
Melalui atap mobil Lu Sun yang terbuka Peter Ho dan Kakek Huang melepaskan tembakan kearah para satpam penjaga yang sedang panik.
Meski tidak semuanya kena, tapi cukup mengurangi lawan buat mereka.
Lu Sun sendiri sudah melesat keluar dari mobilnya.
Tanpa memperdulikan peluru yang berseliweran di sekitar tubuhnya.
Dia bergerak bagai malaikat elmaut, setiap satpam yang kepalanya terkena cengkraman tangannya pasti langsung terkulai kehilangan nyawa.
Pergerakan Lu Sun sangat cepat dalam sekejap puluhan satpam tewas tanpa sempat melawan.
Sedangkan yang cedera terkena peluru, Lu Sun memberi kode ke kakek Huang dan Peter Ho agar menghabisi mereka.
Membiarkan mobilnya terparkir di sana, Lu Sun melesat masuk ke kediaman Ming Dao.
Tidak perduli itu pelayan atau tukang kebun, setiap yang bertemu dengan nya, pasti dihabisinya tanpa ampun.
Lu Sun tak terkontrol lagi matanya menjadi merah menyala, sama persis ketika dia membantai monster di lembah saat Siau Ching kekasihnya tewas ditangan monster monster tersebut.
Lu Sun seperti kerasukan, besar kecil tua muda wanita pria di matanya semuanya sama, mereka adalah ancaman yang harus di habisnya.
Lu Sun terus bergerak menuju kediaman Ming Dao mayat berserakan di mana-mana.
Manusia robot yang di gunakan oleh Ming Dao sebagai penjaga lapis dua juga berserakan tiada sisa.
Langkah Lu Sun terhenti dengan munculnya Ming Dao yang di kawal oleh 4 orang yang berwajah sama persis dengan black Panther.
Di dalam hati Lu Sun sedikit terkejut, satu saja dia harus sampai mengeluarkan jurus ketiga nya.
Apalagi ini ada 4, satu-satunya jalan adalah segera menghabisi mereka sebelum sempat mereka minum ramuan kuning itu.
"Apa kabar teman lama, bagaimana rasanya melihat mahluk yang paling kamu sayang dan kasihi tewas tanpa bisa bernafas.."
"Itu namanya karma...Ha...ha..ha
..ha...!"
ucap Ming Dao sambil tertawa.
Keempat orang pengawal Ming Dao langsung melayang ringan mengelilingi Lu Sun.
Mereka menatap kearah Lu Sun dengan tanpa ekspresi.
Lu Sun menyapukan pandangannya ke arah mereka sambil tersenyum mengejek.
"Kamu tertawa lah dengan puas, sebelum kamu tidak akan pernah bisa tertawa lagi.."
__ADS_1
"Hari ini kamu akan membayar lunas semua hutang mu berikut bunganya.."
"Bila giliran mu tiba, kamu akan merasa lebih baik mati daripada hidup."
Sebelum Lu Sun sempat berkata lebih banyak, keempat orang itu sudah bergerak menyerang Lu Sun dengan kecepatan yang sama dengan Black Panther yang pernah Lu Sun hadapi di laboratorium.
Lu Sun yang berpandangan tajam dapat melihat di mana para manusia hasil kloning ini, menyimpan cairan ramuan mereka.
Lu Sun melayani mereka sambil mencari kesempatan menghancurkan cairan yang mereka simpan di badan mereka.
Lu Sun tidak mau menghancurkannya satu persatu, dia sambil melayani serangan mereka dengan kelincahannya.
Dia mencoba mencari celah, di mana dengan sekali gerakan dia bisa menghancurkan keempat tempat penyimpanan cairan di tubuh keempat orang itu.
Setelah bertarung hampir dua jam lebih kesempatan yang ditunggu-tunggu pun tiba.
Lu Sun menemukan celah dengan tubuh berputar-putar menghindari serangan 4 penjuru tapak Awan biru
Lu Sun melepaskan cengkraman tangan dan tendangan kakinya ke bagian muka keempat orang itu.
Saat mereka mengangkat tangannya menutupi wajah mereka secara reflek sambil melangkah mundur.
Lu Sun membelokkan arah serangan nya kebawah menuju bagian pinggang.
Dengan posisi tangan dan kaki seperti patah kebawah dan memanjang.
Ini adalah gerakan di luar logika yang tidak bisa di deteksi oleh mata komputer mereka yang canggih.
Melihat hal ini, Ming Dao menjadi marah dia mulai ikut muncul memberi serangan curang kearah Lu Sun.
Pergerakan Ming Dao bahkan memiliki kecepatan dan kekuatan dua kali lipat ketimbang keempat lawan Lu Sun.
Karena Ming Dao ada menyerap energi kekuatan alami yang di latih black Panther selama puluhan ribu tahun.
Bukan hanya itu, bahkan Ming Dao juga menyerap semua ketrampilan dan pengalaman bertempur black panther kedalam pikirannya.
Sehingga kini dia bahkan memiliki kemampuan jauh diatas Black Panther yang asli.
Lu Sun yang beberapa kali terkena erangan bokongan dari nya terpental hingga terjatuh berguling-guling.
Kakek Nan dan Peter Ho tidak berdaya, mereka tidak bisa membantu Lu Sun.
Karena mereka sendiri sedang repot menghadapi keroyokan manusia robot yang tidak takut mati, tangguh juga sangat kuat.
Untungnya mereka tidak sekuat salah satu diantara Black Panther KW.
Bila tidak riwayat mereka pasti tamat hari ini.
__ADS_1
Merasakan kehadiran Ming Dao mengeroyoknya.
Lu Sun diam diam merapalkan jurus pengendali energi ke tubuh Ming Dao.
Saat Ming mendeteksi energi ditubuhnya bergerak liar.
Dia segera melepaskan energinya keluar dari tubuhnya menjadi partikel kecil-kecil berwarna-warni berterbangan di seluruh tubuhnya.
Saat Lu Sun menarik kembali pengendalian energinya yang tidak berfungsi.
Energi yang melayang layang menjadi partikel micro, di sekitar tubuh Ming Dao, kembali menyerap kedalam tubuhnya.
Dan kembali bisa di gunakan menyerang Lu Sun.
Sambil tertawa Ming Dao berkata,
"Ha.
.ha...ha...! simpan saja ilmu itu, tak berguna lagi."
"Saat kamu melepaskan ilmu itu di wilayah Dubai kemarin."
"Aku sudah langsung mencari cara , untuk mengantisipasi nya.."
ucap Ming Dao sambil tertawa lebar.
Lu Sun harus akui kecerdikan bajingan itu, kini dia tidak punya pilihan selain, segera menghabisi keempat orang itu dengan ilmu pamungkas nya.
Baru mengurus si bedebah licik itu, bila terlalu lama melayani mereka dia bisa berbahaya karena Ming Dao memiliki kekuatan yang sangat kuat.
Lu Sun mulai fokus menyerang satu orang saja dengan jurus jari penembus bumi dan langit.
Berhubung mereka tidak memiliki suplai energi tambahan, setelah cairan mereka di hancurkan oleh Lu Sun
Kini setelah mereka bertarung sekian lama energi mereka sudah banyak terkuras.
Mereka tidak sanggup menahan serangan Lu Sun yang dahsyat.
Satu persatu mereka tumbang tertembus jari penembus bumi dan langit yang Lu Sun lepaskan.
Mereka tidak bisa mengerahkan jurus pertahanan puncak mereka karena serum mereka telah Lu Sun hancurkan.
Berdasarkan pertemuan pertama dengan Black Panther KW Lu Sun sudah metik pengalaman berharga.
Dia tidak mau mengulangi pengalaman pahit tempo hari yang cukup menguras energinya.
Apalagi saat ini ada Ming Dao yang kelihatannya kekuatan nya, ada kemungkinan bisa mengimbanginya.
__ADS_1
Bila tidak bergerak cepat saat timing tiba dia bisa celaka di tangan mereka.
Ming Dao yang memiliki pengalaman tempur Black Panther di otaknya, dia juga sadar akan taktik Lu Sun.