
Yang membuat Lu Sun semakin gembira adalah Chu Di juga memasukan password untuk membuka rekening nya secara online.
Lu Sun menatap dengan mata berbinar-binar melihat saldo tabungannya yang sangat fantastis.
Chu Di membuka rekeningnya untuk melakukan transfer ke relasi bisnisnya.
Chu Di ternyata memiliki beberapa rekening, bahkan ada rekening yang cuma buat nyimpan uang dan menerima dana masuk.
Tapi tidak pernah melakukan transaksi transfer.
Lu Sun sempat khawatir begitu banyak rekening, bila password-nya beda-beda bisa mabuk dia menghapalnya.
Untungnya meski rekening nya ada 6, tapi si gendut Chu Di password nya cuma satu.
Bahkan password untuk brangkas di dalam rumah, di balik sebuah tembok yang tersembunyi juga memiliki nomor yang sama.
Lu Sun akhirnya bisa bernapas lega, Si gendut ini kelihatannya juga bukan orang yang terlalu pintar batin Lu Sun.
Daya ingatnya pas-pasan makanya semua password nya sama, hanya password masuk ke komputernya saja yang beda.
Setelah menyelesaikan transaksi dan pengecekan saldo, Chu Di membuka file setiap cabang usahanya.
Di situ ada alamat lengkap juga nama dan no telpon penanggung jawabnya.
Bahkan tempat yang di jadikan sebagai penampungan dan klinik untuk melakukan operasi organ tubuh manusia datanya juga ada.
Hanya klinik dan gudang ini ada beberapa tempat di setiap kota dan selalu berpindah-pindah tempat.
Yang paling besar ada di Beijing Nanjing Shanghai dan Hongkong.
Sesaat kemudian Chu Di berpindah ke file transaksi persenjataan, jenis dan pabrik senjatanya Lu Sun hanya memperhatikannya secara sekilas.
Tapi jadwal dan lokasi transaksi serta besarnya angka transaksi serta daftar relasi transaksinya, membuat Lu Sun sedikit kagum dan terkejut.
Pelanggan terbesar nya di dominasi Afrika timur tengah dan sebagian pecahan negara Unisoviet.
Chu Di melakukan beberapa telpon ke pelanggan yang memesan senjata gelap darinya.
Setelah melakukan panggilan dan percakapan singkat memastikan tanggal dan lokasi transaksi.
Chu Di kemudian menghubungi orang-orang kepercayaannya yang akan mewakilinya melakukan transaksi.
__ADS_1
Dia juga menelpon pengurus persediaan organ tubuh manusia, memastikan stok dan permintaan dari pelanggannya telah terpenuhi atau belum.
Dia meminta data pelanggan yang belum bisa terpenuhi permintaan nya, karena jenis organ yang di butuhkan kehabisan persediaan, agar di email ke dia.
Setelah menerima data itu Chu Di baru menginstruksikan ke wakil ketua Genk Golok hitam, agar mencari organ organ yang di perlukan berdasarkan data yang diterima dari bagian pengurus stok.
Di dalam Genk golok hitam sendiri mereka juga memiliki dokter gelap yang khusus memeriksa ke cocokkan organ sesuai permintaan dari bagian stok organ.
Agar tidak terjadi salah kirim dan tidak sesuai dengan permintaan pelanggan mereka.
Untuk pelayanan permintaan organ, mereka juga memiliki kantor dan perusahaan khusus yang terkamuflase dengan rapi.
Mereka hanya melayani permintaan dari relasi bisnis dan permintaan dari rumah sakit rekanan mereka yang terpercaya, di luar itu mereka akan menolaknya.
Perusahaan itu sendiri hanya terdaftar secara resmi sebagai perusahaan pengiriman barang antar kota.
Chu Di akhirnya meninggalkan ruangan kerjanya setelah dia membereskan semua pekerjaan nya.
Lu Sun tidak mengikutinya, dia memperkirakan si gendut pasti pergi makan siang.
Lu Sun memperhatikan beberapa CCTV yang berada dalam ruangan tersebut, dia merubah dirinya menjadi seekor laba-laba seukuran telapak tangan.
Bergerak mendekati kamera CCTV membuat jaring laba-laba menutupi seluruh layar kamera.
Baru dia mulai bekerja memindahkan semua data file penting di komputer Chu Di ke Flashdisk miliknya.
Lu Sun juga memindahkan seluruh saldo tabungan Chu Di kesebuah rekening milik Yayasan amal, yang pernah didirikan oleh Ying Ying dulu sebelum dia bangkrut.
Yayasan tersebut sempat vakum beberapa tahun di saat dia bangkrut, tapi beberapa waktu terakhir ini Ying Ying sudah mengaktifkannya kembali.
Sebelum meninggalkan ruangan tersebut Lu Sun masuk kedalam ruang penyimpanan harta Chu Di menguras seluruh isinya, seperti dia menguras harta Michael Chu.
Setelah semua beres Lu Sun kembali berubah menjadi seekor burung kecil terbang meninggalkan kediaman Chu Di.
Setelah jauh meninggalkan kediaman tersebut, Lu Sun mencari tempat sepi di sebuah gang kecil di pusat kota. lalu merubah dirinya kembali kebentuk semula.
Keluar dari gang tersebut Lu Sun mampir dan duduk disebuah cafetaria yang tidak begitu ramai pengunjung.
Dia memesan secangkir coffe dan mengeluarkan HP nya melakukan panggilan kesebuah nomer.
"Hallo...tuan Lu apa kabar ?"
__ADS_1
"Lama tak berjumpa ada yang bisa saya bantu ?"
terdengar jawaban ramah dari seberang sana begitu panggilan tersebut tersambung.
"Kabar ku baik,...makasih perhatian nya, saya mau minta tolong bisa kah sekretaris Fang, aturkan saya hari ini bertemu dengan presiden Xi ?"
"Waduh maaf tuan Lu, presiden Xi hari ini jadwalnya padat, sampai malam nanti penuh."
"Besok pagi rencana nya akan terbang ke Korea Utara, jadi mungkin dalam seminggu ini, anda akan kesulitan bertemu dengan nya."
ucap sekretaris Fang memberi penjelasan.
Lu Sun menghela nafas panjang dan berkata,
"Baiklah kalau begitu harta sejarah negara, Pedang Langit Kaisar Han Liu Pang, terpaksa saya lelang di Dubai saja."
"Ok sampai kan salam ku buat presiden Xi, sampai jumpa terima kasih."
ucap Lu Sun mematikan HP nya.
Meski ada terdengar suara "Ehh tunggu.." dari sekretaris Fang.
Tapi Lu Sun tetap mematikan HP nya.
Sesaat kemudian sekretaris Fang menelpon Lu Sun kembali, tapi Lu Sun sengaja mematikan HP nya.
Dia duduk santai minum coffe ditempat tersebut.
Tidak sampai setengah jam 3 mobil Volvo berwarna hitam berhenti di depan cafetaria.
Dari dalam mobil pertama dan kedua tersebut turun 10 orang pria, yang pernah Lu Sun temui saat sedang berada di tempat nge pas baju pengantin bersama Ketiga Istrinya.
Dari mobil ketiga turun seorang pria berusia 60 tahunan bertubuh gempal, tidak terlalu tinggi mungkin hanya 165 cm saja tinggi badannya.
Matanya tajam seperti burung elang, kepalanya botak di tengah di hiasi rambut tipis di seputarnya.
Dia mengenakan jas cheongsam Hijau daun sama persis dengan 10 orang yang turun dari mobil pertama dan kedua tadi.
Lu Sun mengenali orang ini yang merupakan sahabat ayah Giok Lan, Lu Sun sempat di perkenalkan oleh Giok Lan di pesta pernikahan mereka.
Orang inilah orang nomor satu di biro Rahasia yang biasanya di panggil Paman Mao.
__ADS_1
Disebelahnya Paman Mao mengikuti seorang pria berkacamata berusia kisaran 40 tahunan, orang inilah yang barusan melakukan pembicaraan di telepon dengan Lu Sun.