KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
MENYIAPKAN SARAPAN PAGI


__ADS_3

Lu Sun tersenyum kemudian kembali menyentuh ujung hidung istrinya dengan lembut.


Lalu dengan gemas dia meraih pinggang Giok Lan dan mencium bibirnya.


Giok Lan sedikit terkejut, matanya terbelalak indah, tapi sesaat kemudian dia memejamkan matanya.


Kantong belanjaan ditangannya terlepas dari tangannya jatuh kelantai.


Lalu kedua tangan Giok Lan memeluk punggung Lu Sun.


Dia sedikit berjinjit menikmati ciuman mesra dari Lu Sun.


Tak lama kemudian Lu Sun melepaskan ciumannya dan berkata,


"Sayang aku tinggal dulu, mau pergi lihat si nenek tukang ngambek dulu.."


Giok Lan tertawa dan berkata,


"Pergilah sana.."


"Aku juga mau kembali ke kamar, mau mandi.."


Lu Sun menatap dengan antusias.


Melihat tatapan suaminya, Giok Lan sambil berlari meninggalkan suaminya, dia tertawa dan berkata,


"Tidak, gak mau...! takut ihh...!"


Lu Sun pun tertawa dan meneruskan langkahnya menuju kamar Xue Yen istri keduanya.


Lu Sun mencoba membuka pintu kamar dengan pelan ternyata tidak terkunci.


Sambil tersenyum Lu Sun berjalan masuk kedalam kamar.


Dia tahu sifat istrinya yang hanya terlihat keras di luar saja, padahal di dalam nya sangat lembut dan baik


Setelah masuk Lu Sun mengunci pintu kamar, lalu mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Xue Xue.


Di dalam kamar kosong, hanya terdengar bunyi suara air di kamar mandi, Lu Sun tidak menyusul masuk.


Karena dia tahu Xue Yen gak suka di ganggu bila sedang mandi, Xue Yen suka malu dan tidak PD bila mandi bersama.


Jadi Lu Sun memilih berbaring santai di kasur Xue Xue meredupkan penerangan kamar, sambil memejamkan matanya mendengar alunan musik yang di putarnya.


Tak lama kemudian Xue Yen yang keluar dari kamar mandi melihat suasana penerangan di dalam kamarnya.


Alunan musik lembut dan ada suaminya yang sedang berbaring di sana.

__ADS_1


Xue Yen tersenyum kecil, setelah mengeringkan rambutnya, dia melepaskan handuk yang melilit tubuhnya menggantinya dengan gaun tidur berbahan sutra yang tipis dan lembut.


Lalu dia berbaring di kasur dengan posisi memunggungi Lu Sun.


"Maaf ya sayang, aku gak nyangka bisa terjadi hal yang tidak menyenangkan itu setelah aku pulang.."


"Kamu pasti capek dan lelah, setelah menemani nenek shoping tanpa arah tujuan."


"Harap maklumi saja, orang sudah tua memang suka aneh-aneh."


"Kalau kesal lampiaskan saja ke aku, gakpapa kok mau pukul mau tabok silahkan saja aku tidak akan melawan.."


"Tubuh mu keras seperti tembok, memukul mu cuma membuat tangan ku sakit...!"


Suara Xue Yen terdengar ketus dan dingin, tapi sebenarnya dia sedang tersenyum senang.


Lu Sun tersenyum dan berkata,


"Begini saja aku pakai baby oil urut-urut tubuh mu ya ? membantu menghilangkan capek."


"Mmmphh...! terserah..!"ucap Xue Yen pelan lalu dia menelungkup kan badannya ke kasur , kepalanya di miringkan kesamping.


Lu Sun menyibak rambut Xue Yen yang halus kesamping, lalu dengan lembut, dia mulai memijat-mijat leher dan bahu istrinya.


Xue Yen mulai memejamkan matanya berdesah nikmat, perlahan-lahan gerakan Lu Sun mulai berpindah turun kepunggung dan lengan atas.


Lu Su juga mengurut-ngurut lembut bagian pinggang hingga pinggul.


Lu Sun diam-diam menotok beberapa jalan darah yang bisa meningkatkan rangsangan dan libido Xue Yen.


Begitu jalan darah daerah tersebut di lancarkan, tubuh Xue Yen mulai menggelinjang dan bergerak tidak beraturan.


Mulutnya mengeluarkan desahan dan rintihan yang semakin lama semakin keras, hingga akhirnya dia menutupi mulutnya sendiri dengan telapak tangannya.


Lu Sun sambil tersenyum terus memijat-mijat paha bagian dalam Xue Xue, dan sesekali menyerempet bagian sensitif Xue Xue yang mulai basah dan licin.


Xue Yen akhirnya tidak kuat lagi, dia membalikkan badannya, merangkul dan menarik Lu Sun kebawah.


Selanjutnya dia yang duduk diatas perut Lu Sun seperti sedang menunggangi kuda Rodeo, tubuhnya meliuk-liuk indah.


tangannya satu memegang dada Lu Sun satu lagi di gunakan menutupi mulutnya agar suaranya tidak sampai terdengar keluar dari kamar.


Sebenarnya semua kamar ketiga istri Lu Sun, semuanya sudah dirancang kedap suara, hanya saja Xue Yen tetap merasa sungkan dan malu, bila suara yang keluar dari mulutnya terlalu kencang.


Tidak tahu berapa lama Lu Sun menghabiskan waktunya melayani Xue Yen, yang jelas saat Lu Sun keluar dari kamar Xue Yen sambil tersenyum.


Xue Yen terlihat tertidur pulas dalam posisi telungkup dengan bibir menyunggingkan senyum puas.

__ADS_1


Lu Sun seperti biasa, sehabis minum di dapur, dia pun kembali ke kamar Ying Ying.


Melihat Ying Ying sudah tertidur pulas


Lu Sun dengan perlahan-lahan dan hati-hati membaringkan tubuhnya di samping Ying Ying dan ikut tidur sambil memejamkan matanya.


Ying Ying membuka sedikit mata nya tersenyum bahagia, lalu dia membalikkan badannya menghadap kearah Lu Sun.


Menyusupkan tubuhnya memeluk Lu Sun dan kembali melanjutkan tidurnya.


Ketika cahaya matahari mulai masuk lewat sela-sela korden, Lu Sun membuka matanya.


Yang pertama dia lakukan adalah mencium kening Ying Ying dengan lembut, baru dengan hati-hati dia melepaskan diri dari pelukan Ying Ying dan pergi kekamar mandi membersihkan diri.


Lalu dia pergi ke dapur menyiapkan sarapan untuk ketiga istrinya.


Selagi sedang sibuk menyiapkan sarapan pagi, Giok Lan muncul dari belakang Lu Sun, dan langsung memeluknya dengan mesra.


"Kok cepat sekali sudah bangun ? dan bikin sarapan disini... kenapa tidak tidur lebih lama sedikit.?"


"Tar juga bisa di siapkan oleh pembantu kita.."


ucap Giok Lan sambil menyandarkan pipinya dipunggung Lu Sun.


"Aku sudah terbiasa bangun pagi, sulit di ubah kebiasaan nya."


"Jadi daripada duduk melamun, lebih baik siapkan sarapan pagi untuk ketiga bidadari ku.."


jawab Lu Sun sambil sibuk masak.


""Aku bantu ya,. ?"


tanya Giok Lan.


Lu Sun tersenyum dan berkata,


"Boleh tolong cicipi Susu dan Koko krunch di atas meja apakah sudah cocok dengan selera mu.."


Giok Lan memukul pelan punggung Lu Sun dan berkata,


"Itu sih nyuruh aku bantu makan.."


Lu Sun tertawa lalu membalikkan badannya menggenggam sepasang tangan Giok Lan yang halus, membawanya ke hadapannya dan berkata,


"Aku mana tega biarkan tanganmu yang begini halus nanti terluka karena membantu ku ."


"jadi kalau kamu duduk di sana mencicipi sereal, hati ku justru jauh lebih tenang."

__ADS_1


Lu Sun meletakkan tangannya di bahu Giok Lan memutarnya menghadap kebelakang, lalu mendorong nya kearah meja makan, di mana disana sudah di siapkan susu sereal Koko krunch dan roti panggang.


Semua itu sarapan kesukaan Giok Lan.


__ADS_2