KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
BERKUMPUL KEMBALI DENGAN YING YING


__ADS_3

Lu Sun dan Xue Yen turun dari pesawat bergandengan tangan.


Sebuah mobil Audi merah terparkir di sana, di dekat mobil terlihat seorang gadis berambut panjang hitam yang sangat cantik.


Dengan setelan pakaian Cheongsam berwarna biru tua yang berukir bunga mawar kuning, terlihat sangat pas di kenakan oleh bodynya yang seperti gitar.


Kulitnya yang putih halus terlihat sangat kontras dengan warna pakaian yang di kenakan nya.


Sehingga semakin menonjolkan daya tarik kulitnya yang putih mulus.


Gadis itu terlihat sedang tersenyum lembut menyambut kedatangan Xue Yen dan Lu Sun.


Melihat kecantikan gadis itu, tangan Xue Yen sedikit gemetar, dia merasa agak minder dengan penampilan dirinya sendiri yang terlalu kurus ceking dan pucat.


Lu Sun menyadari perubahan Xue Yen dari tangan yang di pegang nya.


Lu Sun pun berkata pelan sambil berjalan menghampiri Ying Ying.


"Tenanglah, apapun bentuk penampilan kalian bertiga, aku akan tetap selalu mencintai kalian dengan porsi yang sama."


"Bila tidak bagaimana kita akan bisa melewati bersama-sama sampai tua nanti."


Ucapan dan genggaman hangat dan lembut dari tangan Lu Sun berhasil menenangkan guncangan perasaan Xue Yen.


Setelah berdekatan, Ying Ying sambil tersenyum mengulurkan tangannya menyalami Xue Yen dan berkata,


"Selamat datang adik Yen.."


Xue Yen dengan agak segan menyambut uluran tangan Ying Ying yang setelah telapak tangan mereka bersentuhan, Xue Yen dapat merasakan betapa lembut dan halus nya tangan Ying Ying.


Untuk mengurangi ke canggungan, Lu Sun maju memeluk bahu mereka berdua dan berkata,


"Ayo kita pulang, perut ku sudah lapar sekali."


Ying Ying sedikit terkejut dan berkata,


"Sun ke ke belum makan dari siang ?"


Lu Sun mengangguk dan berkata,


"Bukan dari siang tapi dari pagi malah."


Dengan senyum canggung Ying Ying berkata,


"Tapi aku langsung dari kantor ke sini, jadi dirumah gakda masakan."


"Aku..aku ..belum sempat masak."


ucap Ying Ying sedikit gugup dan merasa tidak enak hati.

__ADS_1


Lu Sun sambil tertawa berkata,


"Ya sudah kalau begitu kita beli aja beberapa macam masakan terus bungkus bawa pulang makan dirumah, gimana ?"


Ying Ying mengangguk cepat dan berkata,


"Kalau begitu biar aku pesan dulu."


Terus dia terlihat sibuk mengeluarkan ponselnya, dan melakukan panggilan dari memesan beberapa macam masakan.


Sedangkan Lu Sun sudah masuk kedalam mobil, Xue Yen terpaksa duduk sendirian di belakang.


Lu Sun duduk di depan menemani Ying Ying yang menjadi supir mereka berdua.


Tak lama kemudian mobil pun mulai melaju meninggalkan bandara, sebenarnya sangat banyak yang ingin Ying Ying bicarakan dengan Lu Sun.


Tapi kehadiran Xue Yen membuatnya sedikit canggung, dia takut salah ucap nanti menyinggung perasaan Xue Yen yang pendiam dan perasa.


Jadi dia memilih diam dan tidak banyak bicara, Lu Sun yang memecah kesunyian dengan bertanya,


"Sayang bagaimana kabar Lu San dan Nenek."


Ying Ying sambil nyetir menjawab,


"Nenek baik-baik saja cukup sehat, sedangkan Lu San..ini lihat saja sendiri."


Ucap Ying Ying sambil memberikan HP nya yang ada rekaman kegiatan yang sedang dilakukan oleh Lu San.


Lu Sun sedikit merasa bersalah, saat dalam setiap momen anaknya dia tidak pernah terlihat hadir.


Yang selalu terlihat dalam berbagai momen hanya Ying Ying. dan Nenek yang selalu menemani Lu San.


Sedangkan Lu Sun hanya muncul sesekali saja, yaitu saat momen kelahiran Lu San, perayaan 1 bulanan Lu San dan saat ulang tahun pertama Lu San.


Selanjutnya tidak terlihat lagi ada video Lu Sun bersama anaknya.


Selesai menonton Lu Sun memberikan kepada Xue Yen untuk menonton, awalnya Xue Yen tersenyum senyum.


Tapi setelah video Lu San selesai, Xue Yen dengan iseng melihat foto simpanan Ying Ying.


Di sana Xue Yen melihat banyak sekali foto mulai dari awal Lu Sun masih berbentuk Cin Bao, sampai ke foto Lu Sun saat menjadi mode kedua nya.


Di sana Xue Yen menatap dengan sedikit iri dan sedih melihat foto-foto prewedding Lu Sun dan Ying Ying.


Semua terlihat begitu mesra dan bahagia, Xue Yen terlihat menghela nafas menatap foto-foto yang ada di HP Ying Ying.


Lu Sun dapat merasakan perubahan suasana hati Xue Yen yang terlihat dari wajahnya.


Lu Sun dapat melihat dengan jelas, karena tidak sedang menyetir, Ying Ying yang sedang konsentrasi menyetir tidak menyadarinya.

__ADS_1


Lu Sun mengambil HP Ying Ying dari tangan Xue Yen dan melihat apa yang di lihat Xue Yen sehingga dia terlihat sedih.


Saat melihat foto prewedding nya yang menjadi penyebab perubahan suasana hati Xue Yen, Lu Sun pun berkata,


" Ying Mei nanti kalau kamu gak sibuk, kamu dan Yen Mei coba pergi cari studio yang biasa mengurus foto prewedding."


"Aku ingin kita bertiga mengambil beberapa foto prewedding baru, foto prewedding kita yang lama kurang cocok lagi."


"Nanti orang kira aku ini itik piaraan mu.."


ucap Lu Sun sambil tertawa.


Xue Yen yang tadinya agak sedikit muram ikut tertawa.


Ying Ying dengan wajah merah padam, mencubit pinggang Lu Sun dengan gemas dan berkata,


"Masih berani ngomong sembarangan lagi..? ha..!?"


"Aduhhh..!"


teriak Lu Sun pura-pura kesakitan, untuk menyenangkan hati kedua istrinya.


Benar saja Xue Yen dan Ying Ying pun tertawa mendengar teriakkan nya.


"Rasakan..! semua ini salah mu, selama kita bersama kamu terus ganti-ganti rupa sampai 3 kali."


ucap Ying Ying sambil tersenyum dan tetap fokus menyetir.


Lu Sun sambil nyengir berkata,


"Kalau begitu aku jadi ini saja."


Dia tiba-tiba berubah menjadi anjing kecil berwarna putih yang gemuk dan lucu, melompat kedalam Pangkuan Ying Ying.


Dengan genitnya anjing itu menjilat leher dan dada yang membuat Ying Ying berteriak dan tertawa geli.


"Aduh.. ampun jangan Sun ke ke.. geli ..ampun..


aku lagi nyetir.. aduh..hi..hi..hi.. geli.. aduh jangan.. jangan ..disana ..ahh.. jangan...geli..!"


Xue Yen yang di belakang tertawa terpingkal-pingkal memegangi perutnya.


Sesaat kemudian Ying Ying bisa kembali bernafas lega, karena Lu Sun sudah melompat kedalam pelukan Xue Yen meringkuk manja dalam pangkuan Xue Yen.


Xue Yen terus membelainya sambil tersenyum dan berkata,


"Sun ke ke kamu benar-benar semakin genit dan nakal sekarang.."


Lu Sun berubah kembali ke bentuk aslinya, lalu memeluk dan mencium pipi Xue Yen sambil berbisik,

__ADS_1


"Bukannya ada pepatah yang bilang Laki-laki tidak nakal wanita tidak suka.


(Nan Jen Pu Huai, Ni Jen Pu Ai ).


__ADS_2