KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
DI TAMAN RAHASIA


__ADS_3

Lu Sun duduk di lantai bersandar di tembok tidak jauh dari ranjang di mana Ying Ying terbaring di sana.


Lu Sun merangkul kedua kakinya yang tertekuk, sambil membenamkan wajahnya di atas lutut, dia menangis sesenggukan seorang diri.


Tidak tahu berapa lama dia menangis dalam posisi seperti itu, akhirnya HP berbunyi, Lu Sun mengeluarkan HP dari kantongnya dan melihat nya dengan perasaan malas.


Saat di lihatnya telpon berasal dari Jimmy, Lu Sun berusaha menenangkan diri nya sejenak, setelah menghapus sisa airmatanya.


Dia pun mengangkat telpon tersebut dan berkata,


"Ya Jim ada apa ?"


"Bos peti pesanan sudah tiba, aku sekarang di lapangan parkir, peti mau di bawa keatas atau bagaimana..?"


Lu Sun menghela nafas panjang kemudian berkata dengan pelan,


"Tidak perlu Jim, kamu tunggu saja di sana, aku akan ke bawah.."


"Tidak baik mengejutkan pengunjung rumah' sakit dengan membawa-bawa peti mati kedalam rumah sakit.."


Jimmy mengangguk dan berkata,


"Baiklah bos aku tunggu di sini, kita ada di parkiran sebelah barat."


"Engg..! aku paham.."


ucap Lu Sun singkat kemudian mematikan HP nya.


Dia kemudian berjalan menghampiri ranjang di mana Ying Ying terbaring


Lu Sun berusaha tersenyum dengan cucuran air mata dia berkata,


"Selamat jalan sayang, aku akan mengantar mu menuju tempat... peristirahatan abadi mu.."


Lu Sun membungkuk kemudian dia menggendong Ying Ying kedalam pelukannya dengan gaya bridal style, gaya gendongan yang paling nyaman dan paling di sukai oleh Ying Ying semasa hidupnya.


Berbagai kenangan indah terlintas dalam benak Lu Sun saat dia menggendong Ying Ying dengan pelan keluar dari kamar VVIP.


Dengan senyum penuh kepedihan dan airmata bercucuran Lu Sun menggendong Ying Ying melewati petugas jaga ruang rawat inap.


Semua petugas menundukkan kepala mereka, tidak ada yang berani menegur atau menanyakan kemana mayat itu akan di bawa oleh Lu Sun.


Sejak kasus beberapa pemegang saham kemaren, di mana Lu Sun sampai turun tangan terlibat, seluruh pegawai di RS ini.


Mulai dari level terendah hingga tertinggi tidak ada yang tidak mengenalnya.

__ADS_1


Saat Lu Sun menggendong Ying Ying keluar dari rumah sakit, bagi para pengunjung RS tidak ada yang tahu atau pun curiga bahwa di gendongan Lu Sun adalah sebuah mayat.


Mereka hanya berpikir Lu Sun sedang menggendong seorang gadis cantik yang sedang tertidur pulas dalam pelukan Lu Sun.


Tiba di depan peti mati yang sudah di siapkan di dalam bagasi mobil, seorang diri Lu Sun dengan hati-hati dan lembut meletakkan Ying Ying di dalam peti.


Setelah merapikan rambut dan pakaian yang dikenakan oleh Ying Ying, Lu Sun memukul dinding mobil dua kali.


Memberi kode mobil boleh mulai jalan, dua orang petugas mobil ambulance muncul menutup pintu belakang.


Lu Sun duduk di samping peti, sambil terus memperhatikan wajah istrinya.


"Sayang kita pulang sekarang ke rumah kita.."


gumam Lu Sun berbisik pada Ying Ying.


Lu Sun duduk bermeditasi disebelah peti, berusaha menenangkan pikiran nya yang kusut.


Setelah menempuh perjalanan sejam lebih, akhirnya mobil tersebut mulai memasuki halaman kediaman Lu Sun.


Mobil akhirnya berhenti tepat didepan halaman Kediaman Lu Sun, dua orang petugas membuka pintu belakang.


Dengan penuh hormat mereka berkata,


"Tuan kita telah sampai, apa yang bisa kami bantu untuk selanjutnya ?"


"Terimakasih banyak telah merepotkan kalian, untuk sisanya aku akan mengurusnya seorang diri kalian tidak perlu khawatir.."


Lu Sun turun dari mobil kemudian seorang diri dia menutup peti dengan penutup kaca nya, lalu mengangkat peti yang sangat berat itu di pundaknya.


Dengan santai sebelum masuk kedalam rumah dia berkata,


"Kalian boleh kembali ke RS terimakasih banyak.."


Kedua petugas itu menatap bayangan Lu Sun dengan tatapan tak percaya, peti yang harus diangkat 4 orang itu.


Kini diangkat seorang diri oleh Lu Sun seperti sedang mengangkat kapas ini benar-benar sulit dipercaya bila tidak melihatnya sendiri.


Setelah itu dengan langkah ringan Lu Sun memikul peti tersebut di pundaknya berjalan masuk kedalam rumah.


Lu Sun masuk lewat pintu samping menuju garasi yang langsung menembus ke kamar rahasia.


Setelah tiba di taman rahasia, Lu Sun meletakkan peti yang berisi mayat Ying Ying di bawah pohon bodhi tua.


"Sayang aku mau kembali ke kamar membawa perlengkapan dan pakaian mu kemari, kamu tunggu sebentar ya.."

__ADS_1


ucap Lu Sun sambil membelai lembut kepala Ying Ying sebelum dia pergi dari situ.


Tak lama kemudian Lu Sun sudah kembali dengan berbagai perlengkapan mandi dan pewangi serta berbagai bedak milik Ying Ying.


Lu Sun di temani oleh Xue Yen yang membantunya memandikan mayat Ying Ying di kolam air terjun kecil ditaman tersebut.


Setelah itu mereka berdua memakaikan baju Cheongsam seragam yang di pesan oleh Giok Lan untuk mereka ber 4.


Lalu Xue Yen membantu merias wajah Ying Ying dan merapikan rambutnya.


Setelah semua proses selesai, Lu Sun baru membaringkan Ying Ying kedalam peti dan menutup peti tersebut.


Lu Sun dan Xue Yen berdiri di samping peti menatap jasad Ying Ying yang terlihat seperti seorang putri cantik yang sedang tertidur pulas.


Mereka berdua saling pandang dan tersenyum puas dengan hasil karya mereka.


"Makasih banyak sayang, tanpa kamu aku tentu tidak bisa melayaninya seperti ini untuk terakhir kalinya."


"Aku benar-benar tidak rela membiarkannya di saat-saat terakhir seperti ini di mandikan dirias dan dirawat oleh orang lain yang tidak dia kenal.."


ucap Lu Sun pelan.


Xue Yen mengangguk kecil sambil tersenyum lembut dia menepuk pundak Lu Sun dan berkata,


"Aku tinggal dulu, aku mau pergi lihat Dan er dan Fei er dulu."


"Ingat jaga kesehatan jangan lupa keluar untuk makan.."


ucap Xue Yen sebelum berjalan keluar dari kamar rahasia.


Lu Sun tersenyum dan mengangguk kan kepalanya.


Setelah Xue Xue pergi Lu Sun kembali berlutut di samping peti menatap Ying Ying dengan lembut dan berkata,


"Sayang aku tahu seharusnya aku merelakan da melepaskan kepergian mu dengan tenang.."


"Tapi entah kenapa aku tidak sanggup dan tidak bisa sayang."


"Kamu katakan pada ku, ajari aku bagaimana cara nya agar aku bisa melepaskan kepergian dengan hati rela.."


Lu Sun kembali menangis tersedu-sedu di atas penutup kaca transparan, dimana terlihat Ying Ying terbaring di dalam sana.


Akhirnya Lu Sun tertidur dalam posisi tengkurap di atas peti kaca tersebut.


"Sun ke ke...Sun ke ke.. bangunlah.. bangunlah sayang.."

__ADS_1


Lu Sun perlahan-lahan membuka matanya menatap siapa yang membangunkan nya..


__ADS_2