KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
MENCARI LU SUN


__ADS_3

Monica semakin ketakutan dia langsung berlari menjauhi tempat itu secepat mungkin.


Akhirnya dia melihat ada cahaya lampu di bagian depan yang menuju ruang kerja temannya Jeff Zhang.


Monica yang meski nafasnya memburu, kakinya terasa gemetar hampir tidak kuat lagi menopang tubuhnya.


Dia berusaha sekuat tenaga mendekati sumber cahaya yang dia lihat dari kejauhan.


Saat ini dia baru menyesal, kenapa suka tidur malam bangun siang, tidak mau bangun pagi-pagi pergi joging sehat seperti teman-temannya yang lain.


Monica sampai ketempat Tersebut lampu penerangan jalan gang itu tiba-tiba berkedip-kedip.


"Ohh no...no...no...no...! bangsat...!"


maki Monica karena tempat terang yang dia gapai dengan susah payah.


Kini ikut menjadi gelap gulita, dia terpaksa menggunakan senter HP nya mencari ruangan kantor Jeff Zhang.


Monica membuka pintu kantor Jeff Zhang berjalan masuk kedalam ruangan tersebut.


Dia mencoba menghidupkan saklar lampu di dinding, tapi setelah di pencet naik turun tetap tidak ada lampu yang menyala.


Dia pun sadar tempat ini juga mati lampu, sama dengan ruangan-ruangan yang dia lewati sebelumnya.


Sambil menahan nafas Monica memanggil dengan suara pelan,


"Jeff...Jeff..... Jeff....Jeff.....kamu di mana...? Jeff...!"


Monica berjalan pelan-pelan menghampiri kursi direktur Jeff Zhang yang memunggunginya.


Karena kursi itu besar dan tinggi, Monica hanya melihat sebagian kaki dan tangan Jeff Zhang yang sedang berselonjor di sana.


"Jeff...Jeff..... Jeff....Jeff.....!"


panggil Monica dengan suara tertahan tapi tidak ada respon sama sekali dari temannya.


Karena tidak ada respon Monica terpaksa berjalan menghampiri kursi tersebut dan memutarnya agar menghadap kearahnya.


"Ahhh...!!"


teriak Monica melihat pemandangan di depannya.


Monica jatuh terduduk di lantai dengan sepasang mata terbelalak ketakutan bercucuran air mata.


Sedangkan mulutnya yang terbuka lebar dan ingin bergerak histeris dia bekap dengan sepasang telapak tangannya yang halus dan lentik.


Monica merangkak mundur ketakutan, seumur hidupnya dia belum pernah merasakan ketakutan seperti ini.


Akhirnya tubuhnya tidak bisa mundur lagi tertahan oleh tembok di belakang nya.

__ADS_1


Monica menatap kearah jasad Jeff Zhang dengan penuh ketakutan.


Monica melihat Jeff sepasang mata nya menatap kosong kearahnya, mulutnya terbuka lebar.


Luka di bagian lehernya yang menganga, terus mengucurkan darah kental.


Luka di leher Jeff Zhang menunjukkan dia baru saja di sembelih hidup-hidup ditempat duduknya tanpa sempat melawan.


Kini Monica benar-benar putus asa dan ketakutan, ada apa yang sebenarnya terjadi batin Monica jangan-jangan para tahanan kabur.


Dan melakukan kerusuhan di saat dia tidur tadi, tapi bukankah penjara sekarang sangat tenang dan aman berkat kehadiran Lu Sun.


"Ahh ya dia si sombong brengsek itu, di mana dia aku harus segera mencarinya."


gumam Monica seorang diri.


"Kini hanya dia harapan ku satu-satunya untuk bisa pergi meninggalkan tempat sialan ini.."


"Aku seharusnya tidak ambil pekerjaan disini, aku harusnya terima bekerja d Zhong Da hospital, meski gajinya lebih kecil."


batin Monica sedikit menyesal.


"Aku harusnya mengabaikan putri Prof Billy Teng yang sombong dan arogan itu.."


"Tapi sejak sekolah dulu dia selalu bermasalah dengan ku, bukankah akan sangat memalukan bila harus bekerja di bawah tekanan nya.."


"Si anjing jalang itu sungguh beruntung bisa menjadi istri konglomerat tuan muda Lu yang gagah dan tampan.."


gumam Monica sendiri yang ngelantur karena teringat orang yang sangat di bencinya dulu di sekolah.


"Tapi tunggu dulu, bukan nya suaminya marga Lu dan Si 9999 juga marga Lu jangan-jangan..."


ucap Monica dengan mata terbelalak sambil membekap mulutnya yang terbuka. dengan telapak tangannya.


"Persetan lah, saat ini tidak sempat berpikir banyak lagi.."


"Jeff Zhang sudah mati, hanya dia satu-satunya harapan ku kini.."


"Meski harus merendahkan diri sekalipun, aku tetap harus meminta bantuan darinya.."


"Dasar sial harus ketemu mereka berdua,


Si jalang dan si bedebah itu.."


gumam Monica mengomel panjang pendek, sambil menggunakan senternya memeriksa laci dan lemari Jeff Zhang.


Monica seperti sedang mencari sesuatu, akhirnya dia menemukan sebatang pisau kecil yang bisa di lipat.


Monica menyimpan nya di saku jasnya, dia kemudian terus mencari-cari akhirnya dia menemukan sebuah pistol Glock semi otomatis.

__ADS_1


Dan 5 set peluru, Monica sangat senang inilah yang dicari-carinya, benda-benda ini bisa dia gunakan untuk menjaga diri.


Monica meriksa isi pistol ternyata terisi penuh, menyimpan semua peluru cadangan kedalam saku jasnya.


Lalu dia keluar dari ruangan Jeff Zhang menuju ketempat Lu Sun ditahan.


Monica menggenggam pistol ditangan dalam keadaan siaga menembak,


Sambil mengarahkan senter HP nya ke jalan dia terus melangkah kedepan.


Monica akhirnya tiba di wilayah pintu sel yang berlapis-lapis, di sana Monica melihat banyak mayat sipir penjara yang bergelimpangan kehilangan nyawa.


Rata-rata mati dengan luka leher menganga dan tikaman pisau di jantung.


Monica dengan takut-takut melewati pintu jeruji otomatis yang kini terbuka semua.


Setelah sampai di area sel kamar tahanan, Di bagian ini tidak terlalu gelap gulita, tempat ini lebih terang meski sedikit remang-remang


Monica menyimpan ponselnya untuk menghemat baterai HP nya


Di sini Monica melihat semua pintu sel dalam keadaan terbuka, tidak terlihat ada satupun tahanan di dalamnya.


"Ahh ini gawat..."


gumam Monica seorang diri.


Kelihatannya memang telah terjadi kerusuhan dan kudeta, sehingga para tahanan kini terlepas bebas berkeliaran.


Aku harus buru-buru menemukan bedebah itu, agar bisa segera meloloskan diri dari neraka ini.


Batin Monica sambil terus melangkah menuju sel tahanan Lu Sun.


Selagi Monica sedang melangkah dari tempat yang gelap tiba-tiba ada yang mencekik dan menahan lengannya yang memegang pistol dengan sangat kuat.


Lengan yang mencekiknya sangat besar kekar dan berotot dengan tato menghiasi seluruh lengannya.


Monica tidak bisa melihat siapa yang mencekiknya, hanya bisa terus meronta sekuat tenaga.


Tapi cekalan ditangannya sangat kuat, selain itu cekikikan di lehernya juga membuat dia sulit bernafas.


Karena tangannya kesakitan pistol ditangannya akhirnya terlepas dari pegangannya.


Dari tempat gelap muncul beberapa pria tinggi besar lainnya yang rata-rata berwajah menyeramkan.


"Manis jangan melawan lagi, ayo temani kami bersenang-senang di jamin kamu akan puas.."


ucap salah satu dari beberapa orang yang baru muncul.


Ucapannya langsung di sambut suara gelak tawa teman+temannya yang lain.

__ADS_1


Monica semakin lama terlihat semakin lemah, tidak ada tenaga untuk bisa meronta lagi, karena cekikan di lehernya membuatnya sulit bernafas.


__ADS_2