
"Pak kamu kenapa ? ada apa dengan pakaian mu ? kenapa jadi compang camping begini ?"
Tanya Vivi heran.
Saat dia melihat bosnya datang dengan wajah kotor penuh debu, dan pakaian compang camping.
Lu Sun tersenyum canggung dan berkata,
"Berita tahu pada pilot segera berangkat menuju bandara Altai.'
"Aku perlu mandi dan berganti pakaian.."
Setelah berkata Lu Sun langsung masuk kedalam pesawat menuju kamar mandi yang terletak di dalam kamar pribadinya.
Setelah mandi dan berganti pakaian bersih, Lu Sun terlihat duduk di atas kasur melanjutkan meditasi Bei Ming Sen Kung.
Hingga pesawat mendarat di airport Altai, Lu Sun baru keluar dari dalam kamar.
Tanpa menghiraukan tatapan heran kedua pramugari nya.
Lu Sun Sudah langsung turun dari pesawat meninggalkan bandara, menyewa sebuah mobil rental yang bersedia mengantarnya ke danau Kanas.
Di sini semua nya jauh lebih mudah dari Hotan dan Kasghar, yang mayoritas penduduknya lebih suka menggunakan bahasa Turki kuno.
Sedangkan di Altai semua penduduknya bisa berbahasa Han.
Bahkan ciri ciri fisik mereka sedikit mirip dengan Lu Sun.
Karena Lu Bu ayah kandung Lu Sun, aslinya juga berasal dari daerah pedalaman Mongolia.
Setiba di daerah wisata danau Kanas, supir yang mengira Lu Sun ingin berwisata melihat pemandangan danau Kanas.
Dia langsung mengantar Lu Sun ke Kanas Scenery Spot., tempat yang paling cocok untuk berfoto-foto dan melihat pemandangan danau Kanas yang indah secara langsung.
Supir hanya menunggu di dalam mobil yang di parkir di sebuah halaman parkir yang khusus di sediakan untuk pengunjung lokasi wisata.
Lu Sun tidak membantah di antar kesana, dia melihat sekilas di mana banyak turis wisata sedang mengabadikan foto mereka.
Lu Sun melihat lihat pemandangan danau yang terlihat indah dan gunung yang di selimuti salju membentang diseberang danau mengikuti danau yang memanjang tersebut.
Melihat pemandangan yang indah dan cuaca yang sejuk Lu Sun sedikit terbawa suasana, dia mengeluarkan HP nya.
Mencari foto mereka berempat saat masih lengkap, dia Ying Ying Xue Yen dan Giok Lan.
__ADS_1
Setelah mencari di data file beberapa saat.
Akhirnya Lu Sun menemukan yang dia inginkan, satu satunya foto mereka berempat yang tersimpan di HP nya.
Adalah foto dirinya dan ketiga istrinya saat mereka menikah.
Lu Sun sedikit menyesali dirinya yang sering menolak berfoto-foto.
Karena dia tidak begitu suka di foto, tapi kini dia justru sedikit menyesal, karena tidak memiliki foto kenangan bersama keempat istrinya dalam berbagai momen indah.
Lu Sun menggunakan foto satu satunya itu, di arahkan ke pemandangan di hadapannya dan berkata,
"Sayang pemandangan di sini sangat indah, cobalah kalian ikut melihat dan menikmatinya sejenak."
Beberapa saat kemudian terlihat Lu Sun berjalan menuruni tebing curam menuju kearah pinggiran danau.
Lu Sun tidak menghiraukan teriakan peringatan dari pengunjung wisata lain, yang berusaha mengingatkan dirinya agar tidak nekad menuju pinggir danau.
Lu Sun terus mendekati pinggiran danau yang berair jernih dan sangat dingin itu.
Dia terus berjalan menjauhi spot di mana banyak wisatawan sedang berfoto-foto.
Semakin lama Lu Sun semakin menjauh dari lokasi wisatawan melihat pemandangan dar tempat tinggi.
Saat melihat dirinya kini hanya seorang diri tidak ada yang melihat nya.
Melakukan pencarian markas kelompok ******* yang menurut data yang di peroleh dari Victor.
Kelompok tersebut tinggal dan menjadikan tempat ini sebagai markas utama mereka.
Dari data yang Lu Sun peroleh dari kediaman Salahuddin juga di jelaskan pimpinan di danau Kanas bernama Petrov Zulhenski.
Sedangkan dari pencarian yang di lakukan oleh Viktor berhasil di ketahui Petrov adalah seorang peranakan Rusia dengan penduduk lokal Sin Jiang.
Hanya saja lokasi markas utamanya, tidak ada yang tahu.
Dari data yang di peroleh hanya di ketahui lokasinya ada di danau Kanas.
Saat Lu Sun melewati pinggiran danau yang berkelok tajam, tiba-tiba Lu Sun merasakan adanya hawa pembunuh kental yang sedang menuju kearah nya dengan kecepatan tinggi.
Sehingga air danau dari jauh terlihat seolah olah terbelah oleh sesuatu.
Apa ini pikir Lu Sun dalam hati, tapi dia tetap bersikap setenang mungkin menunggu kedatangan monster itu.
__ADS_1
Setelah jarak mereka terpisah 5 meter, monster itu memunculkan kepalanya menyemburkan air dari mulutnya yang melesat kencang kearah Lu Sun seperti rudal air yang sedang di tembakkan kearah Lu Sun.
Lu Sun memutar kedua tangannya di depan tubuhnya membentuk sebuah lingkaran Pat Kwa.
Seluruh tubuhnya langsung di lindungi lapisan cahaya merah biru
Saat air itu menyentuh area perisai berwarna biru milik Lu Sun dia langsung membeku
Sebaliknya yang menyentuh daerah merah langsung menguap tanpa bekas.
Monster itu perlahan-lahan muncul dari dalam air wajahnya berbentuk ikan.
Tapi dia memiliki leher yang panjang seperti jerapah.
Tubuhnya besar bulat lonjong sedikit mirip tubuh gajah, bila dilihat dari kulitnya.
Tapi bila dilihat dari bentuknya yang bulat lonjong agak sedikit mirip badan ikan paus
Setelah seluruh tubuhnya muncul dari dalam air monster ini ternyata memiliki 4 kaki dan ekor yang sangat panjang.
Tingginya mencapai 30 meter, panjangnya mungkin mencapai 70 SD 80 meter.
Sekilas lihat keseluruhan bentuknya monster ini mirip bentuk Sauropoda dinosaurus, hewan raksasa di Jan purba.
Hanya Sauropoda hewan darat dan pemakan tumbuhan.
Sedangkan monster ini berwajah ikan, dan kelihatan dari giginya yang runcing dan tajam dia adalah mahluk pemakan daging ( Karnivora ).
Monster itu meski bertubuh besar dan hidup dalam air, tapi dia juga bisa bergerak cepat kearah darat dan melakukan serangan yang menimbulkan angin menderu-deru.
Saat mahluk itu mengibaskan ekornya kearah Lu Sun.
Lu Sun sengaja menggunakan kedua tangannya menyambut serangan ekor mahluk itu dengan kedua tangannya.
Memanfaatkan kekuatan kibasan ekor mahluk itu, Lu Sun menangkap mencengkram lalu melemparnya ke arah daratan menjauhi danau.
Tubuhnya yang besar dan panjang menghantam pohon Pinus yang tubuh tidak jauh dari pinggiran danau.
Setelah menghantam puluhan batang pohon Pinus hingga bertumbangan mahluk itu baru berhenti.
Mahluk itu menggelengkan kepalanya untuk mengusir rasa pusing di kepala nya, akibat benturan keras dengan puluhan batang pohon Pinus.
Sambil bangun berdiri dia mengeluarkan suara gerengan marah, lalu lehernya yang panjang bergerak seperti seekor ular ingin mencaplok Lu Sun dengan membentangkan mulutnya lebar-lebar.
__ADS_1
Tapi serangannya menemui tempat kosong, Lu Sun sudah menghilang dari sana, dan muncul di samping mata Monster itu.
Memberikan sebuah tendangan keras, yang membuat monster itu kembali terjatuh berguling-guling di atas tanah.