KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
PERTANDINGAN DI MULAI


__ADS_3

Sedangkan tendangan kearah kepala Lu Sun tangkis dengan tangannya.


Saat tendangan mencangkul tiba, Lu Sun menyambutnya dengan kedua tangannya, lalu mendorongnya keatas.


Tubuh Alam Tam di buat jungkir balik mendarat dengan kepala dan tengkuk menghantam lantai dengan keras.


Kejadian itu membuat semua murid lainnya berdiri terbelalak tak percaya.


Alam Tam selama ini memiliki reputasi tendangan maut yang belum pernah menemui tandingannya selain guru Ken.


Kini di buat tak berdaya hanya dalam satu gebrakan, ini adalah hal besar.


Beberapa murid wanita, langsung mengeluarkan HP mereka untuk merekam kejadian tersebut.


Melihat Alam Tam keok dengan sangat mudah, Stephen Chow yang merupakan pimpinan kelompok itu.


Memberi kode ke 3 temannya yang lain untuk membantunya maju mengeroyok Lu Sun.


Erick Mo dan Lolanto maju dari arah kiri kanan mencoba mengunci kedua tangan Lu Sun dengan cengkraman tangan mereka.


Sedangkan Richard Wu muncul dari arah belakang Lu Sun, mencoba mengunci pinggang Lu Sun.


Berbeda dengan Alam Tam yang mendalami taekwondo, Eric Mo, Lolanto dan Richard Wu, mereka bertiga khusus mendalami ilmu bela diri Ju Jitsu.


Sedangkan Stephen Chow dia mendalami, Mix Martial Art, yaitu semua cabang beladiri secara campur.


Stephen Chow maju paling belakangan, untuk memberikan pukulan mematikan kearah wajah dan perut Lu Sun, dia juga bisa melepaskan tendangan sesuai kebutuhan situasional.


Cengkraman tangan yang datang Lu Sun balas dengan cengkraman tangan nya yang jauh lebih kuat.


Sedangkan serangan Richard Wu, Lu Sun antisipasi dengan sebuah tendangan kebelakang tanpa menoleh.


Tepat menghantam wajah Richard Wu, membuatnya terpental ke belakang.


Untungnya Lu Sun tidak berniat menghabisi mereka, dia hanya i gin memberi pelajaran pada anak anak ini.


Anak-anak ini jelas bukan lawannya, jangankan melawan Lu Sun, melawan Afei saja orang orang ini bakal babak belur.


Eric Mo dan Lolanto sangat terkejut saat tangan mereka terkena cengkraman Lu Sun yang seperti Capitan baja.


Tubuh mereka langsung lemas kehilangan tenaga, bergerak sesuai arah tarikan tangan Lu Sun yang membuat mereka berdua saling bertabrakan.


Pukulan Stephen Chow yang datang di hindari Lu Sun dengan melangkah mundur.


Tapi Stephen Chow tidak berhenti, dia terus merangsek maju dengan pukulan nya yang keras.


Baik dari arah atas memberikan hook maupun dari arah bawah dengan upper cut.

__ADS_1


Tapi serangan nya masih terus menemui tempat kosong, bahkan beberapa tendangan yang dia layangkan tidak ada yang menemui sasaran.


Lu Sun terus menghindar dengan langkah mundur.


Dalam satu kesempatan serangan hook tangan kiri Stephen Chow di tahan oleh Lu Sun tepat membentur area lipatan tangan.


Sedangkan serangan dengkul Stephen Chow tertahan oleh tangan Lu Sun, yang juga di waktu hampir bersamaan menangkis serangan hook tangan kanan Stephen Chow.


Setelah menggagalkan serangan Stephen Chow, Lu Sun mendorong pelan dada Stephen Chow, tapi hasilnya dia terpental kebelakang jatuh bergulingan beberapa kali kebelakang baru berhenti.


Kedatangan pak Ma, hanya melihat ke 5 murid Lu Sun jatuh malang melintang di atas lantai.


Ketiga gadis yang menjadi rekan Stephen Chow CS berdiri terbelalak tak percaya melihat ke 5 teman cowok mereka dengan sangat mudah di buat Lu Sun menjadi tak berdaya.


"Apa yang terjadi di sini..!!"


teriak pak Ma marah begitu tiba di lokasi.


"Kalian berlima sungguh kelewatan berani menyerang guru kalian, apa kalian pikir sudah tidak ada hukum negara lagi."


"Hari ini juga aku..."


ucapan pak Ma terhenti di tengah jalan.


Karena Lu Sun menahan bahu pak Ma memberi kode agar dia lebih tenang, dan mempercayakan urusan ini padanya.


Pak Ma akhirnya mengangguk dan mundur memberi kesempatan kepada Lu Sun untuk menyelesaikan nya.


Setelah mereka berlima bisa berdiri normal kembali Lu Sun berkata,


"Aku bukan ingin memaksa kalian bermain basket, dengan kekerasan."


"Tapi aku ingin kalian percaya, bahwa aku bisa membawa kalian bermain lebih bagus, dan memenangkan berbagai ajang pertandingan basket."


"Sehingga bisa mengharumkan nama sekolah kita."


"Ayo kita tanding basket, kalian berlima lawan aku sendirian, bila aku kalah setiap mata pelajaran ku, kalian boleh bebas melakukan apapun yang kalian suka.."


"Bila sebaliknya, aku cuma minta kalian menjadi bagian dari team yang akan aku bentuk, untuk mewakili sekolah kita dalam berbagai pertandingan.'


"Bagaimana kalian setuju, atau kalian terlalu takut dengan orang tua ini, sehingga tidak berani melayani tantangan dari ku.."


ucap Lu Sun sambil tertawa mengejek.


Lu Sun sengaja ingin memancing emosi dan gengsi ke 5 murid nya ini.


"Siapa takut, tapi pegang ucapan mu tadi, biar kepala sekolah menjadi saksi, di samping itu kami juga punya rekaman pembicaraan mu tadi.."

__ADS_1


ucap Stephen chow tersenyum lebar.


Dia menjentikkan jarinya kearah Barbie Su pacarnya memberi kode agar Barbie Su menunjukkan hasil rekaman nya.


Barbie Su tersenyum bangga berjalan ke hadapan Lu Sun menunjukkan hasil rekaman nya.


Lu Sun tersenyum dan berkata,


"Tidak perlu pakai mainan seperti itu, ucapan seorang pria sejati, sekali terlepas 4 kuda pun tidak bisa menarik nya kembali.."


"Kalian boleh tenang, lebih baik segera kita lakukan pertandingan, karena habis ini aku masih ada kelas lain.."


ucap Lu Sun sambil melangkah ke tengah lapangan basket.


Stephen chow sambil tersenyum gembira melangkah menyusul Lu Sun sambil membawa bola basket.


Sedangkan ke 4 rekannya sudah siaga di posisi masing-masing sesuai dengan formasi bertahan mereka.


"Ini bolanya kamu boleh duluan deh.."


ucap Stephen chow sambil melempar bola kearah Lu Sun.


Lu Sun menerima bola tersebut dan berkata,


"Kamu yang berikan kesempatan, ku harap jangan menyesal nantinya.."


"Thomas kemarilah kamu bantu jadi wasitnya.!"


teriak Lu Sun sambil melambaikan tangannya kearah Thomas.


Thomas buru-buru berlari menghampiri Lu Sun.


Barbie Su memimpin kedua temannya duduk di dekat papan skor, Ketiga gadis kacamata culun yang menjadi teman seteam dengan Thomas.


Mereka juga maju menjaga papan skor buat Lu Sun.


Lu Sun tersenyum dan memberikan tanda jempol kearah 3 gadis itu.


Mereka tertawa senang dan memberikan tanda ok ke Lu Sun.


"Ayo pak tua, cepat sedikit, ingat usia..!"


teriak Stephen Chow sambil tertawa.


Tapi sesaat kemudian tawanya terhenti, karena bola di tangan Lu Sun sudah mendarat mulus kedalam jaring basket, di area pertahanan mereka.


Mereka semua memandang terbelalak tak percaya, karena Lu Sun melakukan tembakan dari arah setengah lapangan.

__ADS_1


Sorak Sorai para murid yang menonton mewarnai seluruh ruangan gedung olahraga.


Dengan senang hati ketiga gadis culun memberikan 3 point buat Lu Sun.


__ADS_2