
"Kalau bukan karena segel sialan dari Dewa Agung."
"Alam Semesta ini sudah lama aku lenyapkan ."
ucap Lu Sun yang kesurupan.
Tan Sim Houw berusaha mati-matian mengerahkan seluruh kemampuan nya untuk melakukan tekanan kearah Naga Siluman Semesta.
Tapi Naga itu membuka mulutnya menyemburkan api hijau dan kabut beracun kearah Tan Sim Houw.
Racun itu mengunci aliran Chi dan tenaga day Tan Sim Houw, melumpuhkan sebagian besar kekuatannya.
Golok maut yang di gigit oleh Naga Siluman Semesta hancur berkeping-keping.
Dengan sebuah raungan keras, Naga Siluman Semesta yang kini menunjukkan wujud aslinya secara keseluruhan.
Membuat Tubuh Tan Sim Houw terpental membentur tanah, lalu bergulingan hingga akhirnya punggungnya menabrak sebuah batu besar hingga hancur berantakan.
Baru Tubuh Tan Sim Houw terkapar mengenaskan di atas tanah, dengan Mulut hidung mata lubang telinga mengalir darah segar.
Dia berusaha bangkit duduk, tapi setelah berhasil dia terbatuk-batuk beberapa kali dan memuntahkan darah segar.
Tan Sim Houw membatin dalam hati, "kelihatannya takdir kematian ku akhirnya tiba."
"Tapi dengan sisa kekuatan ku, aku harus membantu menyadarkan pemuda itu, agar tidak di kontrol oleh naga jahat ini.."
Roh ditubuh Tan Sim Houw keluar dari jasad kasarnya, sebelum api hijau menghanguskan jasad kasarnya.
Roh halusnya bersama kedua roh iblis hitam putih masuk kedalam tubuh Lu Sun secara bersamaan.
Roh iblis hitam putih juga kehilangan tempat tinggal mereka, Setelah golok maut di hancurkan oleh Naga Siluman Semesta, dan mereka membutuhkan tempat baru untuk menampung roh mereka.
Bila tidak menemukan tempat untuk menampung Roh mereka,, mereka akan hangus tak berbekas.
Di dalam tubuh Lu Sun kini terjadi pertempuran antara roh asli Lu Sun di bantu oleh roh Tan Sim Houw dan sepasang iblis hitam putih.
Melawan Naga Siluman Semesta yang ingin menguasai tubuh dan pikiran Lu Sun.
Jasad kasar Lu Sun terlihat sangat menderita, dia beberapa kali memuntahkan darah segar dari mulutnya.
Tubuhnya sebentar mengeluarkan cahaya hitam putih, lalu berubah menjadi biru, lalu hijau, lalu kembali ke warna merah biru.
"Anak muda kamu harus bertahan, kami bertiga akan berikan seluruh kekuatan kami pada mu.."
__ADS_1
"Jangan biarkan Naga Siluman Semesta menguasai tubuh mu, kamu harus mendorong nya masuk kembali kedalam pedang."
"Lalu menyegelnya di sana, bila tidak tahu caranya, gunakan ilmu telepati ku.."
"Minta bantuan pada dewa agung...'
Setelah menyampaikan pesan ke batin Lu Sun, seluruh energi kekuatan Tan Sim Houw bersama Iblis hitam dan putih.
Menyatu ke tubuh Lu Sun, sebagai imbalannya tubuh Lu Sun tiba-tiba mendapatkan kekuatan yang sangat besar.
Mampu mengimbangi, bahkan perlahan-lahan berhasil mendorong Roh Naga Siluman Semesta kembali kedalam pedang.
Mengikuti petunjuk dari pikiran Tan Sim Houw yang tertinggal di dalam tubuhnya.
Lu Sun segera mengirim pesan permohonan bantuan ke dewa Agung lewat tenaga batinnya, sebagai jawaban dari pesan yang Lu Sun kirim.
Dari langit muncul seberkas sinar cahaya keemasan, yang kemudian membentuk sesosok manusia, yang wajahnya selalu tersenyum ramah.
Pergerakan waktu menjadi terhenti seiring kemunculan Dewa agung.
Sambil tersenyum Dewa agung menuliskan 3 huruf emas di udara, lalu dengan telapak tangannya, dia mendorong 3 tulisan itu, kearah batang pedang naga siluman.
Ketiga huruf emas itu menyatu ke batang pedang, seketika seluruh aura garang dan ganas pedang naga siluman kini lenyap tak berbekas.
Dewa agung Tersenyum kearah Lu Sun, tanpa mengucapkan apa-apa tubuhnya kembali berubah menjadi cahaya mas, lalu naik keatas langit.
Setelah Dewa agung menghilang, waktu yang sempat terhenti kini kembali lagi menjadi normal.
Sedangkan Roh Tan Sim Houw dan iblis hitam putih, setelah memberikan kekuatan mereka ke Lu Sun.
Roh mereka keluar dari tubuh Lu Sun, lalu lenyap terbawa angin.
Golok Maut yang tergeletak di atas tanah perlahan-lahan hancur menjadi serpihan debu pasir halus tanpa bersisa.
Lu Sun yang sempat melihat hal ini, bergumam lemah.
"Golok ada orang ada, golok tiada orang pun sirna.." (Dao Cai Jen Cai Dao Wang Jen Wang ).
Lu Sun teringat dengan dirinya, di jaman lalu yang menghilang bersama pedang biru milik Xue Yen.
Lu Sun mengambil pedang Naga Siluman Semesta yang tergeletak di depan nya.
Lalu dia memasukkan pedang tersebut kedalam sarungnya, dengan sekali kibasan tangan, pedang tersebut lenyap masuk kedalam gelangnya.
__ADS_1
Sambil menghela nafas panjang, Lu Sun lalu memejamkan matanya, mencoba memulihkan sirkulasi aliran darah dan tenaga nya yang kacau.
Beberapa saat kemudian, sebuah helikopter mendarat tidak begitu jauh dari lokasi Lu Sun, yang sedang duduk sambil memejamkan matanya.
Dua orang wanita cantik turun dari dalam pesawat dengan tubuh terbungkuk- bungkuk, berjalan menghampiri Lu Sun.
Mereka sedikit membungkukkan tubuhnya untuk menghindari angin baling baling dari helikopter yang belum berhenti, meski helikopter sudah mendarat dan mesin sudah di
matikan.
Lu Sun dalam meditasi nya, dapat merasakan kekuatan dan seluruh rangkaian ilmu golok milik Tan Sim Houw, beserta ingatan tentang pengalaman tempur Tan Sim Houw.
Di dalam hati Lu Sun sangat berterimakasih dan kagum dengan kemampuan sang legenda hidup itu.
Lu Sun benar-benar tahluk luar dalam terhadap Tan Sim Houw, ternyata Tan Sim Houw tidak punya maksud membunuh Lu Sun.
Dia hanya ingin menguji dan memuaskan hasrat tarungnya saja, terhadap Lu Sun.
Bila dia serius ingin membunuh Lu Sun, bahkan sebelum sempat Lu Sun mengeluarkan pedang naga siluman, Lu Sun pasti sudah tewas di tangannya.
Ilmu Golok Maut perubahannya terlalu dahsyat dan luar biasa, untuk bisa di pahami dan di antisipasi oleh Lu Sun.
Lu Sun sadar, yang mengalahkan Tan Sim Houw bukan dirinya, tapi pedang Naga Siluman Semesta milik Wu Song.
Bahkan yang menyelamatkan diri nya adalah Tan Sim Houw dan kedua roh iblis yang ada di tubuh Golok Maut.
Setelah berhasil mengontrol kekuatan Tan Sim Houw yang di alihkan ke dirinya, Lu Sun kemudian menyatukan dengan kekuatannya sendiri.
Lu Sun dapat merasakan kekuatannya kini mengalami peningkatan yang sangat besar.
Setelah menyelesaikan latihannya, Lu Sun perlahan-lahan baru membuka matanya.
Begitu matanya terbuka, yang pertama di lihatnya adalah kedua istrinya yang duduk di hadapannya.
Sedang menatap kearahnya dengan tatapan cemas dan khawatir.
Lu Sun tersenyum dan berkata,
"Kalian berdua tidak perlu khawatir, aku baik-baik saja.."
"Aku saat ini hanya merasa sangat lapar, ingin makan masakan buatan mu sayang.."
ucap Lu Sun sambil tersenyum menatap Xue Yen.
__ADS_1