KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
ROMBONGAN NENEK LU TIBA


__ADS_3

"Apa...apa yang sebenarnya terjadi ? katakan dengan jelas mantu ku...jangan seperti ini.."


ucap Kevin Liu sambil membungkuk berusaha membangunkan Lu Sun untuk berdiri.


Lu Sun berdiri dengan kepala tertunduk dia merangkul pundak ayah mertuanya dan berkata,


"Ayah Ying Ying telah pergi... meninggalkan kita.."


"Aku belum tahu bajingan mana yang mencelakainya, tapi aku bersumpah akan mencari dan memberikan balasan setimpal padanya."


ucap Lu Sun sambil memegangi tubuh ayah mertuanya yang limbung karena shock.


Dengan suara gemetar, Kevin Liu bertanya,


"Di..dimana...jasad putriku kini...? anak malang itu..."


Lu Sun membimbing ayah mertuanya masuk kedalam kamar di mana Ying Ying terbaring di ranjang dengan wajah seperti orang tertidur.


"Ayah San er sangat bersedih baru kehilangan ibunya, dia baru saja tertidur karena lelah.."


"Harap ayah bisa menahan diri.."


ucap Lu Sun berpesan.


Karena khawatir ayah mertuanya histeris.


Kevin Liu mengangguk mengerti, dia berjalan pelan menghampiri Ying Ying dengan airmata bercucuran dia berbisik-bisik didekat telinga Ying Ying sambil membelai rambut Ying Ying dengan pelan.


Lu Sun berpaling kemudian dia berjalan keluar dari kamar tersebut dengan perasaan hampa.


Dia tidak kuat berada di dalam kamar berlama-lama, setiap dia melihat wajah Ying Ying yang telah pergi.


Hatinya bagai ditusuk oleh tombak bercagak tiga dan terus mengalirkan darah, begitu perih dan sakit.


Dia benar-benar tidak rela, tapi dia sadar dia juga tidak berdaya menahan kepergiannya, bila tidak berpikir dia masih memiliki tanggung jawab terhadap ketiga anak dan kedua istrinya yang lain.


Ingin rasanya dia pergi menyusul kemana pun Ying Ying pergi, ingin rasanya dia melepaskan semuanya, melepaskan kepenatan hidup yang terasa tidak ada artinya lagi.


Lu Sun kembali berdiri di depan balkon menatap langit seorang diri, dengan cara ini dia sedikit terhibur.


Karena di langit yang biru, dia seolah-olah dapat melihat wajah Ying Ying yang terus tersenyum lembut menatapnya.


Seolah-olah dengan senyum tersebut Ying Ying ingin menghibur hatinya yang sangat kesepian.


Xue Yen dan Nenek datang hampir bersamaan dengan kedatangan Viktor, Jimmy Huang, kakek Huang Fei Nan dan Peter Ho.


Mereka bertemu di lobby rumah sakit tanpa banyak bicara, mereka berenam buru-buru langsung bergerak menuju ruang VVIP rumah sakit

__ADS_1


Begitu masuk kedalam ruangan, mereka langsung melihat Lu Sun yang sedang berdiri terpekur seorang diri menatap langit.


Nenek memberi kode agar Xue Xue pergi menghiburnya.


"Kalian berempat terimakasih sudah datang kemari, silahkan duduk dulu."


"Biar aku melihat kedalam.."


ucap Nenek sambil mempersilahkan Viktor, kakek Huang, Jimmy Huang dan Peter Ho untuk duduk di sofa.


Nenek langsung bergegas masuk kedalam kamar, setelah masuk kedalam kamar, nenek berdiri mematung menatap cucu menantu kesayangan nya yang terbaring di sana sedang ditemani Kevin Liu.


Nenek mengangguk kecil kearah Giok Lan yang duduk tidak jauh dari sana sambil memeluk Lu San yang tertidur.


Giok Lan membalas anggukan nenek dengan tatapan mata penuh kesedihan yang tidak bisa di ungkapkan.


Nenek menghampiri Ying Ying dari sisi lain, kemudian berkata,


"Cucu mantu ku yang baik, kamu beristirahatlah dengan tenang, biar tubuh tua ini hancur lebur, aku juga akan mencari keluar orang yang berani mencelakai mu.."


Nenek turut membelai kepala Ying Ying kemudian membungkuk mencium kening Ying Ying.


Tak lama kemudian nenek berjalan keluar dari dalam kamar, dia ikut duduk di sofa sambil menatap kearah Viktor dia berkata,


"Vik coba kamu lacak, siapa pelakunya dan siapa dalang di balik kejadian ini.."


Viktor berusaha meretas server komputer kepolisian mencari informasi tentang kejadian yang menimpa Ying Ying.


Setelah mendapatkan data lengkap tentang kejadian tersebut beserta lokasi di mana kejadian tersebut terjadi.


Viktor pun melanjutkan meretas satelit mencari informasi kejadian di gunung Qi Xia.


Tidak butuh waktu lama dia sudah berhasil menelusuri rekaman video kejadian tersebut dengan lengkap.


Siapa pelakunya dan kemana arah perginya si pelaku, terus di lacak oleh Viktor, beberapa pelaku yang menghilang kan jejak dengan beberapa kali bertukar mobil dan menaiki kendaraan umum.


Terus diikuti oleh Viktor, hingga akhirnya beberapa pelaku itu kembali ke pos mereka menuju sebuah Villa yang besar dan mewah.


Di kediaman tersebut mereka menemui seorang pemuda tampan bertubuh sedang yang sedang berenang santai ditemani beberapa wanita cantik.


Sampai di sini Viktor menghentikan videonya, memperbesar wajah Pria tersebut hingga terlihat jelas.


"Bajingan tengik..lagi lagi dia yang berulah.. Manusia tidak tahu mampus.."


Maki Viktor geram.


"Siapa dia ?"

__ADS_1


tanya nenek Lu yang ikut menonton rekaman video yang di putar oleh Viktor dari awal hingga akhir.


"Dia... dia adalah Ching Ming Dao pemilik group Ching Ming..."


ucap Viktor geram.


"Ketika melihat manusia robot yang menyerang nyonya Giok tadi, aku sudah curiga masalah ini ada hubungannya dengan orang ini.."


"Ternyata dugaan ku tidak meleset, memang dia lah otak di balik semua ini.."


ucap Peter Ho yang ikut menonton rekaman video dari Viktor.


"Kalau begitu ayo kita berangkat mencarinya untuk membuat perhitungan dengan nya.."


ucap Nenek geram.


"Tunggu nek..kita tidak boleh sembarangan bergerak, lebih baik kita tunggu bos saja.."


"Setahu ku bajingan ini sangat tidak mudah di hadapi, selain cerdik dan licin, dia juga memiliki kesaktian yang tidak di bawah bos.."


"Aku khawatir kita semua bukan lawannya, kita hanya akan menambah beban bos bila bersikap gegabah ."


ucap Viktor berusaha menahan nenek.


Jimmy Huang yang selalu bersikap tenang, akhirnya ikut berbicara.


"Aku setuju dengan pendapat saudara Viktor, saat ini yang terpenting kita urus dulu masalah pemakaman Ying Ying baik-baik."


"Bila semua sudah beres, kita baru bicarakan dengan tenang bersama bos dan menyusun rencana yang baik untuk menghadapinya."


Mereka semua mengangguk setuju, menanggapi usulan Jimmy Huang barusan.


"Vik tolong video tadi dibagikan ke HP bos, agar bos bisa melihat nya sendiri, bila sudah tenang.."


ucap Jimmy Huang..


Viktor mengangguk, tidak sulit bagi Viktor untuk mentransformasikan video dari rekaman komputer menjadi rekaman video ponsel pintar.


Setelah berhasil di konversi, Viktor langsung mengirimnya ke HP Lu Sun.


Xue Xue berdiri di samping Lu Sun tanpa berkata apapun, dia hanya berdiri di samping Lu Sun menatap suaminya dengan tatapan sedih.


"Kamu sudah datang sayang...? apa ada yang mengganggu mu sewaktu menuju kemari ?"


tanya Lu Sun tiba-tiba tanpa menoleh.


"Berkat nenek..semua bisa diatasi, kamu tidak perlu khawatir.."

__ADS_1


ucap Xue Yen berusaha bersikap tenang.


__ADS_2