KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
MENEMUI KEVIN LIU 2


__ADS_3

"Sudah terima saja ayah, lagi pula wakil direktur tinggal di kantor itu sangat tidak enak di lihat oleh tamu langganan yang berkunjung untuk berbicara bisnis.."


ucap Lu Sun beralasan.


"Ayah sekarang aku masih sangat sibuk, tidak bisa menjaga Ying Ying dengan baik.."


"Tolong masalah klien ayah bantu handel bersama direktur marketing saja.."


"Jangan pernah biarkan Ying Ying turun tangan sendiri Ya.."


Kevin Liu mengerti maksud menantunya, dia orang berpengalaman di bisnis dia tentu maklum dengan kekhawatiran mantunya.


Kevin Liu menganggukkan kepalanya dan berkata,


"Kamu tenang saja, ayah pasti tidak akan biarkan dia menemui klien.."


Lu Sun mengangguk senang dan berkata,


"Bila klien itu maksa suruh temui aku saja di Group Lu.."


"Aku pasti akan melayaninya dengan baik seperti tuan Nagato... ucap Lu Sun sambil melirik Ying Ying."


Ying Ying mencemberutkan bibirnya dan berkata,


"Kamu ini seperti anak kecil saja, dikit-dikit main pukul."


"Ayah jangan dengarkan dia, kalau kliennya ngotot tolak saja bisnisnya kan beres.."


"Kita juga gak bakalan kelaparan tanpa bisnis itu.."


Lu Sun Tersenyum tak berdaya, Ying Ying sangat sabar pengertian dan lembut.


Tapi sekali dia sudah marah atau ngambek Lu Sun pasti mengkeret


Melihat situasi mulai panas Lu Sun memilih mundur, mengalihkan pembicaraan.


"Ayah aku ada oleh-oleh untuk mu, masih ingat tidak dengan ini.?"


ucap Lu Sun sambil mengeluarkan sebotol Spiritus Vodka, dan mengubah penampilannya menjadi si gendut Cin Bao yang menyebalkan.


Kevin Liu terjengkang ke belakang karena kaget bila tidak ada sandaran kursi dia pasti tidur dengan kaki menghadap langit.


"Ka..ka..kamu..kamu ...ke...ke... kenapa bisa...?"


ucap Kevin Liu terbata-bata sambil menunjuk Lu Sun dengan wajah pucat ketakutan..


"Sun ke ke jangan kelewatan main-main nya, kamu bisa menakuti ayah, jantungnya sedang kurang sehat.!!"


"Kalau terjadi apa-apa aku tidak akan memaafkan mu..!!"


Teriak Ying Ying marah dan menatap Lu Sun dengan tatapan penuh teguran.


Lu Sun menahan tawa lalu merubah kembali bentuknya menjadi bentuk aslinya dan berkata,

__ADS_1


"Ayah maaf aku cuma bercanda, tadi itu wujud pertama ku sebelum kemampuan ku pulih."


"Yang ini baru wujud asli ku, harap ayah jangan marah dengan candaan ku yang konyol tadi."


"Ini saya bawakan Champagne yang cocok untuk kesehatan jantung, bila cuaca sedang dingin ini cocok untuk penghangat badan.."


"Ini juga ada daun teh dan perlengkapan untuk minum teh silahkan ayah nikmati bila sedang santai."


"Ayah sekali lagi aku minta maaf soal candaan tadi..."


ucap Lu Sun penuh hormat sambil berlutut di hadapan mertuanya.


Kevin Liu menghela nafas panjang dan berkata,


"Tidak apa-apa mantu ku, aku memang pantas di kerjai."


"Ayah mengerti alasan kenapa kamu ingin mengerjai ayah, ayah dahulu memang sangat bersalah terhadap Ying Ying dan ibunya.."


"Ayah harap kamu jangan pernah mengambil langkah dan jejak seperti ayah, sayangi dan cintailah Ying Ying sepenuh hati.."


"Dengan begitu bila si tua ini pergi, hatinya akan tenang dan pergi tanpa penyesalan.."


ucap Kevin Liu membelai kepala menantunya sambil memberi sedikit nasehat.


"Ayah tidak boleh berkata begitu, kini Ying Ying cuma punya ayah."


"Ayah harus terus sehat dan panjang umur, agar Ying Ying dan Sun ke ke bisa berbakti pada ayah.."


Kevin Liu mengangguk sambil menyentuh kepala putrinya dan Tersenyum bahagia.


Lalu dia kembali melihat kearah mantunya dan berkata,


"Terimakasih banyak atas oleh-oleh berharga ini ayah akan menerima dan menikmatinya,


"Kalau ada waktu mainlah kemari sekalian bawa Lu San cucuku kemari.."


ucap Kevin Liu sambil tersenyum lembut.


Lu Sun cepat-cepat menganggukkan kepalanya sambil meraih Ying Ying kedalam pelukannya dan berkata,


"Itu pasti ayah setiap Minggu ke dua dan keempat kami pasti kemari.."


"Kalian berdua bangunlah duduk, jangan berlutut seperti ini, mari kita coba sama-sama teh kualitas tinggi ini.."


ucap Kevin Liu.


Sebagai orang kaya, sekali lirik dia pun sudah tahu teh di hadapannya adalah Tie Kuan Yin kelas satu yang langka.


Perlengkapan untuk menyeduh tehnya pun sangat bagus.


Kevin Liu dengan lincah menyiapkan semuanya dengan penuh kegembiraan, mulai dari merebus air, menaburkan teh menyeduhnya dengan tehnik seorang ahli penikmat teh.


Sesaat kemudian dia pun menyajikan 5 cawan teh yang masih mengepulkan uap panas dan beraroma wangi menyegarkan pikiran dan tubuh.

__ADS_1


Mereka berlima duduk berkeliling mengobrol dengan akrab sambil menikmati teh seduhan Kevin Liu yang sangat wangi.


"Ayah di seberang kantor ini tadi saya lihat ada restoran baru, tempat nya kelihatannya cukup bagus."


"Ayah ikut kami makan siang di sana ya ?"


ucap Lu Sun..


Kevin Liu menggoyangkan tangannya dan berkata,


"Tidak kalian pergi saja, ayah ada penyakit jantung dan gula darah, tidak cocok makan makanan restoran.."


"Lebih baik ayah makan ini saja lebih sehat.."


ucap Kevin Liu sambil menunjuk sekaleng Quaker Oat yang terletak di bawah meja.


Lu Sun menatap Ying Ying meminta pendapat istrinya.


Ying Ying Tersenyum dan mengangguk lalu berkata,


"Ayah sudah punya pilihan nya biarlah, nanti kita bungkuskan ikan kukus tanpa minyak saja buat ayah.."


Kevin Liu Tersenyum dan berkata,


"Ini sudah siang kalian pergilah makan duluan, ayah belum lapar, mau periksa beberapa berkas dulu baru makan.."


"Baiklah ayah kalau begitu kami pergi dulu.."


ucap Ying Ying pamit, yang lainpun mengikuti Ying Ying memohon pamit dari Kevin Liu.


Lalu mereka berempat pergi mengunjungi restoran di seberang gedung kantor Ying Ying.


Selesai makan ketiga istri Lu Sun langsung menuju mobil, hanya Lu San seorang diri yang pergi mengantar ikan kukus buat mertuanya.


Setiba diruang kerja ayahnya Lu Sun yang melihat ayah mertuanya masih sibuk nelpon dan mengurus berkas.


Lu Sun membantu menyiapkan Quaker Oat, dan membuka bungkusan ikan kukus yang begitu di buka aroma wanginya langsung memenuhi ruangan.


Lu Sun berjalan menghampiri Kevin Liu mengambil alat tulis dari tangannya sambil berkata,


"Ayo ayah makanlah dulu.. kesehatan lebih penting, urusan kecil-kecil serahkan saja kepada masing-masing pimpinan departemen.."


"Ayo.."


ucap Lu Sun sambil membimbing Kevin Liu menuju meja tamu yang bisa di gunakan sebagai meja makan ataupun minum teh.


Setelah melihat mertuanya makan dengan lahap Lu Sun Tersenyum puas.


"Ayah aku pamit dulu, mereka masih menunggu ku di mobil.."


Kevin Liu mengangguk sambil tersenyum memberi kode agar Lu Sun boleh pergi.


Melihat kode dari mertuanya, Lu Sun pun buru-buru Kembali ke area parkir mobil dimana mobil Wrangler nya masih terparkir di sana.

__ADS_1


__ADS_2