
Karena alasan ini, atasan yang sekarang menjadi suamiku, melakukan hal itu dengan ku.
Awalnya aku sangat marah dan membencinya, karena dia telah merusak harapan masa depan ku bersama mu.
Tapi dengan ketulusan dan kasih sayangnya yang tulus akhirnya aku pun tergerak, apalagi posisiku akibat hubungan waktu itu ternyata aku telah hamil.
Maka tanpa memiliki pilihan lain, aku pun menerima pinangannya dan menjadi istrinya.
"Sun ke ke aku telah menceritakan semua nya, kini bila kamu ingin marah memukul menyiksa ataupun membunuh ku sekalipun, aku tidak akan melawan maupun menyalahkan mu."
"Bila itu bisa menenangkan hati mu dan kebencian mu aku rela dan tidak akan pernah menyesali nya."
Lu Sun memejamkan matanya, hatinya hancur berkeping-keping semua harapan indah kini sirna tak berbekas.
Yang ada kini adalah darah yang terus menetes dari hatinya.
Lu Sun sambil tersenyum sedih berkata,
"Xue Yen bagaimana aku bisa menyalahkan mu, karena semua ini adalah kesalahan ku."
"Semalam bersama menjadi suami istri, memiliki keterikatan Budi dan perasaan lebih dari 1000 hari."
"Apalagi kita telah bersama melewati dua jaman, menurut mu apa mungkin aku tega menyakiti mu ?"
"Apakah aku adalah pria yang seperti itu di matamu.?"
Xue Yen menggelengkan kepalanya dengan airmata bercucuran tanpa henti.
Dia sekarang membiarkannya begitu saja menetes di pipinya, dia tidak menggunakan tissue untuk menghapusnya.
Dia justru sangat berharap Lu Sun akan marah membencinya bahkan langsung menyelesaikan hidupnya, itu akan lebih baik.
Yang dia takutkan justru sikap Lu Sun yang seperti ini.
Sebenarnya dia juga tahu, Lu Sun pasti akan bersikap seperti ini.
Dia tidak akan pernah bisa bersikap seperti yang dia harapkan.
Lu Sun pasti akan membawa luka hati ini seorang diri pergi meninggalkannya.
Dia terlalu mengenal Lu Sun, Lu Sun suaminya pria pilihan yang sulit dicari keduanya.
Hanya kenyataan pahit ini, memisahkan mereka secara paksa, dia juga tidak ingin.
Tapi dia juga tidak berdaya, sehingga hanya bisa menerima realita pahit saat ini.
Saat ini yang paling dia khawatirkan adalah keadaan Lu Sun setelah mendengar semua penjelasan nya.
Lu Sun kini tersenyum lembut menyentuh tangan Xue Yen dan berkata,
"Xue Yen aku ingin bertanya satu hal jawablah dengan jujur, apakah kamu hidup berbahagia bersama nya ? apakah kamu mencintainya ? tatap mata ku jawablah dengan jujur."
__ADS_1
Xue Yen mengangkat wajahnya menatap Lu Sun dengan sedih menganggukkan kepalanya.
Melihat ekspresi tatapan mata dan gerak-gerik Xue Yen, Lu Sun sudah tahu jawabannya tanpa harus mendengarkan jawaban langsung dari mulut Xue Yen.
Lu Sun menghela nafas panjang dan tersenyum pahit, lalu berkata.
"Baiklah aku mengerti sekarang."
"Xue Yen meski kita kini tidak bisa bersama, tapi aku akan melindungi kebahagiaan mu Se utuhnya."
"Setidaknya untuk menebus kesalahanku yang tidak bisa menjaga mu dengan baik, aku akan melupakan dendam ku padanya."
"Aku akan melepaskan nya, agar kalian bisa hidup berbahagia."
Xue Yen yang sedang tertunduk, langsung mengangkat kepalanya menatap Lu Sun dengan tajam dan bertanya,
"Apa maksud mu dengan kata-kata melupakan dendam mu ? ada dendam apa kamu dengan nya ? apakah kamu mengenalnya ?"
Lu Sun tersenyum dan berkata,
"Demi kebahagian mu di masa depan, sebaiknya jangan tanyakan hal yang sudah berlalu dan tidak berguna."
"Jaga diri mu baik-baik, hiduplah dengan bahagia.."
Lu Sun berdiri dari tempat duduknya, dan ingin pergi.
Tapi Xue Yen menahan tangan Lu Sun dan berkata,
"Aku tidak mengijinkan mu untuk pergi."
ucap Xue Yen berkeras.
Lu Sun menepuk lembut tangan Xue Yen Kemudian kembali duduk dan berkata,
"Suami mu bernama Jack, aku sangat-sangat mengenalnya."
"Pertemuan pertama kami adalah,. dia ingin merampas mutiara malam milik ku, untuk acara pameran."
"Tapi dia gagal dan terluka parah, Kemudian dia berhasil disembuhkan oleh gurunya."
"Pertemuan kedua kami adalah saat Ying Ying meninggalkan ku, saat aku menceritakan hubungan kita."
"Dia dan Ying Ying secara kebetulan bertemu di perjalanan, dia dan Ying Ying adalah teman lama di sekolah."
"Dia banyak membantu Ying Ying, tapi saat aku muncul Ying Ying memilih ku dan Kembali ke sisi ku."
"Dia tidak tahu, Ying Ying seumur hidup tidak bakalan pernah meninggalkan ku, karena Ying Ying adalah reinkarnasi Siau Ching."
"Yang juga datang ke dunia ini menyusul kita."
Apa-apa maksudmu ?
__ADS_1
tanya Xue Yen terbelalak pucat.
Lu Sun tersenyum lembut dan berkata,
"Aku juga baru tahu hal ini setelah Couw Su ku membuka mata batin ku untuk melihat masa lalu."
"Di saat aku bersembunyi menyembuhkan luka dan memulihkan Kekuatan ku."
Xue Yen terlihat termenung dan berkata,
"Aku sudah sempat curiga dengan sikapnya yang sangat mirip dengan kakak Ching, tapi aku benar-benar tidak menyangka kakak Ching juga ikut menyusul kita"
"Tapi bukankah kakak Ching adalah mahluk abadi menurut Kaisar langit tidak bisa mati begitu saja.?"
tanya Xue Yen heran.
Sambil tersenyum sedih Lu Sun berkata,
"Sepeninggal kita berdua, dia sangat sedih, dia menghancurkan semua kekuatan nya, bahkan mutiara kehidupannya pun dia hancurkan."
"Dengan berlutut di samping makam kita, menolak makan dan minum, akhirnya dia pun menyusul kita."
"Bukannya di lembah ada Fan er dan istrinya ?"
tanya Xue Yen heran.
"Fan er dan istrinya sedang ke ibukota, bersama Wu Song dan Lu Ping, jadi tidak ada yang tahu." ucap Lu Sun menjelaskan dengan singkat.
Kemudian Lu Sun kembali melanjutkan ceritanya tentang Jack,
"Jack sangat marah dan tidak terima, dia menantang ku, dan berhasil mengalahkan dan melukai ku dengan sangat parah."
"Dia adalah pemimpin Grup Xie yang bukan hanya melukai ku, tapi dia adalah otak dari semua kejatuhan perusahaan dan semua kolega ku."
"Dia bekerja sama dengan semua musuh-musuh bisnis ku, untuk menjatuhkan semua bisnis ku, dan mereka berhasil."
ucap Lu Sun menutup ceritanya.
Xue Yen terlihat terbelalak tak percaya menatap Lu Sun, sambil menutup mulutnya yang terbuka.
Lu Sun menatap Xue Yen dengan lembut dan berkata,
"Yang lalu biarlah berlalu, biarkan waktu yang menguburnya, lebih baik kamu fokus dengan kebahagiaan mu kedepan."
"Hiduplah dengan baik dan bahagia, itu yang terpenting, anggap saja ini permohonan terakhir ku sebelum kita berpisah."
Xue Yen menganggukkan kepalanya tidak tahu harus berkata apa, dia kini semakin menyesal.
Dia telah menyakiti Lu Sun dengan begitu dalam, tapi Lu Sun masih begitu perhatian dan selalu memikirkan kepentingan nya.
Xue Yen tertunduk dengan airmata mengucur deras menitik keatas Pangkuan nya.
__ADS_1