KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
SERANGAN PEMBALASAN DARI BRYAN


__ADS_3

Beberapa orang dari kelompok Mr RT melakukan protes ke panitia, soal Lu Sun yang tidak berniat tanding.


Tapi sengaja ingin melukai Mr RT, tapi protes mereka di tanggapi dengan dingin oleh panitia.


Salah satu panitia malah bertanya balik, mengapa baru sekarang mereka protes, kenapa saat Mr RT selalu melukai dan mencederai lawan-lawannya, mereka selama ini diam saja.


Mendapatkan pertanyaan ini, mereka pun terdiam tidak bisa menjawabnya.


Wasit memutuskan Lu Sun sebagai juara umum dan berhak meraih hadiah uang 10 kali lipat dari kemenangan juara pertama.


Jennifer dan Paman Hogan langsung berlari ke atas podium memeluk dan mencium Lu Sun, sambil tertawa gembira.


Karena pertandingan juara ke Dua dan ketiga masih setengah jam lagi jadwalnya.


Maka Lu Sun langsung menerima hadiah kemenangannya yang diserahkan oleh sponsor utama acara pertandingan panco ini.


Lu Sun melambaikan tangannya kearah paman Hogan dan Jennifer agar mendekat, untuk foto bersama saat menerima penyerahan hadiah.


Setelah bersalaman dan mengucapkan terimakasih kepada panitia sponsor yang menyeramkan hadiah.


Lu Sun kemudian menyerahkan hadiah tersebut kepada Paman Hogan dan Jennifer.


Setelah di ambil fotonya, mereka bertiga turun dari podium.


Di sambut suara tepuk tangan dan sorak-sorai dari para penonton pertandingan.


Lu Sun kemudian berbisik pada Paman Hogan dan Jennifer,


"Paman dan Jenn kalian berdua pergi mencairkan hadiah nya."


"Aku tunggu di lapangan parkir depan.."


"Tapi ini hadiah ini milikmu..?"


tanya paman Hogan bingung.


Lu Sun hanya menanggapinya dengan tersenyum dan berkata,


"Sejak kalian di podium tadi menerima nya, kini hadiah itu murni milik kalian berdua."


"Aku tidak membutuhkan hadiah itu, yang sekarang kubutuhkan adalah secepatnya kalian antar saya ke bandara."


Paman Hogan menatap Lu Sun tak percaya dan bertanya ulang,


"Kamu serius..? tidak akan menyesal..?"


Lu Sun tersenyum dan mengangguk sambil menjawab,

__ADS_1


"Pergilah ambil hadiahnya paman aku serius."


Paman Hogan memeluk Lu Sun sekali lagi dan berkata,


"Terimakasih banyak anak muda.."


Lu Sun mengangguk dan menepuk pundak paman Hogan dan berkata,


"Pergilah paman ambil hadiah nya.."


Paman Hogan dan Jennifer kemudian berjalan pergi mencairkan hadiah mereka.


Sedangkan Lu Sun dengan santai melangkah keluar dari bangunan itu, melewati bar tempat tadi dia berbuat keributan dengan Mark.


Bar tersebut terlihat gelap dan sepi, rupanya untuk menghindari masalah, pemilik bar membubarkan pegawainya.


Mempercepat menutup bar dan menghentikan segala aktivitas nya.


Lu Sun paham pasti bar takut dengan keributan tadi, sehingga tutup cepat.


Lu Sun tidak terlalu perduli dia dengan santai melangkah keluar dari ruangan bar tersebut.


Dia berjalan santai menuju lapangan parkir, sambil menikmati hembusan angin dan udara segar di luar ruangan.


Tiba-tiba insting Lu Sun merasakan ada bahaya yang sedang mengancamnya.


Lu Sun secara reflek menghindarinya, tapi tembakan itu tidak berhenti, Lu Sun segera bergerak menghindarinya sambil memasang mata mencari asal dan arah datangnya peluru.


Akhirnya Lu Sun melihat ada 3 orang di sudut berbeda di atap truk.


Mereka tiarap di atas sana menggunakan senapan Sniper berperedam suara.


Sedang mengincar dan menembakinya, setelah memastikan posisi mereka Lu Sun mengibaskan tangannya menghalau balik peluru-peluru tersebut kearah penembaknya.


Terdengar teriakan kecil dari tiga arah, ketiga orang penembak jitu berada di atap truk semuanya tewas dengan dahi tertembus peluru.


Di tempat lain di atap sebuah gedung di seberang jalan, Bryan dan saudara sepupunya Mark, sedang mengawasi Lu Sun menggunakan teropong militer.


Bryan berbicara lewat alat komunikasi militer yang tergantung di lehernya, agar Pasukan nya bergerak menyerang Lu Sun dengan seluruh kekuatan mereka.


Pertama-tama muncul sebuah mobil lapis baja yang bagian atas atapnya sedikit terbuka,ada yang menggunakan senapan mesin memberondong kearah Lu Sun sedang berdiri.


Tembakan itu hanya mengenai bangunan kaca etalase milik Bar yang sudah sepi.


Tapi tidak terlihat keberadaan Lu Sun di sana.


Si penembak sangat terkejut, saat menyadari ternyata Lu Sun kini berdiri di atap mobil tepat di sampingnya.

__ADS_1


Belum sempat bersuara tengkorak kepala nya sudah pecah ditepuk oleh Lu Sun.


Dari arah kiri kanan Lu Sun muncul 4 pengendara motor yang masing-masing membawa senapan mesin Laras pendek.


Memberondongi Lu Sun dengan tembakan senapan otomatis Laras pendek mereka.


Gerakan Lu Sun terlalu cepat untuk di ikuti pandangan mata biasa.


Tahu-tahu ke empat orang pengendara motor,terpelanting dari motornya, dengan kondisi leher patah.


Lu Sun yang sedang mereka tembaki menghilang lalu muncul di belakang boncengan mereka dan mematahkan leher mereka dari arah belakang.


Bryan yang mengamati dari tempat jauh sangat terkejut melihat kemampuan Lu Sun yang tidak masuk akal.


Lu Sun kini sedang berlari cepat mengejar kendaraan lapis baja yang memanfaatkan situasi kacau ingin melarikan diri.


Tapi naas baginya, Lu Sun sudah berada di atas atap mobilnya, dengan menggunakan cakar naga miliknya Lu Sun merobek atap mobil lapis baja itu seperti merobek kertas.


Kemudian Lu Sun menarik keluar supir dan kawan yang duduk di sebelahnya.


Kedua orang itu menjerit ketakutan, tapi Lu Sun tidak memperdulikan nya.


Sekali dia menggerakkan tangannya, seperti sedang mengadu dua butir telur.


Kepala kedua orang itu pecah berantakan, sebelum darah dan cairan otak yang berhamburan mengenai tubuhnya.


Lu Sun sudah melesat kearah 20 orang yang sedang menembaki dirinya dengan senapan Ak 47.


Tapi setiap Lu Sun menebaskan tangan nya, sebuah cahaya energi pedang akan melesat membelah mobil berikut orang yang berlindung dibalik mobil sambil menembaki Lu Sun.


Hanya dalam hitungan detik ke 20 orang yang berada di posisi berbeda-beda mengepung dan menembaki Lu Sun dari balik mobil.


Kini terlihat menjadi seonggok daging didekat bangkai mobil yang ikut terbelah.


Bryan terus berdecak kesal setiap anggota Geng nya tewas di tangan Lu Sun yang gerakannya sangat gesit dan cepat.


Kini Bryan kembali memberi perintah lewat alat komunikasi militer yang tergantung di lehernya.


Sebuah helikopter serang Apache dengan mode silent, muncul tiba-tiba dari balik gedung kemudian mulai melancarkan tembakan kearah Lu Sun.


Lu Sun terus bergerak cepat sambil berlari dan berlompatan menghindari tembakan helikopter tersebut.


Helikopter itu kemudian meng lock pergerakan Lu Sun dan memberikan tembakan rudal kearah Lu Sun.


Terjadi ledakan dahsyat di area parkir yang luas tersebut, tapi setelah asap dan debu hilang Lu Sun tidak terlihat dan terdeteksi.


Tahu-tahu sebuah kendaraan lapis baja melayang terbang menghantam Apache tersebut sehingga kehilangan kontrol.

__ADS_1


Berputar-putar kemudian jatuh kebawah dan meledak.


__ADS_2