KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
RAHASIA KEKACAUAN LU SAN SEMAKIN TERKUAK


__ADS_3

Tiba-tiba Ying Ying mengulurkan tangannya menjewer telinga Lu Sun dari belakang.


dan berkata,


"Lihat kamu selalu memberi contoh genit, lihat kini anak kita jadi seperti apa sekarang..?"


"Kamu harus tanggung jawab.."


"Aduh...! sayang...kamu harus adil, anak ku bukan hanya San er,.anak ku ada tiga yang lainnya."


"Kenapa justru anak mu San er yang begitu konyol.."


"Lihat Afei juga anak ku, dia hebat gak konyol, Lu Dan dan Lu Fei juga tidak.."


"Mengapa pas Lu Fan dan Lu San langsung jadi konyol.."


"Gak jaman dulu gak jaman ini, anak mu.."


"Aduh...aduh....aduh...sayang telinga ku bisa copot...aduh...aduh... sayang sakit.."


teriak Lu Sun tidak berdaya, dia tidak keburu menyelesaikan kata-katanya sudah menjerit kesakitan.


"Jadi maksud mu, ini semua karena aku..? begitu..?"


tanya Ying Ying kesal.


"Ehh bukan itu maksudku, ..."


ucap Lu Sun panik.


"Lalu apa maksud mu, bila bukan itu..?"


tanya Ying Ying masih sambil menarik Telinga Lu Sun yang mulai berbentuk spiral dibuatnya.


"Aduh..duh.. maksud ku mungkin darah naga liar itu yang nurun ke mereka.."


"Aduh..duh...duh...ampun sayang..ya sudah anggap saja salah ku deh semuanya,..puas.!"


jerit Lu Sun semakin kesakitan.


"Kalau aku punya darah Naga liar terus kenapa ? lalu kenapa kamu memilih menikahi turunan Naga ? kenapa gak milih menikahi kakak Giok Lan yang lainnya saja,?"


"Atau itu si Dewi bulan itu siapa itu dulu namanya...? ya si Chang er..benar Chang er janda manis itu, kenapa kamu gak nikahi dia saja.."


ucap Ying Ying kesal.


Kemudian dia melepaskan tarikan tangan nya dari telinga Lu Sun.


Ying Ying menghempaskan tubuhnya bersandar di sandaran kursi sambil mendengus kesal.


Lu Sun buru-buru meminggirkan mobilnya. kemudian memarkirkan mobilnya di pinggir jalan.


Sedangkan Giok Lan dari tadi memilih diam, tidak berani bersuara, dia memilih memeluk Da n er dan Fei er erat-erat.


Giok Lan merasa sedikit bersalah, San er jadi begitu sedikit banyak dia ada andilnya, karena kesalahannya terlalu memanjakan anak itu.."

__ADS_1


Apapun yang diinginkan oleh anak itu, dia selalu menurutinya, jadi hasilnya ya jadi seperti sekarang ini.


Lu Sun turun dari mobil, lalu menghampiri sisi belakang membuka pintu mobil di mana Ying Ying sedang duduk dengan kesal.


"Sayang kita perlu bicara berdua sebentar, maafkan kata kata ku yang tidak pantas itu."


ucap Lu Sun sambil mengulurkan tangannya menggenggam tangan Ying Ying dengan lembut.


Melihat sikap Lu Sun, Ying Ying pun menjadi tidak enak hati dan dia pun berkata,


"Mau bicara apa ? bicara aja di sini.."


"Ayolah sayang kita cari angin sejuk sebentar di sini..mau ya..?"


"Kamu ini, dasar ribet..."


ucap Ying Ying mengomel sambil pura-pura mendengus kesal.


Tapi dia gak kuasa menolak tarikan tangan Lu Sun dan wajah Lu Sun yang menatapnya dengan penuh permohonan telah melunturkan kekesalannya tadi.


Lu Sun merangkul Ying Ying berjalan menuju sebuah pohon Rindang yang tumbuh di pinggir jalan.


Sambil menatap kearah laut, dari tempat ketinggian di mana posisi mereka saat ini berada.


Lu Sun pun berkata,


"Sayang kamu tahu aku awalnya cuma bercanda, tiada maksud ku sama sekali menghina mu.."


"Maafkan kata kata candaan ku yang sedikit kelewatan."


"Aku yang terlalu lemah dalam menghadapi kenyataan kamu sudah pergi dari sisi ku."


"Aku terlalu larut dengan perasaan ku sendiri, sehingga lupa menjalankan kewajiban ku sebagai ayahnya."


"Tapi semua belum terlambat, selepas dari sini, aku berjanji akan sekuat tenaga membantu mu mendidiknya agar jadi anak yang baik.."


Ying Ying tersenyum bahagia menatap Lu Sun dan berkata,


"Maafkan aku juga sayang, aku terlalu bersikap kekanak-kanakan."


"Apa telinga mu masih sakit, sini coba aku lihat."


ucap Ying Ying sambil memegang nya dengan lembut dan meniup niupnya.


Sesaat kemudian kedua orang itu sudah berangkulan mesra sambil tertawa dan tersenyum berjalan menghampiri di mana mobil mereka terparkir di pinggir jalan sana.


Lu Sun membuka kan pintu mobil buat Ying Ying, dan membantunya untuk masuk ke dalam mobil.


Setelah itu dia baru masuk kedalam mobil dan mengendarai mobil Tersebut melanjutkan perjalanan menuju Yi Hua Restoran.


Dalam perjalanan Ying Ying kembali bertanya pada Dan er sambil membelai kepala anak itu,


"Dan er coba ceritakan pada ibu, kenapa anak anak cewek di sekolah bisa anggap kak Afei keren dan kakak San tidak.?"


Lu Dan sedikit ragu, dia menatap kearah Giok Lan ibu kandungnya.

__ADS_1


Giok Lan tersenyum menganggukkan kepalanya dan berkata,


"Jawablah Dan er, tapi harus jujur, gak boleh menambah nambah, apalagi mengada ada."


"Kakak Afei selalu mengulurkan tangannya membantu siapapun yang sedang kesulitan, dalam kemampuan bela diri olahraga maupun pelajaran di sekolah kakek Afei selalu nomor satu..'


"Sedangkan kakak San selain malas belajar prestasi di sekolah maupun beladiri dan olahraga tidak ada yang istimewa."


"Satu satunya prestasi kak San adalah suka memacari gadis cantik di sekolah, bermodalkan mobil Porsche merah yang bisa berganti-ganti warna jadi biru tua.."


"Kakak San selalu mengajak cewek cewek cantik pergi jalan jalan shoping ke mall dan makan di restoran mewah."


"Darimana kakakmu punya uang sebanyak itu ?"


tanya Ying Ying heran.


"Kakak San menggunakan kartu hitam milik mama Giok.."


ucap Dan er polos


Ying Ying menoleh kearah Giok Lan dan berkata,


"Adik Lan kamu yang memberinya, atau dia mencurinya dari kamu."


"Maaf kak Ying Ying, aku yang memberinya."


"Habis anak itu setiap hari terus merengek pada ku, karena tidak tahan aku pun berikan padanya.."


"Habis kartu itu, aku juga jarang pakai, dan selama ini tagihannya pun masih normal.."


"Berapa tagihan nya tiap bulan ?"


tanya Ying Ying.


"Rata rata 65.000 sampai 75, 000 USD saja kak.."


ucap Giok Lan santai.


Ying Ying terbelalak kaget dan berkata,


"Apa kamu bilang cuma, aku dulu bersusah payah bangun usaha sebulan hanya dapat 25.000 USD itu pun sudah hebat.."


"Angka segitu kamu bilang cuma..?"


Giok Lan hanya bisa meleletkan lidah, memeluk Lu Fei dan Lu Dan lalu melihat kearah jendela.


Dia takut terkena imbas kemarahan Ying Ying.


"Sun ke ke,..! San er itu benar-benar sudah kelewatan...!"


teriak Ying Ying mulai kembali kesal.


"Tenanglah sayang, tenangkan diri mu, nanti kita urus pelan pelan anak itu, aku janji."


"Kamu tenang saja, jangan emosi..ok.."

__ADS_1


"Percayalah pada ku, aku akan mengurusnya nanti."


__ADS_2