
Mendengar ucapan Istrinya barusan Samuel Chu menjadi emosi dan berkata,
"Berani dia berbuat begitu lagi, sekali ini aku benar-benar akan membunuhnya."
Amanda Sun menatap suaminya dan berkata,
"Kamu tidak usah emosi seperti itu, tidak ada gunanya."
"Lagipula bila sudah terjadi apa gunanya bagi mu membunuhnya."
"Yang terpenting saat ini, adalah bagaimana kamu bisa mendapatkan hak mu, kemudian membawa ku menjauh darinya."
ucap Amanda Sun menatap Samuel Chu dengan mesra.
Samuel Chu mengangguk dan berkata,
"Kamu benar sayang, besok aku akan menuntut hak ku."
"Apapun yang terjadi aku tetap akan menuntut hak ku, terimakasih sayang kamu telah mengingatkan ku."
"Kamu suami ku sekarang, kalau tidak mendukung mu aku mau dukung siapa lagi."
ucap Amanda sambil menepuk-nepuk punggung tangan suaminya.
Samuel Chu mengangguk kemudian menariknya kedalam pelukannya dan menggendongnya menuju ranjang.
Samuel Chu membaringkan Amanda Sun dengan sangat hati-hati, kemudian dia menciumi istrinya dengan lembut.
Tangannya hendak membuka baju istrinya, tapi Amanda menahannya.
"Sayang kemaren menjalankan pesta yang melelahkan seharian, jangan dulu ya.."
"Besok malam saja boleh ya ? aku masih lelah dan capek.."
Samuel Chu menghentikan gerakannya, dia menciumi istrinya dan berkata,
"Baiklah terserah padamu, aku ikut saja ayo kita tidur saja."
ucap Samuel Chu Kemudian mematikan lampu.
Mereka tidak menyadari Lu Sun sudah mendengarkan semua pembicaraan mereka.
Lu Sun terbang menuju tempat tinggal Vicky Chu, Lu Sun menyelinap masuk kedalam kamar Vicky Chu melalui Hexos Fan yang ada di kamar mandi.
Tanpa melalui jalur itu Lu Sun tidak menemukan jalan masuk lainnya.
Lu Sun menunggu hingga Hexos Fan di kamar mandi tidak berbunyi, baru menyelinap masuk.
Lu Sun tahu Hexos Fan ini akan menyala otomatis bila ada orang memasuki kamar mandi.
Lu Sun hanya berharap jangan sampai ada yang masuk ke kamar mandi dan mengaktifkan kipas tersebut.
__ADS_1
Bila tidak dia akan terpental oleh angin kipas tersebut.
Lu Sun berhasil masuk dengan mulus kedalam kamar kemudian dia terbang menempel di korden memperhatikan situasi di dalam kamar.
Lu Sun melihat Vicky sudah tertidur pulas sambil memeluk seorang gadis cantik yang masih sangat muda, paling-paling usia nya berkisar 19 SD 20 tahun
Tubuh mereka yang tanpa busana tertutup oleh selimut putih polos.
Lu Sun tidak tahu yang dipelukan Vicky adalah Viona atau bukan, dia lupa meminta fotonya dari David.
Di pesta perkawinannya dia pernah melihat sekilas tapi dia sudah melupakannya.
Lu Sun merubah diri menjadi Wujud aslinya, kemudian dia mengeluarkan HP dari gelangnya.
Mengambil gambar kedua orang itu, menyimpannya kembali kedalam gelang, baru kembali lagi ke wujud lalat dan hinggap di korden jendela.
Lu Sun terpaksa diam disana menunggu orang tidur, menunggu hari terang siapa tahu ada obrolan yang bisa di dengar.
Daripada dia mengambil resiko keluar masuk tanpa hasil lebih baik dia sedikit bersabar.
Kalau beruntung dia bisa menguntit Vicky kekantor, melihat apa yang akan di lakukannya di kantor.
Mencari tahu rahasia tersembunyi keluarga ini, yang berani secara diam-diam dulu menusuknya dari belakang.
Lu Sun akan memberikan balasan tak terduga kepada orang tak terduga yang menyerangnya diam-diam dan curang.
Setelah membereskan kedua kakak beradik ini, membuat ayah ibunya stress, Lu Sun baru akan memberikan balasan terakhir ke ayah nya.
Tak lama kemudian wanita itu bangun dan memberikan balasan mesra, mereka pun melakukan hubungan suami istri hingga 2 ronde.
Lu Sun terpaksa memejamkan matanya, agar tidak menonton film gratis yang ditunjukkan pasangan itu secara sangat menggoda.
Di dalam hati Lu Sun memaki-maki tingkah kedua orang itu.
Bila gadis itu adalah Viona, ini merupakan suatu pukulan yang tidak ringan buat David.
Tapi Lu Sun malah berharap gadis itu benar adalah Viona, sehingga David bisa segera keluar dari keterpurukannya dan membuka hatinya buat gadis lain.
"Vi kamu luar biasa, aku sangat mencintaimu.."
ucap Vicky sambil terus mencumbu gadis di dalam dekapan nya.
Tubuh Vicky bergerak naik turun dengan teratur, semakin lama semakin cepat.
Mendengar ucapan Vicky barusan Lu Sun semakin yakin gadis cantik tidak punya malu itu pasti Viona.
Gadis itu terlihat mendesah hebat menghadapi serangan cepat dari Vicky.
Sepasang tangannya mencengkram punggung Vicky dengan erat.
Kukunya yang panjang dan terpelihara dengan rapi kini membenam kedalam kulit punggung Vicky.
__ADS_1
Sesaat kemudian baik tubuh Vicky maupun tubuh gadis itu mengejang, lalu keduanya terkulai lemas.
Baik gadis itu maupun Vicky mereka terlihat tersenyum puas.
Tiba-tiba pintu kamar mereka terbuka lebar seorang anak berusia sekitar 2 tahun berlari menghampiri mereka yang terlihat sangat terkejut dengan kehadiran anak kecil tersebut.
terdengar anak kecil itu berteriak,
"Ayah jahat...! Ayah jahat..! apa yang ayah lakukan pada ibu ?"
"Ayah menindih ibu di bawah sampai kehabisan nafas.. lepaskan ibu cepat...!! ayah jahat...! Evan benci sama ayah..!"
"Ayah tidak seperti papa David yang selalu baik dan menyayangi ibu..!"
teriak anak itu terlihat marah sambil berusaha mendorong Vicky menjauhi ibunya.
Kini Lu Sun pun yakin wanita ini adalah Viona, tidak salah lagi, kemunculan Evan anaknya meyakinkan Lu Sun sepenuh hati.
Lu Sun tersenyum sadis menatap kedua manusia rendah yang ada di hadapannya.
Viona cepat menarik Evan kedalam pelukannya yang masih tanpa busana hanya tertutup selimut putih dan berusaha membujuk anaknya,
"Evan anak pintar, ibu tahu Evan ingin melindungi ibu, Evan sayang dengan ibu."
"Ibu pun begitu, tapi ketahuilah Ayah Vicky tidak sedang menyakiti ibu, sebaliknya Ayah Vicky sedang bermain bersama ibu."
"Ayah Vicky sangat menyayangi kita tidak mungkin menyakiti kita, lupakan Papa David mulai sekarang Nak."
"Ayah Vicky lah ayah kandung mu nak.."
ucap Viona berusaha membujuk dan meyakinkan anaknya.
Anak itu menatap ibunya dengan tidak percaya dan bertanya untuk memastikan,
"Benarkah itu ibu ?"
Viona mengangguk dan berkata,
"Itu benar nak, ibu tidak mungkin membohongi mu."
Vicky maju memeluk ibu dan anak itu sambil berkata,
"Evan ibu mu benar ayah akan menjaga dan melindungi kalian berdua melebihi jiwa ayah."
Vicky kemudian mencium kening anak itu dan berkata,
"Sekarang Evan kembali dulu ke kamar Evan ya ? nanti sore sepulang kerja ayah akan mengajak Evan dan ibu jalan-jalan beli mainan dan es krim Evan mau kan ?"
Anak itu mengangguk kemudian keluar dari kamar sambil menutup pintunya Kembali.
"Sayang aku mandi dulu mau bersiap-siap ke kantor kamu tidurlah lagi.."
__ADS_1
ucap Vicky sambil mengecup mesra bibir Viona.