
"Sun ke ke kamu kenapa bisa ada di sini ?"
tanya Ling Mei dengan gembira maju memegang tangan Lu Sun.
Lu Sun menoleh ke belakang di mana antrian orang ingin masuk ke pesawat sangat padat dan panjang.
"Mei Mei kamu tugas dulu, ini seat ku nanti kalau pesawat dah take off kita baru ngobrol sepuasnya."
ucap Lu Sun setengah berbisik.
Ling Mei mengangguk senang, dalam hati dia berpikir Sun ke ke tidak pernah berubah masih sama seperti dulu.
Selalu punya pertimbangan yang cermat, bersama nya sungguh nyaman.
Ling Mei melepaskan pegangan tangannya dari Lu Sun dan mundur kembali ke posisi disebelah temannya.
Lu Sun sudah berjalan masuk mencari tempat duduknya.
Teman Ling Mei yang juga tidak kalah cantik di banding Ling Mei bertanya dengan suara berbisik-bisik.
"Mei Mei teman mu itu ganteng sekali, sudah punya pacar belum ?"
Ling Mei mencemberutkan bibirnya dan berkata dengan setengah berbisik dan sedikit sewot.
"Gak sampai bergilir ke kamu dasar..Steven mau di kemanain..?"
Temannya pantang menyerah dia hanya menanggapi ucapan Ling Mei dengan nyegir saja.
"Aku mendengar kamu tadi memanggilnya Sun ke ke, siapa nama lengkapnya ? kalian kenal di mana info dong ?"
ucap temannya sambil tersenyum manis kearah para penumpang yang lewat.
"Tak kan ku beritahu dasar ganjen, Sun ke ke sudah punya istri, istrinya sangat cantik dia gak mungkin suka sama kita."
ucap Ling Mei sambil tersenyum ke para penumpang yang lewat.
"Ya udah kalau gak mau kasih tahu, emang aku gak bisa ngedeketin dan tanya sendiri ."
ucap temannya tanpa menoleh.
Ling Mei melirik kesal ke temannya, tapi dia malas berbantahan dengan temannya yang keras kepala ini.
Ling Mei memilih fokus menyambut penumpang yang masuk kedalam pesawat sambil menganggukkan kepalanya.
Melihat Ling Mei malas meladeninya, temannya tersenyum penuh kemenangan.
Lu Sun duduk santai di kursi yang besar luas dan nyaman di bagian depan.
Kakinya juga dapat di selonjorkan dengan bebas karena luas tempat duduknya.
Dia mengambil koran yang terletak di punggung kursi yang ada di depan nya, dan membaca koran dengan santai.
Tak berapa lama kemudian pesawat pun mulai take-off meninggalkan lapangan udara Bei Jing.
__ADS_1
Begitu lampu di kenakan sabuk pengaman padam, seorang gadis cantik yang merupakan pramugari pesawat yang tadi berdiri di pintu bersama Ling Mei, Tampak berjalan menghampiri Lu Sun sambil mendorong sebuah kereta.
"Sun ke ke mau minum apa ?"
tanya nya dengan suara lembut dan sedikit manja.
Lu Sun menurunkan dan melipat koran yang sedang di bacanya kemudian menjawab sambil tersenyum.
"Terimakasih kasih, teh hangat saja."
"Sun ke ke mau roti kue coklat atau apa pun pesan saja kami akan siapkan.."
ucapnya sambil tersenyum ramah.
Dia membungkuk didepan Lu Sun membantu mengeluarkan meja kecil dari sandaran tangan kursi.
Aroma wangi dan segar berasal dari rambut dan pakaian nya memenuhi Indra penciuman Lu Sun .
Lu Sun menghirupnya sambil memejamkan matanya, wanginya yang lembut dan segar membuat Lu Sun merasa sangat nyaman.
Pramugari itu sadar reaksi Lu Sun, saat mencium aroma rambut dan tubuhnya, tapi dia pura-pura tidak tahu.
Setelah meletakkan segelas teh hangat didepan Lu Sun dia baru berkata,
"Kenalkan nama ku Revalina, biasanya dipanggil Eva.."
Eva mengulurkan tangannya kehadapan Lu Sun.
Lu Sun kembali mencium wangi yang segar itu saat tangan Eva terulur kearahnya.
Tangan Eva sangat lembut dan halus, sebenarnya Lu Sun sangat betah menggenggam tangan yang halus lembut tersebut.
Tapi demi kesopanan Lu Sun terpaksa melepaskannya dan tidak berani memegang nya lama-lama.
Eva sambil tersenyum lembut menarik kembali tangannya setelah Lu Sun melepaskan genggamannya.
"Sun ke ke bolehkah Eva tahu nama lengkap Sun ke ke ? Eva langsung memanggil Sun ke ke mengikuti Ling Mei tidak apa-apa kan ?"
Lu Sun tersenyum lembut dan berkata,
"Boleh saja bebas, nama lengkap ku Lu Sun."
Eva sepasang matanya terbelalak lebar tak percaya, nama Lu Sun dari keluarga Lu kini sangat terkenal.
Di berbagai media dan berita sering muncul, di berbagai majalah bahkan kini menobatkan nya sebagai pemuda terkaya no 1 di daratan China.
Bagaimana Eva bisa tidak tahu hal itu, hanya saja wajahnya tidak pernah diekspos.
"Sun ke ke bermarga Lu jangan-jangan Sun ke ke dari Group Lu ?"
Lu Sun tersenyum dan berkata,
"Benar Eva saya memang Presdir komisaris groups Lu."
__ADS_1
"Jadi benar seperti yang di kabarkan oleh media Sun ke ke sudah menikah ?"
tanya Eva sedikit kecewa.
Lu Sun tersenyum dan berkata,
"Meski sedikit memalukan punya istri sampai 3 dan anak pun sudah berusia 4 tahun baru menikah resmi, tapi itu semua benar."
"Kasihan mereka semua punya suami yang kurang bertanggung jawab seperti saya."
ucap Lu Sun menyesal.
Eva tersenyum penuh pengertian dan berkata,
"Sun ke ke terlalu merendah, pria sehebat dan seganteng Sun ke ke biar punya istri 10 juga gak heran."
Lu Sun tersenyum pahit dan berkata,
"Tidak Eva, sampai punya 3 pun saya sudah sangat menyesal dan berdosa terutama pada Ying Ying istri pertama ku."
"Wanita mana sih yang mau berbagi cinta dan kasih sayang dengan gadis lain bila bukan karena terpaksa."
"Apapun cerita dan alasannya ini tetap salah ku dan hutang ku kepada mereka seumur hidup."
Mendengar ucapan Lu Sun Eva sangat terharu dan berkata,
"Ling Mei benar anda adalah pria yang sangat baik Sun ke ke, aku jadi iri dengan nasib wanita yang bisa menjadi istri mu."
tiba-tiba terdengar teriakan Ling Mei,
"Eva kamu ngapain dari tadi di sana ? ini pacarmu co pilot Steven mencari mu."
Mendengar teriakkan Ling Mei, Eva sedikit terkejut dan tidak enak hati,
sambil tersenyum canggung dia berkata,
"Senang berkenalan dan bercerita-cerita dengan mu, aku permisi sebentar."
"Ini nomor HP ku, bila ada waktu kontak-kontak kita ngobrol-ngobrol lagi."
ucap Eva sambil meletakkan sebuah kartu nama di hadapan Lu Sun.
Lu Sun tersenyum dan berkata.
"Sama-sama Va, silahkan.."
Eva mengangguk dan tersenyum lembut kemudian dia mendorong kereta nya meninggalkan Lu Sun.
Tak lama setelah Eva pergi, Ling Mei sambil tersenyum senang datang dan duduk di sebelah Lu Sun.
"Akhirnya bisa santai juga, kurang ajar si Eva, gue di kerjain, dia suruh gua cek stok makanan."
"Ehh...dia nya malah ambil kesempatan asyik nongki-nongki di sini."
__ADS_1