KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
MENUJU DASHILIAN RESIDEN


__ADS_3

"Ok Vik makasih banyak good job, tolong minta share kan lokasinya, yang di Beijing dan Sin Jiang ke saya sekarang."


"Sedangkan yang di Nanjing share kan ke Peter Ho."


"Setelah itu tolong pantau terus kalau ada perubahan tolong segera kabari kita semua."


"Baik bos.."


jawab Viktor kemudian memutuskan sambungan telpon seluler nya.


Sesaat kemudian HP Lu Sun berbunyi, Lu Sun melihat di ponselnya sudah masuk rincian lokasi markas jaringan kelompok garis keras tersebut.


Lu Sun menelpon David, begitu terdengar suara David di seberang menjawab, Lu Sun pun berkata,


"Vid tolong minta pilot bersiap, 5 menit lagi aku sampai ke bandara, dengan tujuan Beijing dan Sin Jiang secara bergilir."


"Baik bos,... ada yang lain bos..?"


tanya David.


"Tidak ada, sementara cukup.."


ucap Lu Sun kemudian memutuskan panggilan dengan David.


Setelah itu Lu Sun kembali melakukan panggilan telepon ke Peter Ho.


"Peter kamu segera kemari, bawa Aliu dan Afei membantu mu, aku ingin 5 lokasi yang ada di Nanjing, rata tanpa sisa malam ini juga, tidak ada yang boleh lepas tanpa kecuali, kamu mengerti..?"


"Mengerti bos, aku segera kerumah bos sekarang.."


ucap Peter Ho sigap.


Setelah itu Lu Sun menggunakan panggilan Coan Im Cien Li ( penyampaian suara ribuan Li )


Untuk memanggil Aliu dan Afei datang ke taman.


Tak lama kemudian, di hadapan Lu Sun terlihat Afei dan Aliu menatap Lu Sun dengan tatapan penuh tanda tanya.


"Afei Aliu kalian bantu Peter Ho selesaikan tugas dengan baik, aku tahu kalian belum pernah melakukan pembunuhan manusia."


"Ini mungkin adalah yang pertama buat kalian, aku tahu ini tidak mudah, tapi pada kenyataannya hidup tidak ada hal yang mudah.."


"Semua hal menjadi mudah dan bisa , bila kamu sering melakukan dan melatihnya."


"Afei Aliu nanti kalian ikuti petunjuk dari Peter, begitu bertemu musuh, langsung lepaskan jurus ke 8 dari 28 tapak Penahluk Naga."


"Begitu lawan terpaku,.Afei kamu sudah punya Wu Xiang Cien Chi, lepaskan saja ke leher Lawan mu.'


"Bayangkan saja yang di sana semua adalah monster ayam, Lesatkan saja serangan mu, jangan pedulikan hal lain fokus.."


"Ya..ayah..."


jawab Afei patuh.


Aliu kamu sudah kuasai Liu Mai Sen Cien, arahkan saja ke semua musuh yang terpaku, habisi mereka semua tanpa terkecuali ini perintah.."

__ADS_1


"Kamu mengerti.."


"Siap bos..."


"Bagus ingat ini tugas, bukan untuk kemanusiaan atau gagah gagahan, kelompok ini sangat berbahaya."


"Satu dari mereka lepas imbasnya jutaan orang tak berdosa, bisa kehilangan nyawa tempat tinggal dan harta benda..'


ucap Lu Sun memberikan pesan serius.


"Baik kami mengerti ayah.. boss..."


jawab kedua orang itu serentak.


Sekarang kalian kedepan tunggu jemputan dari Peter.."


"Baik..."


jawab kedua nya serentak lalu mereka pun, langsung meninggalkan taman..


"Lan er kamu bawa anak anak, kalian semua untuk sementara tinggal saja ditaman rahasia."


"Gunakan cincin ini, untuk menyimpan semua keperluan bahan makanan.."


"Selama aku belum datang jangan keluar sembarangan dari taman, bila perlu apa apa biar nenek saja yang ambilkan.."


"Nah sekarang juga pergilah bersiap siap.."


ucap Lu Sun sambil mengelus kepala Giok Lan dengan mesra.


"Sun ke ke haruskah terjadi pembantaian seperti ini ?"


Lu Sun tersenyum dan berkata,


"Terkadang hidup ini ada hal yang tidak ingin kita lakukan, tapi tetap harus kita lakukan demi kepentingan orang banyak.."


"Kamu jangan khawatir, aku tahu apa yang harus kulakukan.."


"Kamu cepat lah pergi bersiap-siap."


ucap Lu Sun sambil membalikkan badan Giok Lan dan mendorongnya masuk kerumah.


Setelah melihat Giok Lan berjalan masuk kedalam rumah.


Lu Sun pun terbang ke udara dan melesat cepat kearah bandara.


Dari udara Lu Sun dapat melihat dengan jelas, di mana pesawatnya terparkir di bandara, menemukan tempat yang sepi dan gelap Lu Sun mendarat ringan di sana


Setelah itu dia melesat cepat kearah pesawatnya.


Kedua pramugari yang sedang menanti kedatangan Lu Sun sangat terkejut, melihat kedatangan Lu Sun yang tiba-tiba sudah muncul di sana.


Mereka bahkan tidak tahu dari mana dan menggunakan apa bosnya datang.


Tapi mereka tidak berani banyak bertanya, sebagai pramugari profesional mereka segera berkata,

__ADS_1


"Selamat datang Tuan silahkan duduk.."


"Pesawat sebentar lagi akan berangkat.."


ucap salah satu pramugari hormat.


Sedangkan pramugari yang lain sudah menggunakan telpon pesawat mengabari pilot Lu Sun sudah berada dalam pesawat.


Setelah pintu pesawat tertutup, pesawat pun bergerak meninggalkan bandara Nan Jing menuju Bei Jing..


Begitu keluar dari bandara Beijing penampilan Lu Sun berubah menjadi si penjahat yang meledak kan dirinya bersama Xue Yen.


Dengan mengeratkan mantel bulu berwarna hitam nya dan menggunakan topi bulu.


Lu Sun berjalan menghampiri sebuah tempat penyewaan mobil.


Di sana Lu Sun menyewa sebuah mobil sedan putih yang warnanya mirip dengan taxi kendaraan umum yang beredar di Beijing.


Lu Sun menggunakan indentitas palsu yang pernah di buatkan Victor untuknya.


Karena Lu Sun menyewa tanpa banyak menawar, dengan senang hati, pemilik rental menyewakan mobilnya.


Setelah Lu Sun memenuhi prosedur penyewaan dan membayar sejumlah uang jaminan di sana.


Tanpa kesulitan beberapa saat kemudian terlihat mobil putih itu meninggalkan bandara.


Sesuai lokasi yang di share oleh Viktor yang terdekat dengan posisi Lu Sun saat ini adalah,


Dashilan Residen.


Lu Sun langsung bergerak menuju daerah perumahan tersebut.


Dengan menggunakan GPRS, tanpa kesulitan berarti Lu Sun sudah menemukan komplek perumahan.


Dan sebuah bangunan apartemen mewah yang berdiri gagah di hadapan Lu Sun.


Setelah memarkirkan mobilnya di tempat yang agak jauh.


Lu Sun berjalan kaki menuju apartemen mewah tersebut.


Karena hari masih pagi, di mana saat itu masih sekitar jam 5,30 pagi, hari masih sedikit gelap matahari belum muncul sepenuhnya.


Suasana di sekitar perumahan dan apartemen mewah terlihat masih sepi, hanya ada beberapa petugas keamanan yang sedang tertidur dalam pos mereka.


Lu Sun berjalan diam-diam melewati mereka, dia sempat berpapasan dengan beberapa penghuni komplek yang sedang marathon pagi.


Sedangkan di taman depan apartemen mewah, terlihat banyak orang sedang melakukan senam pagi dan senam Tai Chi.


Bahkan ada yang menggunakan kipas ada juga yang menggunakan pedang sebagai alat bantu latihan.


Melihat hal itu, Lu Sun tersenyum dalam hati, bila dia sedang tidak dalam tugas dia pasti akan ikut bergabung dan memberikan mereka sedikit petunjuk.


Tapi kini dia sedang buru-buru di kejar waktu, Lu Sun langsung berjalan masuk kedalam apartemen.


Tapi saat ingin masuk, ternyata pintu masuk terkunci otomatis.

__ADS_1


__ADS_2