
Sesaat kemudian Lu Sun melepaskan pelukannya dan berkata,
"Sayang kalau kamu di sini bagaimana dengan usaha mu di sana.?"
Giok Lan tersenyum dan berkata,
"Aku akan mengaturnya dari sini lewat laporan email dan tatap muka dan meeting lewat video konferensi."
"3 bulan sekali baru berangkat kesana untuk pengecekan secara langsung."
ucap Giok Lan menjelaskan dengan santai.
Lu Sun mengangguk meski tidak mengerti jelas tapi dia memiliki sedikit gambaran.
"Kalau bisa seperti itu, tentu sangat baik."
"Tapi jangan memaksa, aku tidak mau melihat usaha yang di bangun dengan susah payah oleh ayah mu hancur karena kamu memilih tinggal di dekat ku."
"Sebenarnya aku juga sedang merancang bisnis investasi, sehingga aku dan Mereka bisa menyusul mu tinggal di sana."
Giok Lan tersenyum dan berkata,
"Tidak perlu dirancang lagi, kini justru aku sudah sedang langsung mempraktekkan nya."
Lu Sun mengangguk dan tersenyum senang.
Dia kini mengalihkan perhatian nya pada Xue Yen dan Ying Ying sambil berkata,
"Sayang bagaimana persiapan pernikahan kita ? kapan bisa di mulai ?"
Ying Ying menegur Lu Sun dengan lembut sambil tersenyum.
"Sebenarnya sudah bisa di mulai dari Minggu kemarin, tapi kamu menghilang hampir sebulan lebih dan baru muncul terpaksa kami menggeser mundur acara nya."
"Lagipula kamu belum ngetes pakaian dan kita belum mengambil foto."
Lu Sun tersenyum canggung dan berkata,
"Maaf-maaf aku terlalu sibuk mengurus masalah groups Xie, sehingga acara kita jadi tertunda."
"Tapi aku janji untuk sementara hanya akan fokus dengan urusan kita dulu sampai semuanya tuntas dan benar-benar beres "
"Tapi ada baiknya sedikit tertunda dengan begini kita berempat bisa membereskan semua sekali jalan."
Ying Ying Xue Yen dan Giok Lan mengangguk menyetujuinya.
"Bagaimana kalau hari ini kita pergi ngetes baju dan ambil foto prewedding kita ?"
Ying Ying mengangguk dan berkata,
"Aku coba hubungi pihak agensi dulu, sebentar .."
Setelah mengobrol sejenak ditelpon, Ying Ying menutup telpon dan berkata,
__ADS_1
"Semua bisa hanya saja baju pengantin Giok Lan terpaksa tidak bisa memesannya lagi."
"Hanya bisa memilih ready stok yang ada."
ucap Ying Ying apa adanya tapi sedikit tidak enak hati dengan Giok Lan.
Karena bajunya dan Xue Yen sendiri dirancang khusus oleh desainer terkemuka.
Lu Sun menatap tak berdaya ke Giok Lan.
Giok Lan tersenyum tenang dan berkata,
"Kalian tidak perlu khawatir, aku sudah membawanya sendiri... sebentar.."
Giok Lan mengeluarkan HP nya dan menghubungi George.
"George tolong bawakan pakaian pengantin ku kemari."
Tak lama kemudian George datang membawa sebuah kantong yang berisi sebuah kotak cantik berwarna putih.
"Nah sekarang aku sudah siap ayo kita berangkat."
ucap Giok Lan sambil tersenyum.
Ying Ying dan Xue Yen saling pandang sejenak kemudian mereka berdua tertawa gembira.
Setelah permisi dengan Nenek Lu, keempat orang itu pun berangkat menggunakan mobil Limousine milik Giok Lan.
Karena tempat duduknya lebih luas bisa muat mereka berempat, mereka bisa duduk santai tanpa harus ada yang menyetir.
Lu Sun dibawa pergi ngetes Jas dan celana sambil di rapikan rambutnya dan sedikit dirias.
Sedangkan Xue Yen Ying Ying dan Giok Lan di bawa ke salon untuk di rias, baru nanti di dandan menggunakan pakaian pengantin mereka masing-masing.
Lu Sun yang beres duluan duduk di ruang tunggu tempat ngetes pakaian pengantin Ketiga isteri nya.
Yang muncul duluan adalah Xue Yen, Xue Yen yang kondisinya telah pulih total seperti semula.
Dia terlihat sangat cantik setelah dirias dan mengenakan baju pengantinnya, bagian leher bahu dan sedikit dada atasnya yang terbuka.
Menampilkan pemandangan yang sangat menggoda dan menakjubkan.
Kulitnya yang putih mulus dengan sepasang bukit yang montok berada di balik pakaiannya.
Membuat Lu Sun menatapnya dengan terbengong-bengong.
Melihat reaksi suaminya yang terlihat jauh lebih ganteng dan tampan wajah Xue Yen menjadi merah menahan malu.
"Ba.. bagaimana sayang..?"
tanya Xue Yen gugup.
Eh..Oh..bagus..sangat bagus.. keren."
__ADS_1
ucap Lu Sun yang ikut gugup, sambil mengangkat jempolnya kearah Xue Yen.
Xue Yen tersenyum gembira kemudian masuk kembali kedalam bilik ruang ganti untuk lebih disempurnakan lagi bagian dada yang sedikit ketat.
Yang kedua muncul adalah Ying Ying yang juga terlihat sangat cantik dan mempesona.
Hampir sama dengan sewaktu di ambil foto prewedding nya di Bei Jing, Ying Ying terlihat tidak berubah sama sekali meski telah punya anak satu.
Lu Sun tersenyum senang dan memberikan jempol kearah Ying Ying.
Orang ketiga yang tampil adalah Giok Lan, begitu Giok Lan muncul dengan pakaian pengantinnya yang didesain ngepas dengan bentuk tubuhnya dengan bagian bawahnya yang di hiasi untaian kain yang memanjang kebelakang mirip bulu ekor burung Phoenix yang indah.
Sekali ini Lu Sun benar-benar tidak bisa bicara, dia benar-benar di buat melongo oleh kecantikan istri ketiganya ini.
Giok Lan sambil tertawa nakal berjalan menghampiri suaminya dan menggunakan jarinya yang tertutup sarung tangan jaring halus transparan.
Mengelap ujung bibir suaminya dan berkata,
"Udahh..ihh.. air liur mu hampir menetes."
Lu Sun pun tertawa dan berdiri ingin memeluk dan mencium nya.
Tapi bibirnya ditahan jari Giok Lan, sedang dadanya ditahan tangan Giok Lan yang lain, agar tidak bisa maju menempel.
"Sayang tahan nanti riasan untuk foto rusak, di baju juga ada jarum-jarum nya, nanti kamu bisa tertusuk."
ucap Giok Lan sambil tertawa.
Lu Sun menghela nafas kecewa dan berkata,
"Awas lihat malam nanti bagaimana aku mempretelimu.."
Giok Lan tertawa sambil menutup mulutnya, kemudian dia kembali kedalam ruang gantinya.
Sebelum menutup korden Giok Lan menongol kan Kepalanya keluar dan berkata,
"Nanti malam terserah karena aku adalah milik mu seorang saja."
"Tapi untuk sekarang tidak bisa.."
sambil tertawa nakal dia pun menutup semua korden nya.
Lu Sun berpikir bila di dalam sedang tidak ada asisten desainer pakaian pengantin.
Dia pasti akan menerjang kedalam menghabisi Ketiga isteri nya itu satu persatu.
Lu Sun dapat merasakan Tongkatnya sudah mengamuk.
Untuk menenangkan diri Lu Sun pun keluar dari ruangan ngepas pakaian pengantin wanita.
Lu Sun berjalan keluar dari ruangan itu, ternyata di depan nya adalah sebuah butik yang menjual berbagai macam pakaian wanita.
Tadi Lu Sun masuk melalui pintu belakang di samping butik yang terhubung dengan salon dan tempat pemotretan indoor.
__ADS_1
Jadi tidak melihat toko butik didepan nya, secara kebetulan Lu Sun bertemu pandang dengan dua orang gadis yang baru berjalan masuk kedalam butik tersebut, melalui pintu depan.