KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
LU SUN VS TAN SIM HOUW 6


__ADS_3

Xue Yen mengangguk kecil menanggapi ajakan dari Giok Lan.


Giok Lan tahu Xue Yen gak suka makan daging, jadi dia hanya memberikan roti kering dan air mineral saja.


Di helikopter dia hanya menyimpan bahan yang agak tahan lama, seperti roti dan sosis serta beberapa bungkus makanan ringan seperti kripik kentang dan coklat.


Giok Lan sendiri makan roti isi sosis instan, yang bisa langsung di konsumsi.


Sementara itu di arena pertarungan Tan Sim Houw sudah menyelesaikan pemulihan nya.


Dia menatap kearah Lu Sun dan berkata,


"Aku mau tidur dulu, kalau kamu sudah siap bangunkan saja aku.."


"Nanti baru kita lanjutkan lagi.."


Lu Sun tetap memejamkan matanya dan mengangguk kecil.


Lu Sun menyadari betul kemampuan Tan Sim Houw jauh berada di atas dirinya.


Bila dia tidak memanfaatkan waktu ini, untuk mencoba menerobos ilmu peninggalan Wu Song, seperti yang pernah di mainkan oleh Lu Fan saat kesurupan.


Dia tidak akan punya peluang memenangkan pertandingan ini.


Sebenarnya saat Tan Sim Houw pamit pergi tidur, Lu Sun juga sudah memulihkan kondisi nya.


Tapi karena dia masih butuh waktu melakukan penerobosan, makanya dia memilih diam, berpura-pura belum pulih.


Lu Sun dan Tan Sim Houw berbeda, kalau Tan Sim Houw pasti tidak Sudi melakukan hal seperti yang Lu Sun lakukan.


Sebagai orang dunia persilatan, dia akan menganggap hal itu adalah perbuatan memalukan.


Tapi Lu Sun adalah seorang tentara, menurutnya yang dia lakukan, justru suatu strategi yang memanfaatkan kesombongan lawan.


Mengalah untuk menang, berpura-pura kalah untuk memperoleh kesempatan memenangkan pertandingan, itu adalah suatu taktik.


Lu Sun tidak begitu menghiraukan Tan Sim Houw, dia dengan konsentrasi penuh fokus mengingat dan mencari terobosan agar bisa menguasai jurus ke 11 dan 12 dari pedang naga siluman.


Hanya ilmu itulah rasanya satu-satunya harapan Lu Sun, untuk mengalahkan Tan Sim Houw dan keluar dengan selamat dari pertarungan dahsyat ini.


Terhadap jari penembus semesta, Lu Sun tidak memiliki keyakinan, bisa mengalahkan Tan Sim Houw.


Setelah bersusah payah berpikir dengan mengerahkan segenap bakat potensi dan pengalaman bertempur nya.


Lu Sun akhirnya berhasil menerobos jurus ke 11, tapi untuk mencapai jurus ke 12 dia tidak punya waktu lagi untuk itu.


Akhirnya dia membuka matanya yang kini sinarnya jauh lebih mencorong mengerikan.


Lu Sun dan Wu Song menantunya berbeda dalam proses mencapai ke abadian.

__ADS_1


Lu Sun mencapai ke abadian lewat mati suri kemudian hidup kembali dan melalui proses hukuman alam semesta.


Atas tindakan melawan takdir dan hukum alam.


Berbeda dengan Wu Song yang mencapai keabadian melalui ilmu kekekalan semesta.


Di mana dia mencapai keabadian melalui pencerahan kesadaran akan hukum alam semesta.


Lahir tua sakit dan mati, sebagai suatu rangkaian hukum alam semesta, bila dapat mengerti makna di dalam nya.


Dia akan mendapatkan kekuatan keabadian yang kekal dan mencapai kesempurnaan seperti Buddha.


Proses yang di tempuh Wu Song jauh lebih sulit, tapi bila berhasil dia akan memperoleh kekuatan tak berbatas.


Seperti laut dan langit yang tidak bertepi.


Sedangkan proses yang di lakukan Lu Sun meski lebih mudah, di mana dia tidak perlu berpantang ***** duniawi, tapi dia harus menempuh resiko besar.


Yaitu bangkit dari kematian, tapi bila gagal seumur hidup dia tidak akan bisa bereinkarnasi lagi.


Selain itu kekuatan yang di peroleh nya jauh lebih terbatas dari kekuatan yang akan Wu Song capai.


Lu Sun kini hanya bisa mempertaruhkan semuanya, dalam satu pertarungan maut.


Dia sama sekali tidak punya keyakinan bisa memenangkan pertarungan ini.


Semua dia serahkan ke nasib saja.


"Senior...! mari kita lanjutkan pertarungan kita yang terhenti.."


"Terimakasih banyak senior bersedia memberi kesempatan kepada junior memulihkan diri.."


Tan Sim Houw perlahan-lahan membuka matanya dan sambil tersenyum dia berkata,


"Tak perlu sungkan, aku mengalah karena aku lebih senior dari mu.."


"Aku tidak mau bila aku menang nanti, guru-guru mu mengatai aku, sebagai senior yang bisanya cuma menindas junior.."


"Bagaimana hasil pendalaman mu ? sudah tercapai target mu ?"


ucap Tan Sim Houw sambil tersenyum penuh arti.


Lu Sun terkejut mendengar ucapan Tan Sim Houw, dari pertanyaan tersebut sudah membuktikan.


Tan Sim Houw mengetahui dengan jelas, Lu Sun bukan memulihkan diri.


Tapi Lu Sun memanfaatkan waktunya untuk menembus level ilmu andalan nya.


Lu Sun sambil tersenyum malu menjura kearah Tan Sim Houw sambil berkata,

__ADS_1


"Senior tetap senior, apapun yang ku lakukan tetap tidak bisa terlewat dari pengamatan senior yang tajam.."


"Sekali lagi aku mengucapkan terimakasih atas kemurahan hati dari senior.."


"Meskipun nanti hasilnya aku menang, kemenangan hari ini tetap lah milik senior.."


ucap Lu Sun sambil kembali menjura kearah Tan Sim Houw.


Tan Sim Houw berdiri dari posisi duduknya, sambil mengorek telinga dan menguletkan pinggangnya, dia berkata


"Ayo kita mulai....! menang ya menang..! kalah ya tetap kalah...tak ada alasan alasan tidak penting itu.."


"Mari kerahkan seluruh kemampuan mu..!"


"Jangan ragu-ragu..!"


"Silahkan.."


ucap Tan Sim Houw sambil mengulurkan tangannya kedepan, golok maut otomatis muncul dalam genggamannya.


Lu Sun mengangguk dan berkata,


"Baiklah kalau begitu, aku tidak akan sungkan lagi.."


Tubuh Lu Sun menghilang dari posisinya muncul di udara, dia mulai menyerap kekuatan inti sari langit dan bumi.


Setelah tubuhnya penuh dan sudah mencapai titik maximal perlahan-lahan dia menyalurkan tenaga tersebut ke ujung jarinya.


Awan hitam datang bergulung-gulung, angin kencang di Sertai Sambaran petir mengelegar dahsyat di udara.


Sambaran kilat muncul menyambar-nyambar, ada beberapa Sambaran kilat yang nyasar menyambar tubuh Lu Sun maupun tubuh Tan Sim Houw.


Tetapi mereka tidak bergeming, masih tetap fokus menyerap energi alam untuk nanti melepaskan pukulan mereka masing-masing.


Hujan batu es sebesar batu kerikil mulai berjatuhan dari langit, tapi kondisi ini juga sama tidak berpengaruh sama sekali terhadap Tan Sim Houw dan Lu Sun.


Lu Sun akhirnya melepaskan Ilmu jari penembus semesta kearah Tan Sim Houw.


"Bagus..!!"


teriak Tan Sim Houw gembira.


Dia langsung menyambut serangan Lu Sun dengan 4 kali tebasan golok maut.


Yang menimbulkan 4 cahaya golok biru melesat kearah Lu Sun dari 4 arah mata angin.


Serangan Golok biru raksasa tertahan oleh cahaya keemasan yang keluar dari jari Lu Sun.


Adu kekuatan terjadi di udara, di mana Lu Sun mengambil posisi diatas, sedangkan Tan Sim Houw mengambil posisi di bawah.

__ADS_1


Kali ini ke 4 golok biru yang retak, tidak mampu menahan kekuatan energi jari penembus semesta.


__ADS_2