
Sementara itu Maya yang melihat keributan yang terjadi, dia segera mengajak Ying Ying dan Xue Xue meninggalkan arena.
Lalu Maya bersama Ying Ying dan Xue Xue pergi melapor ke pihak manajemen Arena ice skating agar turun tangan mencegah keributan yang terjadi diarena ice skating.
Tapi di saat Maya Ying Ying dan Xue Xue keluar dari kantor manajemen bersama pihak manajemen.
Mereka mendengar suara sorakan dan tepuk tangan dari para penonton disekitar arena ice skating.
Mereka segera bergegas pergi melihat apa yang terjadi.
Ternyata setelah Maya membawa kedua istrinya pergi.
Lu Sun sudah tidak sungkan lagi dengan para pengacau itu.
Tubrukan pertama yang datangnya dari belakang dan depan, di hindari Lu Sun dengan bersalto diudara melewati orang yang sedang menubruknya dari belakang.
Lu Sun memberikan sebuah tendangan kearah punggung penyerang dari belakang.
Karena kaki Lu Sun dilengkapi sepatu Bermata pisau.es. skating.
Punggung orang itu langsung robek mengucurkan darah, dia tidak bisa menghentikan pergerakannya.
Sehingga dia dan temannya yang datang dari depan bertabrakan keras, mereka berdua jatuh tumpang tindih babak belur.
Kini tersisa dua orang penyerang lagi, melihat nasib kedua teman mereka.
Mereka berdua kini mengeluarkan sebatang Tongkat buat bermain hockey es ditangan mereka.
Kemudian salah satu dari mereka meluncur dengan kecepatan tinggi mengayunkan tongkat ditangannya memukul kepala Lu Sun.
Lu Sun menghindarinya dengan memiringkan badannya kebelakang, ketika tubuh penyerangnya lewat di atasnya.
Dengan satu tangan menekan lantai kaki Lu Sun melayang menghantam kepala penyerangnya hingga mukanya nyungsep kedepan menabrak lantai es yang keras.
Melihat hal itu, orang terakhir meluncur dari tempat lainnya, sebelum Lu Sun siap dia sudah datang dengan tongkatnya menghantam keras ke lutut Lu Sun.
Lu Sun meloncat keatas kemudian dengan menggunakan kedua kakinya menendang dada penyerang kakinya yang sedang terbuka bagian dadanya.
Penyerangnya terjengkang kebelakang, kemudian tubuhnya meluncur diatas es baru berhenti setelah menabrak kaca tebal arena ice skating.
Lu Sun sendiri setelah memberikan tendangan dengan kedua kaki, tubuhnya bersalto kebelakang, dengan bantuan kedua tangannya yang menekan es di bawahnya tubuhnya bersalto kebelakang.
__ADS_1
Kemudian berdiri dengan posisi meluncur mundur dengan tubuh sedikit berjongkok.
Gerakan akrobatik inilah yang mengundang sorak dan tepuk tangan penonton yang bersimpati kepada nya.
Karena dia sendirian harus melawan 4 orang pemain Hockey es yang menggunakan helm dan baju pelindung pemain Hockey.
Maya Ying Ying dan Xue Xue memandang dengan terbelalak di mana kini Lu Sun berdiri di kepung dari 4 arah oleh 4 orang yang memegang tongkat di tangannya.
Ayunan Tongkat orang pertama mengincar kepala Lu Sun,.Ayunan Tongkat kedua menghantam dan mengait kaki bagian bawah Lu Sun.
Lu Sun menghindar dengan tubuh seperti berbaring diudara, kemudian tangan dan kakinya bergerak masing-masing memberikan sebuah pukulan dan tendangan, yang membuat kedua penyerang jatuh terpental menabrak lantai es.
tubuh Lu Sun sendiri terjatuh sejajar dalam posisi seperti orang berbaring, tapi sebelum menyentuh lantai es.
Lu Sun memukul tangannya keatas es, memberi dorongan sehingga tubuhnya kembali ke posisi berdiri.
Baru saja dia berdiri dua batang Tongkat meluncur datang menghantam dada nya dari kiri dan kanan.
Lu Sun Kembali menjatuhkan dirinya kebelakang begitu bahu dan tengkuknya menyentuh lantai tubuhnya meluncur bangun dengan sangat cepat menyarangkan sepasang tinju nya kemuka kedua penyerangnya yang menggunakan helm.
Kedua orang itu jatuh terpental menghantam lantai es menyusul kedua teman mereka yang menyerang pertama tadi.
Ke 4 orang ini tidak sanggup bangun lagi, helm pelindung kepala mereka pecah di hantam Lu Sun.
Pihak manajemen bertindak cepat segera mengamankan ke 4 orang itu.
Setelah melihat hasil rekaman CCTV di mana yang memulai keributan adalah tenaga kerja mereka yang tidak profesional.
Kemudian mengundang teman-teman nya datang untuk mengeroyok Lu Sun.
Pihak manajemen buru-buru meminta maaf dan memberikan kompensasi menggratiskan semua biaya bermain di arena mereka.
Mereka mengembalikan uang yang sudah Lu Sun bayarkan, sebelum mereka masuk bermain di arena ice skating.
Pihak manajemen juga menyerahkan karyawan dan keempat temannya ke pihak berwajib untuk diurus.
Tak lama kemudian mereka berempat sambil ngobrol dan bercanda berjalan meninggalkan arena ice skating.
"Sayang aku sedikit haus.."
ucap Xue Yen manja.
__ADS_1
Lu Sun jarang keluar bermain ketempat beginian, jadi dia hanya menatap bingung Kearah Maya dan Ying Ying.
Maya mengerti kebingungan Lu Sun, dia cepat berkata,
"Di lantai atas sini ada toko buah dan juice yang enak, tempat nongkrongnya juga lumayan asyik, yuk kita kesana saja."
Lu Sun dan kedua isterinya, hanya mengangguk dan mengikuti Maya menuju lantai atas.
Ternyata benar apa yang di katakan oleh Maya, tempatnya cukup keren rapi dan bersih.
Sofa tempat duduknya juga empuk, air conditioner di dalam ruangan juga cukup dingin.
Sehingga tubuh mereka yang berkeringat sehabis bermain Ice Skating tadi kini terasa lebih segar.
Mereka memilih tempat duduk yang dibatasi sebuah kaca besar, di mana mereka dapat melihat pemandangan laut di sore hari.
Di mana air laut terlihat berkilauan tertimpa cahaya matahari sore yang berwarna keemasan.
Seorang pelayan wanita muda berseragam kuning dengan rok.pendek ketat berwarna hitam datang membawa menu minuman dan makanan.
Setelah melihat-lihat menu sejenak sambil berunding berdua antara Lu Sun dan Ying Ying yang duduk berdampingan.
Sedangkan Xue Yen dan Maya duduk dihadapan mereka berdua.
Setelah menemukan kesepakatan Lu Sun memanggil semangkok es campur dan segelas es cendol, dia kongsi berdua makannya dengan Ying Ying.
Sedangkan Xue Yen memesan segelas juice mangga, Maya memesan segelas juice alpukat.
Maya dan Xue Yen hanya tersenyum melihat kemesraan Lu Sun dan Ying Ying yang saling menyuapi.
Maya dan Xue Yen terlibat obrolan mereka sendiri.
Sedangkan Lu Sun dan Ying Ying memilih menikmati es yang ada di hadapan mereka.
Ying Ying sebenarnya tidak terlalu doyan makan.
Dia hanya suka menikmati suasana menemani suaminya makan, melihat suaminya makan dengan lahap dia akan merasa senang dan bahagia bisa berada di sisinya menemaninya makan.
Dan itu sudah jadi kebiasaan selama mereka mulai kenal sampai sekarang tidak pernah berubah.
Sedangkan Xue Yen yang memiliki perbedaan selera makan dengan Lu Sun dia jelas tidak bisa melakukan yang seperti Ying Ying lakukan.
__ADS_1
Tapi dia punya kelebihan lain, dia pintar memasak sehingga bisa memanjakan lidah Lu Sun yang doyan makan daging.
Sedangkan Ying Ying boleh di bilang paling hebat juga masak mie instan.