KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
MENEMUI ROLAND ATASAN HENRY


__ADS_3

"Nona besar tenang saja, sekarang juga aku akan pergi ke kantor polisi untuk mengurusnya."


"Masalah John aku akan bantu usahakan jalan keluarnya."


"Hanya saja masalah Alberto, ini berhubungan dengan surat wasiat dari paman mu Clooney."


"Aku tidak bisa apa-apa karena di wasiat memang tertulis dia lah pewaris berikutnya kekayaan keluarga Gunman.."


"Kecuali dia terbukti melanggar hukum, dan harus masuk penjara, bila tidak dia tetap adalah pewaris tunggal nya seluruh kekayaan paman mu."


ucap Robert Lam serius.


Giok Lan mengangguk dan berkata,


"Tidak apa-apa paman Robert, aku percaya padamu."


"Tolong bantu aku mengurus sebisanya saja.. terutama masalah John dulu."


"Kasihan Nicole yang sedang hamil tua, bila suaminya masuk penjara."


"Aku takut akan mempengaruhi psikisnya, yang bisa berdampak buruk terhadap kandungan nya.."


Robert Lam mengangguk dan berkata,


"Nona besar tenang saja, aku sudah ikut dengan mendiang ayahmu, selama 30 tahun lebih, masalah mu adalah masalah ku juga..aku pasti akan berusaha yang terbaik.."


"Ohh ya paman, kenalkan ini suami ku, Lu Sun.."


Lu Sun langsung maju menyalami Robert Lam dengan ramah dan berkata,


"Senang berkenalan dengan Anda paman Lam.."


Sambil menyalami Lu Sun, Robert Lam menoleh kearah Sandra dan berkata,


"Ha..ha..ha..bagus..bagus.. Nona besar, kamu mewarisi bakat ayah mu, investasi mu ini, jelas sangat tepat dan baik.."


Sandra wajahnya langsung merah dan berkata,


"Paman ini bicara apa? dia suamiku bukan saham atau modal yang bisa dibuat invest.."


Paman Lam kembali tertawa dan berkata,


"Ha..ha..ha..! benar benar nona besar maaf aku yang salah.."


"Tuan Lu, reputasi anda meski jauh di negeri tirai bambu sana, tapi sampai di sini pun sudah terdengar."


"Seumur hidup ku aku cuma kagum dengan ayahnya Sandra, tapi kini setelah dia punya mantu.."


"Aku harus menambah satu orang lagi..ha..ha..ha..!"


ucap Robert Lam sambil tertawa gembira.


"Maksud paman putrinya,..?"


ucap Lu Sun sambil tersenyum.


"Ha..ha.ha..! benar benar putrinya, karena sangat pintar memilih.."


ucap Paman Lam sambil tertawa.

__ADS_1


"Paman aku ingin ikut paman ke kantor polisi, mencari tahu tentang tuduhan yang dilontarkan oleh kepolisian ke John boleh paman..?"


ucap Lu Sun mengalihkan pembicaraan ke yang lebih serius.


Paman Lam mengangguk dan berkata,


"Kalau tuan Lu ingin ikut kesana, tentu dengan senang hati aku akan menerimanya.."


"Ayo kita berangkat sekarang.."


ucap Paman Lam.


Lalu dia pun merangkul bahu Lu Sun berjalan meninggalkan ruangan tamu, menuju mobil sport Lamborghini nya.


Sesaat kemudian mobilnya pun menderu meninggalkan kediaman Paman Clooney menuju kantor polisi.


Setelah Lu Sun dan pengacara Robert Lam pergi, Giok Lan dan Ying Ying kembali masuk kedalam kamar Nicole untuk menjaga dan menghiburnya.


Tak lama kemudian Lu Sun dan Robert Lam sudah tiba di kantor polisi.


Robert Lam langsung membawa Lu Sun menuju ruangan kantor kepala polisi kenalan lama nya.


Setelah bertemu ngobrol basa basi sebentar Robert Lam pun membuka pembicaraan mengenai maksud kedatangannya..


"Roland klien ku yang bernama John baru saja di tahan oleh anak buah mu yang bernama Henry."


"Boleh tidak aku melihat bukti bukti yang memberatkan klien ku, dan menjaminnya keluar dari sini.."


tanya Robert Lam membuka pembicaraan.


"Aku tahu kamu tiap kali datang menjengukku sambil membawa makanan pasti ada maunya.."


"Baiklah tunggu sebentar dasar kamu ini.."


Tapi tangan nya tetap bergerak menelpon anak buahnya,


"Halo Henry kamu kemari sekarang, sekalian bawa berkas berkas dan bukti bukti yang kamu kumpulkan dari kasus John yang sedang kamu tangani."


Setelah itu Roland pun menutup telponnya.


Lalu berkata,


"Anak buah ku yang satu ini sangat memusingkan dan keras kepala, kalian bersabarlah sedikit, aku akan mengurusnya.."


Robert Lam tersenyum dan memberikan tanda jempol keteman ya dan berkata,


"Land terakhir kapan kita pergi nonton striptis, ? sudah lama ya rasanya..?"


"Minggu ini kapan kamu ada waktu luang, kita jalan jalan yuk..?"


"Udah lama sih, ada 3 bulan mungkin, Minggu ini sepertinya gak bisa, istriku sedang ada di sini.."


"Minggu depan nanti aku kabarin bila ada waktu.."


ucap Roland sambil tersenyum nakal.


"Baiklah aku tunggu kabar mu, ada tempat baru dan barang baru nih, kamu harus mencobanya, bila tidak nyesal kamu land.."


ucap Robert Lam menggoda temannya.

__ADS_1


"Aihh kamu melebih lebih kan paling paling gitu gitu aja lah,"


"wanita di mana mana sama aja lah barang nya, mana ada yang beda.."


Robert Lam menggoyangkan tangannya dan berkata,


"Kamu salah land yang ini beda.."


Lalu dia berdiri menghampiri Roland dan berbisik-bisik.


Lalu Roland menoleh kearah Robert Lam dan berkata,


"Kamu serius Beth,..?"


Robert Lam mengangguk dan berkata,


"Sejak kapan aku pernah menipu mu..? tentu saja aku serius.."


Sesaat kemudian kedua orang itu pun tertawa penuh arti.


Lu Sun yang duduk di sana hanya memilih diam pura-pura tidak mendengarnya.


Padahal pendengaran nya yang tajam, tentu mendengar semua pembicaraan kedua orang itu.


Meski tidak begitu mengerti bahasa mereka tapi Lu Sun bisa menebak apa kira kira topik yang sedang mereka bahas.


Tapi dia memilih pura-pura tidak tahu, dia tidak ingin ikut terlibat.


Tujuan kedatangannya bukan untuk hal itu.


Tujuan kedatangannya kali ini adalah untuk mengurus masalah John.


Lu Sun yakin tempat yang di bicarakan oleh Robert Lam ini pasti night clubs baru milik Yamada.


Bajingan itu apa yang tidak bisa dia lakukan, pasti para gadis baik baik itu dia culik dari negara nya, untuk dia perdagangkan di sini.


Melihat kelakuan si Nagato dulu, Lu Sun yakin buah jatuh gak jauh dari pohonnya, si Yamada itu pasti jauh lebih cabul dan brengsek.


Hal itu terbukti saat pertemuan pertama mereka tadi pagi di areal perkebunan paman Clooney.


Sesaat kemudian pintu di ketuk dari luar, lalu Henry berjalan masuk kedalam ruangan di temani oleh Sarah yang membawa sekotak berkas. dan barang bukti.


Saat melihat keberadaan Lu Sun di sana, Henry pun langsung mengerutkan alisnya menatap kearah Lu Sun dengan tajam.


Lu Sun pura-pura tidak melihatnya, sesaat kemudian detektip Henry, kembali menoleh keatasannya dan berkata,


"Semua berkas dan barang bukti ada di sini, sebenarnya ada apa ini..?"


"Henry kamu kembalilah ketempat mu, melanjutkan pekerjaan mu.."


"Sarah kamu tetap tinggal di sini sebentar.."


ucap Roland tegas.


"Tapi pak semua barang bukti ini adalah kasus ku, setidaknya aku harus tahu ada apa ini.."


"Barang bukti ini kuperoleh tidak mudah, bila ada yang kurang, semua jerih payah ku bisa kacau.."


ucap Henry kurang puas.

__ADS_1


"Henry,..!! jaga ucapan dan sikap mu itu, ingat kamu sedang bicara dengan siapa..!"


ucap Roland sedikit emosi.


__ADS_2