KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
KUNJUNGAN PAMAN MAO


__ADS_3

Lu Sun menghilang dari tempatnya berdiri, dia terbang ke atas muncul di sisi Black Panther.


Sehingga serangan Black Panther yang mengurung dan menekannya tadi mengenai tempat kosong di mana Lu Sun tadi berdiri.


Akibat dari pukulan Black Panther di posisi Lu Sun berdiri tadi, membentuk dua lubang berbentuk kepalan tinju sedalam puluhan meter, mirip dua kawah kecil berbentuk tinju.


Lu Sun sendiri menghilang dari posisinya, dengan ilmu peninggalan Wu Song, Wu Ying 72 Pian Pu, Yang ternyata cukup efektif menghindar dari serangan Black Panther yang sangat keras.


Hal ini Lu Sun lakukan karena dia sendiri kurang yakin jari penembus langit dapat menyambut serangan Black Panther yang sangat dahsyat ini.


Satu-satunya jalan adalah menghimdar, keras lawan keras mencari posisi yang tepat untuk menyerang balik dari posisi tak terduga.


Lu Sun memberikan tendangan bertubi-tubi yang di isi dengan tenaga Im Yang Sen Kung level puncak ke sekujur tubuh Black Panther yang terbuka karena sedang melepaskan serangan dahsyat.


Black Panther mengira Lu Sun akan menyambutnya keras lawan keras, lagipula tekanan yang begitu dahsyat, tidak akan memungkinkan Lu Sun untuk menghindar.


Kemunculan Lu Sun yang tiba-tiba ini membuatnya terkejut sulit menangkis atau pun menghindar.


Dia hanya bisa mengerahkan perisai pelindung Awan biru melindungi seluruh tubuhnya.


"Dukk..! Desss...! Bluk...! desa ..! Bangg...!"


Tubuh Black Panther meluncur deras menghantam Pagar penjara sisi lain yang masih utuh.


Pagar pembatas hancur berantakan tidak kuat menerima derasnya hantaman tubuh Black Panther yang datang bagai sebuah meteor dari langit.


Tidak hanya sampai di situ, tubuh black Panther masih terus meluncur deras menghantam tanah diluar tembok.


Terseret puluhan meter membentuk sebuah lubang kanal sedalam 5 meter.


Saat debu batu batu dan tanah yang berhamburan hilang tertiup angin.


Terlihat bayangan tubuh Black Panther yang sedang berjongkok dengan posisi kaki sebelah berlutut kaki sebelah nya lagi berjongkok.


Perlahan-lahan dia bangun berdiri sambil membersihkan ujung bibir dan hidungnya yang berdarah.


Tapi baru saja dia berdiri sebuah sinar putih yang dilepaskan oleh Lu Sun dari udara menyambar dadanya.


Black Panther secara reflek menggunakan kedua lengannya yang mengeluarkan cahaya biru, di silangkan di depan dada menahan cahaya putih berkekuatan dahsyat yang datang dari udara.

__ADS_1


Tubuh Black Panther terdorong menghantam keatas tanah, dan terus meluncur kedalam perut bumi menghilang dari atas tanah, yang menimbulkan tanah batu debu pasir yang kembali berhamburan.


Setelah debu pasir dan tanah mereda, di lokasi tersebut hanya terlihat sebuah lubang yang terus menyemburkan air dan lumpur ke udara.


Tubuh Black Panther tidak lagi terlihat, Lu Sun perlahan-lahan meluncur turun ke atas tanah mendarat dengan ringan


Lu Sun terus menatap tajam kearah lubang yang menyemburkan lumpur itu, dia tidak tahu setelah melepaskan jari penembus bumi.


Apakah Black Panther masih hidup atau sudah mati,


Apakah hancur meledak tanpa jasad ataupun jasadnya terkubur di dalam perut bumi.


Atau malah masih hidup dan berhasil menahan serangannya dengan kekuatannya, yang aneh dan dahsyat itu.


Lu Sun berdiri di tempat memulihkan kondisi kekuatan nya yang terkuras, saat menghadapi Black Panther tadi.


Meski sedang memulihkan kondisi Lu Sun sedikitpun tidak menurunkan kewaspadaan nya mengawasi ketempat di mana Black Panther menghilang tadi.


Sampai kondisi tubuh Lu Sun pulih kembali, Black Panther tetap tidak muncul lagi.


Dia seperti hilang tertelan bumi.


Setelah kondisinya pulih Lu Sun terbang mendekati lokasi area'semburan lumpur, menggunakan segenap kekuatan inderanya mendeteksi keberadaan Black Panther.


Dia pun kembali ke arah lapangan olahraga yang kini sudah hancur berantakan, Lu Sun menatap tajam kearah gedung di mana kepala penjara berada.


Lalu menunjukkan jarinya kearah kaca pelindung gedung tersebut.


Seberkas cahaya merah melesat menghancurkan 3 lapis kaca anti peluru yang terpasang di jendela gedung, di mana kepala penjara dari tadi bersembunyi di sana mengamati pertarungan Lu Sun dan Black Panther.


"Pranggg...!!"


Kaca jendela gedung itu pecah berantakan, kepala penjara yang terkejut secara reflex mengangkat kedua tangannya melindungi Kepalanya sambil membalikkan badannya ke belakang.


"Kejadian dan kerusakan hari ini semua adalah ulah mu, aku tidak mengambil nyawa anjing mu, karena aku tidak ingin melanggar hukum."


"Dan aku masih memandang muka pemerintah saat ini, kamu jagalah sikap mu.."


"Atau kamu akan menyesal pernah dilahirkan ke dunia ini.."

__ADS_1


Setelah menyampaikan pesan suaranya menggunakan Chi hingga terdengar dengan jelas oleh Kepala sipir penjara dan bawahannya.


Lu Sun dengan santai melangkah kembali kearah sel tahanan nya.


Dia kembali ke kamar tahanan nya berbaring di sana memejamkan matanya.


Seminggu telah berlalu sejak pertarungan mengerikan itu terjadi.


Kerusakan properti penjara sedang di lakukan perbaikan, insiden yang mengakibatkan kerusakan penjara yang tidak ringan.


Ditambah dengan menghilangnya tahanan penting Black Panther dari penjara dan kematian beberapa tahanan seumur hidup.


Membuat Kepala sipir penjara harus merelakan kursinya di isi oleh pejabat baru yang di kirimkan dari pusat.


Dia sendiri di pensiunkan dini, dan dirumahkan.


Seluruh Asset nya di beku kan menunggu investigasi dari team anti korupsi sampai tuntas baru bisa di gunakan kembali.


Di sebuah ruangan yang di batasi kaca tebal, terlihat Lu Sun duduk berhadapan dengan Paman Mao.


"Tuan Lu, maaf telah membuat mu menunggu tanpa ada kejelasan.."


"Aku dan team ku harus minta maaf pada mu, kami masih belum berhasil menemukan gadis pramugari bernama Ling Mei."


"Kamu sudah melakukan pengecekan ke kamera CCTV pesawat dan beberapa penumpang diarea bisnis class."


"Tapi hasilnya masih nihil, CCTV di pesawat itu telah dirusak bahkan kotak Black Box pesawat juga tidak ditemukan.."


"Beberapa penumpang bisnis class yang berhasil kami hubungi menyatakan mereka tidak memperhatikan nama pramugari yang melayani di dalam pesawat."


"Mereka hanya mengenali wajahnya, dan sudah membantu kami mendapatkan dua sketsa wajah ini."


ucap Paman Mao sambil menempelkan dua gambar sketsa wajah Revalina dan Ling Mei di jendela kaca pembatas.


Lu Sun mengangguk menyetujui bahwa itu memang wajah Ling Mei dan Revalina pramugari pesawat yang dia tumpangi.


Paman Mao menghela nafas panjang dan melanjutkan berkata,


"Tapi para penumpang bisnis class semuanya memberikan pernyataan yang sama, mereka tidak melihat Ling Mei memberikan tas itu pada mu."

__ADS_1


"Mereka hanya melihat dua pramugari itu bolak balik ngobrol akrab dengan mu.."


"Sehingga kesaksian para penumpang itu tidak kuat untuk dijadikan sebagai alat bukti di pengadilan nanti.."


__ADS_2