
Kini jeritan kematian terdengar di mana-mana, potongan tubuh manusia ada di mana mana.
Sepuluh sosok yang memiliki gerakan cepat dan gesit datang mengepung Lu Sun dari berbagai arah.
Wajah mereka tanpa ekspresi, kepala mereka semuanya botak, mereka mulai melepaskan tendangan dan pukulan yang mendatangkan angin berkesiur.
Tapi bagaimana cepat dan kuatnya, serangan mereka tetap tertahan kekuatan energi pelindung Im Yang Sen Kung.
Lu Sun membalas menyerang mereka dengan Wu Xiang Cien Fa.
Meski serangan Lu Sun tidak terlihat, tapi angin tajam yang halus membelah udara dapat di deteksi oleh kesepuluh orang berkepala botak plontos itu.
Mereka bergegas menghindar dengan cara mereka masing-masing, lalu kembali lagi menyerang Lu Sun dengan seragam yang jauh lebih kuat dan ganas.
Tapi tetap saja serangan mereka tertahan oleh ilmu pelindung Im Yang Sen Kung yang Lu Sun lepaskan.
Saat Lu Sun kembali membalas serangan mereka, mereka melakukan langkah aneh yang membuat tubuh mereka bisa hilang dan muncul di tempat lain.
Lalu memberikan serangan jarak jauh, dengan energi pukulan yang mengeluarkan warna berbeda-beda setiap orang.
Mereka bergerak seperti menggunakan formasi yang di lakukan oleh sepuluh orang.
Lu Sun sedikit terkejut saat menyadari serangan ke sepuluh orang itu, mulai dapat menembus energi kekuatan nya.
Lu Sun terpaksa menghindar dari serangan kesepuluh orang itu dengan langkah ajaib nya, sambil memberikan balasan dengan serangan dari tempat tak terduga.
Tapi kesepuluh orang itu seperti bisa mendeteksi arah serangan Lu Sun, sebelum Lu Sun menyerang mereka sudah terlebih dahulu bergerak menghindar.
Lalu kembali menyerang Lu Sun dengan energi warna warni.
Adu pukulan dan tendangan terjadi dengan imbang dan seru.
Baik Lu Sun maupun kesepuluh lawannya masing-masing masih dapat menahan dan menghindari serangan dari lawan mereka.
Beberapa kali terjadi saling bentur antara pukulan dan tendangan mereka.
Kesepuluh orang itu hanya sedikit terdorong mundur oleh kekuatan yang Lu Sun lepaskan tapi belum sampai bisa mengalahkan mereka.
Peter Ho dan Kakek Huang tidak bisa ikut terjun membantu karena musuh yang di hadapi Lu Sun levelnya jauh di atas mereka.
Mereka berdua kini bergerak menyerang sisa pasukan penjaga yang berpakaian seperti robot itu.
__ADS_1
Karena jarak terlalu dekat para penjaga itu mencabut pedang laser yang tergantung di pinggang mereka untuk menyerang Peter Ho dan Kakek Huang.
Pertempuran pun pecah dan terbagi dalam dua kelompok, masing-masing menghadapi keroyokan 20 penyerang berseragam.
Peter Ho mulai melepaskan pukulan 18 Tapak Penahluk Naga miliknya kearah para penyerangnya.
Tapi penyerangnya sangat cerdik mereka tidak mau menyambut serangan dari Peter Ho keras lawan keras.
Mereka memilih menghindar dengan lincah baru kembali membalas dengan serangan mematikan.
Beberapa kali Peter Ho terlambat menghindar, terpaksa harus menangkis dengan pelindung tangan dan tulang kering kakinya, terhadap serangan pedang laser lawan.
Kini Peter Ho pun sadar ternyata manfaat dari seragam aneh ini saat bertarung jarak dekat sangat besar.
Saat pedang laser bertabrakan kemudian bergesek dengan pelindung tangan dan pelindung kaki di tulang kering.
Terlihat bunga api berpijar akibat pergesekan tersebut.
Karena terkejut dengan kekuatan pelindung tangan dan kaki Peter Ho, kedua orang itu terlambat menghindari pukulan Tapak Penahluk Naga Peter Ho.
Dua energi berwujud dua ekor naga menembus dada mereka kedua penyerang itu langsung roboh terjengkang ke belakang dalam keadaan tak bernyawa lagi.
Peter Ho kembali harus bertahan karena musuh-musuh nya yang lain melihat dua orang rekan mereka roboh.
Peter Ho berhasil menghindari serangan mereka dengan langkah naga saktinya.
Kemudian kembali melepaskan pukulannya yang dahsyat dan keras itu.
Para pengeroyoknya terpaksa memilih mundur menjauhi Peter Ho karena tidak kuat melayani keras lawan keras dengan jurus yang di mainkan pemuda tersebut.
Di tempat lain Kakek Huang bergerak dengan tenang lembut tapi memiliki kekuatan energi panas yang dahsyat untuk menghadapi serangan ganas dan cepat dari pedang laser.
Kakek Huang memainkan Qian Kun Ta Lo Ih Sin Fa.
Yang membuat pedang laser lawannya di bawah kontrol gerakannya untuk saling berbenturan dan saling serang sendiri.
Mereka kehilangan kontrol atas senjata ditangan mereka saat ditarik dan di arahkan oleh Kakek Nan untuk saling serang sambil menotok tubuh mereka dengan jari matahari.
Yang diarahkan ke bagian seperti ketiak, sambungan siku tangan dan kaki serta leher dan kepala.
Serangan yang cepat dan akurat ini, berhasil melumpuhkan beberapa orang penyerangnya yang berdiri mematung.
__ADS_1
Kakek Huang tidak melepaskan kesempatan ini, dia menarik pedang laser yang menyerangnya untuk menebas kearah leher musuh-musuh nya yang berdiri mematung.
Kepala beberapa orang itu langsung menggelinding di lantai.
Sisa pengepungnya bersikap lebih waspada dalam melakukan serangan kearah kakek Nan.
Kakek Nan lebih banyak menunggu, ketimbang menyerang.
Sesekali dia melepaskan tendangan tanpa bayangan warisan keluarga nya dengan sangat cepat dan tak terduga.
Beberapa penyerang yang terkena tendangan nya langsung meringkuk di atas lantai.
Kakek Nan merebut pedang laser dari tangan lawannya.
Lalu menebasnya dengan sangat cepat kearah batang leher lawan-lawannya.
Kepala lawannya langsung terlepas dari tempatnya, tubuh mereka jatuh bertumbangan tanpa kepala.
Berkelonjotan di lantai dengan kondisi tanpa kepala.
Kakek Nan tidak sempat memperhatikan lebih lanjut karena pengeroyoknya masih cukup banyak dan masih terus mengepung dirinya.
Dia harus berjuang keras sendirian tanpa bisa mengharapkan bantuan, karena baik Lu Sun maupun Peter Ho masing-masing juga sedang sibuk menghadapi lawan mereka.
Di pertarungan Lu Sun menghadapi 10 pengepungnya, Lu Sun mencoba menggunakan pengendalian Chi untuk meledakkan mereka.
Tapi Lu Sun sangat terkejut, ternyata musuhnya tidak memiliki Chi di dalam tubuh mereka.
Sehingga ilmu ini tidak bisa Lu Sun gunakan.
Saat melihat musuhnya mulai mengeluarkan botol kecil dari saku dan minum cairan dari tabung kecil itu.
Lu Sun pun sadar asal kekuatan mereka tidak berasal dari latihan Chi, tapi di picu dari cairan yang masuk ketubuh mereka.
Dan sepertinya musuhnya juga memiliki daya analisa pergerakan nya sehingga seperti mengenali setiap serangannya.
Sambil tersenyum dingin Lu Sun mulai kembali bergerak menyerang mereka, dengan cakarnya naga meradang nya.
Awalnya mereka bisa menghindar dengan mudah serangan Lu Sun tersebut.
Tapi begitu Lu Sun melapisinya dengan Wu Xiang Sen Kung, sehingga tubuhnya bisa bergerak di luar logika.
__ADS_1
Lawan-lawannya mulai terlihat bingung dan kesulitan menghindar dari cengkraman Lu Sun.
Dua orang yang tercengkram batok kepalanya langsung tewas dengan otak hancur jatuh keatas tanah seperti batang pisang yang ditebang.