KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
LU SAN YANG MENYEDIHKAN


__ADS_3

Tapi baru saja Billy di tegur oleh Bayu, tiba-tiba pintu kelasnya Lu San di tendang orang yang menimbulkan suara keras.


"Bang...!!"


Bayu dan Billy terlonjak kaget, sedangkan Lu San bersikap tenang dan menatap kearah pintu kelas.


Billy dan Bayu wajah mereka langsung pucat saat melihat 4 pemuda yang berdiri di depan pintu kelas, sedang menatap tajam kearah mereka bertiga.


Billy dan Bayu serta beberapa teman Lu San yang lain, langsung kembali ke bangku mereka masing-masing, menjauh dari Lu San.


"Kamu,... ya kamu... kemarilah..!"


ucap salah satu dari keempat orang itu menunjuk kearah Lu San.


Lu San menatap kearah mereka, dia pura-pura bodoh celingak celinguk, kemudian menunjuk hidungnya sendiri, dan berkata.


"Kakak berempat memanggil ku..?"


"Ya kamu,... siapa lagi..? kamu Lu San kan ?!"


ucap orang itu sambil melambaikan tangannya kearah Lu San.


Lu San merapikan buku-buku nya, kemudian berjalan kehadapan mereka dan berkata,


"Ya saya memang bernama Lu San, ada apa ya kak ?"


Pria berambut keriting gondrong itu, menatap Lu San dengan pandangan menghina, lalu berkata.


"Kami dengar dulu kamu adalah anak paling nakal, paling berkuasa, paling kaya di sekolah ini ya..?"


"Kabarnya kamu juga yang merasa paling jagoan di sekolah ini ya..?"


ucap si kribo sambil mempelototi Lu San.


Lu San buru buru menggoyangkan kedua tangannya kedepan dan menggelengkan kepalanya dengan cepat dan berkata,


"Kakak berempat telah salah paham, dan mendengar gosip tidak benar.."


"Saya Lu San orang biasa saja, mana punya kemampuan dan keberanian untuk menjadi orang yang seperti mereka gosip kan itu semua tidak benar.."


ucap Lu San berbohong dan pura pura takut.


Lu San bukan penakut, tapi dia juga tidak bodoh.


Dengan kondisinya saat ini, bila hanya menghadapi 10 orang preman biasa mungkin bukan masalah.


Karena di tubuhnya masih ada kekuatan Im Yang Sen Kung dan berbagai macam ilmu sakti lainnya.


Kedua tangannya masih dalam keadaan baik-baik saja.

__ADS_1


Dia masih tetap seorang jagoan berbahaya, bahkan pasukan elite pemerintah belum tentu sanggup menghadapi nya.


Tapi ke 4 orang ini tentu bukan orang biasa, Lu San dapat merasakan aura mereka yang kuat dan mengerikan.


Secara logika aja, pertarungannya dengan Michiko sangat menggemparkan dengan kekuatan mereka berdua yang seperti manusia super.


Kini setelah mendengar semua itu, masih ada yang berani mencari gara gara dengan nya, meski dia dalam keadaan cacat sekalipun, orang akan berpikir 100 kali untuk mencari masalah dengan nya.


Tapi keempat orang di hadapannya, ini seolah olah tidak perduli dan memang bertujuan menargetnya.


Itu hanya punya satu arti, mereka ini tentu memiliki kemampuan bahkan ada kemungkinan di atas Michiko.


Dan tebakan Lu San yang cerdik, tidak meleset.


ke 4 orang ini adalah murid Hei Pai Suang Kui yang di tugaskan oleh Wu Sin untuk mengawasi Michiko.


Untuk memudahkan mereka mencari informasi, Hei Pai Suang Kui, mengutus 4 muridnya yang berjuluk (4 iblis Lo Cha) untuk menyusup kedalam sekolah Kuang Ming agar bisa memantau gerak gerik Michiko.


Sambil tertawa mengejek, si kribo berkata,


"Buktikan ucapan mu, maka kami akan percaya padamu.."


"Apa ..apa yang bisa ku lakukan untuk menyenangkan hati ke 4 kakak ini..?"


tanya Lu San pura-pura bodoh.


"Berlututlah menyembah pada ku 3 kali, kemudian merangkak lah lewat sini, sambil menyalak seperti seekor anjing, maka aku akan percaya padamu."


Lu Sian berpikir di dalam hati, bila aku melawan, hanya ada satu kemungkinan, mereka pasti akan membuat kedua tangan dan kaki ku kembali hancur.


Agar aku mati segan mati tak bisa, untuk memancing Ayah dan ibu untuk ikut terlibat.


Saat ini aku juga tidak bisa mengharapkan Afei, karena dia kini sedang tidak ada di sini.


Satu satunya jalan adalah ikutin saja kemauan mereka, asal bisa melewati saat ini.


Harapan tetap akan ada, selama hutan masih ada tidak perlu takut kehabisan kayu bakar.


Sebagai orang pintar, aku harus bisa baca situasi, kapan harus maju kapan harus mundur, apalah artinya hinaan hari ini.. bila di bandingkan hancurnya seluruh masa depan ku.


Berpikir demikian.


Sambil mengigit bibirnya dengan keras, sampai berdarah dan sepasang mata sedikit basah.


Lu San menjatuhkan diri berlutut.


Hampir seluruh anak SMA Kuang Ming berkumpul di sana baik pria dan wanita ingin menyaksikan keramaian didepan kelas Lu San.


Banyak yang mensyukuri Lu San mendapatkan karma seperti hari ini, karena Lu San di masa lalu juga sering menindas orang.

__ADS_1


Mereka pada mengatakan ini adalah karma, yang harus Lu San terima.


Lu San tidak lagi memperdulikan tatapan semua orang di sana yang menatapnya dengan pandangan menghina, bahkan ada yang menertawainya dengan gembira.


Lu San mulai merangkak seperti seekor anjing yang menyalak nyalak melewati ************ si kribo.


Saat Lu San sedang melewati celah kaki si kribo.


Si kribo tiba-tiba menduduki punggungnya, dan berkata sambil memukuli pantat Lu San.


"Hayo menyalak lebih keras lagi, ayo lagi...!"


"Dasar anjing buduk, kamu pantas menjadi anjing...ha...ha...ha...ha...!"


Lu San menggertak kan giginya, menahan sabar, lalu dia menyalak sekeras kerasnya, bahkan dia menyertai nya dengan lolongan.


Airmata nya mulai menitik jatuh keatas lantai.


Akhirnya si kribo tertawa puas dan berdiri dari punggung Lu San lalu berkata,


"Bagus kamu bukan hanya bisa menyalak, bahkan bisa melolong...nah pergilah Anjing Lu..!"


ucap si kribo sambil menendang pantat Lu San dari belakang.


Hingga Lu San wajah nya nyungsep keatas lantai.


Lu San sambil tersenyum sedih berusaha bangun membersihkan wajah dan seragamnya yang sedikit kotor.


Tapi saat dia hendak bangun berdiri teman si kribo yang bermata sipit bermuka panjang seperti seekor kuda.


Menginjak bahunya dan berkata,


"Kapan aku mengijinkan mu berdiri, terhadapnya kamu memang sudah lolos ujian."


"Tapi terhadap aku kamu belum,.."


"Nah sekarang kamu jilat sepatu ku sampai bersih, maka aku akan mengampuni mu.."


ucap nya sambil tertawa mengejek.


Lu San menghela nafas panjang, di dalam hati dia berpikir mengandalkan orang lain lebih baik mengandalkan diri sendiri.


Pepatah itu sangatlah tepat, bila kamu kuat tentu kamu dengan mudah menemukan orang untuk membantu mu.


Seperti ayahnya menciptakan banyak pembantu termasuk Afei Aliu Peter Ho dan lainnya.


Tapi bila kamu lemah kamu pasti akan di tinggalkan, seperti dirinya saat ini.


Lu San sekali lagi menghela nafas panjang, kemudian ingin menunduk menjilat sepatu si muka kuda.

__ADS_1


Tapi siapa sangka baru saja Lu San menundukkan kepalanya kebawah.


__ADS_2