
"Menurut tuan ku airmata ku bisa menghidupkan orang yang meninggal, tapi soal kekuatan dewa aku tidak paham tuan."
"Apa itu dewa aku pun gak ngerti, mungkin di jaman Ku dulu belum ada..tuan.."
Lu Sun pun berpikir, kata kata Siau Yu sangat beralasan, Pan Gu yang membuka langit dan bumi, adalah murid tuannya.
Jadi waktu itu belum ada manusia, yang ada adalah orang abadi seperti tuannya itu.
Para dewa baru ada setelah ada kaisar langit, sedangkan kaisar langit adalah wakil dari Yu Se Thian Cun yang merupakan perwujudan dari Pan Gu.
Jadi ucapan Siau Yu sangat masuk akal.
"Nenek tolong bawa anak anak menjauh dari sini."
"Sekalian bantu jaga jangan biarkan siapapun datang kemari.."
ucap Lu Sun serius.
Nenek Lu mengangguk, lalu berkata,
"Anak anak ayo ikut dengan nenek kesebelah sana, ayah ibu mu ada urusan."
Ketiga anak itu mengangguk, tapi sambil berjalan, mereka sesekali menoleh ke belakang, melihat kearah kolam.
Mereka seperti tidak rela dan ingin mengobrol dan bermain dengan Siau Yu, ikan aneh yang sangat mengundang rasa penasaran mereka.
Lu Sun menyadari hal itu, dia pun berkata,
"Anak anak pergilah dulu ikut dengan nenek, mati bila ayah dan ibu sudah selesai."
"Kalian boleh kemari berkenalan dan bermain dengan Siau Yu sampai puas.."
Ketiga anak itu mengangguk serentak, lalu mereka berlarian kedepan meninggalkan neneknya di belakang sambil tertawa riang dan saling bercanda.
"Sayang yuk kita kesebelah sana.."
ucap Lu Sun sambil merangkul bahu istrinya dengan mesra.
Giok Lan mengangguk mengikuti ajakan suaminya, mereka berjalan ke balik sebuah batu gunung besar.
"Sayang lepaskan semua pakaian mu."
ucap Lu Sun sambil tersenyum.
Giok Lan menatap Lu Sun dengan curiga dan berkata,
"Kamu jangan gila, aku gak mau di sini, entar malam aja di kamar kalau anak anak sudah tidur.."
Lu Sun pun tertawa lebar dan berkata,
"Kamu ini pikir kemana, jangan berpikir sembarangan."
__ADS_1
"Aku ingin menggunakan air ini untuk mengembalikan kekuatan Dewi mu, siapa tahu berhasil."
"Ayo lepaskan pakaian mu dan duduk bersila di sini, mungkin akan sedikit basah tapi kita bisa mencobanya."
Giok Lan tersenyum malu, karena sudah berpikir terlalu jauh.
Dengan patuh dia mulai melepaskan satu persatu pakaian yang dikenakannya hingga polos, kemudian sambil menutupi bagian dada dan bawah perutnya.
Dengan malu malu dan wajah merah padam, dia duduk bersila di hadapan Lu Sun.
Lu Sun diam-diam harus akui meski mereka sudah menikah begitu lama anak pun sudah punya.
Tapi Giok Lan masih tetap sangat cantik dan menawan, bahkan masih melebihi kecantikan seorang gadis perawan sekalipun.
Sesaat kemudian Lu Sun mulai menuangkan sedikit demi sedikit airmata Siau Yu membasahi kepala sampai ke ujung kaki Giok Lan.
Lalu dia ikut duduk bersila didepan Giok Lan menunggu reaksinya.
Perlahan-lahan airmata itu mengering sendiri, meresap kedalam pori pori seluruh tubuh Giok Lan.
Giok Lan merasakan seluruh tubuhnya sangat adem dan nyaman, ada energi aneh yang mengaliri setiap aliran darah sampai ke syaraf syaraf kecil di seluruh tubuhnya.
Giok Lan merasakan kekuatannya yang hilang sedikit demi sedikit mulai kembali bisa dirasakan nya.
Sedangkan penampilan fisik Giok Lan bagian luar perlahan-lahan seluruh tubuh Giok Lan mulai mengeluarkan cahaya keemasan, dan berkilauan indah.
Gelang di tangan Lu Sun bergetar keras, kemudian sesosok pedang besi karatan, kini melesat keluar dari dalam gelang Lu Sun.
perlahan-lahan membentuk posisi garis vertikal, lalu mulai bergerak berputar putar mengelilingi tubuh Giok Lan semakin lama semakin cepat.
Hingga hanya terlihat bayangan nya saja yang membungkus seluruh tubuh Giok Lan.
Seluruh tubuh Giok Lan kini terbungkus cahaya keemasan.
Sungguh senjata ajaib pikir Lu Sun, Xuan Yuan Cien (pedang Xuan Yuan ) mulai menunjukkan kan kelasnya sebagai salah satu senjata Dewa.
Tubuh Giok Lan yang terbungkus cahaya mulai terbang mengambang di udara.
Giok Lan membuka matanya, sepasang mata nya yang indah kini bersinar semakin indah berkilauan, senyumnya membuat hati orang terasa nyaman.
Dari tubuh Giok Lan memancarkan aura lembut khas Dewi kahyangan.
Cuaca di luar taman rahasia berubah drastis angin kencang hujan badai dan petir mewarnai cuaca di luar sana,
Bumi dan langit mengalami goncangan dahsyat, sebagai pertanda munculnya mahluk abadi baru di dunia.
Giok Lan mengulurkan tangannya kearah pakaiannya, satu persatu pakaiannya bergerak sendiri melekat ketubuhnya.
Giok Lan kemudian melayang turun di hadapan Lu Sun, sambil tersenyum lembut.
Pedang Xuan Yuan sudah di simpan nya, kedalam gelang ditangannya.
__ADS_1
"Sun ke ke kekuatan ku sudah kembali."
ucap nya gembira.
Lu Sun sambil tersenyum lebar memeluk istrinya dan berkata,
"Syukurlah kekuatan mu sudah kembali, aku turut gembira, selamat ya sayang.."
Giok Lan memeluk Lu Sun dengan erat dan berkata,
"Yang membuat ku gembira bukan kekuatan itu kembali, yang membuatku gembira adalah dengan kembalinya kekuatan itu, aku bisa meringankan beban kekhawatiran mu."
"Dan bila ada situasi berbahaya, aku bisa membantu mu menghadapinya.."
Lu Sun tersenyum bahagia dan mencium kening istrinya dengan lembut dan berkata,
"Terimakasih sayang, mendapatkan cinta mu, adalah keberuntungan terbesar dalam hidup ku."
"Sayang sekarang kita coba lihat apakah air ini bisa berfungsi buat Ying Ying dan Xue Yen."
ucap Lu Sun penuh semangat.
Giok Lan menganggukkan kepalanya dan berkata,
"Ayo kita kesana sekarang.."
Giok Lan merangkul lengan Lu Sun, mereka berjalan menuju tempat peristirahatan Ying Ying dan Xue Yen.
"Sayang khasiat air ini sungguh ajaib, terhadap kasus kak Ying Ying aku rasa kemungkinan besar bisa, tapi terhadap kasus kak Xue Yen aku sedikit ragu "
Lu Sun mengangguk dan berkata,
"Kita coba saja, sebelum mencoba kita tidak akan pernah tahu.."
Giok Lan mengangguk dan mengikuti langkah suaminya menuju tempat peristirahatan Ying Ying dan Xue Yen.
Di dalam hati Giok Lan sungguh berharap Ying Ying dan Xue Yen bisa pulih kembali.
Dengan demikian lengkap lah kebahagiaan suaminya.
Keinginan Giok Lan cuma satu, dia ingin melihat suaminya bahagia.
Siapapun di antara mereka bertiga ada yang hilang, Lu Sun suaminya pasti tidak akan pernah bisa hidup dengan bahagia.
"Sayang kita mulai dari Ying Ying dulu, tolong bantu aku lepaskan pakaiannya, sayang.."
ucap Lu Sun yang mulai membuka penutup peti yang terbuat dari kaca transparan.
Giok Lan mengangguk, setelah Lu Sun memindahkan penutup peti.
Giok Lan langsung mulai melepaskan pakaian Ying Ying satu persatu hingga polos.
__ADS_1