KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
SATU LAWAN LIMA


__ADS_3

Giok Lan berhasil membelokkan arah serangan, mahluk itu, lalu dengan gesit pedangnya bergerak menebas leher mahluk itu dari samping.


Mahluk itu mengangkat golok hijaunya menangkis serangan Giok Lan dari samping, bunga api kembali berpijar.


Disaat bersamaan Golok hijau yang berada ditangan mahluk itu juga membalas menebas ke leher Giok Lan.


Giok Lan menotolkan kakinya di atas lantai bergerak mundur menjauh.


Sehingga tebasan itu hanya lewat begitu saja di hadapannya.


Sambil bergerak mundur, Giok Lan melepaskan Xuan Yuan Cien, kedua tangannya berputar setengah lingkaran didepan dada, seperti sedang menghimpun tenaga.


Xuan Yuan Cien membelah diri menjadi ratusan Pedang, Saat Giok Lan menarik kedua tangannya kesamping dada.


Ratusan Pedang Xuan Yuan Cien berputar-putar seperti mata bor, Giok Lan mendorongkan kedua tangannya kedepan.


Pedang Xuan Yuan yang berputar-putar seperti mata bor, langsung melesat kearah mahluk itu.


Mahluk itu sedikit terkejut, dia memutar sepasang Golok hijau nya seperti baling baling untuk menangkis ratusan cahaya pedang Xuan Yuan yang sedang melesat kearahnya.


Sebagian besar tertangkis, tapi yang menyusul datang sangat banyak dan sulit di atasi semua


Tiba-tiba terdengar bunyi gerengan marah seekor kura-kura kuno, yang tubuhnya di Belit oleh seekor ular raksasa kuno juga.


Seluruh pedang Xuan Yuan yang menyentuh cangkang kura-kura itu yang terus mengeluarkan cahaya listrik biru.


Langsung rontok hilang tidak berbekas, di belakang kura kura kuno berderet 3 binatang kuno lainnya naga hijau hari mau putih dan burung Hong yang sedang melayang di udara sambil mengepak ngepakkan sepasang sayap nya.


Ini yang sebenarnya di khawatirkan Giok Lan, bila cuma hadapi mahluk berkepala Kirin saja, dia masih sanggup.


Tapi bila menghadapi keroyokan ke 5 mahluk itu Giok Lan tidak ingin mengambil resiko.


Dia tidak mau sok jagoan yang berakhir mati konyol.


Yang hanya akan membuat Lu Sun larut dalam kesedihan apabila sesuatu terjadi pada dirinya.


Melihat Guru Ciu dan Guru Lin sudah meninggalkan tempat tersebut, Giok Lan pun bernafas lega.


"Hei gadis kecil kamu cepat menyingkir dari sini, daerah sini sebentar lagi, akan membahayakan diri mu.!"


Arwah gadis malang itu mengangguk, lalu dia pun menghilang kembali ke halaman belakang tempat nya berasal.


"Siapa kamu ? berani mengganggu tugas kami melindungi tempat ini.."

__ADS_1


ucap kura kura kuno yang ternyata bisa berbicara


Giok Lan tersenyum dingin dan berkata,


"Siapa aku tidak penting, yang jelas kalian berlima hari ini akan ku musnahkan."


"Bicara besar,...! "


teriak burung Hong yang mengeluarkan suara wanita dengan marah.


"Benar kak, kita tak perlu banyak bicara habisi saja dia beres.."


ucap harimau putih dengan suaranya yang serak.


Giok Lan tertawa dingin dan berkata,


"Majulah mahluk jelek, buktikan ucapan kalian..!"


Giok Lan sudah mengerahkan energi Chi intisari langit, tubuhnya terbungkus oleh sebuah bola yang mengeluarkan cahaya lembayung.


Di tangan Giok Lan kini muncul sebuah selendang yang dipegang di tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya memegang sebuah gelang emas.


Pedang Xuan Yuan bergerak sendiri di depan nya.


Sedangkan si kepala Kirin kini bergulingan di lantai mendekati Giok Lan sambil memainkan golok hijaunya menebas mata kaki dan paha Giok Lan.


Yang di incar adalah urat dan otot besar Giok Lan, bila terkena sabetan nya, maka urut penting itu akan putus.


Bila itu terjadi, Giok Lan akan lumpuh tidak bisa melakukan perlawanan lagi.


Gelang Emas di tangan Giok Lan adalah gelang semesta hadiah Dewa agung Thai Sang Lao Cin padanya.


Kekuatannya sangat dahsyat, gelang ini pernah digunakan untuk menangkap Sun Wu Kung guru Lu Sun, sebelum Sun Wu kung memiliki jurus baru mata Api dan tubuh baja emas yang kebal senjata.


Giok Lan melemparkan gelang semesta menyambut terkaman harimau putih.


Gelang itu ingin mengalungi leher Harimau putih, tapi harimau putih yang menangkap adanya sinyal berbahaya.


Dia menggunakan sepasang kaki depannya, menyapok gelang tersebut menjauhinya.


Sedangkan selendang Giok Lan melecut kearah Burung Hong., selendang itu berhasil menangkap sepasang cakar burung Hong.


Menariknya sehingga tubuh burung raksasa itu jatuh terbanting menghantam lantai.

__ADS_1


Kemudian terlempar menghantam rekannya si kepala Kirin yang sedang sibuk menghadapi kurungan pedang Xuan Yuan yang mengurungnya dari atas.dan menghujaninya dengan cahaya emas.


"Tunggu apalagi adikku, kita harus cepat maju membantu mereka,"


ucap kura kura yang di punggungnya terlihat seekor ular sedang mementangkan, mulutnya lebar lebar siap mengigit siapapun yang menjadi lawannya.


"Baik kak mari kita sering dari kiri kanan.."


ucap Naga hijau sambil melesat menyerang dari sebelah kanan.


Sedangkan kura kura kuno bergerak dari sebelah kiri mengikuti ular di atas punggungnya dia juga mementangkan mulutnya untuk menyerang Giok Lan.


Setelah pada serangan pertama nya, berhasil membuat mahluk berkepala Kirin terpental bertabrakan dengan burung Hong.


Giok Lan menggerakkan selendangnya melecut kearah kepala ular dan kepala kura kura yang bergerak dari sebelah kiri.


Sedangkan Pedang Xuan Yuan di gerakkan menyambut serangan Naga hijau.


Naga hijau menyemburkan api biru kearah Giok Lan sebagai balasannya.


Sedangkan sepasang cakar dan mulutnya yang terpentang lebar di gunakan untuk menangkap dan menggigit pedang Xuan Yuan.


Pedang Xuan Yuan menembus api biru menerjang kearah Naga hijau mengurung nya dengan ratusan Pedang yang mengeluarkan cahaya emas.


Sedangkan Harimau putih masih di sibukkan oleh gelang semesta yang bergerak otomatis mengejarnya.


Meski dia berkali-kali berhasil menyapok gelang itu hingga terpental, tapi gelang itu yang seperti bernyawa, selalu kembali menyerang nya.


Burung Hong mengeluarkan pekik kemarahan, setelah berputar-putar di atas kepala Giok Lan, beberapa kali.


Dia kembali melesat ke bawah dengan sepasang cakar dan paruhnya yang tajam, di Sertai semburan Api merah kearah tubuh Giok Lan.


Sedangkan si kepala Kirin menghilang dari tempatnya, lalu muncul di belakang Giok Lan.


Ingin menggunting leher Giok Lan secara diam diam dari arah belakang, dengan menggunakan dua batang golok hijau ditangannya.


Di luar dugaan, Giok Lan menghindari serangannya dengan melengkungkan tubuh nya kebelakang sepasang tangannya yang mengeluarkan cahaya emas dengan telak menghantam dada mahluk berkepala Kirin.


Salah satu kakinya yang terayun kearah belakang mencium moncong si kepala Kirin.


Tubuh si kepala Kirin pun terpental menjauh bagaikan layang layang putus.


Di saat bersamaan Siau Ching yang baru muncul, menusukkan pedang naga siluman semesta menyambut punggung Si kepala Kirin dari arah belakang.

__ADS_1


Tak terhindarkan lagi pedang ganas itu menembus kulit sisik tebal si kepala Kirin, hingga ujung pedang muncul didepan dada nya.


__ADS_2