KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
MUNCULNYA NAGA HIJAU


__ADS_3

Lalu Deborah mengulurkan tangannya untuk meraih tubuh ular Hijau kecilnya, yang tak bergerak lagi.


Dengan tangan sedikit gemetaran, dan air mata berlinang membasahi wajahnya yang pucat.


Deborah duduk bersimpuh diatas tanah, memeluk tubuh ular Hijau kecilnya erat-erat, dia menangis tersedu-sedu.


Airmata nya perlahan-lahan jatuh membasahi kepala ular hijau kecil nya, yang terlihat sudah gepeng tidak bergerak lagi.


Ke enam orang itu berdiri mengelilingi Deborah sambil tertawa tawa, mereka sedikitpun tidak merasa kasihan, malah mereka terlihat menikmatinya.


"Dasar pria tampan gak mau, malah milih ular.!"


"Begitu suka ular, ayo sini di sini ada ular yang jamin bisa memuaskan mu.."


ucap Rooney sambil tertawa dan membuka resleting celana nya, di hadapan Deborah..


Suara tertawa ke 5 temannya memenuhi seluruh tempat itu..


Deborah sama sekali tidak memperdulikan mereka, dia hanya tertunduk sedih, dan terus menangisi ular hijau kecilnya yang tidak bergerak lagi.


Deborah sangat sedih karena teman satu satunya, kini kembali pergi demi saat berusaha menolong dirinya, sama seperti San ke ke nya.


Teringat San ke ke nya, Deborah menangis semakin sedih dan bergumam,


"San ke ke kamu di mana ? bawalah aku pergi bersama mu,.. aku sudah tidak kuat hidup seperti ini lagi..."


"San ke ke,.. hu..hu..hu..!"


Perlahan-lahan ular hijau kecil dalam pelukan Deborah, berubah menjadi butiran cahaya kecil lalu hilang sirna.


Saat menyaksikan hal ini, meledak lah tangisan Deborah dengan keras, dia benar-benar bersedih kehilangan ular hijau kecil nya, perasaan ini terasa sama persis seperti saat dia kehilangan Lu San.


Bahkan jasadnya pun tidak berhasil di ketemukan.


Rooney sambil tertawa kembali berkata,


"Lihat ternyata dia begitu menyukai ular, hingga menangis seperti ini,..sudah cup cup cup sayang jangan menangis lagi..ini ku berikan ular ku sebagai pengganti nya,.. ha...ha..ha..!"


Belum selesai tawanya Seekor Naga Hijau besar muncul dari dalam air sungai, mementangkan mulutnya lebar-lebar langsung menelan Rooney sampai tak berbekas.


Kemudian melesat berputaran sekali di sekitar mereka, lalu meluncur kearah Owen dan kawan-kawan nya, saking terkejut beberapa orang itu tidak bisa tertawa, berteriak maupun bergerak.


Mereka terlalu kaget dengan kemunculan mahluk raksasa yang hanya ada dalam dongeng.


Dengan sekali sambar sisa ke 5 orang itupun langsung lenyap masuk kedalam perut Naga Hijau itu.


Kemudian Naga Hijau itu berputaran di udara, melepaskan raungan nya yang menggetarkan, kemudian meluncur masuk kembali kedalam sungai Thames, dengan posisi lurus vertikal kebawah.

__ADS_1


Orang orang di sekitar sana semuanya melongo, bahkan tidak ada orang yang sempat mengabadikan foto Naga Hijau raksasa tersebut.


Deborah yang tadinya menangis sedih, kini dia malah melongo menatap kearah sungai Thames dengan tatapan tak percaya.


Deborah bahkan tidak sadar di sisinya kini muncul seorang pria tampan bertubuh kekar, bertato Naga hijau di dadanya, sedang tersenyum menatap Deborah.


Lalu berkata,


"Sayang mereka sudah di makan Naga, tidak ada hubungannya dengan kita, biar pemerintah yang menggali dan mencari di sepanjang sungai ini."


"Ayo kita tolong paman Charles terus kita pulang.."


Suara bisikan itu membuat Deborah kaget, dia buru-buru menoleh kebelakang.


Saat melihat wajah pria itu, Deborah tanpa bicara langsung menubruk kedalam pelukan nya.


Menangis histeris, seperti anak kecil yang menemukan kembali mainan nya yang hilang.


Dia menangis sambil memukuli dada Lu San dengan gemas dan akhirnya dia mulai bisa kembali bicara setelah tangis nya mereda.


"San ke ke jahat, selama ini kemana saja ? kenapa tega meninggalkan Deborah seorang diri..?"


Lu San balas memeluk kekasihnya dan berkata,


"Kan kamu yang memilih tidak menghendaki ku..?"


"Ufpss...Mmphh...!"


Lu San sedikit terkejut matanya terbelalak lebar.


Tapi sesaat kemudian, dia meraih belakang kepala kekasihnya dan membalas nya dengan mesra.


hingga beberapa saat kemudian, Lu San baru melepaskan ciumannya dan berkata,


"Sayang bila begini terus paman Charles akan meninggal kehabisan darah, dan aku nanti tidak akan bisa makan roti hotdog nya lagi.."


Deborah tersenyum malu mendengar ucapan Lu San, dia segera mendorong tubuh kekasihnya menjauh.


Lalu berlari menghampiri paman Charles yang sudah pingsan tidak sadarkan diri.


Lu San sambil tertawa nakal, Dia ikut berdiri lalu berjalan menyusul kekasihnya, menghampiri paman Charles.


Lu San mengeluarkan sebuah botol putih dari dalam gelangnya, sebagai reinkarnasi Lu Fan yang ahli obat obatan, tentu sangat mudah bagi Lu San mengobati paman Charles.


Dengan merobek dan menyingkap baju paman Charles di bagian lukanya, Lu Fan menaburkan bubuk putih dari botol kecil ditangannya kearah luka paman Charles.


Dalam sekejap mata, pendarahan pun berhenti, lubang luka dengan cepat merapat dan mengecil, hingga akhirnya sembuh total.

__ADS_1


Dengan menempelkan telapak tangannya di dada paman Charles mengalirkan sedikit Chi nya,


Paman Charles akhirnya siuman dari pingsannya, dia sangat terkejut saat menyadari luka nya sudah sembuh dan di hadapannya, kini selain Deborah ada seorang pemuda tampan yang bentuk badannya seperti atlit binaraga.


"Kamu..kamu.. siapa anak muda..?"


ucap Paman Charles bingung.


"Aku San ke ke yang selalu di nanti nantikan oleh dia.."


Ucap Lu San sambil tersenyum jahil menggoda Deborah.


Tapi kali ini Deborah tidak marah, dia sambil tersenyum malu, merangkul lengan Lu San dengan manja dan berkata,


"Paman Charles sudah sembuh, kami pamit pulang dulu ya..?"


"Ehh ohh iya,.. bagaimana dengan ke 6 berandalan itu..?"


tanya paman Charles sedikit khawatir.


"Sudah habis di makan Naga sungai Thames paman, jadi paman tidak perlu khawatir lagi ."


"Apa apa maksud mu..?"


tanya paman Charles sulit percaya, takut dia salah dengar.


Tapi saat melihat anggukan kepala dari keponakan nya yang membenarkan, mau gak mau paman Charles harus menerima nya.


"Ya sudah kalau begitu kalian berdua pulang lah, hati hati di jalan..ada waktu jangan lupa mampir ke restoran ku.."


ucap Paman Charles sambil tersenyum lebar.


Lu San mengangguk dan berkata,


"Besok pagi kami akan ke restoran paman.."


Sesaat kemudian terlihat Deborah berjalan sambil merangkul lengan Lu San meninggalkan tepi sungai.


Sepanjang jalan banyak yang menatap heran atas penampilan Lu San yang tidak pakai baju, hanya memakai celana pendek saja juga bertel*njang kaki.


Untungnya orang sana sangat cuek meski heran tapi mereka tidak usil mengurusi dan mencampuri masalah orang lain.


"Sayang aku lapar.."


ucap Lu San sambil menatap kekasihnya..


Deborah tersenyum dan berkata,

__ADS_1


"Aku tahu kamu mau apa, Coy Pan kan ?"


__ADS_2