
Tak lama kemudian Vicky kembali menegakkan tubuhnya mendekati meja kerjanya.
Dia mengambil telpon diatas meja dan memutar sebuah nomor telpon, lalu dia terlihat diam menunggu cukup lama.
Akhirnya dia menutup telponnya, dan kembali melakukan panggilan ulang ke nomor yang sama.
Tak lama kemudian terdengar suara jawaban dari seberang sana,
"Ya hallo, siapa ini ? ada apa ya ?"
Vicky tersenyum senang mendengar suara jawaban telpon tersebut, dia segera menyahutnya,
"Paman ini aku Vicky.."
"Ohh kamu Vicky, tumben menghubungi paman ada apa Vic ?"
ucap pria paruh baya itu dengan suara berat.
Dia bernama Chu Di nama baratnya Ivan, dia adalah Adik kandung Michael Chu Sen.
Masih terhitung paman kandung Vicky Chu, Ivan Chu Di memegang bisnis kasino, persenjataan, diskotik, karaoke dan club' malam.
Dia juga adalah ketua Genk golok hitam yang terkenal sadis.
Di seluruh daratan China sampai ke Shanghai dan Hongkong mereka punya cabang.
Anggotanya sangat banyak, bahkan pemerintah setempat juga malas bentrok dengan Genk tersebut.
Genk ini mendapatkan penghasilan dari memberikan pinjaman dengan bunga selangit, menarik uang keamanan ke toko-toko tradisional di pasar, bisnis hiburan malam, perdagangan manusia, dan perdagangan organ tubuh manusia.
Biasanya mereka mendapatkan korban, dengan cara melakukan penculikan terhadap turis asing, terutama wanita dan anak-anak.
Kadangkala bila penduduk lokal tidak waspada mereka juga bisa kena.
Tapi di bawah pimpinan Chu Di yang cerdik mereka tidak mau terlibat dalam perdagangan obat terlarang dan urusan politik negara.
Mereka tidak mau mencari masalah dengan berbenturan secara langsung dengan pemerintah, yang menaruh perhatian besar terhadap perdagangan obat terlarang.
Selain bila tertangkap mendapat hukuman tembak mati ditempat, juga yang paling di khawatirkan oleh Chu Di adalah akan mengundang Biro Rahasia ikut campur tangan.
Bila hal itu terjadi bisa di pastikan seluruh Genk Golok hitam akan musnah ditangan biro Rahasia yang di huni oleh manusia yang memiliki kemampuan khusus di atas rata-rata.
Itulah sekelumit tentang siapa Chu Di itu, kini kita kembali ke persoalan Vicky.
"Ini paman istri ku Viona kabur dari rumah,.aku sudah mencoba mencarinya ke mana-mana tapi tidak ketemu."
"Apa paman bisa membantu ku, membawanya pulang.?"
__ADS_1
Chu Di menghela nafas panjang dan berkata,
"Vicky... Vicky... bukan paman banyak mulut suka mengomeli mu, tapi kamu kenapa bisa begitu bodoh.."
"Wanita di dunia begitu banyak kenapa kamu harus capek-capek menyusahkan diri seperti ini..?"
"Kamu mau type apa tinggal bilang, paman bisa kirimkan pada mu, mau cina, Jepang, Korea, Indonesia, Arab, bule bahkan kalau kamu tertarik Afrika juga ada.."
"Mau yang perawa*n yang gak, semua ada kamu tinggal pilih.."
ucap Chu Di sedikit kesal.
"Tapi paman aku..."
ucap Vicky ingin membantah.
"Ya sudahlah nanti aku kirim 5 setan pergi mengurusnya."
"Siapa suruh aku jadi paman mu, dasar bajingan kecil, jangan lupa sampaikan salam ku ke bajingan tua itu ya."
"Seminggu lagi aku baru main kerumah ayah mu numpang makan Bakcang ibu mu yang lezat."
ucap Chu Di sambil tertawa.
"Siap paman, makasih banyak paman."
Makanya Viona sangat takut David ikut terlibat dalam masalahnya dan keluarga Chu.
Sesaat kemudian terlihat Vicky Chu kembali menelpon seseorang, tak lama kemudian telpon tersambung terdengar Vicky berkata,
"Kalian tolong awasi si David, bila Viona ada bersamanya segera kabari aku."
Baik boss tenang saja, kami akan mulai memantaunya dari sekarang.""
Lu Sun tersenyum dalam hati, pantau saja sampai mati juga tidak bakal bertemu.
Kini yang membebani pikiran Lu Sun adalah informasi mengenai Chu Di, siap orang itu pikir Lu Sun dalam hati.
Lu Sun keluar dari kamar Vicky yang sedang uring-uringan seorang diri.
Lu Sun kini terbang ke bangunan utama yang paling besar, yang merupakan tempat tinggal Michael Chu Sen.
Tanpa banyak kesulitan Lu Sun menyelinap kedalam rumah tersebut.
Lu Sun menyelinap masuk kedalam kamar Michael Chu, lewat lubang halus di bawah pintu.
Tapi di kamar tersebut hanya ada istri Michael Chu yang sedang berbaring di kasur yang empuk dan besar.
__ADS_1
Tidak terlihat ada Michael Chu yang terlihat hadir di kamar tersebut, Lu Sun kembali keluar dari kamar tersebut.
Dia bergerak mencari-cari ke kamar lainnya, akhirnya dia berhasil menemukan musang tua yang sedang diincarnya.
Michael Chu terlihat sedang sibuk membaca setumpuk laporan di meja kerjanya yang besar .
Di sekeliling ruangan itu berjejer berbagai jenis buku dari atas hingga ke bawah.
Ruangan yang indah dan mewah ini kelihatannya adalah ruangan perpustakaan pribadi Micahel Chu.
Selain itu ruangan ini juga berfungsi sebagai ruang kerja beliau.
Lu Sun yang hinggap di bahunya, diam-diam memperhatikan apa yang sedang di baca oleh Michael Chu.
Ternyata yang sedang di lihat olehnya adalah berbagai laporan keuangan perusahaannya dan beberapa kontrak dengan beberapa perusahaan besar yang menjadi pelanggannya.
Sesaat kemudian Michael Chu membuka matanya memijat-mijat bagian yang terletak ditengah-tengah antara dua alisnya yang tebal.
Setelah itu dia baru merapikan semua berkasnya, dia memutar sebuah hiasan mainan di mejanya.
Sehingga rak buku di bagian tengah ruangan yang menempel ketembok, terbuka otomatis.
Kemudian dia menekan beberapa nomer sandi, membuka sebuah pintu yang besar tebal dan berat.
Begitu pintu terbuka dia melangkah masuk kedalam, ternyata di dalam adalah gudang harta miliknya.
Terlihat berbagai macam jenis mata uang yang tertumpuk rapi di rak yang menempel ke dinding.
Ada berbagai mata uang berbagai negara, tapi yang paling banyak adalah mata uang Dolar US, Yuan, dan mata uang Poundsterling.
Di bagian tengah ruangan menumpuk mas batangan yang terdiri dari 5 tumpukan setinggi dada manusia dewasa.
Michael Chu masuk kedalam ruangan tersebut hanya untuk menyimpan beberapa berkas Rahasia dan penting miliknya.
Setelah itu dia pun keluar dari ruangan tersebut, mengunci pintu itu kembali dan mengembalikan rak buku kembali ketempat semula.
Michael Chu meninggalkan ruangan tersebut kembali ke kamarnya untuk beristirahat.
Melihat tidak ada informasi yang bisa dia curi dengar dari kedua pasang suami istri itu.
Lu Sun kembali ke ruang kerja Michael Chu, lalu menguras habis semua harta di dalam brangkasnya.
Setelah itu Lu Sun baru membuka laptop Michael Chu yang terletak di meja kerjanya.
Lu Sun membaca berbagai file penting dan rahasia milik Michael Chu, tiba-tiba Lu Sun secara tidak sengaja menemukan file tentang adiknya Chu Di.
Di sana di jelaskan dengan sangat jelas tentang diri Chu Di.
__ADS_1