KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
MENAWARKAN PEKERJAAN KE CHEERY


__ADS_3

"Sebagai seorang kakak adalah kewajiban ku melindungi semua adik adik ku.."


"Bila pun kamu maksa mendampingi ku, aku akan mendamprat dan mengusir mu dari sana.."


"Musuh terlalu kuat, aku tidak bisa biarkan kamu ikut terbaring di sini seperti aku.."


"Kamu adalah yang paling berbakat, diantara semua anak ayah, kamulah harapan ayah untuk menjajakan masa depan keluarga Lu.."


"Jadi bagaimana pun, kamu tidak boleh alami hal seperti ini."


"Kalau aku sudah tidak masalah, karena dari awal aku memang tidak berbakat kurang baik dan kurang rajin.."


"Itu semua orang tahu, bahkan Dan er pun meremehkan ku.."


ucap Lu San sambil tersenyum pahit.


Mendengar ucapan Lu San, Giok Lan sudah tidak bisa menahan diri untuk menutupi mukanya dengan kedua tangan,, menangis dalam diam sambil memunggungi Lu San.


Ying Ying juga berkaca kaca matanya dan menatap putranya dengan penuh kebanggaan.


"Afei,..ayo bangunlah kalau kamu masih mau mengakui orang tidak berguna ini sebagai kakak mu."


Afei langsung bangun dari posisi berlutut nya, dia langsung memeluk kakaknya dan menangis tersedu-sedu.


Di saat itulah Lu Sun baru melangkah masuk kedalam kamar dan berkata,


"San er ayah sungguh bangga pada mu, kamu adalah anak ayah yang paling hebat dan pantas menjadi contoh buat adik adik mu.."


"Ayah tapi aku kini..."


ucap Lu San terpotong oleh tangan Lu Sun yang menahan bibirnya.


"Sstt..! tidak perlu di teruskan dengarkan ayah.."


"Apapun kondisi mu, kamu tetap adalah anak pertama ayah yang paling ayah bangga kan.."


"Bersemangat lah, ayah pasti akan membantu mu untuk pulih kembali.."


Lu San menatap ayahnya dan menganggukkan kepalanya.


Dia sendiri lebih tahu dari siapapun kondisinya saat ini.


Dia tidak akan mungkin bisa pulih, sebenarnya dia merasa dirinya lebih baik mati saja.


Hanya dia tidak mungkin mengucapkan hal itu, yang akan membuat orang tuanya bersedih.


Lu San di rawat hampir satu bulan di rumah sakit, perkembangannya cukup baik, tapi dia tetap tidak bisa menggerakkan kaki dan tangannya.


Kemana mana harus menggunakan kursi roda, ke kamar mandi pun harus di urus oleh perawat.


Cherry adalah perawat yang dipilih sendiri oleh Lu San untuk mengurus semua keperluannya.


Hubungan mereka berdua sangat dekat dan akrab.

__ADS_1


Cherry sudah menganggap Lu San sebagai adiknya sendiri, begitu pula Lu San dia menganggap Cherry sebagai kakak perempuan nya.


Selama Lu San di rumah sakit hampir setiap hari Deborah dan Alicia pasti selalu menyempatkan diri mengunjunginya, menemani nya bercerita.


Mengajaknya jalan jalan di taman rumah sakit mencari udara segar.


Di dalam hati Lu San sangat berterimakasih kepada kedua gadis itu, tapi Lu San tahu dia tidak mungkin bisa bersama mereka.


Dia tidak boleh merepotkan kedua gadis itu, biarlah dia membawa perasaan nya pada Deborah hingga akhirnya hayatnya secara diam-diam.


Perasaannya cukup dia sendiri saja yang tahu.


Selama sebulan ini, Lu San tidak pernah menolak kehadiran mereka berdua, karena dia benar benar ingin menikmati hari hari bahagia nya selama sebulan ini dengan puas.


Agar dia punya kenangan saat mereka berpisah nanti.


Hari ini adalah hari terakhir Lu San dirumah sakit, juga merupakan hari terakhir yang diputuskan oleh Lu San untuk bertemu dengan Deborah dan Alicia.


Lu San pagi-pagi sudah di temani oleh Cherry berjemur pagi di taman rumah sakit.


"Kak Cherry bagaimana kelanjutan kasus mu dengan Dr Toni ?"


tanya Lu San tiba-tiba.


"Semua berjalan lancar, Toni sudah di vonis hukuman penjara 20 tahun, dan mendapatkan hukuman tidak bisa menjadi pria normal lagi ."


ucap Cherry datar..


Baginya dihukum apapun Toni, sudah tidak bisa mengembalikan kebahagiaan nya yang sudah di rusak oleh bangsat itu..


tanya Lu San kembali.


Cherry tersenyum sedih dan berkata,


"Hubungan kami sudah berakhir, kami sudah resmi bercerai, saat masalah ku dan bangsat itu di bawa ke pengadilan.."


Lu San mengangguk dan berkata,


"Sudahlah kalau dia tidak bisa terima buat apa di paksakan ."


"Kak kakak mau tidak bekerja pada ku ?"


tanya Lu San hati hati.


"Maksudnya..?"


tanya Cherry bingung.


"Begini kak, kalau kakak bersedia, kakak bisa menjadi perawat ku, tugas kakak adalah menjaga menemani dan merawat ku, hingga aku pergi.."


"Tapi kakak tidak perlu khawatir, setelah aku pergi, kakak akan ku rekomendasikan pada mama Giok untuk urus perusahaannya di Amerika."


"Jadi masa depan kakak di jamin bakal jauh lebih cerah ketimbang kerja di sini.."

__ADS_1


"Tapi ini cuma tawaran, mau atau tidak semua terserah pada pilihan kakak.."


"Aku menawarkan pada kakak, karena merasa sudah cocok dengan kakak, hanya itu saja tidak lebih.."


Cherry tersenyum senang dan berkata,


"Kamu serius mau jadikan aku perawat pribadi mu, ?"


"Bukannya di sisi mu sudah Deborah dan Alicia, bagaimana bila mereka cemburu pada ku, karena status ku saat ini mudah ngundang gosip.."


Lu San tersenyum dan berkata,


"Terus terang saja, setelah dari rumah sakit ini, aku sudah memutuskan tidak akan berhubungan dengan mereka berdua lagi.."


"Loh kenapa..?"


tanya Cherry penasaran.


"Kakak,...aku tidak mau menjadi beban bagi mereka, aku tahu betul kondisi ku sendiri, bila terus bersama ku, mereka tidak akan punya masa depan yang jelas."


"Dari pada kelak mereka menyesal dan bersedih, lebih baik sekarang saja, sebelum hubungan kami melangkah terlalu jauh ."


"Lebih baik sakit sesaat ketimbang sakit berkepanjangan.."


"Bagaimana kakak setuju tidak ?"


tanya Lu San kembali.


Cherry tertawa dan berkata,


"Tentu saja aku setuju lah.."


"Aku tadinya juga ingin berhenti dari tempat ini, setelah kamu keluar dari rumah sakit.."


"Loh kenapa kak..?"


tanya Lu San heran.


"Jujur saja setelah kejadian itu, aku sudah tidak nyaman bekerja di sini, dulu aku terus bertahan."


"Karena gaji di sini lumayan, aku juga dapat makan dan uang transportasi, sehingga gaji ku yang utuh bisa kuberikan kepada suami ku, untuk membantunya cicil rumah."


"Tapi setelah kini kami sudah bercerai, aku sudah tidak memerlukan gaji besar lagi, jadi aku sudah tidak perlu bertahan kerja di tempat yang penuh dengan kenangan buruk itu ."


Lu San menghela nafas panjang dan berkata,


"Aku paham karena aku juga mengalami hal yang tidak kalah buruk dari kakak."


"Bicara melupakan dan hiduplah dengan bahagia, itu mudah bila tidak mengalaminya.."


"Nah aku tidak janji kerja dengan ku mudah, tapi yang jelas imbalan dan masa depan aku jamin keluarga Lu pasti bisa berikan yang sesuai.."


ucap Lu San apa adanya..

__ADS_1


..


__ADS_2