KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
BERKUMPUL DI TAMAN RAHASIA,


__ADS_3

Mobil merah Ying Ying akhirnya tiba di sebuah villa mewah yang tidak asing bagi Lu Sun.


Begitu mobil Ying Ying sampai didepan pintu gerbang, pintu gerbang tersebut terbuka otomatis.


dua orang satpam berdiri di pos masuk memberi hormat Kearah mobil Ying Ying, Ying Ying menanggapinya dengan bunyi klakson mobil.


Lalu mobil pun melaju masuk kedalam halaman yang luas dan panjang, beberapa saat kemudian mereka baru tiba di sebuah rumah yang besar dan mewah.


Dulu rumah ini terkesan angker dan kuno, kini sudah mengalami banyak perombakan, Ying Ying sudah banyak melakukan renovasi dan desain ulang.


Tentu saja semua ini dilakukan setelah mendapatkan persetujuan dari nenek.


Setelah mendapatkan transferan uang dari Lu Sun, Ying Ying langsung mengambil alih kembali rumahnya yang dulu di sewakan.


Dengan membayar ganti rugi satu setengah kali lipat, si penyewa dengan senang hati mengembalikan rumah tersebut kepada Ying Ying.


Lalu Ying Ying yang mendapatkan persetujuan dari nenek mulai mendesign dan merenovasi ulang rumah tersebut.


Semua pembantu dan penjaga keamanan kini kembali bekerja kepada Ying Ying.


Begitu mereka bertiga turun dari mobil seorang anak kecil yang putih dan lucu berlari dari dalam rumah menghampiri kearah Ying Ying sambil berteriak,


"Mama...mama...mama..!"


Ying Ying dan Lu Sun langsung berjongkok menyambut kedatangan anak kecil itu.


Anak tersebut adalah Lu Dan yang langsung menghambur kedalam pelukan Ying Ying.


Sesaat kemudian baru berkata,


"Ibu siapa Om seram ini dan Tante cantik itu ?"


Mendengar ucapan anak kecil itu Xue Yen dan Ying Ying pun tertawa lebar sambil melihat kearah Lu Sun, hanya Lu Sun yang tersenyum canggung.


Ying Ying sambil membelai lembut kepala anaknya dan berkata,


"San er dia bukan om, tapi dia ayah mu nak."


Lu San menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tapi foto wajah ayah di kamar tidak sama ibu.."


Ucap Lu San sedikit bingung, Ying Ying menatap Lu Sun dengan tak berdaya.


Lu Sun tersenyum lembut dan mengangguk, baru berkata,


"San er aku benar ayah mu, hanya saja ayah memiliki banyak kemampuan seperti tukang sulap di TV."


Lu San menatap ke Ying Ying dan bertanya,


"Apa itu tukang sulap ibu, San er tidak paham."

__ADS_1


Lu Sun hampir menepuk jidatnya, tapi dia menahan diri dan sambil tersenyum dia berkata,


"Tukang sulap itu, adalah orang yang dapat melakukan hal-hal yang orang biasa tidak bisa lakukan."


"Contohnya seperti ini,"


Lu Sun merubah dirinya menjadi bentuk Cin Bao yang gemuk, kemudian merubah dirinya menjadi penampilan Jin Bao dalam kondisi terbaik, yang juga merupakan wajah Lu Sun saat foto prewedding.


Foto dengan bingkai besar yang terpajang di kamar utama Ying Ying.


Di mana Lu San sering melihatnya.


"Nah ini..ini...ini.. ayah benar ini ayah.."


Teriak Lu San girang


Lu Sun tersenyum dan berkata,


"Ini tidak seberapa lihat, "


Lu Sun merubah dirinya menjadi seekor anjing kecil dan melompat lompat kemudian mendekati Lu San dan berkata,


"Bagaimana anak ku kamu suka..?"


Lu San tidak terlihat takut sama sekali, dia malah berjongkok dan mengelus-elus kepala anjing itu dengan lembut.


Kedua pembantu yang bertugas bermain dan menjaga Lu San menatap dengan mata dan mulut terbuka lebar.


"Sekarang San er percaya kan aku ayah mu."


Lu San menggelengkan kepalanya dan terlihat belum begitu yakin.


Lu Sun menghela nafas panjang dan berkata, "begini saja ayah akan mengajak San er ke suatu tempat yang tidak akan ada yang tahu tempat tersebut selain nenek ayah dan ibu."


"Bagaimana San er mau ikut melihat-lihat..?"


Lu San langsung menganggukkan kepalanya dan berkata,


"San er mau.. san er mau.."


Lu Sun pun menggendong anak kecil itu menuju pintu samping, mereka melewati garasi masuk kesebuah ruangan yang dulunya adalah tempat tinggal nenek dan Lu Sun yang di sekat-sekat.


Kini fungsinya sudah di kembalikan oleh Ying Ying ke fungsi semula, menjadi sebuah kamar kosong yang luas.


Di dalam ruangan itu hanya ada Mereka berempat, tidak ada pelayan atau siapapun yang boleh memasuki ruangan ini tanpa seijin Ying Ying dan Nenek.


Lu Sun memainkan 72 langkah ajaib dengan lincah dan ringan seperti sedang terbang kesana-kemari.


Lu San yang berada dalam gendongan nya tertawa-tawa dengan senang.


Setelah Lu Sun menyelesaikan gerakan nya, Ying Ying pun memutar sebuah kunci kecil miliknya.

__ADS_1


Kunci ditangan Ying Ying adalah kunci duplikat sedangkan yang asli ada di Nenek.


Begitu kunci di putar pintu batu di dinding pun terbuka, Lu Sun berjalan masuki pintu tersebut dan menuruni undakan tangga.


Lu San terlihat sangat senang dan penasaran ingin tahu kemana ayahnya akan membawanya.


Lu Sun menggendong Lu San menuju taman rahasia, di sana terlihat nenek sedang duduk bersila seorang diri.


Saat mendengar ada langkah kaki yang datang, dia segera membuka matanya.


Begitu melihat siapa yang datang di hadapannya nenek dengan gembira dan wajah berseri-seri melangkah dengan ringan menghampiri Lu Sun.


Melihat keadaan nenek yang terlihat semakin sehat dan bugar Lu Sun pun ikut gembira dan berkata,


"Nek kamu terlihat semakin awet muda saja."


Nenek tersenyum dan menepuk-nepuk pundak Lu Sun sambil berkata,


"Semua ini berkat melatih ilmu yang kamu tunjukkan ke nenek."


Lu Sun mengangguk dan berkata,


"Nenek bila terus dengan rajin melatih semua ilmu dan mengkonsumsi sumberdaya di sini secara bertahap.


Nenek akan mendapatkan kembali penampilan masa remaja nenek.


Nenek tertawa dan berkata,


"Tidak lah, nenek hanya melatih untuk ngisi waktu dan biar lebih sehat saja."


Lu Sun menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Nenek salah tanpa makan ikan lele putih ini, nenek akan sulit tembus level 6 dari kitab 9 bulan."


"Bila nenek mengkonsumsinya, nenek akan bisa tembus level 10 dengan mudah."


"bila ingin lebih lagi nenek harus makan buah bodhi darah sebelah sana dia akan mengantar nenek sampai ke level 16."


"Nah untuk bisa terus maju sampai level 20.dan seterusnya itu baru sangat sulit, tapi bila kelak nenek bisa capai tahap itu."


"Aku baru akan jelaskan pelan-pelan agar nenek bisa mencapai level puncak seperti saya."


ucap Lu Sun memberi penjelasan.


Nenek tersenyum dan berkata,


"Kalau seperti ini kamu tidak lagi terlihat sebagai cucu ku, tapi lebih mirip dengan leluhur ku."


Ucapan nenek membuat semua yang hadir tertawa.


Lu Sun sambil tertawa dan berkata,

__ADS_1


"Nenek tahu tidak siapa mereka berdua aslinya ? mereka berdua ini justru yang melahirkan cikal bakal leluhur nenek."


__ADS_2