
"Nama tempat ini aku kurang jelas, aku bisa kesini tentu saja di bawa oleh Tuan penolong ku."
"Bila bukan karena Tuan ku, mungkin 65 juta tahun yang lalu aku sudah musnah bersama seluruh teman dan keluarga ku yang lainnya."
"Apa yang terjadi ?"
tanya Lu Sun.
"Aku juga kurang jelas, waktu itu langit tiba tiba menjadi gelap, lalu terdengar suara ledakan dahsyat."
"Kemudian api besar menyambar di mana mana, tuan ku muncul dari atas langit menyambar tubuhku, kemudian melesat cepat meninggalkan tempat ku berdiri, yang dalam sekejap mata telah berubah menjadi lautan api, yang melalap semua yang ada di sana."
"Tuan ku kemudian membawa ku terjun kedalam lautan, dan dia membawa ku untuk bersembunyi di tempat ini."
"Siau Yu siapa nama tuan mu itu, apa kamu mengetahuinya..?"
Siau Yu menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Aku tidak tahu, tapi sepertinya cerita lebih jelas tentang tuan ku, ada di ukiran di dalam dinding gua sana."
"Kalau tuan ingin tahu lebih jelas, tuan bisa lihat lihat kesana."
Lu Sun menganggukkan kepalanya, tapi dia masih belum bergerak dari posisi duduknya.
Dia hanya melihat lihat keadaan di sekitarnya, lalu kembali bertanya,
"Aku lihat di sini seperti nya tidak ada tumbuhan ataupun binatang buruan yang bisa di gunakan untuk di makan buat bertahan hidup."
"Di sini tadinya penuh dengan ikan sisik kuning tuan."
"Tapi karena tiap hari menjadi makanan ku, akhirnya ikan itu punah."
"Setelah punah terus bagaimana kamu bertahan hingga sekarang.."
tanya Lu Sun kembali.
"Aku makan apapun yang tumbuh di tempat ini rumput daun lumut atau apapun, asal bisa ku makan maka aku memakannya."
"Tapi saat hal itu terjadi, tuan ku sudah lama pergi dari sini, pindah ke alam lain.."
"Berapa lama kamu bersembunyi di sini ?"
tanya Lu Sun kembali.
Siau Yu menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Aku tidak tahu tuan, yang aku tahu suatu hari terjadi gempa dahsyat, lalu gerbang yang terhubung dengan danau Kanas terbuka."
__ADS_1
"Ada beberapa jenis ikan dari luar masuk kemari, aku menangkap dan memakannya."
"Saat aku mengejar dan menangkap ikan ikan yang masuk kemari itu, secara kebetulan aku menemukan gerbang yang terhubung dengan danau Kanas."
"Hingga suatu hari seorang pemuda terdampar ketempat ini secara kebetulan."
"Setelah dia berhasil mempelajari ilmu tuan ku.. yang tertera di gua sana, sejak saat itu dia pun menjadi tuan baru ku.'
"Catatan tentang dia mungkin juga ada di gua sana, aku hanya tahu dia bernama Bei Ming, setelah berhasil mempelajari sebagian ilmu tuan ku."
"Dia pun pergi dari sini, kembali ke dunia nya, hingga suatu hari dia kembali lagi kemari membawa seorang anak kecil yang bernama Tan Sim Houw."
"Kurasa itulah orang yang pernah kamu sebut sebagai senior, yang mewarisi mu ilmu tuan ku itu.."
ucap Siau Yu memberi penjelasan.
Lu Sun mengangguk mengerti kemudian dia berkata,
"Siau Yu kamu sudah lama di sini, apa kamu pernah dengar tentang orang bernama Petrov Zulhenski bersama kelompoknya tinggal ?"
Siau Yu menggelengkan kepalanya, dia seperti mencoba mengingat ingat, tapi sesaat kemudian dia berkata,
"Mungkin maksud tuan adalah sekelompok orang yang memiliki senjata yang bisa mengeluarkan cahaya biru yang sangat kuat itu ya ?"
"Senjata Peresvet .."
Kemudian dia berkata,
"Benar..pemilik senjata itu..dimana mereka tinggal ?"
Tanya Lu Sun penuh antusias ingin tahu.
"Tuan sebaiknya anda berhati-hati bila ingin pergi mengunjungi tempat itu.."
"Mereka pada dasarnya sih biasa saja, tidak sekuat tuan Bei Ming maupun Tuan Tan Sim Houw dan anda."
"Tapi benda putih yang bisa mengeluarkan cahaya biru itu, sangatlah tuan, tuan harus hati-hati dengan benda itu."
"Beberapa tahun yang lalu mereka datang ketempat ini membangun tempat tinggal mereka di atas sana di dasar danau Kanas."
"Karena merasa terganggu dengan kehadiran mereka, aku pernah beberapa kali mencoba menyerang untuk mengusir mereka."
"Tapi dengan senjata itu, mereka selalu berhasil menghalau dan mengusir ku."
"Senjata itu terlalu kuat dan sangat berbahaya, bila bukan karena punya perisai pelindung, aku pasti sudah mati di tangan mereka."
"Tuan harus hati-hati bila ingin ke tempat itu, tempatnya ada di dasar danau tidak jauh dari tempat pertemuan kita tadi."
__ADS_1
ucap Siau Yu memberi penjelasan.
Lu Sun berpikir dalam hati, bila tidak mendapatkan penjelasan dari Siau Yu.
Dia pasti akan menghabiskan banyak waktu menemukan markas canggih yang ada di dasar danau itu.
Kelihatannya kelompok itu, memiliki teknologi yang canggih dan pendanaan yang kuat, sehingga bisa membangun fasilitas di dasar danau seperti itu.
"Baiklah Siau Yu terima kasih atas informasinya, aku akan mencoba menelusurinya nanti."
"Sekarang aku ingin melihat lihat ilmu yang di tinggalkan oleh tuan mu, di dinding dalam gua itu."
"Makasih banyak ya Siau Yu.."
ucap Lu Sun sambil membelai dan menyentuh kepala Siau Yu dengan lembut.
"Tuan perasaan hangat ini, selalu mengingatkan ku, akan tuan pertama ku.."
"Tidak tahu kenapa setiap tuan menyentuh ku, aku selalu merasakan kehangatan yang pernah kurasakan dari tuan pertama ku.."
ucap Siau Yu sambil memejamkan matanya menikmati belaian yang Lu Sun berikan padanya.
Lu Sun tersenyum dan berkata,
"Dahulu aku juga punya seorang teman baik, yang bertubuh besar seperti mu, ketika membelai mu aku selalu teringat dengan nya."
"Mungkin perasaan kedekatan itu lah yang membuat mu merasa lebih nyaman bersama ku.."
"Mungkin saja .."
jawab Siau Yu.
"Tuan Bei Ming dan Tuan Tan Sim Houw juga sangat baik dengan ku, tapi aku tidak menemukan hubungan yang begitu dekat dengan mereka."
ucap Siau Yu kembali.
Beberapa saat kemudian Lu Sun mulai menelusuri lorong dalam gua, dan melihat lihat ukiran gambar di dalam sana.
Di dalam gua itu Lu Sun hanya bisa melihat tulisan peninggalan Bei Ming dan Tan Sim Houw yang bisa dia mengerti.
Sedangkan tulisan peninggalan tuan pertama Siau Yu yang terlalu kuno, Lu Sun tidak mengerti.
Tapi berbagai ilmu beladiri tingkat tinggi yang di tinggalkan lewat ukiran di dinding sana, Lu Sun tanpa kesulitan bisa mengikutinya.
Tapi di antara semua ukiran itu, ada 3 gambar yang Lu Sun tidak mengerti, karena terlalu rumit, sedangkan penjelasan lewat tulisan kuno itu Lu Sun tidak mengerti.
Bahkan menurut catatan yang di tinggalkan oleh senior Bei Ming dan Tan Sim Houw, mereka bahkan hanya berhasil menguasai dan memahami sampai gambar ke 10 saja.
__ADS_1
Sedangkan 5 gambar terakhir mereka tidak berhasil memecahkan makna yang terkandung di dalamnya.