
"Apa yang terjadi di sana ?"
tanya Lu Sun.
Saat guru Ciu berhenti sejenak untuk mengambil nafas, setelah itu guru Ciu kembali melanjutkan ceritanya dan berkata,
"Aku melihat para murid wanita, itu sedang di cekokoki dengan minuman keras secara paksa oleh beberapa murid pria."
"Aku pun menyuruh mereka berhenti dan menegur mereka, tapi mereka tidak mengindahkan ku.'
"Mereka mengatakan mereka murid guru ken, selain guru Ken tidak ada yang berhak menegur mereka di sekolah ini."
"Mendengar jawaban mereka aku menjadi kesal, aku pun langsung melaporkan hal ini ke Pak Ma."
"Lalu pak Ma membawa beberapa satpam pergi menyelamatkan beberapa siswi malang itu."
"Pak Ma dan beberapa satpam berhasil mengusir dan menolong beberapa murid wanita itu."
"Aku mengajak pak Ma untuk pergi bicarakan hal ini dengan guru Ken, tapi pak Ma menolaknya."
"Pak Ma malah memintaku melupakannya, dan jangan mencampuri dan memperpanjang masalah ini."
"Karena tidak terima dengan sikap pak Ma, aku pun nekad pergi mencari guru Ken seorang diri."
"Awalnya semua baik-baik saja, tapi setelah aku menegurnya, timbul pertengkaran, lalu dia...dia ..menyeret ku keruang ganti...dan..ingin ..ingin..."
ucapan Guru Ciu terhenti,. dia kembali terisak saat teringat kejadian mengerikan itu.
Lu Sun menepuk bahu guru Ciu dengan lembut dan berkata,
"Guru Ciu kamu jangan takut, tenang lah..semua sudah usai... tak ada yang perlu di takutkan lagi.."
Lu Sun memberikan sebungkus tisue kepada guru Ciu, untuk menghapus airmatanya.
Tadinya Lu Sun yang merasa kasihan dan simpati dengan guru Ciu, hampir saja menggunakan tissue membantu menghapus airmatanya Guru Ciu.
Karena Guru Ciu selalu mengingatkan Lu Sun akan Ying Ying istrinya.
Tapi di saat-saat terakhir Lu Sun sadar dan membatalkan niat tidak pantas tersebut.
Bagaimana pun guru Ciu dan dia tidak ada hubungan apapun, selain teman satu kerjaan.
Meski wajah mereka mirip, tapi mereka adalah orang yang berbeda, Ying Ying istrinya telah pergi, tidak mungkin kembali lagi.
Sedangkan dia sendiri masih punya tanggung jawab moral terhadap Xue Yen dan Giok Lan kedua istri tercintanya itu.
Dia tidak boleh membuat masalah baru yang akan menyakiti perasaan kedua istrinya itu.
Tanggung jawab nya kini adalah membahagiakan dan menjaga istri dan anak anaknya dengan baik.
Guru Ciu menerima tisue dari Lu Sun, sambil menggunakannya untuk menghapus airmata, guru Ciu berkata sambil tersenyum.
"Terimakasih guru Lu, anda baik sekali..'
__ADS_1
Melihat senyum guru Ciu, Lu Sun tidak bisa menahan diri untuk tidak terpesona.
Sesaat itu otaknya blank dan terus menatap wajah guru Ciu seperti orang bodoh.
Sampai terdengar suara tawa dari guru Ciu, Lu Sun baru kembali sadar, dan berkata,
"Ehh ..ohh...maaf aku jadi melamun.."
"Sebagai teman kerja saling tolong itu hal biasa anda jangan sungkan."
"Nah itu polisi sudah datang, nanti kamu ceritakan saja semua, bila polisi bertanya padamu. "
"Sekalian para murid laki-laki itu, kamu ceritakan saja ke polisi agar mereka bisa diurus.."
ucap Lu Sun memberi pesan.
Setelah itu dia memilih ingin meninggalkan tempat itu secara diam-diam.
Tapi pemimpin reserse kriminal yang bernama pak Wong, telah melihat Lu Sun dan berteriak dari jauh.
"Ehh tuan Lu, anda juga ada di sini..? lama tidak bertemu apa kabar..?"
Lu Sun tersenyum canggung terpaksa mengulurkan tangannya menyambut uluran tangan kepala reserse kriminal tersebut.
Sambil bersalaman, Lu Sun berbisik pada pak Wong,
"Di sini sangat ramai, tidak leluasa berbicara."
Pak Wong mengangguk dan tersenyum gembira sambil berkata,
"Tuan Sun sudah bicara, adik mana berani menolaknya."
"Kalau ketahuan paman Mao, besok aku bisa turun ke jalan raya ngatur lalu lintas."
"Ahh pak Wong bisa saja, jangan berlebihan ayo kita ngopi dulu.'
ucap Lu Sun sambil merangkul bahu pak Wong dengan akrab meninggalkan ruangan tersebut.
"Hei kalian kerja yang benar, aku tinggal sebentar..!"
ucap Pak Wong ke anak buahnya sebelum pergi.
"Siap pak..!'
jawab anak buahnya sambil memberi hormat.
Sambil ngobrol akrab seperti teman lama, Lu Sun dan pak Wong berjalan menuju kantin.
Guru Ciu menoleh dan bertanya ke guru Lin,
"Guru Lin siapa guru Lu itu sebenarnya, ? kelihatannya dia bukan orang biasa, bahkan kepala reserse kriminal pun terlihat begitu hormat dan segan padanya."
"Hi...hi..hi..kenapa mulai suka ya ? nanti dulu kami semua juga suka, tapi sayang nya, guru Lu sudah berkeluarga.."
__ADS_1
ucap guru Yip sambil tersenyum genit.
"Kalian yang masih gadis gadis gak bakal cocok deh, kalian mana kuat harus berbagi suami dengan wanita lain."
"Beda dengan aku yang sudah janda dan pasrah, mau jadi ke satu boleh ke sebelas pun gak masalah.."
ucap guru Yip tertawa penuh kemenangan.
"Siapa bilang ."
ucap guru Huang mencibir,
"Semua orang juga tahu, pria baik' baik pasti suka wanita bersegel, yang hanya memberikan yang terbaik untuk nya seorang.."
"He..He.. sedangkan anda, sebaiknya berkaca dulu, mungkin yang paling cocok dengan mu adalah guru Wang...hi...hi...hi..."
ucap guru Huang tidak mau kalah.
Mendengar ucapan guru Huang, meledak lah suara tertawa guru Lim guru Cai dan guru Ciu.
kecuali Ciu Li Ting dan Guru Lin.
Mereka berdua hanya tersenyum dengan wajah merah menanggapi perkataan guru Huang dan guru Yip yang vulgar.
Ciu Li Ting dengan suara berbisik bertanya kepada guru Lin.
"Guru Lin benarkah guru Lu sudah beristri..? apa kamu pernah melihat istrinya.?"
tanya Ciu Li Ting ingin tahu.
Guru Lin mengangguk dan berkata,
"Yang aku tahu Guru Lu memang sudah beristri, istrinya sangat cantik, wajahnya dan wajah mu sangat mirip."
"Tapi menurut guru Lu istrinya tersebut sudah meninggal..'
Guru Ciu Li Ting sangat terkejut mendengar cerita guru Lin, kini sedikit demi sedikit dia mulai mengerti.
Kenapa guru Lu sering menatap dirinya dengan tatapan aneh, yang selalu membuat jantungnya berdebar kencang.
Guru Lin kembali melanjutkan ceritanya,
"Sedangkan gosip guru Lu yang punya tiga istri, aku kurang tahu dengan jelas."
"Kalau mau tahu dengan lebih jelas, harus bertanya pada guru Philip Coa, yang duduknya persis ada di belakang tempat duduk guru Lu.."
ucap guru Lin memberikan penjelasan nya.
Baru saja guru Ciu Li Ting ingin bertanya lebih lanjut tentang guru Lu.
Seorang polisi wanita dan pria, datang menghampirinya dan meminta penjelasan nya, tentang kronologis kejadian.
Ciu Li Ting terpaksa menyimpan rasa penasaran nya akan cerita tentang guru Lu, yang mulai menarik perhatiannya.
__ADS_1