
"Jadi sewaktu menuju kemari kamu juga di hadang dan diserang ?"
"Ehmm, tapi nenek berhasil mengatasi mereka, jadi tidak masalah lagi.."
ucap Xue Xue yang tidak mau menambah beban pikiran Lu Sun.
Lu Sun membalikkan badannya menghadap kearah Xue Xue, kemudian menarik Xue Xue kedalam pelukannya dan berkata,
"Ying Ying kini telah pergi, kini hanya tersisa kalian berdua, bila terjadi sesuatu dengan kalian kamu suruh bagaimana aku bisa melanjutkan hidup ku.?"
"Untuk sementara waktu selama 7 hari ini, aku akan sibuk mengurus semua yang berhubungan dengan Ying Ying."
"Aku belum bisa pergi mencari dan membereskan bajingan itu.."
"Demi keamanan sebaiknya kalian berdua hindari pergi jauh-jauh dari ku, selama beberapa hari ini.."
"Musuh ku ini memang sengaja ingin menghancurkan ku lewat kalian.."
"Jadi kalian harus hati-hati, kita tidak boleh lengah dan memberi kesempatan kepada nya.."
Xue Yen mengangguk sambil memeluk dan membenamkan kepalanya di dada Lu Sun.
"Kamu sedang seperti ini, bagaimana aku dan Giok Lan bisa pergi menjauh dari mu.."
"Kamu tenang saja, kami akan selalu berada di sisi mu.."
"Lagipula dengan kondisi jiwa San er saat ini, Giok Lan pasti akan lebih banyak meluangkan waktu untuk nya.."
"Aku tentu juga harus membantu Giok Lan mengawasi Dan er dan Fei er yang masih kecil-kecil."
Lu Sun mengangguk dan membelai rambut Xue Xue dengan lembut dan berkata,
"Terimakasih banyak sayang... setelah masalah ini selesai, aku berjanji akan lebih banyak meluangkan waktu bersama kalian.."
Tiba-tiba HP Lu Sun berbunyi, Lu Sun melihat ada kiriman video dari Viktor.
Dia membuka dan menontonnya sampai habis, kemudian dengan geram Lu Sun berkata,
"Lagi-lagi bajingan itu..aku sudah menduganya dari awal tak ku sangka dia berani bertindak secepat ini.."
"Ini semua salah ku, aku terlalu memandang rendah dirinya, sehingga kurang hati-hati dan memberi dia kesempatan.."
"Ying Ying maafkan aku..."
ucap Lu Sun kembali bersedih.
"Sudahlah jangan bersedih lagi, biarkan kak Ying Ying pergi dengan tenang."
"Saat ini paling penting kita cepat-cepat mengurus pemakaman kak Ying Ying."
Lu Sun mengangguk dan berkata,
__ADS_1
"Kamu benar,.. aku hanya sedang menanti kedatangan petinya, bila telah tiba, maka bisa segera di urus."
"Sayang ayo kita kedalam, mereka di dalam pasti sedang menunggu keputusan mu.."
Lu Sun mengangguk kemudian dia mengikuti Xue Yen masuk kedalam menemui Nenek Viktor kakek Huang, Jimmy Huang dan Peter Ho.
"Jimmy kapan peti pesanan ku bisa sampai ? tolong tambahkan order peti yang tertutup full 1 lagi, kalau bisa antarkan yang penutup kaca kemari.."
"Sedangkan yang tertutup full diantarkan langsung ke rumah.."
ucap Lu Sun pelan.
"Baik bos, akan segera saya urus..permisi.."
ucap Jimmy Huang cepat.
Sambil mengeluarkan ponselnya melakukan panggilan dan berjalan keluar dari kamar.
Lu Sun tersenyum melihat cara kerja anak buahnya yang selalu hati-hati dan teliti itu.
"Xue Yen kamu jangan lama-lama di sini, anak-anak dirumah memerlukan mu."
"Biar nenek dan Peter mengawal kamu Giok Lan dan San er pulang.."
"Urusan di sini aku bisa mengurusnya, kalian tidak perlu khawatir.."
ucap Lu Sun..
bantah Xue Yen.
Lu Sun tersenyum lembut memeluknya dan berkata dengan lembut.
"Menurut lah, sore nanti bila beres aku dan Jimmy akan langsung pulang."
"Kamu tenanglah sayang.."
Xue Yen mengangguk tidak membantah lagi.
Melihat hal ini Lu Sun menyentuh kepala nya dengan lembut lalu dia berjalan menuju kamar bagian dalam.
Lu Sun menghampiri Giok Lan dan berbisik di telinga Giok Lan.
Giok Lan sempat menggelengkan kepalanya menolak, tapi setelah Lu Sun memberi pengertian dan alasannya.
Akhirnya Giok Lan tidak membantahnya lagi, Setelah meyakinkan Giok Lan.
Lu Sun kembali keruang tamu dan berkata,
"Peter kamu tolong bantu nyonya ketiga, menggendong San er.."
"Sebelum aku pulang, kamu tolong bantu jaga keamanan mereka.."
__ADS_1
Peter Ho tidak membantah, dia mengangguk patuh, kemudian mengikuti Lu Sun masuk kedalam kamar menerima San er dari Giok Lan.
Lalu mereka beramai-ramai meninggalkan kamar rumah sakit.
Setelah mengantar kepergian mereka semua sampai depan pintu kamar, Lu Sun kembali lagi kedalam kamar.
Dia menghampiri Kevin Liu ayah mertuanya sambil menepuk bahunya dengan pelan Lu Sun berkata,
"Ayah kamu juga harus pulang beristirahat, kesehatan mu sendiri kurang baik, jangan terlalu lelah.."
"Ayah harus jaga kondisi, agar saat pemakaman besok ayah bisa turut hadir.."
ucap Lu Sun membujuk Kevin Liu.
Dengan mata berkaca-kaca Kevin Liu mengangguk dan berkata,
"Terimakasih..meski Ying Ying telah pergi ijinkanlah aku tetap menjadi ayah mertua mu boleh ?"
Lu Sun mengangguk cepat, lalu dia memeluk orang tua itu dan berkata,
"Selama ayah tidak berkeberatan punya menantu tak berguna ini, aku selamanya adalah menantu ayah sampai kapanpun.."
"Ayah jangan terlalu bersedih, ingat ayah tidak sendirian, aku dan San er akan gantikan Ying Ying berbakti pada mu.."
Sambil menghapus airmatanya Kevin Liu menepuk-nepuk bahu Lu Sun dengan bangga berkata,
"Terimakasih nak, ayah bangga pada mu, kamu jangan terlalu menyalahkan diri mu, semua ini sudah takdir, belajarlah menerimanya.."
"Ayah yakin Ying Ying di sana juga tidak akan senang bila kamu terus bersedih.."
Lu Sun tersenyum dan mengangguk, lalu berkata.
"Ayah tidak perlu khawatir, aku tahu apa yang harus aku lakukan.."
Setelah menepuk bahu Lu Sun sekali lagi, Kevin Liu pun berlalu dari tempat itu.
Setelah semua orang pergi, Lu Sun mengunci pintu kamar, dia duduk di sisi ranjang.
Kemudian memeluk jasad Ying Ying dalam pangkuannya dan kembali menangis seperti anak kecil.
Tadi semua sikap nya, adalah sikap yang sengaja dia tunjukkan kesemua orang bahwa dia tidak apa-apa, dia sudah tenang dan bisa menerima semuanya.
Semua itu hanya akting yang dia tunjukkan untuk menipu orang di sekitarnya termasuk dirinya sendiri.
Setelah semua orang pergi, kini tinggal dirinya dan jasad Ying Ying, Lu Sun baru mengeluarkan semua perasaan nya.
Dia menangis tersedu-sedu sampai kesulitan bernafas, hatinya sangat tidak rela melepaskan kepergian Ying Ying dengan cara seperti ini.
Dia sulit menerima kenyataan harus melepaskan kepergian Ying Ying dengan cara seperti ini.
Dia merasa sangat tidak berdaya dan tidak bisa berbuat apa-apa, kini segala kemampuan yang selama ini dia banggakan terasa tidak ada gunanya sama sekali.
__ADS_1
Seandainya waktu bisa di putar kembali, dia pasti tidak akan biarkan Ying Ying pergi sendirian menghadiri acara yayasan nya.