
Lu Sun menepuk jidatnya sendiri, lalu dia melihat kearah Giok Lan dengan tatapan penuh teguran.
Tapi Giok Lan hanya menanggapinya dengan menahan tawa sambil menutup mulut dengan tangan nya.
Ying Ying akhirnya maju dan berkata sambil merangkul lengan ibu itu.
"Ibu..kami bertiga bukan kekasihnya, kami semua adiknya."
"Kami datang menemani kakak kami, untuk menjenguk istri dan mertuanya."
Ying Ying memberi kode agar Lu Sun mendekati Viona dan David mundur menjauh.
David mengerti situasi, dia buru-buru mundur menjauh, membiarkan Viona maju mendekat kearah Lu Sun dengan agak canggung.
Melihat hal di depan nya nenek itu pun tersenyum senang dan dengan bangga dia berkata,
"Nah ini baru benar, sudah kalian berdua jarang bertemu cepat masuk ke kamar bikin cucu baru untuk ku.."
"Urusan di sini serahkan pada kami, kami bisa mengurusnya.."
Ying Ying kembali memberi kode agar Viona dan Lu Sun menuruti permintaan wanita itu.
Viona pun mengajak Lu Sun masuk kedalam hotel menuju tempat tinggal nya, David hendak berjalan mengikuti mereka.
"Hei kamu cicak kering..! berhenti di sana. "
"Orang suami istri ada urusan, kenapa kamu ikut-ikutan, mau jadi penonton..? Dasar tidak punya malu."
"Melihat wajah mu langsung sebal aku..! cepat enyah dari sini..!"
ucap mama Viona emosi dan siap melempar David dengan sandalnya.
David hanya bisa menggelengkan kepalanya dan berjalan menuju pantai dengan wajah lesu.
Ying Ying yang melihat situasi sudah agak tenang segera berkata,
"Ibu aku belum pernah jalan-jalan kesini, bolehkah ibu menemani ku melihat keindahan Pantai di sini.."
"Boleh-boleh ayo kita pergi lihat-lihat, tapi kamu jangan kaget ya, orang-orang di sini sangat tidak beradab."
"Mereka suka berjalan tanpa busana, membiarkan bagian itunya terbuka begitu saja."
Sambil tertawa genit wanita itu berkata,
"Tapi punya mereka itu sangat besar dalam keadaan lemas terkulai saja sudah sebesar ini.."
"Sulit di bayangkan bila sedang tegang.."
ucap wanita itu menutup mulutnya menahan tawa.
Ying Ying hanya menanggapinya dengan tersenyum, perlahan-lahan dia menggandeng tangan nenek itu pergi menuju pantai.
Beberapa saat kemudian Giok Lan menerima pesan dari Ying Ying.
__ADS_1
"Segera ajak Sun ke ke tinggalkan tempat ini, aku akan menyusul kalian.."
Membaca pesan Ying Ying, Giok Lan pun buru-buru menelpon suaminya.
Begitu telpon diangkat, Giok Lan buru-buru berkata,
"Sayang ayo kita tinggalkan tempat ini sekarang juga.."
Lu Sun yang sedang duduk bersama Viona dan David diruangan tamu sambil menerima telepon segera mengangguk dan berkata,
"Baik aku segera turun.."
Setelah mematikan ponsel dan menyimpannya, Lu Sun berdiri dari duduknya dan menyalami David dan berkata,
"Bersabarlah tunjukkan ketulusan mu, aku yakin suatu hari dia pasti akan tersentuh dengan ketulusan mu.."
"Kalau kamu sudah memutuskan untuk tinggal di sini membantu Viona, aku juga tidak akan memaksa mu.."
"Kapan pun kamu ingin kembali, pintu group Lu akan selalu terbuka untuk mu.."
"Sampai di sini saja teman lain kali kita ngobrol lagi.. sampai jumpa.."
"Bos aku...aku minta maaf..aku.."
ucap David merasa tidak enak hati.
Lu Sun tersenyum dan menepuk bahunya sambil berkata,
Lalu Lu Sun menatap kearah Viona dan berkata,
"Selamat tinggal Vi, kalau ada kesulitan segera hubungi aku.."
Setelah itu Lu Sun membalikkan badannya berjalan menuju pintu meninggalkan kediaman Viona dan David.
"Vid..apa kamu tidak sayang meninggalkan pekerjaan mu yang memiliki prospek cerah.."
"Dan malah memilih ikut tinggal di sini dan mengelola hotel dan restoran kecil ini..?"
ucap Viona menatap David' dengan lembut.
David tersenyum dan menggelengkan kepalanya sambil berkata,
"Karir dan cinta, sayangnya aku lebih memilih cinta.."
"Asal bisa selalu berada di sisi mu, aku tidak akan pernah ada penyesalan lagi.."
Viona menubruk ke dalam pelukan David dan membenamkan kepalanya disana dan berkata,
"Makasih vid...makasih.."
"Makasih pengertiannya, maafkan aku yang tidak bisa mendukung karir mu di Nan Jing.."
"Aku punya kenangan sangat buruk di sana...aku.."
__ADS_1
Ucapan Viona terhenti karena David sudah mendaratkan ciuman nya dengan mesra.
Lu Sun setelah meninggalkan kediaman Viona, dia buru-buru menemui Giok Lan mereka pun meninggalkan tempat tersebut.
Hanya George yang tetap tinggal di sana karena Giok Lan menugaskan nya, untuk mengantar Ying Ying menyusul ke bandara.
Giok Lan mengunjungi beberapa kantor cabang nya untuk menandatangani beberapa berkas penting di temani oleh Lu Sun dan Xue Xue.
Setelah selesai mereka langsung kembali ke bandara, begitu mereka masuk kedalam pesawat.
Terlihat Ying Ying sedang duduk menanti kedatangan mereka sambil tersenyum.
Lu Sun langsung menghampiri Ying Ying duduk didepan nya sambil tersenyum dia berkata,
"Sayang gimana ceritanya kamu bisa melepaskan diri dari wanita itu.."
Ying Ying menghela nafas dan berkata,
"Sebenarnya dia sangat kasihan, orangnya juga sangat baik.."
"Semoga kehidupan mereka kedepannya akan lebih baik.."
"Tadi setelah kembali dari pantai, aku pura-pura ijin ke Toilet lalu George mengantar ku kemari."
"Makasih banyak sayang, untung tadi ada kamu, kalau tidak aku benar-benar bingung menghadapi nya."
Ucap Lu Sun sambil mencium pipi Ying Ying.
Lalu dia baru kembali ketempat duduknya memasang sabuk pengaman karena pesawat mereka sebentar lagi akan take off meninggalkan bandara Miami menuju Dubai.
Setelah melakukan perjalanan 14 jam rombongan Lu Sun akhirnya tiba di Dubai.
Begitu tiba di bandara Dubai mobil Limousine sudah siap menanti kedatangan mereka.
Kakek Huang Fei Nan berdiri di sana menyebut kedatangan rombongan Lu Sun sambil tersenyum lebar.
"Tuan akhirnya anda datang juga, mari silahkan naik ke mobil."
"Kita akan menuju ke hotel sekaligus menjadi tempat diselenggarakannya acara pelelangan."
Lu Sun mengangguk lalu mereka pun bergerak menuju hotel tempat di adakan nya acara pelelangan.
Rombongan yang terbagi dalam dua mobil itu bergerak meninggalkan bandara menuju tempat diadakannya acara pelelangan.
Lu Sun dan rombongannya harus naik ke sebuah kapal yang menyeberangkan mereka ke sebuah pulau terpisah, di mana hotel megah itu berdiri.
Setelah tiba di hotel mewah tersebut Lu Sun Ying Ying dan Xue Xue memandang dengan takjub bangunan hotel yang mewah dan megah di hadapan mereka.
Sedangkan Giok Lan bersikap biasa saja karena dia sudah pernah beberapa kali datang ketempat ini menemani ayahnya.
Hotel itu sangat ramai pengunjungnya, tapi yang paling banyak berlalu lalang di sana adalah bule dan pria yang mengenakan daster putih lengkap dengan penutup kepala mereka.
Pria -pria berdaster inilah yang sikapnya kurang sopan, dan tidak kenal aturan.
__ADS_1