KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
TAKESHI LIM TERJEBAK


__ADS_3

Takeshi Lim perlahan-lahan menggeser kakinya mendekat kearah Afei.


Afei tidak bergerak dia memilih berdiri tenang sambil menatap dengan tajam kearah Takeshi Lim.


Setelah mereka jarak Afei sudah dalam jangkauan Takeshi Lim, dia sambil berteriak langsung melancarkan dua pukulan tinju kearah dada dengan sangat cepat di susul dengan sebuah pukulan tinju kearah hidung Afei.


Dengan tubuh sedikit terbang menerkam ke arah Afei.


Begitu Afei menangkis Ketiga pukulan cepat itu, Takeshi Lim yang memanfaatkan tenaga dorongan tangkisan Afei langsung melakukan tendangan memutar.


Saat tendangan memutar pertama nya di hindari oleh Afei dengan menarik wajahnya kebelakang.


Dia langsung memberikan tendangan susulan kearah dada Afei dengan gerakan cepat dan Cantik selagi badannya melayang di udara.


Tapi tendangan tersebut dengan cepat berhasil di tangkap oleh cengkraman tangan kanan Afei di pergelangan kaki nya.


Di saat bersamaan tangan kiri Afei juga bergerak mencengkram kearah sambungan lutut Takeshi Lim


Afei melakukan nya sambil berteriak,


" jurus ke 12 Shuang Lung Qu Sui.!" (Sepasang Naga Mencari Air )


Afei mengangkat tubuh Takeshi Lim keatas seperti sedang menimba air keatas.


Tubuh Takeshi Lim terlempar ke atas udara.


Tapi Takeshi Lim berhasil memperbaiki posisi nya agar tidak jatuh terjengkang di atas arena dengan melakukan gerakan salto di udara yang indah.


Afei sambil berteriak tubuhnya melesat ke atas udara,


"Jurus ke 7 Tu Ran Qi Lai.(Mendadak terbang keatas )


"Jurus ke 2 Fei Lung Cai Thian.." (Naga Terbang di Langit)


Tubuh Afei yang mendadak berada di atas tubuh Takeshi Lim yang sedang bersalto.


Afei melepaskan pukulan yang mengeluarkan suara raungan naga yang menggetarkan.

__ADS_1


Seekor Naga mas berwarna kemerahan melesat ke arah Takeshi Lim, tapi Takeshi dengan gerakan tidak masuk akal seperti seekor ikan yang melenting diudara.


Dia berhasil menghindar dari serangan yang Afei lepaskan sehingga menghantam ke arah arena hingga menimbulkan sebuah lubang besar.


Karena Arena yang tersedia telah rusak, kedua orang itu begitu mendarat diatas tanah.


Tubuh mereka berdua langsung mumbul ke udara saling bertukar serangan.


Andi menyerang melakukan tekanan dengan sepasang telapak tangan terbuka, memainkan jurus Lung Zhan Ye Ya (Naga bertempur di alam liar ) yang merupakan jurus Ketiga dari Xiang Lung Se Pa Cang.( 18 Tapak Penahluk Naga ).


Dimana dari sepasang telapak tangan terbuka Afei terus terdengar suara raungan naga mengamuk dan cahaya merah biru berbentuk bayangan kepala Naga terus menerkam dan menerjang kearah Takeshi Lim.


Tapi Takeshi Lim ini juga aneh, dia seperti tidak takut sama sekali dengan jurus dahsyat yang sangat tidak lumrah di jaman modern ini.


Takeshi Lim dengan tenang menghindar dan menangkis sambil bergerak mundur berterbangan diudara.


Tubuhnya di selimuti cahaya yang membentuk sebuah gelembung berwarna biru transparan yang membungkus dirinya di dalam.


Sesekali dia juga membalas melakukan serangkaian serangan tinju dan tendangan yang mengeluarkan cahaya kehijauan melesat kearah Afei menerjang Cahaya merah ke emasan yang berbentuk kepala seekor Naga.


Bila kedua energi dahsyat itu bertemu di udara, akan menimbulkan suara getaran dahsyat , hingga ke arena Tao Lu dan para penonton di stadion tersebut yang jaraknya cukup terpisah jauh dari arena San Da.


Sesekali mereka berdua akan turun keatas tanah, menotol ringan di atas tanah, lalu tubuh mereka kembali melayang di udara, sambil saling meneruskan serangan mereka masing-masing.


Para penonton hingga wasit sudah sedari arena meledak hancur terkena pukulan Afei, mereka merasa akan ada bahaya.


Mereka secara otomatis sudah bergerak menjauh, dari sana.


Mereka meneruskan menonton dari jarak jauh tanpa ada yang sanggup memisahkan.


Ratusan jurus telah berlalu, masing-masing dari mereka sudah mulai mengeluarkan ilmu yang semakin lama semakin dahsyat.


Tapi pertarungan masih berlangsung imbang, setengah jam sudah berlalu, padahal menurut aturan hanya ada 3 ronde, setiap ronde 2 menit.


Tapi saat ini pertarungan yang berlangsung sengit ini, sudah berubah menjadi perkelahian hidup dan mati.


Tanpa ada yang bisa mencegahnya, karena tidak ada yang memiliki kemampuan untuk menghentikan perkelahian mereka.

__ADS_1


Sebenarnya Lu Sun bisa saja menghentikan pertandingan itu, begitu pula Giok Lan dan Ying Ying.


Tapi mereka berdua di cegah oleh Lu Sun yang terus mengamati pergerakan Takeshi Lim dengan penuh ketertarikan.


Samar samar Lu Sun melihat ada persamaan gerakan dengan yang di lakukan oleh Tan Sim Houw dahulu.


Hanya saja yang di mainkan oleh Takeshi jauh lebih sempurna, perbedaannya hanya terletak pada kekuatan tenaga dalam dan Chi yang Takeshi miliki, tidak lah sekuat milik Tan Sim Houw.


Tapi kekuatan kedua anak yang sedang bertarung ini sudah jauh melampaui kekuatan Tan Kee Lok.


Semakin bertempur dan bertukar serangan Afei semakin penasaran dengan Takeshi Lim yang selalu berhasil mengimbanginya, meski sedikit terlihat lebih terdesak oleh nya.


Karena Afei memiliki ilmu yang lebih banyak ragamnya dan penguasaan semua ilmunya pun lebih matang.


Bahkan dalam hal tenaga dalam, Afei masih unggul beberapa tingkat di atas Takeshi.


Takeshi masih bisa bertahan berkat keunikan geraknya, dan Afei tidak benar-benar menurunkan tangan keji padanya.


Sedangkan Takeshi gerakannya jauh lebih keji dan sadis, setiap gerakan yang dia lakukan adalah ingin mencabut nyawa Afei.


Tapi dari sepasang mata Takeshi terlihat dia sangat mengagumi kemampuan Afei, yang bisa mendesak nya.


Saat Afei mulai menggunakan Xi Xing Ta Fa (ilmu Penghisap Bintang ) yang bisa menyedot energi tenaga dalam maupun Chi lawannya.


Takeshi sangat terkejut saat merasa tenaga dalam miliknya terus berpindah ke tubuh Afei tanpa terkendali.


Dia menatap wajah Afei dengan wajah sebentar pucat sebentar merah, dia mulai terlihat panik bercampur ngeri.


Telapak tangannya yang di gunakan untuk memukul dada Afei kini melekat di sana tidak berhasil dia lepaskan.


Dia berulang kali mengerahkan tenaga, untuk menarik kembali tangannya, tapi bukannya terlepas, tapi malah tenaga dalam nya semakin cepat berpindah ke tubuh Afei.


Karena kehilangan akal, secara asal dia melayang kan kakinya menendang ************ Afei, dan tangan lainnya yang bebas dia gunakan untuk mencolok sepasang bola mata Afei.


Tapi apes baginya kakinya kini malah ikut menempel di ************ Afei tidak bisa di lepaskan.


Sedangkan jari tangan nya, bukan nya, mendarat di mata Afei.

__ADS_1


Tapi kini malah di gigit oleh mulut Afei.


Melihat kondisi memalukan ini, wajah Takeshi sampai merah padam, sepasang matanya mulai basah, karena kesal bercampur malu.


__ADS_2