KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
MAKAN BERSAMA


__ADS_3

Jadi Lu Sun memperhalus sentuhan nya dan membiarkan Giok Lan menikmatinya pelan-pelan.


Benar saja Giok Lan langsung memejamkan matanya sesaat kemudian dan tubuhnya seperti kehilangan tenaga dalam pelukan Lu Sun.


Lu Sun perlahan-lahan melepaskan ciumannya saat lift mereka berhenti di lantai yang mereka tuju.


Giok Lan kini terlihat patuh dan jinak dalam pelukan Lu Sun, Giok Lan mengambil kamar di seberang Lu Sun yang kosong.


Seluruh gedung ini, miliknya jadi dia punya master kunci untuk beberapa kamar di sekitar kamarnya, yang sengaja tidak disewakan atau pun di jual.


Giok Lan tidak berkata apa-apa, dengan wajah merah dia segera masuk kedalam kamar, lalu menutup pintu menyandarkan dirinya di balik pintu.


Dengan nafas memburu, dia merasa jantungnya masih berdebar dengan kencang, saat teringat kejadian barusan.


Lu Sun mengetuk pintu kamar nya beberapa kali, sesaat kemudian pintu pun terbuka dari dalam.


"Ayah... maaf merepotkan mu.."


ucap Lu Sun sedikit tidak enak hati.


Prof Billy tersenyum dan berkata,


"Apanya yang repot, ayo masuk..."


Lu Sun langsung menggendong Xue Yen ke kamar utama miliknya.


Lalu membaringkan Xue Yen diatas ranjang tersebut dengan lembut..


Lu Sun membiarkan Xue Yen tidur, dia pergi ke kamar mandi membersihkan diri.


Lu Sun tidak berani berlama-lama di kamar mandi seperti kebiasaan nya.


Dia mandi dengan buru-buru, takut Xue Yen nanti bangun tidak menemukan dirinya bisa histeris ketakutan.


Setelah mandi dan berganti pakaian santai, Lu Sun menggunakan HP nya memesan delivery makanan.


Kemudian dia duduk bersandar di ranjang, menemani Xue Yen yang masih tertidur pulas.


Karena ngantuk Lu Sun pun tertidur, saat Xue Yen bangun dari tidurnya, melihat Lu Sun duduk menemani di sebelahnya.


Dia memilih untuk tidur kembali, di pangkuan Lu Sun sambil tersenyum bahagia.


Lu Sun terbangun saat HP nya bunyi, saat di angkat ternyata yang nelpon adalah yang mengantar makanan.


Memberitahu Lu Sun dia sudah sampai di apartemen Lu Sun, tapi tidak bisa naik keatas karena tidak punya kunci dan tidak diijinkan satpam untuk naik.


Lu Sun terpaksa menyuruhnya menunggu dia akan turun menjemput makanan.


Lalu Lu Sun dengan hati-hati memindahkan kepala Xue Yen yang ada di pangkuannya ke bantal.


Lalu dia bergerak pelan-pelan meninggalkan kamarnya.


Lu Sun turun dengan buru-buru membayar dan mengambil pesanan nya, lalu cepat-cepat kembali lagi ke atas.


Tapi sebelum masuk ke kamarnya, Lu Sun mengetuk pintu kamar Giok Lan, dia khawatir Giok Lan lapar.

__ADS_1


Jadi dia sengaja pesan juga beberapa jenis makan kesukaan Giok Lan seperti kentang goreng dan salad.


Tak lama kemudian pintu terbuka, Giok Lan yang mengenakan baju tidur tipis sehingga lekuk tubuhnya yang sempurna.


Terpampang jelas di depan Lu Sun, membuat Lu Sun harus menelan ludah nya sendiri.


Saat menyaksikan pemandangan indah didepan nya.


Giok Lan yang menyadari hal itu, wajahnya menjadi merah, dengan senyum malu-malu dia berkata,


"Sun ke ke ingin ikut masuk...?"


Lu Sun Kembali menelan ludahnya, cepat-cepat menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak sayang aku cuma mau berikan ini, takut kamu lapar."


Giok Lan menerimanya dengan senang, dan berkata,


"Kebetulan sekali aku sedang lapar, tapi malas keluar sendirian, makasih ya Sun ke ke.."


Lu Sun meraih pinggang Giok Lan dengan gemas, lalu memberikan sebuah ciuman ditelinga nya dan berkata,


"Aku menyayangimu, masuklah sayang.."


Giok Lan mengangguk kecil sambil tersenyum manja, dia pun menutup pintu dan masuk kedalam kamarnya.


Lu Sun buru-buru kembali masuk ke apartemennya, tapi saat masuk Lu Sun melihat Xue Yen baru keluar dari kamar sambil menguap kecil bertanya,


"Sun ke ke dari mana ?"


"Ini aku tadi turun kebawah untuk mengambil makanan pesanan ku."


Jawab Lu Sun sambil menunjukkan sebuah kantong yang penuh dengan makanan.


"Sayang kamu mau mandi dulu, atau makan dulu ?"


tanya Lu Sun sambil menatap Xue Yen dengan lembut.


Xue Yen tersenyum dan berkata,


"Kita makan saja dulu, kamu pasti sudah lapar, ya kan ?"


Lu Sun tersenyum canggung dan berkata,


"Kamu lah yang paling tahu dan mengerti tentang keinginan ku.."


"Sebentar.. aku panggil ayah dulu, baru kita makan sama-sama."


"Hati-hati sayang, sini aku bantu.."


ucap Lu Sun mau maju membantu Xue Yen jalan ke dapur.


Xue Yen tersenyum dan menolaknya,


"Tidak usah aku sudah bisa sendiri, tenang saja."

__ADS_1


Benar saja Xue Yen sudah mulai bisa jalan sendiri meski sedikit sempoyongan, Lu Sun yang di belakang nya menatap dengan khawatir.


Lu Sun mengetuk beberapa kali kamar Prof Billy,. sesaat kemudian pintu pun terbuka.


"Ayah ayo kita makan sama-sama, Xue Xue sudah nunggu di dapur."


ucap Lu Sun begitu Prof Billy muncul.


Prof Billy mengangguk kemudian dia berjalan mengikuti Lu Sun menuju ke dapur.


Melihat Xue Yen sedang sibuk menyiapkan makanan pesanannya, Lu Sun buru-buru maju membantunya dan memaksa Xue Yen duduk.


"Sayang kamu duduk santai saja, biar aku yang siapkan semua nya."


Xue Yen hanya bisa saling tersenyum dengan ayahnya, mereka tidak bisa membantah.


Sambil makan Prof Billy berkata,


"Cin Bao, besok ayah sudah harus masuk kerja di general hospital, ayah harus pindah tinggal di mess yang di sediakan di sana."


"Kamu tolong bantu ayah jaga Xue Xue ya ?"


"Ayah jangan khawatir, pergilah dengan tenang, aku pasti akan menjaganya dengan baik."


ucap Lu Sun sambil merangkul Xue Yen dengan mesra.


Prof Billy mengangguk senang dan berkata,


"Kini ayah merasa lebih tenang, dengan adanya kamu di sisi Xue Yen."


"Ayah sudah selesai, kalian teruskan makan kalian, ayah mau kembali ke kamar dulu."


ucap prof Billy sambil tersenyum penuh pengertian dia kembali kekamar nya.


Begitu Prof Billy pergi, Xue Yen yang sangat hapal porsi makan Lu Sun.


Segera membuka bungkusan lainnya dan membantu menyiapkan makanan tersebut buat tambahan Lu Sun.


Lu Sun tersenyum dan berkata,


"Kamu memang yang paling ngertiin aku soal makan."


Xue Yen tersenyum dan berkata,


"Tentu saja, kalau tidak kamu pasti akan melarikan diri dari aku."


"Mengira aku akan memaksa mu makan sayur seumur hidup.."


Mendengar ucapan Xue Yen Lu Sun pun tertawa lebar.


"Sayang di mana Giok Lan ? kenapa aku tidak melihatnya ?"


"Ada.. tenang aja.. dia tinggal di apartemen seberang kita."


"Seluruh apartemen ini milik ayahnya, dia tidak akan kekurangan kamar buat tidur."

__ADS_1


__ADS_2