KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
KERIBUTAN KECIL DI KELAS


__ADS_3

"Ketua apakah ada tugas untuk ku ?"


tanya Takeshi Yamaguchi sambil menatap Wu Sin.


"Kamu bertugas mengawasi Yamamoto, mengambil alih kekuasaan di setiap negara."


ucap Wu Sin sambil tersenyum penuh ambisi.


"Baiklah ketua, aku permisi dulu tuan,.."


ucap Takeshi Yamaguchi, lalu mengundurkan diri.


Setelah ke 6 orang itu pergi, Wu Sin bertepuk tangan dua kali, di hadapannya muncul dua orang berpakaian hitam dan putih.


Kedua orang ini adalah penasehat kiri dan penasehat kanannya, mereka ini juga sama dengan dirinya, ikut di segel oleh Wu Ming Lau Jen 300 juta tahun yang lalu.


Kemampuan mereka juga sangat tinggi mereka berdua adalah bawahan setia yang sudah sangat lama mengikuti Wu Sin.


Di jamannya dulu mereka biasanya di panggil Hei Pai Suang Kui ( Sepasang Iblis hitam dan putih )


Berbeda dengan Wu Sin yang berpenampilan menarik, kedua orang ini bentuknya sangat menyeramkan.


Makanan pokok kedua hantu ini, adalah nyawa semua mahluk yang baru lahir, tidak perduli itu hewan manusia ataupun dewa dan iblis.


Asal baru lahir, mereka akan dengan segala cara berusaha melahap mahluk tersebut untuk meningkatkan kekuatan mereka.


Keunggulan mereka, adalah dapat bergerak sangat cepat, sehingga sangat sulit terdeteksi oleh lawan mereka.


Selain itu mereka juga memiliki pukulan putih dan hitam yang mengandung hawa kegelapan.


"Suang Kui, kalian pergi dan awasi Michiko, bila berani macam-macam, habisi saja, jangan biarkan dia membuka rahasia kita.."


ucap Wu Sin pelan.


Hei Pai Suang Kui menganggukkan kepalanya, tanpa berkata apa-apa, mereka langsung menghilang dari hadapan Wu Sin.


Setelah kedua Suang Kui menghilang, di samping Wu Sin muncul seorang kakek berjubah hijau, rambut jenggot dan alis nya pun berwarna hijau.


Sepasang matanya mengeluarkan cahaya hijau,


kakek ini adalah wakil dari Wu Sin.


Kemampuannya sangat tinggi.


Bila di bandingkan dengan Wu Sin , selisih mereka sangat tipis, dia juga salah satu adik seperguruan Wu Ming Lau Jen.


Dia bernama Wu Ching, sama seperti Wu Sin dia juga di kurung selama 300 juta tahun yang lampau.


Kesakitan nya juga sulit di ukur, senjata andalan nya adalah sepasang pedang biru dan merah.


Satu satunya musuhnya yang masih bisa hidup setelah menyaksikan kedua pedangnya adalah Wu Ming Lau Jen, kakak seperguruannya.


Sedangkan Wu Sin sendiri, belum sempat berhadapan dengan nya, saat dia memegang pedang.


Wu Sin unggul tipis dari nya adalah dalam hal tenaga sakti dan ilmu meringankan tubuh.

__ADS_1


"Apa aku perlu turun tangan, ketua..?"


tanya kakek itu dengan suara dingin.


Belum waktunya adik Ching,.. sebaiknya kita masing-masing memanfaatkan waktu ini menyempurnakan Kekuatan kita berdua.


Kita cukup awasi dari jauh saja, tugas yang ku berikan pada mereka.


Baiklah, kalau begitu aku permisi dulu untuk melanjutkan latihan tertutup ku, hingga waktunya tiba.


3 hari kemudian...


Pagi itu di sekolah Kuang Ming, kepala sekolah Ma membawa seorang gadis cantik menuju ruang kelas Afei.


Selain Afei tidak ada yang mengenalinya, pak Ma memperkenalkan Michiko sebagai murid baru di sekolah mereka.


Setelah memperkenalkan Michiko, Pak Ma langsung kembali ke kantornya.


Michiko celingukan mencari cari, begitu melihat Afei, dia langsung melangkah mendekati Afei dan berkata,


"Halloo,.. boleh aku duduk di sini..?"


Afei menatap Michiko dengan heran dan berkata,


"Kenapa kamu kembali lagi kesini..?"


Michiko tersenyum manis dan berkata,


"Aku menepati janji ku, untuk kembali menemui mu..."


Afei tersenyum canggung dan berkata,


"Maaf tapi di sini sudah ada isinya, yang kosong ada di sebelah sana.."


Tanpa memperdulikan ucapan Afei, Michiko langsung menaruh tasnya di sana dan memaksa duduk di sebelah Afei dan berkata,


"Sekarang tempat ini jadi milik ku.."


Michiko lalu mengeluarkan kotak bekal makanan nya dan berkata,


"Ini aku bawakan satu untuk mu, cicip lah aku sengaja membuatnya untuk mu.."


Afei terlihat ragu, dan hanya menatap kotak bekal putih transparan yang isinya warna warni sangat indah.


Melihat sikap Afei, Michiko mendorong kotak bekal itu kedalam pangkuan Afei dan berkata,


"Bila kamu tidak bersedia menerimanya, aku akan anggap kamu meremehkan ku dan tidak bersedia berteman dengan ku.."


Afei menerimanya kemudian berkata,


"Terimakasih Michiko.."


Afei menyimpan kotak bekal itu kedalam tasnya, kemudian mengeluarkan beberapa buku pelajaran yang di perlukan nya.


"Maaf ini tempat duduk ku,..."

__ADS_1


ucap seorang anak laki-laki gendut sambil makan sepotong es krim coklat.


"Michiko menoleh menatap anak itu dan berkata,


"kenalkan nama ku Michiko, nama mu siapa."


Anak itu tersenyum lebar dan berkata


"nama ku Donnie Yen, tapi aku bukan Donnie Yen yang jago silat itu."


Michiko menyalami tangan Donnie Yen yang gemuk dan berkata,


"Kak Donnie, di sini tempatnya sempit, tubuh mu begitu besar."


"Cocoknya kamu duduk di sana sendirian, tentu lebih leluasa."


"Tempat ini anggap saja kamu ngalah pada ku, aku murid baru disini.."


"Kebetulan sangat cocok dengan tempat ini, kamu mau kan mengalah untuk ku ?"


Donnie Yen terlihat ragu, dia sebenarnya tidak masalah ngalah dengan Michiko yang cantik.


Tapi bila dia pindah tempat duduk sembarangan, dia takut di marahi oleh guru.


Michiko melihat keraguan Donnie Yen, dia menepuk pundak Donnie Yen dan berkata,


"Kamu jangan khawatir, bila guru nanti tanya, kamu katakan saja, Pak Ma yang menyuruh mu pindah kesana."


"Nanti jam istirahat aku akan traktir kamu makan di kantin sepuasnya, sebagai kado perkenalan kita, bagaimana setuju...?"


ucap Michiko sambil tersenyum.


Donnie Yen seperti terhipnotis oleh senyum Michiko tanpa banyak bicara dia langsung mengangguk dan pergi ke bangku kosong, yang agak di belakang.


Di saat Michiko sedang berbicara dengan Donnie Yen, rupanya Alicia datang bersama Deborah mereka yang satu berdiri yang satu duduk di sebelah Afei, mengambil tempat duduk Michiko.


Di saat dia sedang sibuk membujuk Donnie Yen bertukar tempat duduk dengan nya.


Alicia pura-pura bertanya beberapa soal matematika yang dia kurang mengerti ke Afei, agar bisa berdekatan dengan Afei.


Afei tidak menolaknya, dia menjelaskan dengan serius satu persatu, keduanya terlihat begitu dekat.


Wajah mereka berdua hampir menempel jadi satu, Deborah sedang menatap mereka berdua sambil tersenyum.


Saat Michiko menyelesaikan misinya dengan Donnie Yen, dia hendak kembali ketempat duduknya.


Melihat tempat duduk nya, yang di dapatkan dengan susah payah kini malah di isi orang lain.


Yang tanpa permisi, langsung menyerobotnya, dia menjadi kesal, tapi untuk menjaga imagenya didepan Afei.


Michiko pun berkata,


"Maaf menganggu, ini tempat duduk ku jadi ku mohon..."


"Kamu gak lihat teman ku sedang belajar bersama Afei, kalau gak sabaran cari aja tempat duduk lain.."

__ADS_1


ucap Deborah sinis.


__ADS_2