
Sarah melihat lawannya di depan sana tidak ada yang bergerak, 4 orang itu masih di posisinya dekat perahu.
Sedangkan si rambut merah dan biru, juga tidak terlihat bergerak atau mengeluarkan senjata mereka.
Sarah buru buru menoleh kebelakang,. saat melihat rekannya Henry tersungkur di sana.
Sarah buru buru mengarahkan pistolnya, kearah pria tinggi besar yang berdiri di belakangnya.
Pria itu adalah Lu Sun, dia tersenyum tenang menanggapi respon Sarah.
"Tuan Lu apa yang telah kamu lakukan ? apa kamu tidak tahu menyerang petugas adalah pelanggaran berat..!?"
Lu Sun tersenyum sabar menanggapi pertanyaan Sarah, dia membuka telapak tangannya.
Menunjukkan ke Sarah sebutir proyektil timah panas yang telah gepeng di tangannya.
Sarah menatap dengan sepasang mata terbelalak tak percaya.
tapi dia tidak bisa membantah karena yang dilihatnya saat ini, adalah nyata
Setelah menunjukkan isi dalam genggamannya Lu Sun pun berkata,
"Bila aku tidak melumpuhkannya, peluru ini yang akan melumpuhkan mu.."
Lu Sun melepaskan sebuah softlens dari mata kanannya, kemudian berkata,
"Semua rekam peristiwa dari awal hingga akhir ada di sini, kamu boleh cek barang bukti ini nanti di kantor mu.."
Lu Sun melemparnya kearah Sarah, di saat bersamaan, saat Sarah sedang menerima Softlens dari Lu Sun.
Tubuh Lu Sun sudah menghilang dari posisinya, menarik Sarah kedalam pelukannya dengan tangan kirinya.
Sedangkan tangan kanannya di gunakan untuk menyambut pukulan energi merah, yang di lepaskan oleh si rambut merah ke Sarah, selagi Sarah lengah, kurang fokus.
Karena dia sedang menghadap kearah Lu Sun.
Dan sedang mendengarkan penjelasan Lu Sun.
"Ahhh.."
jerit Sarah tertahan karena kaget.
Di saat bersamaan si rambut merah juga berteriak kesakitan.
"Arrgghh..!!"
Tubuhnya terpental berguling-guling tidak kuat menahan tenaganya sendiri yang membalik.
Melihat hal tersebut, si rambut biru, langsung maju melesat kedepan, menggantikan Si rambut merah menyerang Lu Sun.
Sepasang tapaknya mengeluarkan cahaya biru.
Lu Sun menangkis dan melayani serangan nya dengan tangan sebelah.
__ADS_1
Menangkis sekaligus mendorong nya mundur terpental bergulingan menyusul si rambut merah.
Sebelum mereka sempat bangun Lu Sun sudah tiba di hadapan mereka dengan dua kali totokan jari matahari keduanya langsung terdiam ditempat tidak bisa bergerak.
Di saat bersamaan Lu Sun juga melepaskan totokan jarak jauh ke 4 orang yang berdiri dekat perahu.
Keempat orang itu langsung diam tak bergerak seperti patung, hanya sepasang mata mereka yang melirik kesana kemari dengan sikap ngeri.
Lu Sun menyita laptop si rambut biru yang sudah ada data file dari Willy.
Lalu Lu Sun berjalan santai kembali kehadapan Sarah dan memberikan laptop itu kehadapan nya, sambil berkata,
"Aku percaya padamu, kamu adalah polisi yang baik dan sangat bisa di andalkan."
"Semua barang bukti ku titipkan pada mu, kamu boleh manfaatkan dengan sebaik-baiknya."
ucap Lu Sun sambil tersenyum.
Setelah menyerahkan pada Sarah Lu Sun berjalan menghampiri Willy dan berkata,
"Kamu jawab dengan jujur pada ku, apa yang kamu gunakan untuk mengancam John, sehingga dia bersedia memberikan USD 30.000 pada mu.."
Willy terlihat ragu-ragu.
Sekali cengkram tubuh Willy yang kecil langsung terangkat keatas.
"Kamu tidak mau jawab, boleh.."
"Aku akan membuat putri mu melihat bagaimana ayahnya mati jatuh dari ketinggian.."
"Ahhhh...!!"
teriak Willy penuh ketakutan,. wajahnya pucat saat melihat ke bawah.
Dia kini berada dalam posisi begitu tinggi, bila terjatuh kebawah tubuhnya pasti tidak berbentuk lagi.
Dan yang membuat dia lebih ngeri adalah ucapan Lu Sun ingin anaknya melihat dia terjatuh dari ketinggian.
Itu pasti akan menjadi mimpi buruk seumur hidup bagi anaknya bila hal itu terjadi.
"Tu,,tuan lu...ampun..tolong ..aku mohon..jangan lakukan hal itu.."
"Aku janji akan ceritakan semua nya, dan mengembalikan semua bukti yang ada pada ku, ke tuan Lu.."
"Bagus tunjukkan jalan kita akan kesana mengambilnya.."
ucap Lu Sun dingin
Tapi anak istri ku masih di sana,.."
ucap Willy cemas.
"Itu kamu tidak perlu khawatir, sebentar lagi polisi akan tiba di lokasi, Sarah cukup untuk mengatasi hal itu ."
__ADS_1
Willy tidak punya pilihan selain menunjukkan arah menuju kediaman nya, di daerah pinggiran kota yang kumuh dan padat penduduknya.
Lu Sun membawa Willy mendarat ringan di depan halaman rumah sederhana Willy.
Willy sudah menyaksikan sendiri semua kemampuan Lu Sun yang sangat tidak masuk akal.
Tanpa banyak bicara, apalagi bersikap macam macam dia masuk kedalam rumahnya diikuti oleh Lu Sun.
Willy langsung membongkar TV nya yang ada di ruang tamu.
Dari dalam mesin TV Willy mengeluarkan sebuah flashdisk kecil dan memberikan kepada Lu Sun, sambil berkata.
"Ini adalah barang bukti yang ku gunakan untuk mengancam John.."
"Di dalam nya ada rekaman video, Nicole yang sedang mabuk, bercinta dengan beberapa laki laki bayaran.."
"Video ini ku dapatkan dari Alberto,. Alberto mendapatkan nya dari Yamada.."
"Karena klub tempat lokasi kejadian itu, adalah klub milik Yamada dari group Nagoya."
"Bagaimana kamu bisa tahu sebanyak itu..?"
tanya Lu Sun Curiga.
"Aku demi menjaga keselamatan aku dan keluarga ku, aku yang dulu nya adalah seorang tehnisi IT hardware..'
"Sebelum bekerja sebagai sopir pak Clooney, tentu bukan hal sulit bagi ku menaruh beberapa kamera di kantor dan ruangan pribadi tuan Alberto."
"Rekaman itu yang ku gunakan untuk menjamin nyawa ku dan keluarga ku, bila tuan Alberto berani macam macam dengan ku.."
ucap Willy memberi penjelasan.
Kini Lu Sun pun mengerti kenapa John mati matian tidak mau bercerita dan memilih masuk penjara.
Setelah mendapatkan barang bukti itu, Lu Sun pun membawa Willy kembali ke kantor polisi.
Willy di serahkan kembali ke Sarah di kantor polisi.
Lalu Lu Sun menghubungi Robert Lam, agar membantunya mengurus proses mengeluarkan John dari tahanan polisi.
Karena bukti sudah lengkap, tanpa kesulitan Robert Lam dan Lu Sun dengan mudah membawa John kembali kerumahnya..
Kepulangan John di sambut dengan suka cita oleh istrinya Nicole yang terus menanti kepulangan suaminya di halaman depan rumah.
Bagaimana Giok Lan dan Ying Ying membujuknya Nicole tetap berkeras tidak akan masuk ke dalam rumah sebelum suaminya kembali.
Lu Sun diam diam menyerahkan barang bukti video Nicole ke Giok Lan.
"Apa ini tanya Giok Lan heran sambil menatap suaminya.."
Lu Sun tersenyum dia menarik Giok Lan ketempat yang agak sepi ditaman baru dia berkata,
"Benda ini hampir mencelakai John masuk penjara seumur hidup.."
__ADS_1
"Apa maksud mu..?"
tanya Giok Lan bingung.