
"Jadi aku tidak akan membiarkan mu pergi meninggalkan ku, bila kamu harus ke London."
"Aku akan ikut dengan mu pindah kesana, aku akan pindah kesekolah yang sama dengan mu.."
Bisik Lu San ditelinga Deborah dengan lembut.
"Kak San,.. kamu...kamu..tangan mu..kaki mu.. kenapa ini...? apa..apa yang terjadi..?"
Tapi Deborah dengan sangat terkejut.
Tadi awalnya saat Lu San memegang pipinya dan membalas ciuman nya, dia pun sudah sangat terkejut dan penasaran.
Tapi ciuman Mesra dan hangat yang Lu San lepaskan, membuat nya terlena larut dalam kehangatan luapan perasaan mereka berdua.
Sehingga dia melupakan rasa kaget dan herannya, kini setelah ciuman mereka selesai, dia mulai kembali sadar.
Dia pun segera menatap Lu San dengan heran, dan menanti penjelasan Lu San.
Lu San tersenyum dan berkata,
"Sayang aku sudah sembuh, aku sudah pulih total kembali.."
"Kapan,.. kapan,.. kakak pulih, dan bagaimana bisa..?"
tanya Deborah heran bercampur gembira.
"Panjang ceritanya sayang,.. yang jelas aku memang baru pulih beberapa saat ini.."
Tiba-tiba Deborah meronta keras melepaskan diri sambil mendorong Lu San menjauhinya dan berkata,
"Kak San,.. tolong jangan seperti ini..kita tidak boleh..ini sangat tidak adil buat kak Cherry.."
Deborah menggelengkan kepalanya berulang kali, sambil melangkah mundur dengan wajah sedih dan airmata nya kembali jatuh membasahi pipinya..
"Kakak San hanya tuhan yang tahu, betapa aku sangat ingin bersama mu, tapi saat ini kita sudah tidak boleh.."
"Maafkan aku..maafkan aku...aku harus pergi selamat tinggal.."
ucap Deborah kemudian membalikkan badannya ingin berlalu dari sana.
Tapi pergerakannya terhenti, Lu San sudah menghadang di depannya secara tiba-tiba.
Sehingga dia malah menubruk kedalam pelukan Lu San.
Dan sekali ini bagaimanapun dia meronta untuk melepaskan diri, Lu San tidak mau melepaskannya lagi.
"Sayang kamu tenang lah, jangan pergi dulu, aku akan ceritakan semua nya pada mu.."
ucap Lu San lembut.
Deborah juga tahu percuma saja dia meronta, akhirnya dia diam pasrah dalam pelukan Lu San.
Dia hanya bisa menatap Lu San menunggu penjelasan.
"Cherry...!! Kemarilah...!! tolong bantu aku jelaskan pada Deborah..!!"
teriak Lu San menggunakan sedikit Chi nya.
__ADS_1
Sehingga suara nya terdengar dengan sangat jelas di telinga Cherry yang sedang duduk santai di taman.
Cherry buru buru berlari masuk kedalam rumah, lalu menghampiri Lu San yang terlihat sedang memeluk Deborah.
Melihat Cherry sudah mendekat, Lu San pun berkata,
"Cherry kamu tolong bantu jelaskan semuanya, agar Debby percaya.."
"Aku tidak pandai bicara takut salah bicara malah runyam.."
"Emangnya tuan gak takut aku salah bicara terus kekasih mu marah dan pergi."
ucap Cherry sambil tersenyum menggoda Lu San.
"Kamu ini kenapa sekarang banyak membantah, ? percaya tidak aku akan
mengirim mu ke sel untuk berkumpul dengan dokter Toni..."
ucap Lu San keki.
Cherry bukan nya takut, dia malah tertawa dan berkata,
"Buktikan saja kalau bisa.."
"Aduh nenek ku, ku mohon jangan bercanda lagi, orang tua Debby sedang menunggu di mobil.."
ucap Lu San mulai menjambak rambutnya sendiri.
Cherry sambil tertawa, tidak memperdulikan Lu San dia maju menarik lengan Debby mengajak nya untuk duduk dan berkata,
"Debby aku cuma pelayan nya, di antara kami tidak ada apa-apa.."
Deborah menatap dengan bengong kearah Cherry, lalu berpindah kearah Lu San yang terlihat tersenyum canggung dan merasa bersalah.
Cherry kembali melanjutkan ceritanya,
"Kamu jangan salahkan bocah ini, dia lakukan ini semua karena dia terlalu sayang pada mu.."
"Dia tidak ingin menjadi beban hidup mu, dia tidak ingin kamu men sia sia kan masa depan mu, untuk merawat seorang cacat.."
"Dia ingin kamu membencinya, melupakan nya, dan bisa menemukan pengganti dirinya untuk menemani mu dan membahagiakan mu.."
"Intinya dia ingin lihat kamu bahagia, meski hatinya sendiri harus hancur dia akan menanggungnya sendiri semuanya.."
Belum selesai cerita Cherry, Deborah sudah menghambur kedalam pelukan Lu San memukuli dada Lu San sambil menangis tersedu-sedu dia hanya bisa terus berkata,
"Kamu bodoh...kamu sungguh bodoh...menyebalkan..kamu..hu..hu.hu..!"
"Kamu... benar'benar ..bodoh..hu...hu...hu..!"
"Bos aku gak salah bicara kan..?"
tanya Cherry sambil tersenyum .
Lu San memberikan tanda jempol sambil tetap memeluk Deborah dengan lembut.
Lalu Lu San berkata,
__ADS_1
"Sudahlah jangan menangis lagi..yang penting saat ini kita sudah bisa bersama lagi.."
"Hapuslah airmatamu, kita harus segera menemui orang tua mu, mengajak mereka masuk kedalam.."
"Sangat tidak sopan bila membiarkan mereka menunggu di luar sana.."
ucap Lu San membujuk Debby.
Debby akhirnya menghentikan tangisnya, tapi dia kemudian menoleh kearah Cherry dan berkata,
"Lalu apa yang dia perbuat pada dirinya setelah aku dan Alicia pergi..?"
Lu San memberi kode ke Cherry agar tidak melanjutkan ceritanya.
Tapi Cherry yang tertular sifat nakal Lu San sambil tertawa malah berkata,
"Apa lagi yang bisa dia lakukan selain mencari mati.."
"Dia menyuruh aku dan Afei mengantarnya keruangan rahasia, lalu mengusir Afei keluar dari sana."
"Memanfaatkan ketidak Tahuan ku, dia menyuruh aku mengambilkan buah beracun untuk dia makan.."
"Setelah makan dia pun mati, dia membiarkan aku menangis sedih dan panik seorang diri hingga tertidur."
"Coba menurut mu, kelewatan tidak dia..?"
"Tapi untungnya dia masih di kasih umur panjang, setelah aku terbangun , dia sudah hidup kembali dan baik baik saja.."
Cherry menutup ceritanya sambil tertawa puas.
Sedangkan Lu San hanya bisa menepuk jidatnya sendiri.
Deborah kini menoleh kearah Lu San dengan wajah kesal, Lu San hanya tersenyum Canggung, tidak berani menatap Deborah.
Dengan kesal Deborah meraih tangan Lu San kemudian mengigit nya dengan keras hingga terluka dan berdarah..
Lu San menahan sakit, sambil berusaha mengontrol tenaga Chi nya Bergerak otomatis melindungi tubuhnya dengan Cing Kang Pu Huai Ce Sen.
Karena bila itu terjadi , di jamin kekasihnya pasti akan ompong kedepannya, karena giginya rontok semua.
Sambil tersenyum puas Deborah melihat luka di tangan Lu San dan berkata,
"Tanda ini agar kamu ingat, jangan pernah mengulangi penipuan dengan cara ini pada ku.."
"Apa kamu tahu sekolah apa yang akan aku ambil di London..?"
Lu San menatap bingung, kemudian berkata,
"Sekolah bisnis untuk meneruskan usaha ayah mu..?"
Debby menggunakan ujung jari telunjuknya yang runcing menunjuk kening kekasihnya dan berkata,
"Dasar kamu pikir hati ku terbuat dari batu..?"
"Tidak,..aku ke London untuk mengambil jurusan biarawati, aku ingin menjadi biarawati agar bisa berdoa pada Tuhan agar luka mu disembuhkan lagi.."
ucap Deborah sambil memeluk kekasihnya.
__ADS_1
.