarnya.
Peserta yang mendengar hal itu, langsung menyerang Qin Liang dengan membabi buta, namun Qin Liang hanya santai menanggapi mereka.
Qin Liang membuat Zirah dari Tanah yang lebih kokoh dan kuat dari Golem buatannya, Zirah tersebut seperti memiliki berat beberapa Ton.
Setelah Zirah itu jadi, Qin Liang mengeluarkan pedang dari sarungnya, dia siap untuk menghabisi para peserta di depannya.
Golem yang di buatnya juga masih menyerang peserta yang lain di sekitar Qin Liang, para penonton menyaksikan pertarungan dengan sangat takjub.
1 orang yang membuat 5 Golem, melawan beberapa banyak peserta. Belum lagi ada banyak peserta yang ada di Tingkat Emas Bintang 3, jika sudah di Tingkat Emas serangan dan bertahannya pasti bisa seimbang dengan Qin Liang.
Namun semua yang di serang Qin Liang hancur berantakan, Golem yang di buatnya seperti gempa bumi di Arena Pertarungan, Qin Liang sendiri mengibaskan pedangnya ke arah peserta di depannya dia sangat lihai memainkan pedangnya walaupun menumpu banyak beban di Zirah Tanahnya.
"Hmm... Golem Tanah? Apa dia dari Keluarga Kerajaan Atas? Jika begitu, mengapa ia ikut dalam Turnamen ini??". Gumam Hong Fang sang Juri Utama.
Kelurga Kerajaan Atas memang terkenal dengan Elemen Tanahnya yang absolut, kokoh dan kuat. Mereka yang membuat tembok batas di sekitar Benua Bawah, di yakini tembok batas tersebut susah di hancurkan dengan kekuatan di semua Tahapan Tengah, bahkan di Tahapan Atas juga susah untuk meruntuhkan tembok batas tersebut.
Golem buatan Qin Liang berhasil meluluh lantahkan peserta di sekitar, Qin Liang sendiri juga berhasil mengalahkan atau bahkan ada yang terbunuh di pertarungan nya kali ini.
"Haah... Capek juga mengeluarkan sedikit Tenaga, sekarang sisanya aku akan beristirahat sebentar". Qin Liang sudah selesai dengan tugasnya, dia duduk dan memejamkan matanya untuk menetralisir lelahnya.
Di sisi Wu *****Shen*****.
Tidak seperti Qin Liang yang masih berbelas kasih untuk membiarkan beberapa peserta hidup, yang lainnya mungkin tak sengaja di bunuh nya.
Berbeda dengan Qin Liang, Wu Shen sejatinya memiliki sifat yang haus darah, dia mempunyai nafsu untuk membunuh yang sangat tinggi.
Namun itu hanya berlaku pada orang yang di bencinya, tapi di atas Arena Pertarungan ini dia tak kenal banyak orang atau dia tak mengenali seluruh peserta di sini, jadi menurutnya seluruh peserta di sini hanyalah sampah yang tak berguna.
Maka dari itu, Wu Shen membunuh semua peserta yang ada di hadapan sekitarnya, dengan Tongkat Tanah yang di lapisi Petir Merahnya dia dengan mudah menusuk jantung setiap peserta dalam waktu singkat.
Karena kecepatan yang di buatnya sangat mustahil bagi mata biasa untuk mengikuti pergerakan Wu Shen, dan walaupun Tongkat tersebut terbuat dari tanah, namun yang bikin tajam serangannya adalah kilatan Petir yang ada di sekitar Tongkat tersebut.
__ADS_1
Petir adalah Elemen yang sangat menusuk dan tajam, jika penggunanya kuat maka petir yang di hasilkan juga kuat dan tambah menusuk serta tajam.
Ada sekitar 15 orang yang sudah di bunuh oleh Wu Shen saat ini, sekarang dia mencari mangsa selanjutnya.
Namun saat dia melihat di sekitarnya sudah tersisa 10 peserta yang ada di atas Arena Pertempuran, Wu Shen mengurungkan niatnya dan meredakan nafsu membunuhnya.
Memang sangat cepat, karena di sisi lain Su Jin dan Yu Kong juga berkontribusi atas pengurangan peserta tersebut.
Di sisi lain ada seorang peserta yang masih di lapisi oleh kilatan Petir berwarna Biru Gelap, itu adalah petir urutan kedua teratas, tak lain dan tak bukan itu adalah Yu Zuan sang bintang utama di Arena Pertarungan saat ini.
Sebelumnya Yu Zuan lah yang menghabisi setengah dari 100 peserta itu, penonton masih tidak melihat atas matinya banyak peserta saat itu, namun ketika Yu Zuan berhenti untuk menyerang dan dia memperhatikan Wu Shen mengalahkan Jin Bersaudara akhirnya para penonton mengetahuinya dan ada juga yang tau akan identitasnya.
Saat itu Yu Zuan terkejut dengan peningkatan drastis yang di lakukan oleh Wu Shen, maka dari itu dia berhenti untuk menyerang para peserta, menurutnya tak ada yang lebih cepat darinya di Benua Bawah ini.
Namun ketika dia melihat Wu Shen menggunakan Petir Merah dan beradaptasi ke Petir Kuning Keemasan, wajahnya menunjukan seolah dia menemukan sesuatu, yaitu lawan bertarungnya yang seimbang.
Saat ini sudah tersisa 10 peserta yang bertahan dalam waktu 1 jam 30 menit, Hong Fang sang Juri Utama serta Wasit hari ini menghentikan pertarungan.
"Baiklah, sudah selesai pertarungan di Babak Pertama kali ini. Para medis dan petugas sekalian, bisa memasuki Arena Pertarungan untuk membawa yang terluka dan yang gugur"
"Untuk kalian ber 10, kalian telah lolos di Babak Pertama ini. Aku akan menyebutkan nama kalian untuk di catat oleh para juri lainnya, setelah di sebutkan kalian boleh turun untuk beristirahat sementara"
"1 jam beristirahat, kurasa cukup untuk memulihkan tenaga kalian. Baiklah, ini adalah 10 yang berhasil bertahan di Babak Pertama :
Nomor urut 1, Hu Rong.
Nomor urut 23, Su Jin.
Nomor urut 37, Xiao Na.
Nomor urut 54, Kin Shin.
Nomor urut 55, Kin Xin.
Nomor urut 71, Yu Kong.
Nomor urut 76, Xu Yui.
Nomor urut 98, Qin Liang.
Nomor urut 99, Shen Long (MC kita).
10 Nomor urut 100, Yu Zuan."
"Itu sudah ke 10 peserta yang bertahan dan masuk ke babak selanjutnya, baiklah kita istirahat dahulu dan akan di lanjutkan 1 jam kemudian, para penonton bisa beristirahat juga dahulu untuk membeli makanan atau minuman"
"Terima kasih sudah datang untuk melihat pertandingan kali ini".
Setelah mengumumkan hasil akhir nya, Hong Fang kembali ke tempatnya dan dia juga beristirahat, juri sudah mencatat peserta bertahan barusan.
Juri saat ini sedang berdiskusi tentang babak selanjutnya yang akan berjalan 3 vs 3 nanti, mereka melihat bahwa ada 7 orang peserta laki laki dan 3 peserta perempuan.
Mereka memilih lawan dengan teliti dan adil, serta di ruangan yang tertutup hanya ada para juri dan pengamat pertarungan yang di tugaskan untuk mengamati jalannya pertempuran barusan, di sisi lain Hong Fang memilih untuk beristirahat dengan rebahan sebentar.
~
Sudah 21 Chapter saja, kalian pasti sudah membaca pesan Author di kolom komentar awal.
Kurang lebih seperti itu, Author akan update setiap 2 hari sekali, dan itu jika Author senggang ya.
__ADS_1
Untuk sekarang bersambung sampai di sini dahulu ya, lanjut di Chapter selanjutnya.